
WinkGef sedang membaca buku BirdNerd Black saat
pelayannya memberitahunya bahwa ada seorang bangsawan dari Nerdia Selatan ingin
bertemu dengannya. WinkGef meminta pelayannya membawa tamu itu masuk ke ruang
kerjanya. Dan alangkah terkejutnya WinkGef begitu lelaki cebol bertubuh bulat
itu muncul di hadapannya. Tingginya sama dengan FayLinn.
”Selamat siang, Tuan Sprout, ” sapanya ramah.
”NixWatt ...”
WinkGef langsung mengangkat tubuh cebol di
hadapannya dan mengguncang-guncangkannya.
”Hentikan WinkGef ! Hentikan !” teriak NixWatt
seraya terbahak.
WinkGef tertawa terbahak-bahak. Sungguh dia tidak
menyangka sahabat di masa kecilnya itu akan datang mengunjunginya. NixWatt
meronta-ronta, tapi WinkGef tidak mempedulikannya. Dia malah memeluk NixWatt di
pinggangnya dan berputar-putar sambil terbahak, sementara NixWatt
berteriak-teriak ketakutan.
”Salah sendiri kau datang ke sini. Aku akan
memutarmu sampai kau tak sanggup lagi melihat Zinnia !”
NixWatt pun pasrah dengan perlakuan sahabatnya.
Percuma berteriak-teriak, hanya akan membuat WinkGef senang dan tidak akan
membuatnya berhenti. Namun, akhirnya WinkGef kelelahan, karena bobot NixWatt
tentu saja tidak seringan FayLinn.
”Kenapa ? Capek ?”
WinkGef pun menurunkan NixWatt. Nafasnya
terengah-engah, namun wajahnya kelihatan cerah. Senyum mengembang, menghiasi
wajah tampannya. Bajunya kusut masai, bahkan beberapa sulaman terlepas. NixWatt
terkekeh, sambil berusaha mengatasi rasa pusingnya.
”Aku senang melihat kau tersenyum, ” ucap NixWatt
setelah dia mampu berdiri kokoh, ”aku turut berduka cita atas ZinLinn. Dia
wanita yang baik.”
WinkGef mengangguk. Sejenak tadi dia lupa dengan
kesedihannya. NixWatt telah membangkitkan masa lalunya. Persahatan yang sudah
lama mereka jalin, sampai kemudian WinkGef menikah dan NixWatt pindah ke Nerdia
Selatan.
WinkGef memerintahkan pelayan yang sejak tadi
berdiri di pintu masuk ruang kerjanya, untuk menyiapkan hidangan makan siang
bersama NixWatt. Mereka berdua lalu duduk di meja bundar. WinkGef mengangkat
tubuh NixWatt dan meletakkannya di meja, sementara dia sendiri duduk di kursi
tak jauh dari NixWatt.
”Ah, kebiasaan jelek, ” ujar NixWatt, tapi
kegembiraan tampak jelas di wajahnya.
”Bagaimana kebun
Rouya-mu ?” tanya WinkGef bergairah. Sudah lama dia tidak mendengar kabar sobat cebol di hadapannya itu. Lelaki
yang menghilang di hari pernikahannya dengan ZinLinn, tanpa alasan.
WinkGef masih menyimpan pertanyaan itu sampai
sekarang. NixWatt adalah sahabatnya yang paling mendukung hubungannya dengan
ZinLinn, saat NotchWood melarangnya. Bahkan NixWatt sampai mengorbankan satu
BirdNerd-nya untuk menemui NotchWood di Hutan Rouya Biru. BirdNerd itu mati
dipukul NotchWood saking marahnya dia mengetahui bahwa WinkGef akan menikahi
ZinLinn.
”Aku tidak berkebun Rouya, ” sahut NixWatt.
WinkGef mengernyitkan kening dan mengamati rambut
hijau mengkilat NixWatt yang tertata rapi. Semerbak Rouya Hijau tercium jelas.
