
Wanita bila disakiti, balas dendamnya lebih mengerikan. Tidak terkecuali
dia seorang Ratu. Seluruh Nerdia selama ini mengetahui Ratu mereka seorang
wanita cantik jelita yang sedikit bicara. Selalu ramah dan tersenyum pada
rakyatnya. Sering memberikan bantuan sosial pada anak-anak Nerdia yang menjadi
yatim. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Ratu bukan wanita yang berambisi
merebut hati rakyat dengan segala cara. Dia melakukan semunya secara alami. Dia
juga terbuka menerima nasehat dari utusan rakyat yang berkunjung di istana. Demi
kebaikan Nerdia.
Tapi di balik kejadian tertangkap basahnya perselingkuhan Raja, ternyata Ratu
bisa bertindak mengerikan. Para Enya baru mengetahui hal itu, dan membuat
mereka bergidik ngeri.
Kondisi Mom VinGlow semakin mengenaskan. Satu per satu pelayannya
meninggalkan rumah Mom VinGlow. Mereka tidak sanggup melayani majikan yang
tidak membayar mereka. Apalagi, dengan pelayan Ratu berkeliaran di rumah Mom VinGlow,
mengawasi gerak gerik mereka. Tubuh Mom VinGlos yang semula begitu padat
berisi, kini hanya tinggal tulang berbalut kutit. Mengenaskan. Satu-satunya
makanan yang masuk ke mulutnya adalah ramuan dari Ratu. Itupun dipaksa masuk
dengan memasang corong di mulutnya, dan dituangkan seperti menuang air. Para
pelayan tahu, ramuan dari Ratu bukan semakin membuat Mom VinGlow sembuh. Ramuan
itu membunuh Mom VinGlow perlahan. Wanita itu hanya bisa membanting badannya ke
kanan dan ke kiri, menekuk lutut, menggelung dengan erangan kesakitan yang
menyayat hati. Suaranya menembus sampai keluar kamar, dinikmati oleh pelayan Ratu
sembari tersenyum sinis.
Tidak ada yang tahu, apa penyakit Mom VinGlow. Sementara dari hidungnya tak
henti-hentinya mengeluarkan darah.
”Ini ramuan terakhir, kirimkan ke rumah janda itu, ” ucap Ratu pada
pelayannya, yang menerima botol dari Ratu dengan penuh hormat.
Setelah pelayannya pergi, Ratu berdiri di jendela kamarnya. Menghembus
nafas lega, sengaja dipanjangkannya. Sebentar lagi, dia akan terbebas dari
janda gila itu. Ramuan yang diberikannya adalah ramuan pamungkas yang akan
mengakhiri hidup Mom VinGlow setelah menyiksanya dari dalam. Mom VinGlow akan
merasakan sekujur tubuhnya disayat-sayat, karena ramuan itu akan menyebabkan
luka-luka seperti irisan pisau tipis di sekujur tubuhnya. Meneteskan darah
perlahan dan menimbulkan sakit luar biasa yang menghujam hingga ke tulang.
Ratu membalikkan badan, menyadari ada yang berkelabat di belakangnya. Raja Orla.
Dia baru saja selesai menggelar pertemuan dengan para Enya.
”Apa yang kau kirimkan untuk Mom VinGlow?” tanya Raja Orla.
”Ramuan, seperti biasa.”
”Kudengar ramuanmu membuat dia semakin menderita.”
”Aku Ratu yang baik. Aku memberi dia obat untuk melepaskan penderitaaannya.”
Ratu tersenyum lebar, kepuasan terpancar jelas di wajahnya. Terlihat mengerikan
bagi Raja Orla, apabila dia mengingat laporan para Enya di ruang bundar tadi,
tentang kondisi Mom VinGlow.
Raja Orla menelan ludah. Istrinya adalah Ratu yang menunjukkan bahwa tidak
ada seorangpun yang bisa macam-macam dengan dia. Atau nasibnya akan sepeti Mom VinGlow.
Baru kali ini, Raja mengetahui kalau Ratu bisa membuat ramuan yang mengerikan seperti itu. Ratu mulai
menunjukkan kekuasaannya. Dia adalah orang Nerdia Selatan yang terkenal
tangguh. Dan bila Raja tidak menempatkannya sebagai Ratu sebagai istri dalam
kekuasaannya, situasinya bisa jadi berbalik. Ratu yang akan menguasai Raja.
Membayangkan itu semua, Raja merasa ada yang bergetar dalam jiwanya. Tentu
saja, dia tidak akan membiarkan itu terjadi. Dia punya para Enya yang
mendukungnya. Dan Enya Moss yang setia padanya. Dan bila dia bisa mendapatkan Thistle
untuk menjadi Enya di bawah kekuasaaannya, maka seluruh Zinnia akan tunduk
padanya. Tidak ada yang bisa menggoyahkan kekuasaannya. Meski Ratu sudah
mencengkeramkan kukunya ke penjuru Nerdia.
Raja mulai mengevaluasi dirinya, bahwa selama ini dia selalu mabuk kepayang
bila bersama Ratu. Dibutakan oleh asamara hingga tidak bisa melihat Ratu dari
sisi berbeda. Dari nasehat para Enya dalam pertemuan di ruang bundar, Raja
menyadari bahwa Ratu perlahan-lahan mulai menunjukkan ambisinya. Menguasai Nerdia.
Raja belum terlambat menyadarinya, jadi dia bisa ...
”Ah ...”
