
Mom VinGlow masih mengurung diri di kamarnya. LouElla mengunjunginya
kemarin sore, menyampaikan persiapan Pengumuman Kelulusan Akademi. Acara itu,
tidak mungkin ditunda karena Akademi sudah mengundang Raja dan Ratu. Melihat Mom
VinGlow sepucat mayat, LouElla kebingunan. Selama ini, acara-acara besar di Akademi
Nerdia, tidak pernah tanpa kehadiran Mom VinGlow. Dialah bintang dari Akademi Nerdia
itu sendiri.
Perawan tua itu, menghiburnya dengan mengatakan bahwa dia bisa menghandle
acara Pengumuman Kelulusan itu bersama para guru. Toh, semua sudah dipersiapkan
dengan sangat baik. Anak-anak juga sudah melakukan latihan berkali-kali. LouElla
yakin, tidak akan ada kesalahan di depan Raja dan Ratu. Jadi, dia meminta Mom VinGlow
untuk beristirahat supaya saat acara berlangsung, kondisinya sudah membaik. Seperti
biasanya.
”Kau memang bisa diandalkan, guru Lou, ” gumam Mom VinGlow, ”tapi bila aku
tidak muncul di acara itu, akan menjadi tanda tanya besar di Istana. ”
Dan hal itu bisa dianggap sebagai penghinaan terhadap Raja dan Ratu. Bukankah
Akademi sendiri yang meminta kehadiran Raja dan Ratu, dan Mom VinGlow sendiri
yang datang ke istana untuk menyampaikan hal itu.
Selama ini, setiap mengadakan Pengumuman Kelulusan, Mom VinGlow tidak pernah
mengundang Raja dan Ratu. Tidak pernah ada dalam sejarah Akademi Nerdia. Mom VinGlow
baru akan membuat sejarah untuk pertama kali. Para guru dan siswa juga terkejut
ketika Mom VinGlow dengan bangga mengabarkan bahwa dia akan mengundang Raja dan
Ratu untuk melihat Pengumuman Kelulusan Akademi Nerdia. Semua anak bangsawan
yang akan dinyatakan lulus, luar biasa gembira. Mereka bahkan sampai meminta
pihak sekolah menambah tempat untuk membawa seluruh keluarganya. Padahal,
tempat hanya terbatas untuk ayah atau ibu saja.
Mom VinGlow menatap cermin di hadapannya. Seraut wajah kusut dan pucat
terpampang jelas di sana. Wajahnya benar-benar tidak bisa dibuat cerah meski
dia berusaha melebarkan senyum. Wanita itu mengutuk dirinya sendiri. Menganggap
bahwa di hati Raja telah dipenuhi cintanya, tapi nyatanya cinta pada Ratunya jauh
lebih besar. Bahkan dia memamerkannya pada semua pelayan dan dayang di istana. Pastinya,
setiap hari Raja dan Ratu melakukannya, hingga semua penghuni istana
memakluminya.
Sedangkan dirinya? Hanya gundik pemuas nafsu Raja, yang harus disembunyikan
ibarat makanan busuk. Jangan sampai baunya menyebar ke mana-mana.
Dan seseorang di luar sana sudah mengetahui apa yang diperbuatnya bersama Raja!
Mom VinGlow tidak mungkin melaporkan surat ancaman kedua itu pada Enya Wien.
Mom VinGlow menyesali, kenapa saat menghadap istana, justru Enya Wien yang
menerimanya. Bukannya Enya Moss yang sudah terbiasa berkeliaran di Akademi. Enya
cenayang itu pasti sudah membaca pikirannya, dan surat ancaman kedua itu,
apabila sampai di tangan Enya, akan membuat lehernya digantung di depan Ratu.
”Bagaimana bila di acara itu, seseorang membeberkan hubunganku dengan Raja?”
Mom VinGlow merasa seluruh tubuhnya gemetar. Dia sama sekali tidak bisa
berpikir. Kepalanya seolah tersumbat dengan kulit-kulit Rouya yang keras. Membayangkan
wajah Raja Orla yang semula membuatnya tersenyum kasmaran, sekarang malah
membuatnya bergidik ngeri.