Sepertinya bercampur dengan aroma bunga Tier, bunga berkelopak satu yang
terkenal di Nerdia Selatan. NixWatt adalah orang yang paling malas merawat
rambut. Kini dia sudah berubah.
”Tidak semua bangsawan berkebun Rouya, ” ucap
NixWatt yang menangkap keheranan WinkGef, ”aku berdagang aneka Rouya dan
BirdNerd. Bisnis yang menguntungkan di Nerdia Selatan. Aku juga membuka tempat
khusus untuk merawat rambut dan bulu BirdNerd. ”
”Apa ? Tempat khusus untuk merawat rambut dan bulu
BirdNerd ? Apa orang mau membayar untuk itu ?”
”Tentu saja. Mereka tinggal datang dan para pegawaiku
akan merawat rambut mereka. Semunya dilakukan di Istal. Aku punya dua istal.
Rouya Hijau, Rouya Biru. ”
”Istal Rouya Biru ? Dari dulu kamu memang selalu
aneh, Nix.”
NixWatt terbahak. Semua orang menganggapnya gila saat
mendirikan Istal Rouya Biru, tapi justru tempat perawatan di sana paling ramai.
Bahkan WinkGef menyebutnya bunuh diri saat hendak mengajukan diri untuk
memberitahu NotchWood bahwa WinkGef akan menikahi ZinLinn. Dan memang, kabarnya
NixWatt berjalan kaki dari Hutan Rouya Hijau ke Nerdia Selatan. Sejak itu,
WinkGef tak pernah melihatnya lagi. Hanya suratnya datang beberapa kali.
”Kupikir kau sepandai diriku, tapi ternyata tidak.
”
WinkGef tertawa. Dia melirik ke luar jendela
ruangan dan pandangan matanya menangkap BirdNerd turun di halaman depan
rumahnya. FayLinn dan salah seorang pelayan baru datang dari Akademi. WinkGef
bangkit dari duduknya.
”Ada yang datang ?” tanya NixWatt.
”FayLinn. ”
”FayLinn ?”
”Anakku. Kau tidak akan percaya, dia begitu mirip
dengan ZinLinn. Ayo, kukenalkan kau padanya.”
NixWatt melompat dari atas meja dan mengikuti
langkah WinkGef. Baginya, langkah lelaki itu selalu lebih cepat dan lebih
lebar.
”FayLinn, ayah akan ....”
FayLinn tidak menggubris. Dia langsung lari
menaiki tangga, menuju kamarnya. Pelayannya segera menghampiri WinkGef.
”Maafkan Nona FayLinn, Tuan. Dia tadi sangat marah
karena Nona LouElla menegurnya. Nona FayLinn tidak mengerjakan tugasnya. ”
”Hm, aku akan bicara dengan dia nanti.”
Pelayan itu mengangguk dan naik ke kamar FayLinn.
WinkGef membalikkan badan dan melihat NixWatt menatapnya.
”Maaf bila dia belum sempat aku kenalkan.
Kepergian ZinLinn pukulan yang berat bagi dia. ”
”Tidak apa-apa, Wink. Aku ada di Nerdia beberapa
hari untuk urusan bisnis. Aku akan sering bertandang ke sini. ”
”Mengapa kau tidak tinggal di rumahku saja.”
”Tidak, terima kasih. Sebenarnya aku sudah
beberapa hari di Nerdia dan aku sudah menempati sebuah kamar di Istal terbesar
di Nerdia. Dari pemilik Istal itu aku mendengar tentang ZinLinn. ”
WinkGef mengangguk. Tak lama, NixWatt berpamitan.
Melihat NixWatt terbang bersama BirdNErd-nya, tiba-tiba perasaan aneh
menyelimuti WinkGef. Entah kenapa, dia tidak lagi percaya pada sahabatnya itu.
