
WinkGef mempersiapkan BirdNerd FayLinn. Sementara
FayLinn tak lepas dari pelukan kakeknya. Sudah saatnya pulang, dan FayLinn
merasa begitu berat. WinkGef tidak bisa meninggalkan perkebunan terlalu lama. Dia
juga tidak ingin, para Enya menemukan mereka di hutan Rouya Biru. Ada banyak
hal yang masih harus dirahasiakan, terutama pada para Enya. Kabar baik atau
buruk akan sangat mudah sampai di telinga Raja. Dan WinkGef tidak ingin
kehidupannya bersama FayLinn terusik. Semakin hari, dia semakin menyadari
alangkah berharganya FayLinn bagi hidupnya. Jauh lebih berharga dari perkebunan
yang dia miliki. Atau gelar bangsawan terbaik yang dia sandang di Nerdia.
”FayLinn, ayo !”
FayLinn menoleh sebentar ke ayahnya, lalu menatap
kakeknya dengan sepasang mata indahnya. NotchWood kembali seperti melihat ZinnLinn
dalam diri cucunya. Sama ketika sepasang matanya memohon restu untuk pergi
bersama kekasih yang telah menguasai hatinya, dan membuat hati NotchWood begitu
terluka. Kini, semua harus dihadapinya dengan segala kebijaksanaan Zinnia.
”Kakek, aku boleh ke sini lagi, kan ?” tanya FayLinn
penuh harap, ”aku suka Hutan Rouya Biru.”
NotchWood tersenyum arif, ”Asalkan kau memberitahu
ayahmu lebih daulu. Kau tahu, kau semakin mirip dengan ibumu. Ibumu sangat
mencintai hutan ini. Di hutan ini dia lahir dan dibesarkan. Hutan ini adalah
hidupnya. Meski dia pergi jauh, dia selalu ingin kembali ke sini. Kakek sangat
tahu hal itu.”
”Kek, aku ingin memperlihatkan sesuatu, ” pinta
FayLinn seraya memberi kode agar NotchWood mendekatkan mukanya.
NotchWood pun membungkukkan badannya. FayLinn
menangkupkan kedua tangannya, lalu memejamkan mata. Perlahan, dia membuka kedua
tangannya. Tangannya mengeluarkan uap. Lambat laun, uap itu memadat dan menjadi
butir-butir putih dan halus. Butir-butir putih itu berterbangan di atas telapak
tangan FayLinn. NotchWood terkesima. Tak pernah dia melihat hal itu sebelumnya.
”Apa ini sayang ?”
”Ini SnowSlow. Ibu yang mengajariku. Kata ibu,
bila aku rindu padanya, aku boleh membuat SnowSlow. ”
NotchWood menatap FayLinn. Dia semakin yakin,
FayLinn benar-benar istimewa. Dia memiliki kekuatan Zinnia yang dipadu dengan
kepandaian akal manusianya. Sesuatu yang bila manusia mengetahuinya, maka WinkGef
tidak akan lagi memiliki FayLinn.
”Kuberitahu kau sesuatu.” bisik Notcwood, sembari
melirik WinkGef yang mulai tampak gelisah, tidak sabar lagi menunggu.
”Apa itu, Kek ?”
NotchWood meniup
SnowSlow itu perlahan. Seketika,
FayLinn merasakan SnowSlow bertaburan dari atas langit dengan butiran-butiran
yang lebih besar.
”Kau penguasa Zinnia, sayang. Kau bisa
melakukannya karena Zinnia rumahmu. Ini rahasia kita berdua.”
”FayLinn !”
FayLinn menoleh pada ayahnya. Dia sudah di atas BirdNerd.
”Aku sayang kakek, ” ucap FayLinn seraya
mendaratkan ciuman di pipi kakeknya. Dia lalu berlari menuju BirdNerdnya.
”Kita harus bergegas. Apa kau lihat tadi ?”
”Apa, Yah ?”
”Tadi ada salju turun sekejap.”
FayLinn tersenyum. Dia melambaikan tangan ke arah
kakeknya. Ditatapnya langit Hutan Rouya Biru. Tampak mendung tipis menutupinya.
NotchWood sedang bersedih.
