The Thistle

The Thistle
12 - Pulang



WinkGef mempersiapkan BirdNerd FayLinn. Sementara


FayLinn tak lepas dari pelukan kakeknya. Sudah saatnya pulang, dan FayLinn


merasa begitu berat. WinkGef tidak bisa meninggalkan perkebunan terlalu lama. Dia


juga tidak ingin, para Enya menemukan mereka di hutan Rouya Biru. Ada banyak


hal yang masih harus dirahasiakan, terutama pada para Enya. Kabar baik atau


buruk akan sangat mudah sampai di telinga Raja. Dan WinkGef tidak ingin


kehidupannya bersama FayLinn terusik. Semakin hari, dia semakin menyadari


alangkah berharganya FayLinn bagi hidupnya. Jauh lebih berharga dari perkebunan


yang dia miliki. Atau gelar bangsawan terbaik yang dia sandang di Nerdia.


”FayLinn, ayo !”


FayLinn menoleh sebentar ke ayahnya, lalu menatap


kakeknya dengan sepasang mata indahnya. NotchWood kembali seperti melihat ZinnLinn


dalam diri cucunya. Sama ketika sepasang matanya memohon restu untuk pergi


bersama kekasih yang telah menguasai hatinya, dan membuat hati NotchWood begitu


terluka. Kini, semua harus dihadapinya dengan segala kebijaksanaan Zinnia.


”Kakek, aku boleh ke sini lagi, kan ?” tanya FayLinn


penuh harap, ”aku suka Hutan Rouya Biru.”


NotchWood tersenyum arif, ”Asalkan kau memberitahu


ayahmu lebih daulu. Kau tahu, kau semakin mirip dengan ibumu. Ibumu sangat


mencintai hutan ini. Di hutan ini dia lahir dan dibesarkan. Hutan ini adalah


hidupnya. Meski dia pergi jauh, dia selalu ingin kembali ke sini. Kakek sangat


tahu hal itu.”


”Kek, aku ingin memperlihatkan sesuatu, ” pinta


FayLinn seraya memberi kode agar NotchWood mendekatkan mukanya.


NotchWood pun membungkukkan badannya. FayLinn


menangkupkan kedua tangannya, lalu memejamkan mata. Perlahan, dia membuka kedua


tangannya. Tangannya mengeluarkan uap. Lambat laun, uap itu memadat dan menjadi


butir-butir putih dan halus. Butir-butir putih itu berterbangan di atas telapak


tangan FayLinn. NotchWood terkesima. Tak pernah dia melihat hal itu sebelumnya.


”Apa ini sayang ?”


”Ini SnowSlow. Ibu yang mengajariku. Kata ibu,


bila aku rindu padanya, aku boleh membuat SnowSlow. ”


NotchWood menatap FayLinn. Dia semakin yakin,


FayLinn benar-benar istimewa. Dia memiliki kekuatan Zinnia yang dipadu dengan


kepandaian akal manusianya. Sesuatu yang bila manusia mengetahuinya, maka WinkGef


tidak akan lagi memiliki FayLinn.


”Kuberitahu kau sesuatu.” bisik Notcwood, sembari


melirik WinkGef yang mulai tampak gelisah, tidak sabar lagi menunggu.


”Apa itu, Kek ?”


NotchWood meniup


SnowSlow itu perlahan. Seketika,


FayLinn merasakan SnowSlow bertaburan dari atas langit dengan butiran-butiran


yang lebih besar.


”Kau penguasa Zinnia, sayang. Kau bisa


melakukannya karena Zinnia rumahmu. Ini rahasia kita berdua.”


”FayLinn !”


FayLinn menoleh pada ayahnya. Dia sudah di atas BirdNerd.


”Aku sayang kakek, ” ucap FayLinn seraya


mendaratkan ciuman di pipi kakeknya. Dia lalu berlari menuju BirdNerdnya.


”Kita harus bergegas. Apa kau lihat tadi ?”


”Apa, Yah ?”


”Tadi ada salju turun sekejap.”


FayLinn tersenyum. Dia melambaikan tangan ke arah


kakeknya. Ditatapnya langit Hutan Rouya Biru. Tampak mendung tipis menutupinya.


NotchWood sedang bersedih.


