The Thistle

The Thistle
15 - OzzHog



WinkGef menutup kamar FayLinn perlahan. Anak itu sangat kelelahan hari ini,


hingga dia cepat tertidur. Dia sudah terlelap ketika WinkGef menggendongnya


turun dari BirdNerd. Tidak menyadari bahwa WinkGef berkali-kali menciumi pipi


dan keningnya dengan mata membasah.


WinkGef menuju kamarnya. Dia baru merasakan tubuhnya terasa pegal semua


ketika melemparkan badannya ke atas ranjang. Bayangan wajah ZinLinn melintas.


Kerinduannya pada wanita itu, perlahan mulai terurai. Dengan kesibukannya mengurus


FayLinn yang menyita banyak perhatian. Tapi, tak urung bila malam tiba, WinkGef


merasa begitu kesepian. Biasanya, dia duduk di tepi balkon bersama ZinLinn,


menggantung kaki dan berkisah tentang Planet Zinnia. ZinLinn selalu menyediakan


bab baru setiap malam, dan itu membuat WinkGef semakin memahami Planet Zinnia.


Planet yang hanya ada air, tanah, udara, tanpa api. Planet dengan pohon Rouya


sebagai pohon utama sekaligus pendukung kehidupan. Tanaman lain hanyalah perdu


rendah, penghias taman-taman di Nerdia.


”Maafkan aku, ZinLinn, aku tidak mampu menjaga anak kita dengan baik. Aku


kerap kehilangan dia,” gumam WinkGef.


WinkGef duduk di tepi ranjang. Semua hal yang terjadi setelah kematian


ZinLinn, menjadi di luar kendalinya. Dan yang terjadi di rumah DesTyn


benar-benar tidak dia duga sebelumnya. FayLinn mempunyai kekuatan yang lebih


dahsyat dari ZinLinn. Sungguh hal yang membahayakan dirinya bila sampai Raja


Orla mengetahuinya. WinkGef bisa kehilangan FayLinn untuk selamanya.


WinkGef mengusap mukanya berkali-kali. Dia berharap Enya Moss bisa memahami


dirinya. Ancaman tadi, benar-benar disesalinya. Dia tahu karakter Enya Moss


saat dia menjadi pemimpin Enya. Enya Moss juga punya anak. Dia pasti tidak


ingin kehilangan anaknya. Anak yang menjadi milik kerajaan, sama saja dengan


kehilangan. Tapi, sekarang Enya Moss adalah pemimpin Enya. WinkGef hanya


seorang bangsawan. Ancaman tadi bisa menjadi sangat serius bagi Enya Moss.


”Aku harus menyembunyikan FayLinn, tapi bagaimana caranya?’


WinkGef tidak bisa berpikir jernih. Tiba-tiba dia teringat pada OzzHog.


Mungkin sudah saatnya mendetilkan rencananya terhadap OzzHog.


WinkGef teringat saat dia menyuruh LesTyn memanggil OzzHog untuk


menghadapnya. Pemuda itu, bisa dibilang masih belia. Usianya bisa jadi separuh


usia WinkGef. Tapi dia kelihatan matang dan dewasa.


WinkGef memanggil OzzHog di ruangannya, membiarkan pemuda itu berdiri di


depan mejanya, sedangkan WinkGef menikmati satu gelas perasan Rouya Kuning.


Dimainkannya gelas itu di tangannya, sembari menatap OzzHog. Dia berencana


menjamu OzzHog dengan minum perasan Rouya Kuning. Satu gelas yang masih kosong,


diletakkannya tepat di hadapan OzzHog, hingga pemuda itu mudah menjangkaunya.


Lalu dituangkannya perasan Rouya Kuning dari sebuah wadah dari kulit Rouya


Kuning juga. OzzHog hanya mengamati tingkahnya.


”Kau pernah minum perasan Rouya Kuning?” tanya WinkGef.


”Pernah, Tuan. Di perkebunan, kadang para pekerja membuatnya bila ada Rouya


kuning yang pecah karena jatuh.”


”Rouya kuning matang?”


”Iya, Tuan.”