Bisnis perawatan rambut dan bulu BirdNerd adalah hal yang tak pernah
didengarnya. Kenapa NixWatt malah membuka bisnis di bidang yang dia sendiri
tidak menyukainya ? Merawat rambut.
OoO
NotchWood datang satu bulan setelah kematian
ZinLinn. Dia ingin mengajak FayLinn mengunjungi makam ibunya. WinkGef tidak
bisa banyak berkata-kata.
”Kurasa FayLinn sudah siap mengunjungi makam
ibunya, ” ucap NotchWood, ”dia berhak datang ke sana untuk melepas rindunya. ”
WinkGef mengangguk.
”Aku akan menyuruh salah seorang pelayan untuk
mendampinginya. ”
”Tidak perlu. Aku sendiri yang akan mengantarnya
pulang.”
WinkGef menatap NotchWood. Seperti biasa,
mertuanya itu selalu keras kepala. Tapi kali ini, WinkGef tidak ingin berseteru
denganya. Bagaimanapun, FayLinn memerlukan NotchWood. Lelaki yang bertalian
darah dengan ibunya. Mengalirkan darah asli Zinnia ke tubuhnya.
”Aku ingin menanyakan satu hal padamu, ” ucap
WikGef berhati-hati.
NotcWood memunggunginya. WinkGef tidak heran
dengan sikap mertuanya. Dari dulu, tak pernah dia bisa meraih hati lelaki tua
itu. Dia hanya bisa mendapatkan hati anaknya.
”Apa yang dikatakan NixWatt sewaktu dia datang ke
Rouya Hijau ?” tanya WinkGef, masih dengan kehati-hatian, ”kemarin dia datang
ke sini dan menyampaikan kesedihannya atas kepergian FayLinn. Aku sangat
menghormati dia. Dan aku menyesali kenapa dia sampai harus berjalan kaki ke
Nerdia Selatan, bahkan meninggalkan kebun Rouya-nya di sini.”
NotchWood tidak bergeming. Lama, suasana hening.
WinkGef pun tidak yakin akan mendapatkan jawaban.
”Kalau kau tidak berkenan menjawabnya, tidak
apa-apa. Tapi tolong bila bertemu dia, jangan kau bunuh lagi BirdNerd-nya. ”
”Aku tetap akan membunuh BirdNerd-nya. Meskipun
dia punya istal dengan BirdNerd di setiap rantingnya, aku akan membunuhnya
semua. ”
WinkGef terperangah. Dia tidak menyangka, ternyata
kejadian itu bukan saja karena pernikahannya dengan ZinLinn. Tapi kemarahan
sebesar itu, pastinya karena sesuatu yang lain. Apakah NixWatt telah berbohong
padanya lewat surat-suratnya selama ini, mengatakan bahwa selamanya NotchWood
tidak merestui pernikahannya dengan ZinLinn dan begitu murka karenanya.
”Apakah ...”
”Jangan sampai kau mengatakan di mana lelaki itu
sekarang. Atau aku akan menimbunnya dengan tanah Nerdia. ”
”NotchWood ...”
”Kalau kau menyayangi FayLinn, jangan dekati
lelaki itu lagi. ”
WinkGef menelan ludah. Mungkin, inilah sebab
kenapa perasaaan itu meresahkannya sejak kemarin. Bahwa hatinya berbisik untuk
tidak lagi mempercayai NixWatt, sahabatnya sejak di Akademi.
”Kakekkk !”
NotchWood membalikkan badan dan menjumpai FayLinn
berlari ke arahnya. Dia pun mengembangkan tangannya lebar-lebar dan FayLinn pun
menghambur ke pelukannya.
WinkGef tiba-tiba teringat kalimat yang pernah
ditulis NixWatt.
”Sampai
kapanpun, Zinnia asli tidak akan menerima keturunan manusia. Maka jangan berharap banyak pada lelaki tua
itu. Dia hanya akan menyusahkanmu.
”
”NotchWood, apa aku boleh ikut ?”
