The Thistle

The Thistle
10 - Rumah Kakek



Pagi itu, WinkGef sedang bersama Enya Moss di


halaman depan rumahnya, saat LouElla datang dengan wajah panik.


”Tuan Sprout, saya mendengar FayLinn ...” ucapnya


tergesa begitu turun dari BirdNerd-nya.


”Ya. Dia belum ditemukan. ”


”Saya bisa mengatakan, alasan kenapa dia pergi dan


menghilang, Tuan Sprout !”


WinkGef dan Enya Moss saling berpandangan.


Enya Moss pun memberi perhatian penuh pada


LouElla, ”Silahkan anda katakan, Nona LouElla. Mudah-mudahan bisa membantu kami


menemukan FayLinn. ”


”Gadis itu, dimana dia semalam tidur, saya tidak


bisa membayangkannya, Tuan Sprout, ” ucap LouElla dengan wajah sedih, ”ini


semua gara-gara Nona Birch. ”


”Nona Birch ?” tanya WinkGef dan Enya Moss


bersamaan.


”Iya. Beberapa hari terakhir, dia selalu berusaha


menjemput FayLinn ke sekolah. Tapi FayLinn selalu tidak bersedia. Wanita itu


memang membuat kesal semua orang. Dia bahkan memaksa masuk ke ruang


perpustakaan untuk mencari FayLinn. Dia menginterogasi Tuan Lawn seperti


seorang Enya saja, maaf Enya Moss.”


”Jadi, anda menemani Nona Birch menemui Tuan Lawn


?”


”Tidak, bukan begitu, Enya Moss. Saya mengejarnya


karena ketidaksopanannya. Dia sama sekali tidak menghormati akademi. ”


”Jadi, anda, Nona Birch dan Tuan Lawn ada di


perpustakaan sesaat setelah FayLinn pulang ?”


”Iya, benar. ”


”Apa yang anda lakukan pada Tuan Lawn ?”


LouElla tergagap. Pertanyaan Enya Moss terasa


seperti interogasi baginya.


”Tunggu, tunggu Enya Moss. Saya hanya memberitahu


kejadian kemarin, dan saya tidak melakukan apa-apa. Sungguh. Saya hanya berusaha


membantu agar FayLinn ditemukan. Mengapa saya sekarang seperti menjadi


tersangka ?”


Seekor BirdNerd mendarat. Enya Spark dan beberapa


Enya lainnya. Enya Moss segera memberi kode pada Enya Spark untuk membawa


LouElla.


”Maaf, Nona. Anda terpaksa harus berurusan dengan


Enya Spark. Tuan Lawn hampir dibunuh semalam, dan anda masuk dalam daftar


kecurigaan kami, ” ucap Enya Moss seraya mengangguk hormat.


”Tapi ...”


Enya Spark dan beberapa Enya lainnya segera


membawa LouElla dan menaikkan ke atas BirdNerd-nya.


”Tapi aku tidak melakukan apa-apa pada Tuan Lawn !


Pasti wanita itu, si genit murahan itu !”


Enya Moss menatap WinkGef. Wajah lelaki itu


semakin cemas. Orang-orang di sekitar FayLinn, satu per satu dtelah dibawa oleh


Enya Spark untuk diselidiki.


”Apa kau tidak ingin membawa NixWatt ?” tanya


WinkGef, ”FayLinn sangat takut padanya. ”


Enya Moss menggeleng, ”NixWatt tak pernah


berdekatan dengan FayLinn. Tinggal Nona Birch. Kata Tuan Birch, siang kemarin


dia terbang ke Selatan. ”


WinkGef mengernyitkan kening.


”Dia kehabisan bunga Tier. Kau tahu, wanita


tergila-gila pada bunga itu. Tapi Enya Spark tak peduli. Dia sudah mengutus


beberapa orang untuk menjemput Nona Birch.”


WinkGef mendesah panjang. Pikirannya berkecamuk.


Tidak melakukan apa-apa membuatnya tersiksa.


”Aku akan mencari FayLinn, ” pamitnya pada Enya


Moss.


