The Thistle

The Thistle
Hancur



Mom VinGlow masih mengurung diri di kamarnya. LouElla mengunjunginya


kemarin sore, menyampaikan persiapan Pengumuman Kelulusan Akademi. Acara itu,


tidak mungkin ditunda karena Akademi sudah mengundang Raja dan Ratu. Melihat Mom


VinGlow sepucat mayat, LouElla kebingunan. Selama ini, acara-acara besar di Akademi


Nerdia, tidak pernah tanpa kehadiran Mom VinGlow. Dialah bintang dari Akademi Nerdia


itu sendiri.


Perawan tua itu, menghiburnya dengan mengatakan bahwa dia bisa menghandle


acara Pengumuman Kelulusan itu bersama para guru. Toh, semua sudah dipersiapkan


dengan sangat baik. Anak-anak juga sudah melakukan latihan berkali-kali. LouElla


yakin, tidak akan ada kesalahan di depan Raja dan Ratu. Jadi, dia meminta Mom VinGlow


untuk beristirahat supaya saat acara berlangsung, kondisinya sudah membaik. Seperti


biasanya.


”Kau memang bisa diandalkan, guru Lou, ” gumam Mom VinGlow, ”tapi bila aku


tidak muncul di acara itu, akan menjadi tanda tanya besar di Istana. ”


Dan hal itu bisa dianggap sebagai penghinaan terhadap Raja dan Ratu. Bukankah


Akademi sendiri yang meminta kehadiran Raja dan Ratu, dan Mom VinGlow sendiri


yang datang ke istana untuk menyampaikan hal itu.


Selama ini, setiap mengadakan Pengumuman Kelulusan, Mom VinGlow tidak pernah


mengundang Raja dan Ratu. Tidak pernah ada dalam sejarah Akademi Nerdia. Mom VinGlow


baru akan membuat sejarah untuk pertama kali. Para guru dan siswa juga terkejut


ketika Mom VinGlow dengan bangga mengabarkan bahwa dia akan mengundang Raja dan


Ratu untuk melihat Pengumuman Kelulusan Akademi Nerdia. Semua anak bangsawan


yang akan dinyatakan lulus, luar biasa gembira. Mereka bahkan sampai meminta


pihak sekolah menambah tempat untuk membawa seluruh keluarganya. Padahal,


tempat hanya terbatas untuk ayah atau ibu saja.


Mom VinGlow menatap cermin di hadapannya. Seraut wajah kusut dan pucat


terpampang jelas di sana. Wajahnya benar-benar tidak bisa dibuat cerah meski


dia berusaha melebarkan senyum. Wanita itu mengutuk dirinya sendiri. Menganggap


bahwa di hati Raja telah dipenuhi cintanya, tapi nyatanya cinta pada Ratunya jauh


lebih besar. Bahkan dia memamerkannya pada semua pelayan dan dayang di istana. Pastinya,


setiap hari Raja dan Ratu melakukannya, hingga semua penghuni istana


memakluminya.


Sedangkan dirinya? Hanya gundik pemuas nafsu Raja, yang harus disembunyikan


ibarat makanan busuk. Jangan sampai baunya menyebar ke mana-mana.


Dan seseorang di luar sana sudah mengetahui apa yang diperbuatnya bersama Raja!


Mom VinGlow tidak mungkin melaporkan surat ancaman kedua itu pada Enya Wien.


Mom VinGlow menyesali, kenapa saat menghadap istana, justru Enya Wien yang


menerimanya. Bukannya Enya Moss yang sudah terbiasa berkeliaran di Akademi. Enya


cenayang itu pasti sudah membaca pikirannya, dan surat ancaman kedua itu,


apabila sampai di tangan Enya, akan membuat lehernya digantung di depan Ratu.


”Bagaimana bila di acara itu, seseorang membeberkan hubunganku dengan Raja?”


Mom VinGlow merasa seluruh tubuhnya gemetar. Dia sama sekali tidak bisa


berpikir. Kepalanya seolah tersumbat dengan kulit-kulit Rouya yang keras. Membayangkan


wajah Raja Orla yang semula membuatnya tersenyum kasmaran, sekarang malah


membuatnya bergidik ngeri.