NotchWood menatap WinkGef. Dia tahu, lelaki di
hadapannya itu menyangsikan ketulusan hatinya. NotchWood tidak menjawab. Tapi
dia langsung menggendong FayLinn dan menaikannya ke BirdNerd miliknya. WinkGef
mengikutinya tanpa berkata-kata. Saat ini, dia harus menentukan siapa yang
harus dia percaya. NotchWood atau NixWatt.
OoO
FayLinn begitu gembira dengan perjalanan ke Nerdia
Timur. Sepanjang jalan, dia berceloteh tiada henti. Sesekali NotchWood terbahak
mendengar ceritanya. WinkGef hanya mengamati mereka dari BirdNerd-nya dan ikut
tersenyum melihat keceriaan kedua orang itu. Agar FayLinn tidak kelelahan, mereka
berhenti di dua Istal.
”Itu rumah kakek !” seru NotchWood seraya menunjuk
jauh ke cakrawala.
Warna biru langit hampir menyatu dengan warna biru
Hutan Rouya Biru.
”Hutan Rouya Biru !” pekik FayLinn gembira, ”rumah
ibu !”
WinkGef menatap Hutan Rouya Biru, dan ingatan
tentang ZinLinn kembali tergambar di pelupuk matanya. Saat dia pertama kali
bertemu dengannya, sungguh dia masih ingat getaran hangat di dadanya. Wanita
itu begitu sempurna baginya. Walau dia Zinnia sejati, dan pernikahan mereka
menuai kontroversi dari berbagai pihak, tapi saat itu WinkGef tak ingin
melepaskan ZinLinn. Walau dia harus mengundurkan diri dari Enya, walau tak
pernah mendapat keramahan NotchWood, walau harus kehilangan NixWatt. Kini semua
telah berakhir. Tinggal FayLinn yang harus dijaganya seumur hidupnya, untuk
mengenang ZinLinn.
BirdNerd WikGef
dan NotchWood mendarat tak jauh dari pondok NotchWood.
“Itu rumah
kakek, lebih jelek dari rumahmu, “ ucap NotchWood sembari menunjuk pondoknya
yang sudah berpintu.
“Itu rumah kakek ? Aku suka rumah kakek. Kecil.
Aku tidak perlu capek-capek naik tangga !”
melompat turun dan berlari menuju pondok NotchWood. Membuka pintunya perlahan
dan masuk dengan hati-hati.
”Ayah ! Ada gambar ibu !” teriak FayLinn.
WinkGef menatap
NotchWood, tak percaya. Ada gambar
ZinLinn ? Bagaimana mungkin ? Tidak ada yang menggambar raut wajah di Zinnia.
WinkGef bergegas turun dari BirdNerdnya dan setengah berlari masuk ke dalam
pondok.
FayLinn tengah berdiri di tengah pondok. Tidak ada
apa-apa di dalamnya. Tidak ada perabot apapun, kosong melompong. Hanya sebuah
tongkat setinggi FayLinn, berwarna biru yang tampak mengeluarkan air dari
ujungnya terus menerus. Tapi lantai pondok yang terbuat dari kayu sama sekali
tidak basah. Air yang keluar dari ujung
tongkat itu membentuk sebuah bola air berwarna bening. Ada seraut wajah di
sana, sedang tersenyum.
”FayLinn ?”
”Ayah .. lihat, itu ibu.”
WinkGef mendekatkan wajahnya di bola air itu. Ada
wajah ZinLinn di sana, tersenyum. Wajahnya, rambutnya, semuanya biru. Senyumnya
masih indah dan manis seperti biasanya. Perlahan, WinkGef mendekatkan tangannya
ke arah bola itu dan berusaha menyentuh wajah ZinLinn.
”Jika kau melakukannya, kau tidak akan bisa
melihat dia lagi, ” ucap NotchWood tiba-tiba, membuat WinkGef menurunkan
tangannya.
”Bagaimana, bagaimana kau bisa membuat ini ?”
tanya WnkGef penasaran.