”Tuan Sprout, kau melakukan hal yang sia-sia. Kita


sudah menyusuri seluruh Nerdia semalam. Sebaiknya kita tunggu hasil interogasi


Enya Spark. ”


”Aku tidak bisa diam saja,Enya Moss. Aku tidak


ingin kehilangan dia.”


WinkGef melompat ke punggung BirdNerdnya. Enya


Moss hanya bisa menatapnya, tak bisa mencegah.


”Setidaknya, kau bisa mengatakan padaku akan


mencari ke mana ?”


”Ke rumah kakeknya.”


”Itu tidak mungkin, Tuan Sprout. Sangat jauh. ”


WinkGef tak peduli.


OoO


NotchWood berjalan menuju pondoknya. Dia sangat


kerepotan dengan aneka buah Rouya di tangannya. Begitu berada di dalam pondok,


dia pun melempar buah-buah itu ke atas lantai. FayLinn yang sedang asyik


bermain bola air sampai terkejut dibuatnya.


”Hm, malam ini kita bisa makan whim dingin, ”


gumam NotchWood.


FayLinn tersenyum, lalu melepaskan kedua tanganya


dari bola air. NotchWood kelihatan kelelahan.


”Kakek mencari buah Rouya ke mana ?”


NotchWood tersenyum bijaksana. Lelahnya setelah


berkeliling mencari Rouya pun perlahan hilang melihat mata bulat FayLinn.


”Hm, aku memetik beberapa dari beberapa pohon yang


tumbuh liar. Rasanya pasti tidak seenak Rouya dari perkebunan. Ini makanan


BirdNerd. ”


FayLinn terbahak.


”Kita bisa membuat whim dingin agar lebih enak.”


”Tentu saja, FayLin. Bukankah kau sudah bisa


membuat whim dingin ?”


FayLinn mengangguk. Dia mengambil sebuah Rouya


merah. Bahkan panjang buah itu sepanjang lengannya. NotchWoo tak yakin FayLinn


bisa membelahnya dengan kedua tangannya. Kulit buah Rouya cukup keras. Bahkan


BirdNerd harus mematuk 2 – 3 kali untuk memecahkanya.


”Kau bisa membukanya ?”


FayLinn menangguk. Dia mengeluarkan sesuatu dari


balik bajunya. Sebuah pisau kecil.


”Kau membawa pisau ?”


FayLinn mengangguk.


”Hm. Kejutan kedua. Tentunya setelah kau tiba-tiba


muncul di sini, tanpa siapapun. Apa ada kejutan lain ?”


”Aku tidak pamit pada ayah. ”


NotchWood gelenng-geleng kepala.


”Aku harus mengirim surat pada ayahmu. ”


”Tidak usah, Kek. Ayah pasti akan mencariku ke


sini. ”


”Bagaimana kau bisa begitu yakin ? Bahkan kau


tidak memberitahunya. Kau benar-benar mirip ZinLinn.”


NotchWood mendesah panjang. Dia yakin, WinkGef


sedang mengerahkan seluruh pekerjanya mencari FayLinn. Bahkan para Enya bisa


jadi turun tangan.


”Kau tidak merasa menyusahkan orang banyak ?”


FayLinn tidak menjawab. Dia berusaha membuka kulit


Rouya dengan pisaunya. Dan dia tidak terbiasa melakukannya. Pisaunya terlepas


dari tangannya. FayLinn mengaduh kesakitan. NotchWood bergegas melihat telapak


tangan FayLinn. Tidak ada luka, hanya sedikit memerah karena dia terlalu kuat


menggenggam pisaunya.


”Membuka Rouya tidak perlu memakai pisau. Kau


ingin tahu caranya ?”


FayLinn mengangguk-angguk seraya meringis dan


menggenggam tangannya, menahan sakit.


NotchWood mengambil sebuah Rouya merah. Lalu


memegangnya pada bagian pangkat. Buah Rouya pada umumnya berbentuk lonjong


dengan kedua ujungnya tumpul. Buah yang sudah tua akan menggembung di bagian


tengah. Dan bila kelewat tua akan merekah dengan sendirinya.


”Lihat, di pangkalnya ada garis-garis. Garis ini


memanjang sampai ke ujung buah. Setiap garis menunjukkan berapa isi bilah Rouya


di dalamnya. Tinggal ditekan memakai pisau di salah satu garis dan ....”


