The Thistle

The Thistle
18 - Mom VinGlow



Akademi Nerdia semakin sibuk dengan persiapan


Festival Rouya. Murid-murid terpilih untuk atraksi SkyDive bersama para Enya


sudah dijemput ke Istana, untuk berlatih bersama para Enya. Mereka kelihatan


begitu bangga ketika Enya Misk menjemput. Enya Misk adalah Enya dengan


kemampuan SkyDive terbaik di Nerdia.


Mom VinGlow melepas dua puluh murid Akademi Nerdia


terpilih di lapangan Akademi. Dua puluh murid terpilih itu adalah anak-anak


bangsawan Nerdia. Mereka mengendari BirdNerd terbaik mereka, yang sudah dirawat


dengan Rouya terbaik. Semuanya berwarna hijau mengkilat, sama seperti rambut


mereka. Harum semerbak Rouya Hijau menguar ketika kepak-kepak sayap BirdNerd


mengudara membawa mereka, diiringi tepukan tangan para murid dan guru Akademi


Nerdia.


”Mereka murid yang membanggakan, ” ujar LouElla


yang berdiri di samping Mom VinGlow, tak henti-hentinya bertepuk tangan. Salah


satu dari dua puluh murid terpilih adalah murid di kelas LouElla. LouElla


yakin, dia akan mendapat hadiah dari ayah anak itu. Tinggal datang saja ke


rumah mereka dan memberi kabar bahwa anaknya akan berada di Istana selama tiga


hari, untuk berlatih SkyDive.


Sepasang mata LouElla berbinar-binar karena


angan-angannya.


”Dari tadi kau tersenyum, ” ujar Mom VinGlow


setelah lapangan Akademi sepi.


Mom VinGlow dan LouElla berjalan menuju bangunan


Akademi. Masih banyak yang harus disiapkan untuk Festival. Beberapa tampilan


dari murid-murid, juga hasil kreasi masakan dari Akademi. Pekerjaan ini akan


cukup menyibukkan semua guru.


”Ah, Mom VinGlow, saya senang sekali setiap


Festival Rouya tiba. Semuanya berpesta.”


Mom VinGlow tersenyum.


”Sejak pagi, saya lihat anda berbeda, Mom VinGlow?


Apa karena anak-anak akan berangkat ke Istana?” tanya LouElla.


Mom VinGlow menepuk pipinya. Dia yakin, pipinya


memerah. Semalaman dia tidak dapat tidur setelah Raja Orla meninggalkan


rumahnya.


”Apa yang kaulihat?” tanya Mom VinGlow sembari


mengulum senyum dan memainkan rambut hijau mengkilatnya.


”Anda tak henti-hentinya tersenyum sendiri sejak


memasuki halaman Akademi. Saya dan beberapa guru yang menyapa, anda tidak


mendengar kan? Sampai-sampai semua guru beranggapan anda menikah lagi.”


Mom VinGlow terperangah.


”Apa maksudmu, LouElla?”


”Maaf, Mom VinGlow. Bukan bermaksud tidak


menghormati anda, tapi anda sungguh berbeda hari ini. Anda tampak bahagia.”


”Ini karena Festival.”


Mom VinGlow meninggalkan LouElla dengan langkah


lebih cepat. Dia tidak ingin, tangan kanannya itu tahu lebih banyak suasana


hatinya. Dia sendiri tidak mengira, bahwa suasana hatinya bisa terbaca oleh


semua guru, seperti seorang pengantin. Ah, apa yang tidak membahagiakan bila


semalam dikunjungi oleh Raja Planet ini dan dia adalah orang terkasih di masa


lalunya? Orang terkasih yang selama dua puluh tahun dia tidak bisa melihat apalagi


menyentuhnya. Namun semalam, semua itu sirna.


Raja Orla menempatkannya dalam kedudukan tertinggi


sebagai seorang wanita terkasih. Ratu Orla hanya ada dalam kelebatan ingatan,


bukan lagi hal penting bagi Raja Orla. Karena menjelang dini hari, Raja Orla baru


meninggalkan rumahnya bersama Enya Moss dan Enya Spark. Dua Enya itu, VinGlow


yakin sangat bisa menjaga rahasia dari Sang Ratu. Bila VinGlow bukan wanita


penting dalam kehidupan Raja Orla kini, dia tidak akan meninggalkan istananya


semalaman.