OoO


Panen perdana di perkebunan WinkGef. Panen


dilakukan saat Bintang Memra mulai tenggelam. Perkebunan akan diwarnai oleh


lampu-lampu dari Rouya yang siap dipanen. Rouya yang sudah masak akan


mengeluarkan cahaya lebih terang dari yang belum masak. Karena semakin matang


buah Rouya, semakin trasparan kulitnya. Sehingga bisa menyerap cahaya Bintang Memra


dan menyinarkannya kembali ketika malam tiba.


Seperti bangsawan lainnya, WinkGef menanam tujuh


jenis Rouya.  Dia menanam pohon Rouya


berselang-seling. Satu lajur ditanami satu jenis Rouya, lajur di sebelahnya


ditanami jenis yang lain. Sehingga di malam hari, saat buah Rouya mulai masak,


kebunnya tampak berwarna-warni.


”Ayah, aku ikut panen ya, ” pinta FayLinn.


WinkGef menatap putrinya. Dia sedang mempersiapkan


diri untuk mengawasi panen. Mengenakan baju hangat dan topi tebal. Sarung


tangan dan sepatu tinggi. Di malam hari, banyak binatang kecil berbahaya di


perkebunan.


”Tidak aman, sayang, ” sahut WinkGef, ” banyak


binatang yang bisa menggigitmu. Kau tahu di perkebunan itu banyak sekali


binatang kecil-kecil yang suka menggigit anak kecil yang manis tapi bandel


seperti kamu. ”


FayLinn merajuk. Dijuluki manis sungguh membuatnya


senang. Tapi bandel adalah kata yang tidak disukainya, walau diakuinya dia


memang bandel. WinkGef mendekati putrinya yang duduk di kursi kerjanya.


”Kau belum menceritakan padaku, kenapa kau pergi


ke Hutan Rouya Biru.”


FayLinn tidak menjawab. Dia tidak ingin ayahnya


mengkhawatirkannya. Apalagi, Nona Birch memberi kabar dia akan menengok


FayLinn.


”FayLinn ?”


FayLinn mendongak, ”Aku rindu pada kakek.”


WinkGef menggeleng. Dia tahu ada yang


disembunyikan oleh putrinya. Kalau tidak mana mungkin dia nekad melakukan


perjalanan ke Hutan Rouya Biru. Untunglah BirdNerd-nya adalah BirdNerd ZinLinn


yang sangat hafal rute menuju rumah aslinya di tepi Hutan Rouya Biru. Kalau


tidak, WinkGef tidak bisa membayangkan bila kehilangan FayLinn.


”Katakan pada ayah, FayLinn.”


FayLinn menatap ayahnya, ”Aku tidak suka pada SpiiTaim.



”Nona Birch ? Ada apa dengan dia ?”


”Dia selalu menirukan kebiasaan ibu. Memakai bunga


Tier, dan berkendara BirdNerd seperti ibu. Darimana dia bisa tahu itu semua ?


Hari itu, dia bertengkar dengan Bu LouElla. ”


”Oh ya ? Apa yang mereka ributkan. ”


WinkGef memberi perhatian penuh pada anaknya. Kasus


ini, harus dipecahkan tanpa membuat FayLinn merasa bersalah.


FayLinn mengangkat bahu, ”Aku tidak tahu.


Sepertinya mereka memperebutkan aku. Aku tidak mau mereka menjadi ibuku.”


WinkGef tertegun sejenak, lalu terbahak. Seketika


dia bisa memahami tingkah dua wanita itu sekarang. Mereka berusaha mengambil


hati FayLinn, untuk mendapatkan perhatiannya. Dan hal itu membuat FayLinn


ketakutan.


”Ayah, tidak ada yang lucu !”


WinkGef berusaha menahan tawanya, apalagi muka


FayLinn semakin cemberut saja. FayLinn bangkit dari kursinya dan hendak


meninggalkan ayahnya.


”FayLinn, maafkan ayah, ” ucap WinkGef berusaha


menahan langkah putrinya, tentu saja setelah dia bisa meredam tawanya, ”ayah


tidak tahu tentang hal ini. Tapi mereka berdua tidak akan bisa menggantikan


ibumu.”


FayLinn membalikkan badan dan memeluk leher


ayahnya erat. WinkGef memeluk FayLinn sambil menggoyang badan mereka ke kanan


dan ke kiri. Dielus dan ditepuk-tepuknya punggung FayLinn.