”Ini Rouya kuning muda. Dipetik dari pohon. Cobalah.”


OzzHog mengangguk. Mengambil gelas di hadapannya, dan meminum perlahan


Rouya Kuning, menandaskanya, lalu meletakkannya kembali di meja.


”Bagaimana?”


”Rasanya lebih manis.”


WinkGef tertawa. Dia pun menuang lagi Rouya Kuning di gelas OzzHog.


Seharusnya, perasan Rouya Kuning tidak berasa. Efeknya hanya untuk menambah


stamina. Tapi, OzzHog bisa menyebutnya lebih manis. Dan itu membuat WinkGef


mulai membuka catatan di pikirannya tentang OzzHog. Lelaki ini, bukan pemuda


sembarangan. WinkGef tahu, para pekerja di perkebunan kadang membuat perasan


Rouya dari buah Rouya yang tidak layak jual. Mereka juga boleh membawanya


pulang. Dibandingkan para bangsawan, para pekerja lebih banyak tahu rasa setiap


buah Rouya. Karena mereka mencoba semuanya. Kadang, tanpa tahu apa khasiatnya.


Dan tidak ada buah Rouya yang manis.


”Kudengar, ayahmu juga bekerja di perkebunanku. Maaf, aku tidak mengenal


semua pegawaiku. Kau tahu jumlahnya tidak sedikit. Semua kuserahkan pada LesTyn


untuk mengurusnya. " Ucap WinkGef , ketika OzzHog sudah tampak sedikit


santai. Dia mendekap topi anyaman di dadanya.


”Ya, tuan. Ayah saya, ScarHog sudah lama sakit-sakitan. Jadi dia menyuruh


saya menggantikan tugasnya. Kami membutuhkan biaya untuk hidup dan juga


pengobatan ayah saya.”


”Ah, ya. ScarHog. LesTyn pernah menyampaikan hal itu. Aku menyuruhnya untuk


mengambil cuti beberapa waktu, tapi dia bilang dia masih ingin bekerja. Jadi


dia mewakilkan pekerjaannya padamu?”


”Jika Tuan berkenan, saya akan menggantikan pekerjaan ayah saya seterusnya.


Ayah sudah tidak bisa lagi bekerja di kebun. Dia sudah tua, sudah saatnya


beristirahat.”


WinkGef menelisik raut muka OzzHog. Lelaki berbadan tegap dan kekar. Dia


tidak hanya pengendara BirdNerd yang handal. Dia juga melatih fisiknya.


Kelihatan dari lengannya yang besar dan tampak berisi. Mata WinkGef tidak bisa


ditipu. Penampilan OzzHog memang seperti buruh pada umumnya. Baju lusuh dari


serat Rouya Merah yang murah. Tapi di balik baju itu, ada sesutu yang berbeda.


WinkGef berdiri dari duduknya, membawa gelas minumannya yang berisi penuh


perassan Rouya Kuning. Dia mendekati OzzHog yang masih menunduk hormat,


mengelilingi badannya sembari mengamati seluruh detil tubuh OzzHog. OzzHog,


bukan pemuda sembarangan. Tidak ada pemuda di Nerdia yang mempunyai fisik


seperti OzzHog, kecuali dia seorang SkyDiver. Dan SkyDiver terbaik di Nerdia


adalah WinkGef.


”Hm, apa keahlianmu, OzzHog? Kau tahu, seharusnya aku tidak menerima


pekerja karena keturunan. Tidak ada dalam aturanku. Tapi, karena kau sudah


berjasa menyelematkan putriku, anggap saja ini hadiah. Aturan itu kuhilangkan


untuk kamu, sebagai hadiah.”


”Terima kasih, Tuan.”


WinkGef berdiri di sebelah kanan OzzHog. Anak itu masih saja menunduk. Dia


kelihatan sopan, tapi WinkGef tahu dia menyembunyikan sesuatu. WinkGef


menjatuhkan gelasnya.


Secepat kilat, OzzHog menangkap gelas itu, hingga dia terduduk dengan lutut


ditekuk.


WinkGef menatap OzzHog yang kini duduk berlutut di depannya, sambil


memegang gelas berisi perasan Rouya Kuning. Tanpa ada setetespun yang tumpah.


