The Thistle

The Thistle
Membuat Api



Raja Orla benar-benar tidak berkutik. Ratu Orla tidak berbicara padanya


selama tiga hari ini. Dia selalu memunggunginya, dan tak mau menatap wajahnya. Raja


Orla sendiri tidak tahu bagaimana menyelesaikan kasus rumah tangganya sendiri. Ratu


Orla sudah memergokinya bersama Mom VinGlow. Perempuan yang sekarang hanya bisa


terbaring dengan mata kosong di rumahnya. Ratu tidak mengijinkan istana


memberikan fasilitas pelayanan kesehatan pada istri almarhum Enya tersebut. Mom VinGlow


harus membiayai sendiri perawatan dirinya, dan tentu saja itu sangat


merepotkan semua pelayannya. Karena wanita itu tidak punya kerabat dekat.


Dan tidak ada yang berani menentang keputusan Ratu. Ratu membiarkan Mom VinGlow


mati perlahan-lahan. Semua Enya tahu, bahwa Raja telah melakukan kesalahan


terbesar dalam rumah tangganya. Yaitu tertangkap basah. Meski setiap Enya juga


tahu, bahwa Ratu juga melakukan kesalahan yang sama terhadap Raja. Bedanya, dia


tidak tertangkap basah. Para Enya mengakui, Ratu mereka lebih lihai dalam hal


ini daripada Raja.


”Pembukaan Festival Rouya tinggal tujuh hari. Aku ingin kita berdua


memberikan kesan baik di mata rakyat Nerdia.”


Ratu Orla memunggungi Raja, menatap jauh ke luar jendela pondoknya. Raja Orla


mendekati istrinya, meraih tangannya. Dia berharap mendapatkan kembali getaran


magis penuh asmara yang bergolak. Tapi dia tidak merasakan apa-apa. Tangan Ratu


Orla begitu dingin, sedingin hatinya.


”Ratuku ....”


”Jangan panggil aku Ratu ....” sergah Ratu dingin.


Raja menunduk dalam dan melepaskan tangan Ratu, lalu berdiri di sampingnya.


”Maafkan aku. Aku benar-benar khilaf.”


”Aku tahu kau tidak khilaf.”


Raja sedikit lega, akhirnya Ratu mau berbicara agak panjang.


”Hari ini aku akan mengirim ramuan ke rumah wanita jalang itu. Berikan


alasan yang bagus, supaya aku tidak mengirim ramuan kematian. Atau kau masih


ingin bercinta dengannya?”


Raja meraih bahu Ratu dan membalik badannya, hingga mereka berdiri


berhadapan. Raja melihat sepasang mata indah Ratu tampak memerah memendam


dendam.


”Dia memegang informasi penting tentang FayLinn, anak WinkGef Sprout. Dan


sekarang dia tidak bisa bicara. Padahal dia harus bicara.”


”Informasi apa?”


”Kemampuan FayLinn. Ada dugaan, dia bisa mengendalikan cuaca di seluruh Nerdia.”


”Thistle?”


Raja melebarkan tangan, ”Aku masih belum mendapat informasi yang lebih


jelas, dan sebentar lagi dia mati.”


”Dia memang harus mati. Kalau dia hidup, kau pasti akan mendatanginya lagi.”


”Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.”


Ratu mendengus.


”Apa yang kau dapat dari dia? Cinta? Apa aku selama ini tidak memberimu


cinta?”


”Kau memberikan segalanya untukku, Ratu. Segalanya.”


Raja menatap Ratu yang memandangnya dengan marah. Dia menghampiri Ratu


perlahan. Kali ini, dia akan melakukannya dengan Ratu, tanpa Ratu harus


menggenggam tangannya, dan membuat semuanya menjadi liar. Diciumnya bibir Ratu lembut,


dan didekapnya perlahan tubuh Ratu. Dirasakannya tubuh Ratu menggelinjang


pelan.


Ratu Orla memejamkan mata. Sensasi yang dirasakan tanpa kemampuannya


membangkitkan asmara Raja, membuatnya teringat pada seseorang. Seseorang yang


melakukan padanya dengan penuh kelembutan dan cinta, membuatnya terbang ke


langit Nerdia dan meledak-ledak di atas sana. Seseorang yang kerap mencuri waktu dan kesempatan, memasuki kamarnya


ketika Raja tidak ada, dan selalu menolak digenggam tangannya. Dia lelaki


sebenarnya yang memberikan cinta padanya. Yang membuatnya merasa menjadi Ratu sebenarnya


di negeri ini. Dan gemuruh di dadanya menyatakan, dia sangat merindukan lelaki


itu.


Kepada Raja yang memperlakukannya begitu lembut malam ini, dia nyaris memanggil


nama lelaki itu di sela-sela rintihannya.


OoO


OzzHog nyaris menendang pintu pondoknya yang perlahan dibuka seseorang,


bila seraut wajah mungil tidak menyembul dari balik daun pintu.


FayLinn dengan senyum gundahnya.


”Apa yang kau lakukan di sini?”


”Aku mau main.”


”Ini sudah malam. Kau seharusnya berada di rumah. Ke mana ayahmu?”