”Semua orang boleh meniru ibumu, tapi tidak ada


yang bisa selain kamu, Fay. Besok kau harus merawat rambutmu lagi. Ayah tidak


ingin kau berkeliaran di kebun dengan rambut hijau pucatmu itu. Para pekerja


akan ketakutan melihatmu. ”


FayLinn tersenyum. Begitu meninggalkan Hutan Rouya


dan memakaikan tudung kepala, agar tidak ada yang mengetahui rambut putihnya. Perlu


waktu seminggu untuk mengembalikan rambutnya menjadi hijau mengkilat. Dengan


baluran pasta Rouya hijau kental, tentunya. Dia mengangkat tangannya ke atas,


meminta WinkGef menggendongnya.


”Antarkan aku tidur, Ayah. Aku akan melihat panen


dari kamarku. ”


”Huff, gendong ? Kau sudah besar dan berat,


sayang. ”


WinkGef menggendong FayLinn dan membawanya naik ke


lantai dua, menuju kamarnya.


”Ayah, kata kakek aku seorang Zinnia. ”


WinkGef tidak langsung menjawab. Hal yang tidak


bisa dipungkirinya. NotchWood dan FayLinn adalah Zinnia terakhir yang menjaga


keaslian keturunannya. Kenapa NotchWood menentang pernikahnnya dengan ZinLinn,


tidak lebih karena alasan itu. Tidak akan ada lagi keturunan Zinnia. Karena


setiap Zinnia yang menikah dengan manusia tidak bisa menghasilkan keturunan. Tapi,


entah kenapa FayLinn bisa terlahir dari WinkGef dan ZinLinn dan hal itu sungguh


mengejutkan.


Di malam kelahiran FayLinn, WinkGef teringat satu


hal. Dia langsung berlari menuju kebun dan memetik Rouya Merah. Bahkan dia


berharap bisa kembali ke kamar sebelum tangis FayLinn terdengar oleh seluruh


pelayan di rumahnya. ZinLinn melahirkan dengan bantuan WinkGef. Wanita itu


seolah tahu, kelahiran FayLinn akan menggemparkan Nerdia. Maka Rouya Merah


segera dibalurkan ke rambut putihnya untuk menutupi rahasia itu. Walau seluruh


Nerdia tahu bahwa WinkGef menikahi seorang Zinnia, tapi tak ada yang tahu bahwa


FayLinn terlahir sebagai Zinnia. Karena tak pernah ada anak terlahir dari


perkawinan manusia dan Zinnia.


”Ya sayang, kau memang seorang Zinnia. Dan hanya


ayah dan kakekmu yang tahu.”


”Kata kakek, aku harus merahasiakannya. ”


”Ya, itu benar.”


”Tapi, sekarang bukan rahasia lagi, karena sudah


dua orang lagi yang mengetahuinya.”


WinkGef mengernyitkan kening, ”Siapa ?”


”OzHogg.”


”OzHoog ? Siapa itu ?”


”Orang yang menyelamatkan aku dari kejaran


BirdNerd Black. ”


”Hm, kau bermimpi buruk lagi. ”


FayLinn menggeleng, ”Tidak ayah. BirdNerd Black


benar-benar mengejarku. Di mata air Hutan Rouya Biru. Dan OzHogg yang


menyelamatkan aku.”


”Tunggu, kau benar-benar dikejar BirdNerd Black ?


Kenapa kakek tidak memberitahu ayah ?”


FayLinn mengangkat bahu. Mereka berdua sudah


sampai di depan pintu kamar FayLinn. Seorang pelayan menunggu di pintu kamar


FayLinn.


”Antarkan dia tidur, ” perintah WinkGef pada


pelayannya, ”besok aku akan memanggil pegawai tempat perawatan rambut untuk


merawat rambutnya. ”


Pelayan itu mengangguk dan menerima FayLinn dari


gendongan WinkGef. Setelah menghadiahkan ciuman di kening FayLinn, WinkGef pun


bergegas ke perkebunan. BirdNerd Black harus segera ditemukannya. Juga anak


lelaki bernama OzHogg itu.


OoO


LesTyn sudah memulai panen. Gerobak-gerobak sudah


memasuki lajur-lajur perkebunan. Pohon Rouya masih setinggi manusia, buahnya


bisa dipetik dengan mudah. Setelah tiga kali panen, pohon Rouya tingginya


menjadi dua kali lipat dan saatnya digantikan oleh pohon yang baru.