”Hanya Zinnia sejati yang biasa. Kami menyebutnya
bola kenangan. Kita menyimpan semua kenangan orang-orang yang sudah
meninggalkan kita di sana. Bila selain Zinnia sejati menyentuhnya, maka bola
itu akan hancur. Dan butuh waktu lama untuk membuatnya lagi. ”
WinkGef menatap bola itu dengan seksama. Ya, tak
mungkin manusia paling pandai di Nerdia mampu membuatnya. Bola air itu sungguh
fantastis.
”Kakek yang membuatnya ?” tanya FayLinn penuh rasa
ingin tahu, seraya membelalakkan bola matanya yang bulat dan indah.
”Tentu saja, sayang. Hanya kakek yang bisa
membuatnya. ”
”Dari apa kakek membuatnya ?”
”Dari air kesedihan dan kenangan kakek terhadap
ibu kamu. ”
”Bagaimana caranya ? Ajari aku, Kek !”
”Kau tidak akan bisa, Fay...”
”Ayolah, Kek ....” rengek FayLinn.
WinkGef meraih tangan FayLinn, lalu berjongkok di
hadapannya.
”Sayang, kamu harus sehebat kakek untuk bisa
membuat gambar ibu. Kau juga bisa membuat gambar ayah. ”
”Tapi ayah kan belum mati...”
NotchWood berdehem.
”Kita akan ke makam ZinLinn sebelum hari gelap.
Ayo. ”
NotchWood meninggalkan pondok. FayLinn masih berat
meninggalkan gambar ibunya.
”Fay, ayo. Sebentar lagi malam. ”
”Tunggu, Yah, ” pinta FayLinn.
Sejenak dia mendekati bola air itu dan memasukkan
tangannya ke dalam bola tersebut.
”Fay, jangan !”
WinkGef tertegun. Bola itu tidak hancur karena
sentuhan FayLinn. Mungkin karena dia masih keturunan Zinnia. FayLinn
mengelus-elus rambut ZinLinn dan juga pipi gambar wanita cantik itu.
”Aku sayang ibu, ” ucap FayLinn. Matanya membasah.
”FayLinn, ayo kita keluar !”
WinkGef menarik tangan FayLinn, sehingga keluar
dari bola air itu. Bola air itu tidak rusak. WinkGef bergegas menarik FayLinn
keluar pondok, dia tidak ingin NotchWood tidak lagi memberinya kesempatan untuk
datang ke pondok ini. Di sini ada ZinLinn yang telah mengobati kerinduannya.
OoO
NotchWood berjalan menyusuri sebuah jalan setapak,
masuk ke dalam Hutan Rouya Hijau. WinkGef mengikutinya seraya menggendong
FayLinn. Pemandangan di sekeliling mereka hanyalah biru dan biru. Pohon Rouya
Biru seperti pohon Rouya yang lainnya. Batang, daun dan buahnya biru. Namun
bila tumbuh dan berdesak-desakan di dalam hutan, Rouya Biru terasa begitu
indah. Seperti memasuki dunia yang berbeda. Tak banyak orang mau memasuki Hutan
Rouya Biru, sebuah kawasan hutan terluas di Nerdia Timur. Karena memang tidak
ada yang menyukai buah Rouya Biru yang terkenal pahit. Beberapa petani kadang
mengambil batang pohonnya untuk dijadikan pondok, tapi aromanya kurang
menyenangkan. Daun-daunnya yang panjang kerap digunakan untuk membuat kantong
air bagi orang sakit. Karena daun-daunnya berkhasiat untuk meredakan rasa
sakit.
”Aku suka hutan ini, ” ucap FayLinn seraya menatap
langit. Bahkan batas antara langit dan hutan tidak jelas terlihat.
”Jiwamu memang berasal dari sini, FayLinn, ” sahut
NotchWood.
WinkGef mendesah panjang. Ingatannya tentang
ZinLinn semakin kuat. Aroma Hutan Rouya Biru telah membantunya mengingat
semuanya.