NotchWood menekan salah satu garis dengan ujung


pisau dan dengan sekali hentakan, garis itu terbelah dan bau Rouya langsung


menyeruak keluar. FayLinn bertepuk tangan girang. Sebelumnya, dia hanya melihat


Rouya terhidang sudah terbelah di hadapannya. Bahkan sudah ***** tinggal


memakan. Melihat kakeknya membelah Rouya dengan mudah, dia begitu takjub.


NotcWood tersenyum, ”Ayahmu tidak pernah


mengajarimu membelah Rouya ?”


FayLinn menggeleng.


NotcWood membelah Rouya itu menjadi dua, hanya


menggunakan jari-jarinya.Setiap bilah Rouya tampak ranum dalam lapisan bilah.


Di dalam bilah-bilah itu ada bulir-bulir Rouya sebesar jemari bayi. Tinggal


mengambil satu bilah dan membuka lapisan bilahnya. Maka bulir-bulir Rouya


tinggal diambil dengan mudah.


”Tapi, bagaimana menghancurkannya ?” tanya FayLinn


kebingungan.


Membuat whim adalah lebih dulu menghancurkan


bulir-bulir Rouya dan mencampurkannya dengan aneka buah yang lain. Ditambah


sedikit madu dan beberapa bumbu lainnya.


NotchWood tertawa terbahak-bahak.


”Tidak perlu whim seperti itu. Lihat ini.”


NotchWood mengambil semua bilah Rouya dari belahan


buah Rouya. Melepas lapisan bilahnya dan meletakkannya kembali di kulit Rouya


yang sekarang cekung sehingga nampak seperti sebuah wadah. Setelah seluruh


bulir diletakkannya di dalam kulit Rouya, NotchWood mengeluarkan botol dari


bajunya. Pasta Rouya Biru.


”Kau tahu, aku belajar membuat pasta Rouya Biru


dari orang Nerdia. Ternyata, lebih mudah menggunakannya dalam bentuk pasta.


Kita bisa membuatnya di hari-hari sebelumnya. Memerasnya dan memasukkannya


dalam botol. Sangat bermanfaat seperti saat ini. Nah, kau atau aku yang membuat


FayLinn menjawab dengan mata berbinar, ”Aku saja


!”


NotchWood menuang pasta itu di telapak tangan


FayLinn. FayLinn mengerjap-ngerjapkan matanya. Sejuru kemudian, pasta itu mulai


mengental.


”Kek, waktu Tuan DesTyn melihat aku melakukan ini


...”


FayLinn tidak meneruskan kata-katanya.


”Kau memperlihatkannya pada siapa ?”


FayLinn menundukkan mukanya dalam-dalam. Dia telah


melaukan kesalahan besar.


”Maafkan aku, Kek. Aku ...”


”Aku yakin, dia yang menyuruhmu datang ke sini. ”


FayLinn mengangguk.


”Dia bijaksana. Bila dia serakah, maka dia sendiri


yang akan membawamu pergi.”


”Tuan Destyn sangat baik. Aku seperti melihat


kakek bila melihat dia.”


”Ya, aku tahu.”


Pasta itu semakin kental. NotchWood menyuruh


FayLinn menuangkan pasta itu di bulir-ulir Rouya dan dia segera mengaduknya


dengan menggunakan pisau kecil milik FayLinn. Sejurus kemudian, bulir-bulir


Rouya itu memadat. NotcWood mengambilnya menggunakan telunjukknya dan mulai


menikmatinya. Tanpa pikir panjang, FayLinn pun mengikuti perbuatan kakeknya.


”Tidak enak, ” ucap NotchWood, ”mungkin karena


dari tangan gadis kecil yang pergi tanpa pamit.”


”Kakek ....” ucap FayLinn merajuk.


NotchWood terkekeh. Mereka menikmati whim dingin


sederhana itu dengan nikmat.


”Ayahmu akan tiba dua hari lagi. Bila dia tidak


bermalam, dia akan sampai lebih cepat. ” kata NotchWood seraya mengelus rambut


merah FayLinn, ”kau harus merawat rambutmu FayLinn. Kau kelihatan sangat


jelek.”