Mom Vin Glow menyapu ranjang dengan tangan halusnya. Sepertinya, inilah
kenangan terakhirnya bersama orang yang dicintainya. Cinta yang bertaruh nyawa.
Pintu kamarnya diketuk. Mom VinGlow merasa darahnya berhenti mengalir. Ketukan
itu berkali-kali terdengar, kali ini lebih keras. Dan semakin membuatnya mengkerut
di atas ranjang.
Pintu terbuka, dan raut wajah pelayan yang cemas, diintipnya dari balik
bantal yang ditutupkan ke wajahnya.
”Nyonya, anda baik-baik saja? Guru LouElla datang menjemput. Dia
sangat cemas.”
Mom VinGlow membenamkan wajahnya di bantal, memeluk dirinya sendiri,
berusaha meredakan kecemasan dan ketakutannya. Sepertinya, hari ini dia akan
mati. Bukan dalam pelukan lelaki yang dicintainya, tapi di tiang gantungan.
”Mom?”
Suara Guru LouElla. Mom VinGlow mendongak perlahan, dan matanya membeliak
begitu melihat seseorang yang dibawa LouElla masuk ke kamarnya.
OoO
Genderang ditabuh dengan meriah. Siswa siswa Akademi Nerdia sudah berlatih
sekian lama. Para guru berharap, mereka tidak melupakan setiap tabuhan
genderang, atau memecahkan genderangnya seperti saat latihan. Kadang saking
gembiranya karena akan dilihat Raja, mereka bisa menjadi cemas, dan membuat
segalanya menjadi kacau.
Raja memasuki aula dengan pakaian kebesarannya. Begitu dia melewati deretan
siswa yang duduk rapi di kursi, bau wanginya memenuhi ruangan. Tidak ada yang
menyamai bau wangi Raja, meski dia bangsawan terkaya di Nerdia.
Begitu Raja duduk di singgasana, sepasang matanya beredar. Dan dia menarik
sedikit sudut bibirnya, mendapati Mom VinGlom duduk di deretan dewan guru Akademi
Nerdia, dengan baju jubah kebesaran Akademi berwarna merah menyala. Wajahnya
tampak bersinar berseri-seri. Sejenak dia teringat pada Ratu. Sepertinya,
akan langsung tenggelam dan lenyap. Raja Orla tidak akan bisa menikmati
kekuasaannya merajai Mom VinGlow, membuat wanita itu bergetar hanya dengan
pandangan matanya. Malam demi malam yang dilaluinya bersama janda itu, tidak
bisa disamakan dengan Ratu Orla. Dengan Mom VinGlow, Raja Orla benar-benar
merasa sebagai Raja yang berkuasa. Seperti candu yang hanya terasa nikmat bila
tidak diteguk setiap hari. Tapi bersama Ratu Orla, dia takluk tak berdaya. Kekuatan
magis asmara lewat genggaman tangannya, benar-benar tak bisa dilawannya.
Para siswa menampilkan berbagai atraksi di hadapan Raja Orla dan
serangkaian acara pengumuman kelulusan menjadi begitu menghibur bagi Raja Orla.
Tidak pernah dia melihat tampilan-tampilan anak-anak Akademi. Meski ada
beberapa kesalahan, tapi semua memaklumi. Mereka masih anak-anak. Kesalahan
gerakan, mengundang tawa Raja yang diikuti para bangsawan. Tepuk tangan
berkali-kali menggema di aula.
Raja berkali-kali melirik ke arah Mom VinGlow. Sepertinya, dia harus
memberi wanita itu hadiah yang pantas, malam ini. Tapi Enya Moss dan Enya Spark
belum pulang dari Nerdia Selatan. Bila dia mendatangi rumah Mom VinGlow seorang
diri, tidak akan ada yang menjaga mereka.
Mom VinGlow bukannya tidak merasakan pandangan Raja Orla terhadapnya. Dadanya
meledak-ledak, ingin rasanya menghambur ke pelukan lelaki itu dan menumpahkan
seluruh kekhawatiran dan ketakutannya. Dia yakin, sebagai Raja, Raja Orla pasti
bisa menemukan siapa yang telah mengancamnya. Ratu Orla tidak datang hingga
acara hampir usai, apakah dia sudah mengendus sesuatu. Hingga dia tidak sudi
datang? Ini kesempatan yang baik untuk menyampaian semuanya pada Raja.