”Di sana. ”
FayLinn dan WinkGef melihat ke arah yang ditunjuk
oleh NotchWood. Sebuah altar di kaki bukit. WinkGef ingat, di lereng bukit itu,
ZinLinn menyembuhkannya, sekaligus merajai hatinya.
NotchWood menyentuh altar yang terbuat dari batu
itu. Di atasnya berserakan bunga Rouya Biru.
”Ibu di dalam sini ?” tanya FayLinn, ikut-ikutan
menyentuh batu altar tersebut, yang tingginya setinggi pundaknya..
”Ya. Ibumu aku semayamkan di bawah batu ini. Dia
sangat menyukai bukit di atas sana. Di sana dia membangun sebuah goa, tempat
dia biasa bermain semenjak kecil. Ayahmu pernah naik ke goa itu.”
”Benarkah, Ayah ?”
WinkGef mengangguk dan mencium kening putrinya
haru. Semua hal di sini telah mengingatkannya pada ZinLinn, sehingga dia tidak
bisa berkata apa-apa lagi.
”Kakek, aku ingin ke goa ibu, ” pinta FayLinn.
NotchWood menggeleng dan berkata dengan sedih,
”Aku tidak pernah ke sana, Fay. Aku sudah berjanji pada ZinLinn. ”
”Ayah tidak berjanji seperti itu kan ? Ayah pasti
bisa mengantarku ke sana. Aku ingin bermain di goa ibu, seperti ibu dulu. ”
WinkGef melirik NotchWood yang hanya menunduk
menatap altar di hadapannya. Sejurus kemudian, dia bersiul dengan keras.
BirdNerd-nya datang dan kebingungan mencari tempat mendarat. Pohon-pohon itu
begitu besar dan tinggi. Satu-satunya tempat yang agak lapang adalah di sekitar
altar.
”Naiklah ke altar !” perintah NotchWood.
WinkGef naik ke atas altar dan BirdNerd-nya melihatnya,
maka dia pun menukik perlahan. WinkGef melompat dan tempatnya digantikan oleh
BirdNerd.
”Kalian saja yang ke sana, ” ucap NotchWood seraya
mengangkat FayLinn naik ke atas BirdNerd.
”Kakek harus ikut, aku tidak mau pergi tanpa
kakek, ” pinta FayLinn.
WinkGef diam, tidak memberi komentar. Dia yakin,
BirdNerd-nya mampu mengangkut tiga orang, apalagi FayLinn masih kecil. NotchWood
tampak ragu sejenak, tapi kemudaian dia menyusul WinkGef menaiki BirdNerd.
Dengan agak bersusah payah, BirdNerd WinkGef membubung ke atas Hutan Rouya Biru dan
terbang menyusuri lereng bukit.
”Itu goanya !” seru WinkGef spontan begitu melihat
goa yang tampak tersembunyi di balik semak-semak.
BirdNerd turun perlahan, tepat di pintu goa. Ada
lereng yang sengaja dibuat mendatar, sepertinya memang untuk tempat mendarat
BirdNerd. WinkGef turun lebih dulu, diikuti NotchWood yang masih ragu. FayLinn
dalam gendongannya langsung melorot turun dan berlari masuk ke dalam goa.
Suasana goa itu masih tetap sama seperti dulu.
Beberapa batu yang disusun menjadi tempat duduk. Dinding-dinding yang berhias
sulur-sulur Rouya Biru. FayLinn paling bersemangat menyusuri dinding dan
mencari-cari sesuatu. Dia berharap ada benda milik ibunya tertinggal di sana.
Ada beberapa gambar Pohon Rouya yang diukir di dinding goa.
”Ayah, bukankah ini Pohon Rouya di rumah kita ?”
tanya FayLinn menunjukk ke sebuah gambar pohon di sudut goa.