OoO
Panen perdana di perkebunan WinkGef. Panen
dilakukan saat Bintang Memra mulai tenggelam. Perkebunan akan diwarnai oleh
lampu-lampu dari Rouya yang siap dipanen. Rouya yang sudah masak akan
mengeluarkan cahaya lebih terang dari yang belum masak. Karena semakin matang
buah Rouya, semakin trasparan kulitnya. Sehingga bisa menyerap cahaya Bintang Memra
dan menyinarkannya kembali ketika malam tiba.
Seperti bangsawan lainnya, WinkGef menanam tujuh
jenis Rouya. Dia menanam pohon Rouya
berselang-seling. Satu lajur ditanami satu jenis Rouya, lajur di sebelahnya
ditanami jenis yang lain. Sehingga di malam hari, saat buah Rouya mulai masak,
kebunnya tampak berwarna-warni.
”Ayah, aku ikut panen ya, ” pinta FayLinn.
WinkGef menatap putrinya. Dia sedang mempersiapkan
diri untuk mengawasi panen. Mengenakan baju hangat dan topi tebal. Sarung
tangan dan sepatu tinggi. Di malam hari, banyak binatang kecil berbahaya di
perkebunan.
”Tidak aman, sayang, ” sahut WinkGef, ” banyak
binatang yang bisa menggigitmu. Kau tahu di perkebunan itu banyak sekali
binatang kecil-kecil yang suka menggigit anak kecil yang manis tapi bandel
seperti kamu. ”
FayLinn merajuk. Dijuluki manis sungguh membuatnya
senang. Tapi bandel adalah kata yang tidak disukainya, walau diakuinya dia
memang bandel. WinkGef mendekati putrinya yang duduk di kursi kerjanya.
”Kau belum menceritakan padaku, kenapa kau pergi
ke Hutan Rouya Biru.”
FayLinn tidak menjawab. Dia tidak ingin ayahnya
mengkhawatirkannya. Apalagi, Nona Birch memberi kabar dia akan menengok
FayLinn.
”FayLinn ?”
FayLinn mendongak, ”Aku rindu pada kakek.”
WinkGef menggeleng. Dia tahu ada yang
disembunyikan oleh putrinya. Kalau tidak mana mungkin dia nekad melakukan
perjalanan ke Hutan Rouya Biru. Untunglah BirdNerd-nya adalah BirdNerd ZinLinn
yang sangat hafal rute menuju rumah aslinya di tepi Hutan Rouya Biru. Kalau
tidak, WinkGef tidak bisa membayangkan bila kehilangan FayLinn.
”Katakan pada ayah, FayLinn.”
FayLinn menatap ayahnya, ”Aku tidak suka pada SpiiTaim.
”
”Nona Birch ? Ada apa dengan dia ?”
”Dia selalu menirukan kebiasaan ibu. Memakai bunga
Tier, dan berkendara BirdNerd seperti ibu. Darimana dia bisa tahu itu semua ?
Hari itu, dia bertengkar dengan Bu LouElla. ”
”Oh ya ? Apa yang mereka ributkan. ”
WinkGef memberi perhatian penuh pada anaknya. Kasus
ini, harus dipecahkan tanpa membuat FayLinn merasa bersalah.
FayLinn mengangkat bahu, ”Aku tidak tahu.
Sepertinya mereka memperebutkan aku. Aku tidak mau mereka menjadi ibuku.”
WinkGef tertegun sejenak, lalu terbahak. Seketika
dia bisa memahami tingkah dua wanita itu sekarang. Mereka berusaha mengambil
hati FayLinn, untuk mendapatkan perhatiannya. Dan hal itu membuat FayLinn
ketakutan.
”Ayah, tidak ada yang lucu !”
WinkGef berusaha menahan tawanya, apalagi muka
FayLinn semakin cemberut saja. FayLinn bangkit dari kursinya dan hendak
meninggalkan ayahnya.
”FayLinn, maafkan ayah, ” ucap WinkGef berusaha
menahan langkah putrinya, tentu saja setelah dia bisa meredam tawanya, ”ayah
tidak tahu tentang hal ini. Tapi mereka berdua tidak akan bisa menggantikan
ibumu.”
FayLinn membalikkan badan dan memeluk leher
ayahnya erat. WinkGef memeluk FayLinn sambil menggoyang badan mereka ke kanan
dan ke kiri. Dielus dan ditepuk-tepuknya punggung FayLinn.