Kini WinkGef tahu siapa pemuda di hadapannya itu. Dan pemuda itu pun tahu,


WinkGef telah mengujinya.


WinkGef kembali duduk di mejanya. OzzHog berdiri perlahan, dan meletakkan


gelas itu di meja.


”Sekarang, katakan padaku. Apa yang kau lakukan di perkebunanku? Bukankah


seharusnya kau berada di Gardenia, Enya Flash?”


OzzHog kini tidak lagi menunduk. Dia berdiri tegap dan menatap WinkGef yang


juga menatapnya. Penyamarannya telah terbongkar, dan dia tidak bisa mengelak


pemimpin Enya. Tidak ada yang luput dari matanya.


”Apa kabar Enya Sprout? Aku menyampaikan salam dari Raja HazelFog, penguasa


Gardenia.”


Tidak ada ekspresi di wajah WinkGef, meski nama itu disebut. Adik Raja


Orla, penguasa Nerdia.


”Buka bajumu.”


OzzHog menurut. Dia membuka bajunya dan tampaklah dada bidangnya. WinkGef


mendapati sebuah tanda di dada sebelah kiri OzzHog. Logo Raja HazelFog. Petir.


Dan tanda itu tidak mungkin berada di kulit badan OzzHog tanpa sesuatu bernama


api. OzzHog benar-benar utusan Raja HazelFog. Tapi apa yang dia lakukan di


Nerdia, bukankah sudah ada kesepakatan antara Raja Orla dengan Raja Hazel. Raja


Hazel, adik Raja Orla diusir dari Nerdia karena dia menggunakan api. Sebuah


kekacauan besar telah menyebabkan dia diusir dari Nerdia. Dia tidak boleh


menggunakan api lagi di Planet Zinnia, atau Raja Orla akan membinasakannya.


WinkGef kelihatan serius. Suasana hening di kamar kerjanya beberapa saat.


”Jangan panggil aku Enya. Kau tahu, aku tidak lagi menjadi Enya. Jadi, aku


juga tidak berkewajiban menyampaikan hal ini pada Raja Orla. Seorang Enya


utusan adiknya, menyelusup di perkebunanku. Ini sebuah pelanggaran aturan yang


tidak ringan. Kau tentu ingat bagaimana murkanya Raja Orla ketika mengusir


adiknya. Batas terdekat akses Raja Hazel hanyalah Nerdia Selatan. Tidak lebih


dari itu. Kamu bisa sampai di sini, aku berharap Enya Moss tidak memergokimu.


Seperti halnya aku tadi. Siapapun tidak akan luput dariku. Kau perlu banyak


belajar, agar tidak ada lagi orang mengetahui penyamaranmu. Terutama Enya Raja


Orla. ”


OzzHog mengangguk. Dia tahu, WinkGef tidak akan semurka Enya Moss bila


akhirnya memergokinya. Orientasi hidupnya sudah berbeda. Dia bukan lagi Enya.


”Aku ini hanya rakyat biasa, yang bertahan hidup dengan menanam dan


berbisnis Rouya. Aku tahu, kau bukan pegawaiku. Aku hafal setiap wajah


pegawaiku.”


OzzHog kembali mengangguk.


”Aku tahu akhirnya kau akan mengetahuiku dalam waktu dekat. Jadi, apa aku


boleh bekerja di sini?”


”Dengan dua syarat.”


”Apa itu?”


”Pertama, aku harus tahu misimu. Kedua, kau harus menjaga anakku.”


”Mohon maaf, Tuan. Misi saya hanya satu. Menjaga Nona FayLinn.”


WinkGef mengernyit. Mereka saling bertatapan. Ada banyak hal yang harus


mereka bicarakan.


OoO


WinkGef tersentak.


Dia merasa terlelap cukup lama. Disadarinya


sekelilingnya gelap. Hari masih malam. Rupanya pelayan lupa tidak menyediakan


Rouya di dalam kamarnya. WinkGef menuju jendela dan membukanya. Tiba-tiba


matanya menangkap sesuatu yang bersinar redup nun jauh di perkebunan.