Raja merasakan seluruh tubuhnya tiba-tiba memanas dan bergetar. Ratu sudah
berdiri di hadapannya dan menatapnya dengan sepasang mata yang kini menjadi
begitu tajam, tidak melankolis seperti biasanya. Dan kedua tangannya
menggenggam erat tangan Raja, tanpa Raja mengetahui kapan dia melakukannya
begitu cepat.
”Kau milikku ...” bisik Ratu.
OoO
kaget ketika kakinya ditendang oleh pelayan Ratu yang baru datang membawa
ramuan.
”Hei, bangun!”
Satu orang dengan rambut merah, melompat dan langsung menghunus tongkat. Matanya
merah karena terkejut. Dia terkejut menyadari bahwa dia ternyata tertidur.
”Bagaimana mungkin kau tidur sesiang ini? Bintang Memra sudah tinggi, ” sergah
pelayan dari Istana sembari menyerahkan botol dari Ratu, ”ini, ramuan untuk janda
itu.”
”Ramuan apa ini?”
”Seperti biasa. Kata Ratu, ini ramuan terakhir. Ratu tidak punya lagi.”
Pelayan yang satunya masih terlelap bahkan mendengkur.
”Kau tahu, ” ucap pelayan berambut merah sembari menggosok matanya yang
masih berat, ”kurasa Ratu ingin membunuh janda itu.”
”Itu sudah pasti. Ratu tidak mungkin melakukannya kecuali dia telah
melakukan kesalahan yang fatal. Kau tahu, semua yang dilakukan Ratu adalah demi
kebaikan Nerdia. Sudah, cepat minumkan pada janda itu. Ratu menunggu botolnya
kembali.”
”Tapi, masyarakat hanya tahu kalau Ratu kita sedang berusaha menyembuhkan Mom
VinGlow dari penyakitnya. Aku dengar sendiri dari orang-orang yang lewat. Mereka
memuji Ratu yang begitu baik, memberi penjaga di rumah ini dan mengirim ramuan
setiap hari.”
”Sudah, tak usah kau pikirkan ucapan orang. Yang penting kita menjalankan
tugas demi kemuliaan Ratu. Cepat, aku tunggu.”
Pelayan itu membangunkan temannya, kemudian masuk ke dalam rumah. Beberapa saat
kemudian, terdengar keributan di dalam.
Pelayan dari Istana tersenyum-senyum. Pastinya, nasib Mom VinGlow sudah
berakhir. Ramuan terakhir Ratu telah menyelesaikan semuanya.
Pelayan berambut merah keluar dengan mata terbelalak.
”Ada apa? Dia sudah mati?”
”Dia hilang!”
”Apa?”
Pelayan istana berlari masuk ke dalam rumah Mom VinGlow. Mendapati ranjang Mom
VinGlow kosong. Mereka bertiga berlarian masuk dan memeriksa setiap kamar. Tidak
ada siapapun di dalam. Bahkan tidak ada satupun pelayan Mom VinGlow yang mereka
temukan. Tadi pagi, tidak, tadi malam, masih ada dua pelayan. Sekarang tidak
ada lagi.
”Kau tidur mulai kapan?” bentak pelayan istana panik, dengan nafas
terengah.
”Aku tidak ingat.... tadi pagi ... apa tadi malam?”
”Ratu pasti menggantungmu!”
Pelayan berambut merah mengacak rambutnya. Dia tahu, nasibnya pasti akan
berakhir di ujung tali gantungan bila Mom VinGlow tidak berhasil ditemukannya. Dia
tidak bisa mengingat kapan dia terlelap. Seingatnya, tadi malam, pelayan Mom VinGlow
memberi dia makanan. Setelah itu, dia tidur.
”Pelayan Mom VinGlow. Dia pasti menaruh sesuatu di makanan.”
”Kita harus menemukan Mom VinGlow, atau kita semua pasti akan digantung.”
Ketika pelayan itu hilir mudik, panik. Keringat sudah membasahi baju
mereka. Teringat, nafas mereka pasti tidak akan sampai pada Bintang Memra
tenggelam. Mereka berpikir keras, bagaimana memberikan melaporkan hal ini pada Ratu.
”Kau kembalilah ke istana, buang isi botol itu. Katakan pada Ratu kalau Mom
VinGlow sudah meminumnya, ” ucap pelayan berambut merah, gemetar.
”Dia pasti bertanya bagaimana Mom VinGlow setelah minum ramuannya, ” ucap
pelayan istana semakin panik, ”aku tidak bisa pura-pura kalau aku ketakutan.”
”Katakan saja, dia mendelik, lalu mati seperti tercekik. Dan kita
membereskan mayatnya.”
”Apa seperti itu akibat minum ramuan ini?”
”Kamu mau mencobanya.”
Pelayan istana menggeleng.
”Kita kabur saja, bagaimana?” saran pelayan satunya.
”Itu bukan ide bagus. Dia akan menemukan kita, apalagi kalau kita kabur ke Nerdia
Selatan.”
”Kita ke Nerdia Timur.”
”Siapa yang akan ke Nerdia Timur?” Sebuah suara berat tiba-tiba menyela.
Ketiga pelayan itu bergidik ngeri melihat siapa yang baru saja menyela
pembicaraan mereka. Seorang lelaki bertubuh gagah, seluruh badannya menutupi
cahaya Bintang Memra dari pintu depan. Pakaiannya memantulkan kilau Bintang Memra.
Dan lelaki itu menghunus benda panjang mengkilat di tangannya.
Enya Moss.