”Semua orang boleh meniru ibumu, tapi tidak ada
yang bisa selain kamu, Fay. Besok kau harus merawat rambutmu lagi. Ayah tidak
ingin kau berkeliaran di kebun dengan rambut hijau pucatmu itu. Para pekerja
akan ketakutan melihatmu. ”
FayLinn tersenyum. Begitu meninggalkan Hutan Rouya
dan memakaikan tudung kepala, agar tidak ada yang mengetahui rambut putihnya. Perlu
waktu seminggu untuk mengembalikan rambutnya menjadi hijau mengkilat. Dengan
baluran pasta Rouya hijau kental, tentunya. Dia mengangkat tangannya ke atas,
meminta WinkGef menggendongnya.
”Antarkan aku tidur, Ayah. Aku akan melihat panen
dari kamarku. ”
”Huff, gendong ? Kau sudah besar dan berat,
sayang. ”
WinkGef menggendong FayLinn dan membawanya naik ke
lantai dua, menuju kamarnya.
”Ayah, kata kakek aku seorang Zinnia. ”
WinkGef tidak langsung menjawab. Hal yang tidak
bisa dipungkirinya. NotchWood dan FayLinn adalah Zinnia terakhir yang menjaga
keaslian keturunannya. Kenapa NotchWood menentang pernikahnnya dengan ZinLinn,
tidak lebih karena alasan itu. Tidak akan ada lagi keturunan Zinnia. Karena
setiap Zinnia yang menikah dengan manusia tidak bisa menghasilkan keturunan. Tapi,
entah kenapa FayLinn bisa terlahir dari WinkGef dan ZinLinn dan hal itu sungguh
mengejutkan.
Di malam kelahiran FayLinn, WinkGef teringat satu
hal. Dia langsung berlari menuju kebun dan memetik Rouya Merah. Bahkan dia
berharap bisa kembali ke kamar sebelum tangis FayLinn terdengar oleh seluruh
pelayan di rumahnya. ZinLinn melahirkan dengan bantuan WinkGef. Wanita itu
seolah tahu, kelahiran FayLinn akan menggemparkan Nerdia. Maka Rouya Merah
segera dibalurkan ke rambut putihnya untuk menutupi rahasia itu. Walau seluruh
Nerdia tahu bahwa WinkGef menikahi seorang Zinnia, tapi tak ada yang tahu bahwa
FayLinn terlahir sebagai Zinnia. Karena tak pernah ada anak terlahir dari
perkawinan manusia dan Zinnia.
”Ya sayang, kau memang seorang Zinnia. Dan hanya
ayah dan kakekmu yang tahu.”
”Kata kakek, aku harus merahasiakannya. ”
”Ya, itu benar.”
”Tapi, sekarang bukan rahasia lagi, karena sudah
dua orang lagi yang mengetahuinya.”
WinkGef mengernyitkan kening, ”Siapa ?”
”OzHogg.”
”OzHoog ? Siapa itu ?”
”Orang yang menyelamatkan aku dari kejaran
BirdNerd Black. ”
”Hm, kau bermimpi buruk lagi. ”
FayLinn menggeleng, ”Tidak ayah. BirdNerd Black
benar-benar mengejarku. Di mata air Hutan Rouya Biru. Dan OzHogg yang
menyelamatkan aku.”
”Tunggu, kau benar-benar dikejar BirdNerd Black ?
Kenapa kakek tidak memberitahu ayah ?”
FayLinn mengangkat bahu. Mereka berdua sudah
sampai di depan pintu kamar FayLinn. Seorang pelayan menunggu di pintu kamar
FayLinn.
”Antarkan dia tidur, ” perintah WinkGef pada
pelayannya, ”besok aku akan memanggil pegawai tempat perawatan rambut untuk
merawat rambutnya. ”
Pelayan itu mengangguk dan menerima FayLinn dari
gendongan WinkGef. Setelah menghadiahkan ciuman di kening FayLinn, WinkGef pun
bergegas ke perkebunan. BirdNerd Black harus segera ditemukannya. Juga anak
lelaki bernama OzHogg itu.
OoO
LesTyn sudah memulai panen. Gerobak-gerobak sudah
memasuki lajur-lajur perkebunan. Pohon Rouya masih setinggi manusia, buahnya
bisa dipetik dengan mudah. Setelah tiga kali panen, pohon Rouya tingginya
menjadi dua kali lipat dan saatnya digantikan oleh pohon yang baru.