FayLinn tersenyum-senyum.


OoO


FayLinn sangat bergembira NotchWood mengabulkan keinginannya


mengunjungi makam ibunya. Maka begitu Bintang Memra mulai bersinar, dia sudah


lebih dulu keluar dari pondok. NotchWood mengikutinya dengan tongkatnya.


”Kenapa kakek pakai tongkat ?”


”Ini gara-gara whim itu.”


”Whim membuat kakek sakit ?”


NotchWood menggeleng. Whim membuat


tulang-tulangnya terasa ngilu. Sementara pasta Rouya birunya sudah habis.


BirdNerd-nya masih tertidur karena kemarin kelelahan mencari buah Rouya.


Ternyata, di usia senja mengurus anak kecil tidaklah mudah.


”FayLinn, apa kau bisa mencari buah Rouya sendiri


?” tanya NotchWood setelah mereka berdua berjalan perlahan memasuki hutan Rouya


Biru.


”Aku belum pernah melakukannya. Di rumah selalu


ada Rouya.”


”Hm, aku akan mengajarimu cara memetik Rouya, tapi


setelah kau petikkan aku Rouya Biru.”


FayLinn memandang ke arah NotchWood, ”Kakek harus


makan Rouya Biru ?”


”Untuk saat ini, ya.”


”Bagaimana cara memetiknya ?”


”Panggil BirdNerd-mu. Masalahnya, BirdNerd pada


umumnya tidak suka Rouya Biru, jadi mereka tidak mau bertengger di Pohon Rouya Biru.



FayLinn bertepuk tangan tiga kali dan tak berapa


lama, BirdNerd-nya muncul dan mendarat di hadapannya.


”Ini BirdNerd ibumu ?”


FayLinn mengangguk riang. NotchWood pun tersenyum


senang. BirdNerd ZinLinn sudah terbiasa dengan Hutan Rouya Biru. Tapi, sepertinya


dia sudah lama tidak bersentuhan dengan Rouya Biru.


”Hm, sepertinya dia tidak pernah kau beri Rouya


Biru ?”


FayLinn menggeleng, ”Kata ibu, Rouya Biru akan


membuatnya mabuk.”


”Hanya sebentar. Tapi setelah itu dia akan melesat


sangat cepat. Bahkan kau tidak akan berani menungganginya. Sekarang, naiklah


dan petiklah Rouya Biru untuk kakek. Terbang di bawah dahan dan raih dengan


tanganmu. ”


FayLinn mengangguk dan yakin akan bisa mendapatkan


Rouya Biru untuk kakeknya. Dia pun segera naik ke punggung BirdNerd-nya dan


mengelus-elus leher BirdNErd kesayangannya itu. Sejurus kemudian, BirdNerd


FayLinn terbang, berputar-putar di tepi hutan. Dia belum berani mendekat ke


salah satu pohon. Semua pohon adalah Pohon Rouya Biru.


”Pohon yang itu !” teriak NotchWood seraya


menunjuk sebuah pohon yang berdiri agak jauh dari yang lain, memberi ruang yang


bebas pada BirdNerd FayLinn.


FayLinn menurut. BirdNerd-nya mengitari pohon itu,


lama-lama melambung ke atas, menuju pucuk pohon.


”Tanganmu ke atas, Fay !”


FayLinn mengikuti perintah NotchWood. Saat


melewati sebuah dahan, FayLinn menangkat tangannya dan meraih sebuah Rouya


Biru. Tapi dia kurang perhitungan. Dia malah berpegangan pada buah itu dan


bergelantungan, sementara BirdNerd-nya sudah melesat.


”Kakekk !” teriak FayLinn ketakutan.


NotchWood bersiul memanggil BirdNerd-nya. Dengan


susah payah dia menaiki BirdNerd-nya dan segera naik hendak menolong FayLinn.


”Kakekk !” teriak FayLinn histeris. Suaranya


menggema ke seluruh pelosok hutan.


Rupanya buah yang digelantungi FayLinn cukup tua,


sehingga terlepas dari dahannya. FayLinn pun meluncur jatuh. NotchWood bersiap


menangkap tubuh FayLinn dengan merentangkan tangannya. Namun tiba-tiba BirdNerd


FayLinn melesat di atasnya dan FayLinn mendarat di punggung BirdNerd-nya.