Mom Vin Glow menyapu ranjang dengan tangan halusnya. Sepertinya, inilah


kenangan terakhirnya bersama orang yang dicintainya. Cinta yang bertaruh nyawa.


Pintu kamarnya diketuk. Mom VinGlow merasa darahnya berhenti mengalir. Ketukan


itu berkali-kali terdengar, kali ini lebih keras. Dan semakin membuatnya mengkerut


di atas ranjang.


Pintu terbuka, dan raut wajah pelayan yang cemas, diintipnya dari balik


bantal yang ditutupkan ke wajahnya.


”Nyonya, anda baik-baik saja? Guru LouElla datang menjemput. Dia


sangat  cemas.”


Mom VinGlow membenamkan wajahnya di bantal, memeluk dirinya sendiri,


berusaha meredakan kecemasan dan ketakutannya. Sepertinya, hari ini dia akan


mati. Bukan dalam pelukan lelaki yang dicintainya, tapi di tiang gantungan.


”Mom?”


Suara Guru LouElla. Mom VinGlow mendongak perlahan, dan matanya membeliak


begitu melihat seseorang yang dibawa LouElla masuk ke kamarnya.


OoO


Genderang ditabuh dengan meriah. Siswa siswa Akademi Nerdia sudah berlatih


sekian lama. Para guru berharap, mereka tidak melupakan setiap tabuhan


genderang, atau memecahkan genderangnya seperti saat latihan. Kadang saking


gembiranya karena akan dilihat Raja, mereka bisa menjadi cemas, dan membuat


segalanya menjadi kacau.


Raja memasuki aula dengan pakaian kebesarannya. Begitu dia melewati deretan


siswa yang duduk rapi di kursi, bau wanginya memenuhi ruangan. Tidak ada yang


menyamai bau wangi Raja, meski dia bangsawan terkaya di Nerdia.


Begitu Raja duduk di singgasana, sepasang matanya beredar. Dan dia menarik


sedikit sudut bibirnya, mendapati Mom VinGlom duduk di deretan dewan guru Akademi


Nerdia, dengan baju jubah kebesaran Akademi berwarna merah menyala. Wajahnya


tampak bersinar berseri-seri. Sejenak dia teringat pada Ratu. Sepertinya,


akan langsung tenggelam dan lenyap. Raja Orla tidak akan bisa menikmati


kekuasaannya merajai Mom VinGlow, membuat wanita itu bergetar hanya dengan


pandangan matanya. Malam demi malam yang dilaluinya bersama janda itu, tidak


bisa disamakan dengan Ratu Orla. Dengan Mom VinGlow, Raja Orla benar-benar


merasa sebagai Raja yang berkuasa. Seperti candu yang hanya terasa nikmat bila


tidak diteguk setiap hari. Tapi bersama Ratu Orla, dia takluk tak berdaya. Kekuatan


magis asmara lewat genggaman tangannya, benar-benar tak bisa dilawannya.


Para siswa menampilkan berbagai atraksi di hadapan Raja Orla dan


serangkaian acara pengumuman kelulusan menjadi begitu menghibur bagi Raja Orla.


Tidak pernah dia melihat tampilan-tampilan anak-anak Akademi. Meski ada


beberapa kesalahan, tapi semua memaklumi. Mereka masih anak-anak. Kesalahan


gerakan, mengundang tawa Raja yang diikuti para bangsawan. Tepuk tangan


berkali-kali menggema di aula.


Raja berkali-kali melirik ke arah Mom VinGlow. Sepertinya, dia harus


memberi wanita itu hadiah yang pantas, malam ini. Tapi Enya Moss dan Enya Spark


belum pulang dari Nerdia Selatan. Bila dia mendatangi rumah Mom VinGlow seorang


diri, tidak akan ada yang menjaga mereka.


Mom VinGlow bukannya tidak merasakan pandangan Raja Orla terhadapnya. Dadanya


meledak-ledak, ingin rasanya menghambur ke pelukan lelaki itu dan menumpahkan


seluruh kekhawatiran dan ketakutannya. Dia yakin, sebagai Raja, Raja Orla pasti


bisa menemukan siapa yang telah mengancamnya. Ratu Orla tidak datang hingga


acara hampir usai, apakah dia sudah mengendus sesuatu. Hingga dia tidak sudi


datang? Ini kesempatan yang baik untuk menyampaian semuanya pada Raja.