Namun...


Langkah Mom VinGlow terhenti ketika teringat akan


sesuatu. FayLinn. Dia harus mendapatkan informasi tentang  anak itu, demi Raja Orla. Apapun akan


dilakukannya demi Raja Orla yang telah kembali padanya. Apapun, meski harus


menyerahkan seluruh Akademi yang sudah dirintis dan diwariskan oleh


keluarganya. Bila Raja meminta, maka harus diberikan.


”LouElla, ke ruanganku sekarang!” perintah


VinGlow.


LouElla bergegas mengikuti langkah Mom VinGlow.


OoO


Perpustakaan Akademi Nerdia sangatlah luas. Ada


ribuan buku di dalamnya. Sebagian besar tentang sejarah Nerdia. Sebagai


pewaris  Akademi Nerdia, ayahnya dulu


mewajibkannya untuk membaca semua buku di perpustakaan ini. Dan itu sudah


dilakukannya semenjak gadis hingga kini. Dan tidak pernah selesai. Kesibukannya


sebagai Mom, alias Kepala Sekolah Nerdia sudah banyak menyita waktu.


Mom VinGlow dan LouElla sedang duduk di meja Tuan


DesTyn, ketika lelaki separuh baya itu melangkah masuk ke perpustakaan dengan


langkah sedikit tertatih. Dia memakai tongkat untuk membantunya berjalan. Dan,


diia sedikit terkejut mendapati dua wanita itu berada di perpustakaan.


”Mom VinGlow....” ucap DesTyn seraya menunduk


hormat.


”Ah, Tuan DesTyn, anda sudah sehat rupanya.”


”Begitulah, Mom VinGlow.”


”Rupanya kau masih mencintai buku-buku. Aku yakin,


tawaranku agar kau kembali ke sini, tidak akan kau tolak. Hidupmu tidak bisa


lepas dari buku. Apa aku benar?”


Mom VinGlow mengangguk, memerintah LouElla untuk


berdiri dari kursi. LouElla mempersilahkan Tuan DesTyn duduk di kursi.


”Bagaimana kabar anakmu, Tuan DesTyn. Kudengar dia


belum beristri.”


”Dia, sibuk dengan pekerjaannya. Belum berpikir ke


sana.”


”Di Akademi banyak guru yang belum bersuami. Apa


aku benar, guru LouElla.”


”Eh ... benar Mom, ” sahut LouElla gugup.


LesTyn anak Tuan DesTyn sama sekali tidak ada


dalam kriterianya. Dia hanya pegawai perkebunan, bukan bangsawan. LouElla hanya


ingin menikah dengan bangsawan, agar hidupnya lebih terjamin.


”Aku bukan biro jodoh, tapi siapa tahu LesTyn


berminat. Sebagai Mom di Akademi, aku sangat senang bila guru di sini sudah


menikah semua. Akan membuat pikiran mereka tenang, tidak terganggu dengan


hal-hal sepele.”


DesTyn mengangguk-angguk.


”Sepertinya, anak Tuan DesTyn lebih muda dari


saya, Mom VinGlow, ” ucap LouElla berusaha untuk menyelamatkan diri dari


perjodohan yang menurutnya tidak sepadan ini.


Dia heran, kalau Mom Akademi ingin agar pikiran


gurunya tenang, bukankah lebih baik menjodohkannya dengan anak bangsawan? Anak


bangsawan yang masih bujang masih bisa dihitung dengan jemari di kedua tangan.


Bukankah jabatan guru di Akademi, sudah setengah bangsawan. Seperti halnya Tuan


DesTyn.


Mom VinGlow tertawa.


”Aku hanya bercanda, guru LouElla, jangan dianggap


serius. Tentu saja kau harus mencari sendiri calon suamimu. Aku tidak akan ikut


campur.”


LouElla mengangguk lega.


”Tuan DesTyn, bisakah aku minta tolong?”


”Ya, Mom. Saya akan membantu sebisa saya.”