NotchWood bergegas terbang mendekati FayLinn.


Gadis itu meringis kesakitan. Tapi sejurus kemudian dia tersenyum dan


menyerahkan buah Rouya Biru pada BotchWood. Buah itu sudah retak, mungkin


karena terhantam BirdNerd.


”Kau membuatku khawatir, FayLinn !”


”Aku sudah membukanya, tinggal dibelah. ”


NotchWood tersenyum. Mereka berdua lalu menukik


turun. Di bawah pohon Rouya Biru, NotchWood membelah kulit Rouya itu dan


membuka bilah-bilahnya. Menyerahkan sebilah pada FayLinn. FayLinn menggeleng.


”Dinginkan, maka rasa pahitnya hilang.”


Dengan ragu, FayLinn meraih bilah Rouya Biru itu


dari tangan kakeknya. NotchWood mengambil sebilah, lalu meletakkannya di kedua


telapak tangannya. Sejenak, bilah Rouya itu mengeluarkan uap. FayLinn menirukan


perbuatan kakeknya. Tapi, Rouya Biru di tangannya tidak mengeluarkan uap.


”Bintang Memra sudah menyinarinya dan Rouya ini


telah hangat. Dengan mendinginkannya, maka akan keluar uap. Jika kau tak


memakan Rouya Biru, maka kau tak akan bisa membuat whim dingin.”


”Jadi, Rouya Biru membuat aku dan kakek bisa


mendinginkan whim ?”


NotchWood mengangguk.


”Pantas kakek dan ibu suka sekali makan Rouya


Biru. Ibu ingin sekali aku makan Rouya Biru, tapi dia membuatnya menjadi whim


dingin.”


NotchWood tersenyum, ”Ibumu memang wanita yang


pandai. Sekarang, makanlah. Seorang Zinnia harus memakan Rouya Biru. Karena


Rouya Biru adalah jantung kehidupan di Zinnia.”


FayLinn diam, dan menikmati Rouya Biru dinginnya.


Sama sekali tidak pahit. Rasa pahit itu kalah oleh dingin.


”Kakek, bolehkah aku bertanya sesuatu ?”


NotchWood tidak menjawab, dia asyik menikmati


Rouya Birunya. Bahkan dia sudah mengambil bilah ke tiga. FayLinn menatap


kakeknya dengan mata bulatnya.


”Mengapa kakek, ibu dan aku bisa mendinginkan buah


Rouya ? Mengapa orang lain tidak bisa. Dan mengapa aku tidak boleh memberitahu


orang lain ?”


”Pertanyaanmu banyak sekali.”


FayLinn meletakkan bilah Rouyanya.


”Aku tidak punya teman lagi di sekolah. Mereka


semua tidak lagi mau berteman denganku karena aku tidak memberi mereka Whim


dingin lagi. Kalau aku membuat whim dingin untuk mereka, mereka pasti mau


berteman denganku lagi, Kek. Aku sudah membuatkan untuk Tuan DesTyn. Aku


pecaya, Tuan DesTyn bisa menjaga rahasia.”


”Jangan, nak. Memberitahu semua orang, sama dengan


mencelakai dirimu sendiri, ” nasehat NotchWood, ”mungkin kau akan mempunyai


banyak teman, tapi mereka akan menjadi serakah dan menguasai dirimu. ”


”Mengapa mereka begitu, Kek ?”


”Karena mereka manusia. Dan kau Zinnia. ”


”Aku tidak mengerti, Kek. ”


NotchWood mendesah panjang. Banyak yang harus diceritakannya


pada FayLinn. Walau gadis itu masih kecil, tapi dia harus mengetahui siapa


dirinya yang sebenarnya.


”Ceritanya sangat panjang, Nak. Sudah ratusan


tahun.”


”Ceritakan padaku. ”


NotchWood bangkit dari duduknya dan berjalan


menuju hutan Rouya Biru. Kini dia tak membutuhkan tongkatnya lagi.


”Kakek !”


”Ayo, aku ceritakan sambil berjalan ke makam


ibumu.”


FayLinn bergegas melompat dan berlari menyusul


kakeknya.