”OzzHog, ” desisnya.


WinkGef bergegas keluar kamar, menuju kamar


FayLinn di sebelah kamarnya. Membuka pintunya perlahan dan mendapati anaknya


sedang terlelap dengan keremangan Rouya kuning. WinkGef membuka jendela kamar


FayLinn. Dia masih mendapati sesuatu yang bersinar redup itu di kejauhan.


WinkGef segera berlari keluar dari rumahnya.


Mendapati BirdNerdnya sedang tepekur di halaman samping rumahnya. WinkGef


langsung melompat ke punggung BirdNerdnya, lalu menepuk-nepuk lehernya. WinkGef


tahu dia pasti telah membuat terkejut BirdNerdnya. Tapi tepukan di lehernya


akan membuat BirdNerdnya segera menyadari bahwa dia dibutuhkan oleh majikannya


untuk segera melesat ke angkasa.


WinkGef meraba perutnya, dia tidak melupakan


sesuatu. Benda itu, selalu berada di sana, meski dia sedang tidur.


Cahaya yang semula kecil dan redup di kejauhan


itu, semakin menjelas dan membesar. Dan WinkGef bisa melihat ada BirdNerd tidak


jauh di atas cahaya itu. Dia mengelilingi cahaya itu.


Dan penunggangnya menyadari kehadiran WinkGef. Dia


memutar BirdNerdnya hingga sejurus kemudian mereka berhadapan.


”OzzHog!” seru WinkGef, ”apa yang kamu lakukan?”


OzzHog, dengan topi anyaman di kepalanya. Wajahnya


tampak berkilat-kilat ditimpa cahaya yang berasal dari batang pohon Rouya yang


terbakar!


Ada api di Nerdia, di perkebunan WinkGef! Dan itu


adalah malapetaka. Sejurus kemudian, beberapa BirdNerd datang. Para pekerja


perkebunan. Mereka membawa air, menyiramkan ke api itu. Tapi api itu tidak


berkurang. Mereka kembali lagi. Mengambil air dari sumur.WinkGef mengarahkan


BirdNerd-nya untuk menyerang OzzHog yang sedari tadi mengitari cahaya itu.


OzzHog terkejut, dia terjatuh dari BirdNerdnya.


WinkGef segera melompat dari BirdNerd dan jatuh tepat di sebelah OzzHog yang


berusaha berdiri. Namun ketika dia sudah bisa berdiri, dirasakannya sebuah


benda dingin runcing di lehernya. WinkGef sudah menghunus pedang, siap


membunuhnya.


”Tuan WinkGef, ini tidak seperti yang kau lihat!”


ucapnya berusaha menenangkan diri. Sedikit saja dia salah ucap atau salah


gerak, dia yakin WinkGef akan melukainya.


”Api tidak ada dalam kesepakatan, bukan berarti


itu dibolehkan, OzzHog. Kau tahu itu.”


OzzHog merasa ujung pedang itu menekan lehernya.


Dia mengembangkan tangan, menunjukkan sikap menyerah.


”Sebaiknya kau simpan senjatamu itu, Tuan Sprout. Kau


bukan Enya. Kau tidak diperkenankan memakai senjata Enya lagi, kan. Sebentar


lagi para pekerja akan datang, dan kau tidak akan mau mereka melihatmu


menghunus pedang Enya”


WinkGef menendang lutut OzzHog, membuat lelaki itu


terjatuh lagi. Kali ini terduduk di kedua lututnya. WinkGef mengernyit. Enya Flash


tidak melawan?


Para pekerja datang. WinkGef bergegas


mengembalikan pedangnya menjadi sabuk. Para pekerja menyiramkan air, tapi api


tidak kunjung padam. Sementara semua BirdNerd mulai menjauh, takut melihat api.


Hawa panas di sekeliling mereka.


”Ambil selimut di kamarku, dan basahi dengan air!”


teriak WinkGef.  Para pekerja segera


terbang menjauh.


”Katakan kalau bukan kau yang membuat api.” ucap WinkGef


tajam.


”BirdNerd Black.”


WinkGef menelan ludah. Kenapa harus api?