WinkGef mendekat. Semua gambar tampak sama. Hanya
FayLinn yang berimajinasi gambar pohon itu adalah gambar pohon di rumahnya.
”Lihat, ada gambar bangku di bawah pohon. Dan
pohon yang satu ini, sepreti pohon di perkebunan. Ada ayunan milikku dan milik
ibu.”
WinkGef tertegun. Ucapan FayLinn benar. Gambar dua
pohon itu adalah gambar pohon milik mereka. Bahkan ayunan itu pun sama persis,
ada sebongkat batu besar di sampingnya. WinkGef tak pernah diijinkan oleh kedua
wanita terkasihnya untuk menaiki ayunan, maka dia hanya duduk menemani di
bongkah batu itu.
”Ibumu memang pandai menggambar, ” ucap WinkGef,
”ayah baru tahu.”
”ZinLinn tidak bisa menggambar, ” tukas NotchWood.
”Iya, ayah. Ibu tidak bisa menggambar, ” sahut
FayLinn.
”Lalu ? Siapa yang menggambar ini semua ?”
Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan WinkGef.
Akhirnya, NotchWood dan WinkGef pun bersikap seperti FayLinn. Menelusuri
dinding goa, menikmati semua gambar yang terpampang di sana.
”Ada yang masuk ke goa ini selain ZinLinn, ” ucap
WinkGef, sambil mendekati NotchWood, ”seseorang yang menjemput ZinLinn saat dia
menolongku di goa ini. Siapa dia NotchWood ?”
NotchWood diam. Kebiasaan yang menyebalkan bagi
WinkGef, namun dia tidak mau memprotes.
”Ayah, ada gambar BirdNerd di sini. Tapi kenapa
warnanya hitam ya ?”
WinkGef dan NotchWood terperangah dan langsung
menghambur mendekati FayLinn.
Di hadapan mereka, ada gambar seekor BirdNerd
berwarna hitam sedang ditunggangi oleh sesorang yang memakai jubah bertudung
berwarna hitam pula. Wajahnya tidak kelihatan, hanya warna hitam samar-samar.
”BirdNerd Black, ” gumam WinkGef.
NotchWood terpaku di tempatnya. WinkGef berdiri di
hadapan NotchWood.
”Jadi, siapa dia sebenarnya ? Dan apa hubungannya
dengan ZinLinn ? NotchWod ?”
NotchWood memalingkan muka.
”Semula aku tidak percaya bahwa ZinLinn terkena
sihir BirdNerd Black. Tapi melihat ini semua, apa aku harus tidak percaya.
Katakan padaku, NotchWood. Siapa dia ? Mengapa dia membunuh ZinLinn !”
”Dia tidak membunuh ZinLinn !” sergah NotchWood.
NotchWood meninggalkan goa. Bertepuk tangan lima
kali dan tak lama kemudian BirdNerd putihnya datang. Dia meninggalkan WinkGef
dan ZinLinn begitu saja. WinkGef geram. Kini dia mulai tidak percaya pada
NotchWood. Lelaki itu selalu penuh rahasia.
”NixWatt, NotchWood. Siapa yang harus aku percaya
? Enya Moss ? Huh !”
WinkGef menghempaskan tubuhnya di sebuah batu
datar. FayLinn menghampirinya dan menyerahkan sesuatu. Buah Rouya Kuning yang
masih segar.
”Darimana kau dapat ini sayang ?”
”Tadi ada di lantai, di sudut sana. ”
WinkGef memeriksa buah itu. Masih segar. Buah
Rouya baru akan layu dua minggu setelah dipetik. Seseorang pasti baru saja
masuk ke goa ini dan tanpa sengaja menjatuhkannya. Pasti orang yang sama. Orang
yang menggambar dinding-dinding goa ini.
”Apa BirdNerd Black menyukai Rouya Kuning ?”
WinkGef termangu. Bintang Memra mulai tergelincir,
menuju senja. WinkGef bergegas mengajak FayLinn meninggalkan goa.
OoO