”Ada Tuan DesTyn. Dan sepertinya mereka berdua sedang sibuk membicarakan Akademi.


Ayah mengunci ruang kerjanya. ”


bersedih. Kepala Akademi Nerdia sedang sakit, dan tidak boleh ada seorang pun


yang menjenguknya semenjak dia di bawa pulang dari Pusat Pelayanan Kesehatan. Kabarnya,


rumahnya dijaga oleh pelayan Ratu. Bukan untuk memastikan Mom VinGlow untuk


segera sembuh, tapi memastikan tidak ada seorangpun yang menjenguk dan


menyembuhkannya.


”OzzHog, kau berjanji menunjukkan padaku cara membuat api.”


OzzHog melirik FayLinn yang duduk di sampingnya. Mereka berdua memandangi


perkebunan yang membentang di hadapan mereka. Sebentar lagi panen besar,


menjelang Festival Rouya. Dan perkebunan WinkGef berwarna warni indah


membiaskan cahaya Bintang Memra yang tersimpan dalam buah-buah Rouya yang


sudah matang. Semua pekerja perkebunan selalu melepas lelah sembari memandangi


perkebunan. OzzHog bisa melihat mereka duduk di depan pondok masing-masing,


bahkan ada yang di atap pondoknya, meniup seruling yang dibuat dari batang Rouya.


Suasana begitu damai.


OzzHog tidak ingin mengacaukannya dengan membuat api.


”Tidak sekarang.”


”Kau sudah melewati batas waktu janji. Seharusnya di padang rumput itu.”


”Kau sudah melihat orang-orang itu membawa api, kan?”


”Aku ingin melihat kau membuatnya.”


”Bila ayahmu tahu, dia pasti akan memecatku.”


”Ayah tidak akan tahu.”


OzzHog mendengus, ”Bagaimana caranya?”


FayLinn menarik tangan OzzHog masuk lagi ke dalam pondok Ozzhog.


”Di sini.”


”Kamu gila, FayLinn? Pondokku bisa terbakar.”


”Aku bisa memadamkannya.”


”Maksudmu?”


”Coba dulu.”


OzzHog menutup pintu. Lalu menggelar kain di tengah pondoknya. Dia lalu


mengeluarkan dua batu dari bawah tempat tidurnya. Mengambil secarik kertas, dan


meminta FayLinn memegangnya.


”Membuat api tidak mudah. Kau harus menggesek kedua batu ini sampai


mengeluarkan percikan api.”


FayLinn terlihat antusias. Dia tidak banyak berkomentar. Dia mengamati


semua tingkah OzzHog. Menggesek kedua batu itu berkali-kali dan ... sesuatu


berpendar keluar dari sela-sela batu, menyambar kertas di tangan FayLinn.


”Api ....” desis FayLinn. Wajahnya berseri-seri.


Api itu perlahan membesar dan terasa panas. OzzHog mengambil kertas itu dan


meletakkannya di atas kain.


”Lihat, itu namanya terbakar. Kertas dan kain mudah terbakar. Juga


daun-daun kering.”


Api semakin membesar, ruangan mulai terasa hangat. FayLinn masih menatap


api itu dengan takjub. OzzHog mulai panik.


”Aku akan mengambil air, atau pondoknya akan terbakar.”


”Tidak usah.”


FayLinn menyatukan kedua tangannya di dada,


dan sejurus kemudian ada yang menetes dari kedua telapak tangannya. Air. OzzHog


membeliak. Jadi, benar. Gadis ini adalah Thisle? Legenda Nerdia, pengendali


cuaca di Zinnia.


Air itu menetes di atas api. Tidak membuat api padam. FayLinn


menggosok-gosok kedua tanganya, dan air keluar semakin banyak. Tak lama, api


pun padam, menyisakan asap dan bau arang.


”Air memadamkan api, ” gumam FayLinn.


”FayLinn, sebaiknya kau merahasiakan kemampuanmu, ” ucap OzzHog berbisik, ”bila


Raja Orla mendengarnya, kamu dalam bahaya.”


”Aku tahu. Tapi .... Mom VinGlow sudah tahu.”


”Wah, itu gawat. Kudengar Mom VinGlow dan Raja ....”


OzzHog menelan kata-katanya. Rumor itu beredar di kalangan bangsawan saja. Rakyat


dan anak kecil, sebaiknya tidak perlu mendengarnya.


”Aku menyembuhkan Mom VinGlow. Dia sakit dan tidak bisa menghadiri Pengumuman


Kelulusan. Guru LouElla yang merayuku. Aku kasihan pada Mom VinGlow, jadi dia


kuberi whim dingin. Dan dia sempat sehat, tapi sakit lagi.”


Mata FayLinn berkaca-kaca.


”Apa dia sakit karena whim dingin?”


OzzHog menyentuh tangan FayLinn. Tangan itu terasa dingin dan basah.


”Tentu saja tidak. Kau ingin menyembuhkan Mom VinGlow sekarang?”


FayLinn mengangguk.


”Aku bisa membantumu. Tapi, kita harus memberitahu ayahmu.”