”Mom VinGlow punya berita baik untuk Raja. Dia ingin menyampaikannya secara


khusus, ” bisik Enya Misk.


Raja Orla mengangguk. Dilihatnya, di deretan dewan guru, Mom VinGlow sudah


tidak ada di sana. Enya Misk memberi jalan pada Raja Orla untuk meninggalkan


aula sementara acara masih berlangsung. Mereka berdua menyusuri selasar, menuju


ruang Mom VinGlow.


Mom VinGlow sudah menunggu di ruangannya. Dia langsung berlurut memberi


hormat begitu Raja memasuki ruangannya. Raja Orla memerintah Enya Misk untuk


berjaga di luar dan tidak masuk sampai Raja Orla memerintahkan.


Raja Orla bergegas mengangkat bahu Mom VinGlow, menariknya dalam pelukan dan


menghujani dengan ciuman panas. Wanita itu tak kuasa menolak keinginan Raja. Nafas


menderu yang dirindukannya, membuatnya terbang ke langit Nerdia.


”Ada yang ingin saya sampaikan, Yang Mulia.”


”Katakan, waktu kita tidak banyak, Vin.”


”Ini tentang FayLinn. Dia ...”


”Anak WinkGef. Akhirnya kau berhasil mendapatkan dia?”


”Lebih dari itu. Dia menyembuhkan saya.”


Raja menarik jubah kebesaran Akademi Mom VinGlow dalam satu kali sentakan,


membuat wanita itu hanya mengenakan kain tipis yang membayang bentuk


tubuhnynya.  Raja Orla sudah tidak bisa


lagi membendung nafsunya. Didekapnya Mom VinGlow erat-erat, hingga nafas


keduanya saling bertemu.


”Tunggu, Yang Mulia. Saya ceritakan dulu. Setelah itu Yang Mulia bisa ...”


”Kau tahu, aku sangat murah hati memberi hadiah. Apalagi untuk sebuah


informasi penting, tentang WinkGef Sprout dan anaknya. Katakan ...”


Tiba-tiba pintu terbuka.


Raja dan Mom VinGlow serempak menoleh, dan mereka membeliak melihat siapa yang


melangkah dengan anggun ke dalam ruangan. Enya Misk berada di belakangnya,


jatuh terduduk.


”Ratu ....” desis Raja Orla, membuat jantungnya berhenti seketika. Mom VinGlow


melepaskan diri dari pelukan Raja secepat kilat dan meraih jubah kebesaran Nerdia


yang teronggok di lantai.


”Mom VinGlow? Tak kusangka kau memanfaatkan kesempatan untuk merayu Raja.”


Ratu mendekati Mom VinGlow dan mendorong kening perempuan itu kasar. Mom VinGlow


tiba-tiba terpaku, tidak bisa bergerak. Hanya mata dan hidungnya yang bisa


digerakkan ke sana ke mari. Dia menjadi patung bernyawa. Darah segar perlahan


mengalir dari lubang hidungnya, perlahan membasahi bibirnya yang kaku. Mom VinGlow


panik, menyadari bahwa dia telah mengalungkan tali gantungan ke lehernya


sendiri. Dia hanya bisa menatap Raja Orla yang membeliak tak bersuara


menatapnya, tak sanggup melakukan apapun untuk membelanya.


Ratu Orla melepaskan baju kebesarannya, lalu perlahan menghampiri Raja. Dengan


langkah anggun, penuh kemenangan. Dia adalah Ratu, yang berhak atas Raja.


”Sebaiknya kau tidak bersuara, Mom. Jangan mengganggu Raja dan Ratu.”


Ratu segera meraih tangan Raja Orla dan menggenggamnya.


Raja Orla merasa nafasnya menjadi sesak tak beraturan, dan tubuhnya


memanas. Ratu semakin mempererat genggamannya, dan menatap dalam ke sepasang


mata Raja yang sudah berhasil ditaklukkannya.


Enya Misk perlahan menutup pintu, sembari memandang risih pada Mom VinGlow


yang berdiri terpaku, dengan baju tipisnya mulai berhias darah.