Batang-batang itu sebagian dihancurkan dan dijadikan pupuk untuk tanaman yang baru,


dicampur dengan air hujan. Hanya memerlukan dua  bulan saja untuk panen perdana, apalagi bila musim bagus dan pupuk dari


batang Rouya tersedia mencukupi. Daun-daun Rouya diambil seratnya untuk


ditenun.


Saat panen adalah saat yang menyenangkan bagi para


pekerja. Mereka dipersilahkan menikmati buah Rouya yang kadang ditemukan terlalu


masak. Tentu saja pilihan pada Rouya Hijau adalah yang paling laris.


Beberapa BirdNerd pekerja beterbangan di atas


perkebunan. Mereka mengawasi perkebunan, karena di musim panen, tak jarang ada pencuri


masuk ke perkebunan. Beberapa BirdNerd liar juga kerap menikmati Rouya yang


sudah matang.


”Bagaimana LesTyn ?” tanya WinkGef seraya


merapatkan baju hangatnya.


”Gerobak sudah masuk jalur, Tuan Sprout. Pekerja


sudah mengawasi ujung jalur. Katanya, beberapa BirdNerd liar sudah menghabiskan


satu pohon Rouya Hijau di sana. ”


LesTyn menunjuk ke arah timur. Ada Pohon Rouya


Merah menjulang di sana, menjadi batas perkebunan WinkGef dengan perkebunan


bangsawan lain.


”Biarkan saja, cuma satu pohon. Mereka tidak akan


mampu menghabiskan satu kebun.”


LesTyn mengangguk.


”LesTyn, bagaimana keadaan ayahmu ?”


”Sudah lumayan, Tuan Sprout. Dia berkali-kali


menanyakan FayLinn. Aku sudah menjelaskan bahwa anda sudah menemukan FayLinn


bersama kakeknya.”


”Apa Enya Moss sudah memberi kabar siapa pelakunya


?”


LesTyn menggeleng, ”Belum, Tuan. Dan ayah tidak


banyak bicara soal itu. Dia juga memutuskan untuk berhenti dari Akademi.”


”Kenapa ?”


LesTyn menggeleng, ”Entahlah, Tuan. Padahal sejak


muda dia tak pernah lepas dari buku. Perpustakaan adalah hidupnya. Tapi, aku


yakin dia sudah membuat keputusan terbaik, meski akademi akan sangat kehilangan


dia. ”


”Apakah karena Guru LouElla ditahan ?”


”Tidak, Tuan. Malah ayah yang menyatakan bahwa


Guru LouElla tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa dirinya.”


WinkGef diam. Beberapa kejadian akhir-akhir ini


memaksanya untuk kembali memikirkan desakan para bangsawan, untuk kembali menjadi


Enya. Toh, perkebunan bisa diawasi melalui LesTyn yang sudah sangat terpercaya.


Apalagi BirdNerd Black sudah nyata-nyata mengejar FayLinn. Dia harus bisa


menemukan BirdNerd Black.


Seekor BirdNerd terbang mendekati mereka berdua.


BirdNerd para pekerja sangat ahli terbang di malam hari, karena mereka memang


dilatih untuk mengawasi perkebunan saat buah-buah Rouya mulai ranum.


”Hei, QzHogg ! Bagaimana keadaan di sisi timur ?”


pekik LesTyn memanggil pengendara BirdNerd itu.


WinkGef terkesiap. OzHogg ?


”LesTyn, siapa OzHogg ?”


”Salah seorang pekerja Tuan. Dia bertugas


mengawasi perkebunan. ”


”Dia baru bekerja di sini ?”


”Tidak. Sudah lama. Dia anak salah seorang pekerja


di sini. Sejak kecil dia sudah terbiasa mengawasi perkebunan bersama bapaknya. Dia


sudah terlatih sejak kecil. Kalau ada BirdNerd liar, dia yang kami andalkan


untuk mengusir.”


”Aku ingin bertemu dia besok. ”


”Ada apa, Tuan ?”


WinkGef meninggalkan LesTyn, menuju rumahnya.


Tiba-tiba dia merasa was-was telah meninggalkan FayLinn di rumah. Bagaimana


mungkin OzHogg bisa menyelamatkan FayLinn ?