”Aku ingin bertemu dengan LesTyn. Kudengar dia


bekerja di perkebunan milik bangsawan Sprout. WinkGef Sprout kalau tidak salah.


Mantan pemimpin Enya. Sepertinya, akan sangat sulit bagi LesTyn meningalkan


perkebunan untuk datang ke Akademi. Bisakah kamu mengaturnya?”


DesTyn melirik LouElla. Dia mencium ada konspirasi


di antara dua wanita ini. Yang satu janda, yang satu perawan tua.


”Apa ini soal Tuan WinkGef  Sprout?”


Mom VinGlow melipat tangan di meja.


”Tentu saja ini soal Tuan WinkGef  Sprout. Siapa lagi? Dia bangsawan terkaya di


Nerdia. Duda tampan dan gagah. Siapa yang tidak tertarik. Apa aku benar, guru


LouElla?”


Sepasang mata LouElla berbinar.


”Sebenarnya, untuk mengetahui tentang Tuan


WinkGef  Sprout, anda tidak perlu meminta


bantuan LesTyn, Mom. Saya rutin datang ke rumah Tuan WinkGef  Sprout, mengajari privat putrinya. FayLinn.


Memang, akhir-akhir ini, Tuan WinkGef  Sprout belum menghubungi saya lagi terkait les privat FayLinn. Itu


karena...”


”Makanya aku tidak memakai kamu lagi, guru


LouElla. Sudah beberapa kali masalah anak Tuan WinkGef  Sprout hilang gara-gara kamu. Aku tidak mau


berurusan dengan Enya Moss karena masalahmu.”


FayLinn menunduk dalam, melirik DesTyn.


”Aku ingin bertemu LesTyn dan aku ingin semuanya


rahasia. Untuk itu semua, gajimu kunaikkan, DesTyn.”


DesTyn menelan ludah. Pastinya, ini bukan lagi


tentang perebutan duda kaya. Ini tentang FayLinn. DesTyn harus berhati-hati,


atau dia akan membahayakan FayLinn.


”Aku akan menghubungi LesTyn, Mom. Atau mungkin


aku akan mengunjunginya di perkebunan. Sudah lama aku tidak bertemu anakku.”


Sepasang mata Mom VinGlow berbinar, ”Ah, kau benar


sekali. Aku berharap, besok malam LesTyn sudah berada di rumahku. Kau bisa


mengantarnya bila khawatir. Aku tahu, gelar jandaku membuat lelaki malas


berkunjung ke rumahku.”


DesTyn mengangguk. Mom VinGlow bangkit dari


kursinya dan meninggalkan ruang perpustakaan, diikuti oleh LouElla.


Kali ini, dia merasa sangat berguna sebagai Mom Akademi.


Tidak hanya mencetak anak-anak bangsawan yang piawai dan cerdas, dia juga bisa


membantu Raja Orla mendapatkan keinginannya. Bukan tidak mungkin, Raja Orla


akan mengunjunginya untuk setiap informasi yang diberikannya. Dan hal itu akan


membuatnya semakin terhormat dan semakin mencintai Raja Orla. Dirinya adalah


milik Raja Orla. Meski tanpa pesta penobatan kerajaan. Semalam, Raja Orla sudah


menobatkannya sendiri sebagai Ratu terkasihnya. Lelaki itu masih mencintainya,


sama seperti dua puluh tahun yang lalu.


DesTyn mendesah panjang. Dia harus mengatur


strategi. Mom VinGlow sudah mencium sesuatu. Bukan tidak mungkin, tindakannya untuk


bertemu LesTyn atas perintah kerajaan. Wanita itu, istri mantan Enya. Bagaimanapun


juga, para Enya mengenal dan menghormatinya.


Dan dia tidak pernah tahu, kematian suaminya, ada


kaitannya dengan keluarga kerajaan. DesTyn menyimpan informasi itu rapat-rapat.


Bila Mom VinGlow tahu siapa yang membunuh suaminya, dia tidak akan tunduk pada


aturan kerajaan. Bisa jadi dia akan membalas dendam, melakukan pembunuhan yang


lebih keji dari pembunuhan terhadap suaminya. Yang wanita itu ketahui hanya


satu. Suaminya mati terhormat dalam tugas kerajaan.