Batang-batang itu sebagian dihancurkan dan dijadikan pupuk untuk tanaman yang baru,
dicampur dengan air hujan. Hanya memerlukan dua bulan saja untuk panen perdana, apalagi bila musim bagus dan pupuk dari
batang Rouya tersedia mencukupi. Daun-daun Rouya diambil seratnya untuk
ditenun.
Saat panen adalah saat yang menyenangkan bagi para
pekerja. Mereka dipersilahkan menikmati buah Rouya yang kadang ditemukan terlalu
masak. Tentu saja pilihan pada Rouya Hijau adalah yang paling laris.
Beberapa BirdNerd pekerja beterbangan di atas
perkebunan. Mereka mengawasi perkebunan, karena di musim panen, tak jarang ada pencuri
masuk ke perkebunan. Beberapa BirdNerd liar juga kerap menikmati Rouya yang
sudah matang.
”Bagaimana LesTyn ?” tanya WinkGef seraya
merapatkan baju hangatnya.
”Gerobak sudah masuk jalur, Tuan Sprout. Pekerja
sudah mengawasi ujung jalur. Katanya, beberapa BirdNerd liar sudah menghabiskan
satu pohon Rouya Hijau di sana. ”
LesTyn menunjuk ke arah timur. Ada Pohon Rouya
Merah menjulang di sana, menjadi batas perkebunan WinkGef dengan perkebunan
bangsawan lain.
”Biarkan saja, cuma satu pohon. Mereka tidak akan
mampu menghabiskan satu kebun.”
LesTyn mengangguk.
”LesTyn, bagaimana keadaan ayahmu ?”
”Sudah lumayan, Tuan Sprout. Dia berkali-kali
menanyakan FayLinn. Aku sudah menjelaskan bahwa anda sudah menemukan FayLinn
bersama kakeknya.”
”Apa Enya Moss sudah memberi kabar siapa pelakunya
?”
LesTyn menggeleng, ”Belum, Tuan. Dan ayah tidak
banyak bicara soal itu. Dia juga memutuskan untuk berhenti dari Akademi.”
”Kenapa ?”
LesTyn menggeleng, ”Entahlah, Tuan. Padahal sejak
muda dia tak pernah lepas dari buku. Perpustakaan adalah hidupnya. Tapi, aku
yakin dia sudah membuat keputusan terbaik, meski akademi akan sangat kehilangan
dia. ”
”Apakah karena Guru LouElla ditahan ?”
”Tidak, Tuan. Malah ayah yang menyatakan bahwa
Guru LouElla tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa dirinya.”
WinkGef diam. Beberapa kejadian akhir-akhir ini
memaksanya untuk kembali memikirkan desakan para bangsawan, untuk kembali menjadi
Enya. Toh, perkebunan bisa diawasi melalui LesTyn yang sudah sangat terpercaya.
Apalagi BirdNerd Black sudah nyata-nyata mengejar FayLinn. Dia harus bisa
menemukan BirdNerd Black.
Seekor BirdNerd terbang mendekati mereka berdua.
BirdNerd para pekerja sangat ahli terbang di malam hari, karena mereka memang
dilatih untuk mengawasi perkebunan saat buah-buah Rouya mulai ranum.
”Hei, QzHogg ! Bagaimana keadaan di sisi timur ?”
pekik LesTyn memanggil pengendara BirdNerd itu.
WinkGef terkesiap. OzHogg ?
”LesTyn, siapa OzHogg ?”
”Salah seorang pekerja Tuan. Dia bertugas
mengawasi perkebunan. ”
”Dia baru bekerja di sini ?”
”Tidak. Sudah lama. Dia anak salah seorang pekerja
di sini. Sejak kecil dia sudah terbiasa mengawasi perkebunan bersama bapaknya. Dia
sudah terlatih sejak kecil. Kalau ada BirdNerd liar, dia yang kami andalkan
untuk mengusir.”
”Aku ingin bertemu dia besok. ”
”Ada apa, Tuan ?”
WinkGef meninggalkan LesTyn, menuju rumahnya.
Tiba-tiba dia merasa was-was telah meninggalkan FayLinn di rumah. Bagaimana
mungkin OzHogg bisa menyelamatkan FayLinn ?