”Mom VinGlow punya berita baik untuk Raja. Dia ingin menyampaikannya secara
khusus, ” bisik Enya Misk.
Raja Orla mengangguk. Dilihatnya, di deretan dewan guru, Mom VinGlow sudah
tidak ada di sana. Enya Misk memberi jalan pada Raja Orla untuk meninggalkan
aula sementara acara masih berlangsung. Mereka berdua menyusuri selasar, menuju
ruang Mom VinGlow.
Mom VinGlow sudah menunggu di ruangannya. Dia langsung berlurut memberi
hormat begitu Raja memasuki ruangannya. Raja Orla memerintah Enya Misk untuk
berjaga di luar dan tidak masuk sampai Raja Orla memerintahkan.
Raja Orla bergegas mengangkat bahu Mom VinGlow, menariknya dalam pelukan dan
menghujani dengan ciuman panas. Wanita itu tak kuasa menolak keinginan Raja. Nafas
menderu yang dirindukannya, membuatnya terbang ke langit Nerdia.
”Ada yang ingin saya sampaikan, Yang Mulia.”
”Katakan, waktu kita tidak banyak, Vin.”
”Ini tentang FayLinn. Dia ...”
”Anak WinkGef. Akhirnya kau berhasil mendapatkan dia?”
”Lebih dari itu. Dia menyembuhkan saya.”
Raja menarik jubah kebesaran Akademi Mom VinGlow dalam satu kali sentakan,
membuat wanita itu hanya mengenakan kain tipis yang membayang bentuk
tubuhnynya. Raja Orla sudah tidak bisa
lagi membendung nafsunya. Didekapnya Mom VinGlow erat-erat, hingga nafas
keduanya saling bertemu.
”Tunggu, Yang Mulia. Saya ceritakan dulu. Setelah itu Yang Mulia bisa ...”
”Kau tahu, aku sangat murah hati memberi hadiah. Apalagi untuk sebuah
informasi penting, tentang WinkGef Sprout dan anaknya. Katakan ...”
Tiba-tiba pintu terbuka.
Raja dan Mom VinGlow serempak menoleh, dan mereka membeliak melihat siapa yang
melangkah dengan anggun ke dalam ruangan. Enya Misk berada di belakangnya,
jatuh terduduk.
”Ratu ....” desis Raja Orla, membuat jantungnya berhenti seketika. Mom VinGlow
melepaskan diri dari pelukan Raja secepat kilat dan meraih jubah kebesaran Nerdia
yang teronggok di lantai.
”Mom VinGlow? Tak kusangka kau memanfaatkan kesempatan untuk merayu Raja.”
Ratu mendekati Mom VinGlow dan mendorong kening perempuan itu kasar. Mom VinGlow
tiba-tiba terpaku, tidak bisa bergerak. Hanya mata dan hidungnya yang bisa
digerakkan ke sana ke mari. Dia menjadi patung bernyawa. Darah segar perlahan
mengalir dari lubang hidungnya, perlahan membasahi bibirnya yang kaku. Mom VinGlow
panik, menyadari bahwa dia telah mengalungkan tali gantungan ke lehernya
sendiri. Dia hanya bisa menatap Raja Orla yang membeliak tak bersuara
menatapnya, tak sanggup melakukan apapun untuk membelanya.
Ratu Orla melepaskan baju kebesarannya, lalu perlahan menghampiri Raja. Dengan
langkah anggun, penuh kemenangan. Dia adalah Ratu, yang berhak atas Raja.
”Sebaiknya kau tidak bersuara, Mom. Jangan mengganggu Raja dan Ratu.”
Ratu segera meraih tangan Raja Orla dan menggenggamnya.
Raja Orla merasa nafasnya menjadi sesak tak beraturan, dan tubuhnya
memanas. Ratu semakin mempererat genggamannya, dan menatap dalam ke sepasang
mata Raja yang sudah berhasil ditaklukkannya.
Enya Misk perlahan menutup pintu, sembari memandang risih pada Mom VinGlow
yang berdiri terpaku, dengan baju tipisnya mulai berhias darah.