
Bab 34
Belum selesai dengan permasalahan yang dihadapi oleh Mimpi, dengan gosip kedekatannya dengan Bangun Adhiguna. Sekarang, berita yang menggemparkan sejagat Tunas Jaya benar-benar membuatnya seketika merasakan jantungnya berdebar dengan kencang. Mimpi menggulirkan layar popnselnya ke akun lambe Tunas Jaya. Ponsel yang ada dalam genggaman Mimpi sampai terjatuh ke lantai kamar. Mimpi terdiam cukup lama untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Bagaimana mereka bisa tahu kebenaran itu? Padahal selama ini, Mimpi sudah menyembunyikan dengan sangat baik. Sia-sia sudah semua yang dia tutupi.
Ini pasti semua efek dari gosip tentang dirinya yang sudah masuk di akun lambe itu. Sunggu menyebalkan! Mulai dari kasus poni, lalu gosip kedekatan dirinya dengan Bangun Adhiguna. Mimpi sangat yakin, orang yang kepo terhadap dengan dirinya mengorek dan mencaritahu seluruh kehidupan tentang Mimpi sampai dengan hal-hal kecil sekali pun. Hingga semua orang tahu siapa jati dirinya.
Mimpi memungut ponsel yang ada di lantai dengan tangan yang bergetar, menyaksikan unggahan itu dengan intens. Video balita yang menggemaskan dengan melanggak-lenggok dalam iklan popok. Balita itu adalah dirinya, belasan tahun yang lalu. Dengan rok tutu dan pita rambut yang lucu menghiasi kepalanya. Iklan yang pernah booming pada masanya, yang sukses membuat Mimpi terkenal pada jaman itu dan dibanjiri oleh tawaran kontrak lainnya.
Tidak sampai disitu saja keterkejutan yang dirasakan oleh dirinya. Kali ini, ia terkejut banyak permintaan mengikuti dirinya di akun Instagram miliknya. Ia membiarkan saja akun-akun anonim yang ini mengikuti dirinya. Lebih terkejutnya lagi, saat kembali ke halaman utama, ia melihat sebuah unggahan yang berhasil menampakan foto dirinya masih balita dan foto dirinya yang sekarang.
Foto yang berhasil di edit dan menyatakan keakuratan bahwa itu adalah dirinya waktu balita dan sekarang. Akun lambe sekolah tidak kalah terkejut dan langsung merepost unggahan itu dan memberikan caption propaganda untuk memanasi gosip yang sedang panas-panasnya. Tak ketinggalan komentar-komentar para netizen dan penduduk Tunas Jaya pun ikut meramaikan kolom komentar.
Mereka bahkan sudah sampai mengecek akun Instagram yang dimiliki Ibunya untuk memastikan. Dan itu benar adanya akun Mimpi dan sang mama yang telah diketahui pindah kewarganegaraan itu saling mengikuti dalam Instargram itu. Dan mereka semakin yakin akan hal itu.
Bagi Mimpi, ketenaran bukan suatu hal yang dia inginkan. Ibunya pergi karena ketenaran, masa kecilnya terenggut oleh jadwal padat shooting sinetron dan beragam agenda kemunculan di televisi. Bahkan dia tidak memiliki privasi untuk sekadar menikmati masa kecil seperti anak sebayanya.
Terkadang muncul pemikiran-pemikiran di kepala Mimpi, bagaimana seandainya dia meneruskan kariernya dalam dunia yang pernah membesarkan namanya? Apakah dia tak akan merasakan benci jika orang-orang memberikannya sorotan? Tetapi itu hanya dalam pikirannya. Ia menerawang kembali pemikiran itu, ketenaran bagaikan dua sisi mata uang. Satu sisi akan memberimu dunia yang akan kemewahan, keglamoran, gemerlap, dan di sisi lainnya akan merenggut kehidupan pribadimu yang tenang dan tentram.
Tetapi saat ini, Mimpi sudah menarik dirinya dari itu semua. Ia menemukan dunia baru setelah membangun benteng dirinya dari dunia kepopularitasan. Kini, dirinya merasakan seperti diserbu pasukan perang yang meruntuhkan benteng yang telah dibangun oleh dirinya sekian lama untuk menutupi jati dirinya.
...****************...
Di letakkannya roti coklat yang sudah tergigit sedikit itu ke atas piring kosong yang ada di hadapannya. Sungguh, selera makan Mimpi menguap entah ke mana, walaupun dia mencoba untuk makan lebih banyak. Mimpi mengkhawatirkan hari-hari nya yang tenang akan terganggu dengan pemberitaan ini. Mau tak mau, dirinya harus mengecek keadaan itu tiap menit. Kalau bisa, tiap detik.
Terkejut? Hanya sebuah kata bagi Mimpi. Saat notifikasi ponsel berbunyi dari sebuah pemberitaan online menampilkan headline news mengenai dirinya, “Lama Tak Terdengar Kabarnya, Mantan Artis Cilik Ini. Begini Kabarnya Sekarang” lengkap dengan foto yang pernah diunggah di Insatgram akun lambe sekolah Tunas Jaya. Foto yang menampilkan poni seperti mi instan dengan gaya yang menganga. Dia sudah menduga hal ini akan terjadi.
Masih dipenuhi dengan berita-berita yang menggemparkan, Mimpi merasa mual membaca berita yangn sudah tersebar ke antah berantah dan mencoba mengabaikan saja. Namun, ponselnya berdering. Seseorang yang jauh di sana menelepon dirinya. Mamanya Lyla Swastri.
“Halo... Jam berapa di sana? Sudah pagi, kan?” Suara Mama terdengar diseberang sana, membuka percakapan lebih dulu.
Mimpi membalas dengan suara yang tercekat, “Halo, iya, Ma.”
Mami yang masih berada di sana bersama Mimpi, menatap penasaran ke arahnya. Tetapi tidak ada pertanyaan yang keluar dari bibir Mami.
“Kamu kenapa? Itu kenapa ada yang komen di Instagram Mama? Apa yang kamu habis melakukan sesuatu?”
Mimpi menahan napas, lalu mengembuskan napasnya dengan cepat. “Gak ada apa-apa, Ma. Aku mau berangkat ke sekolah dulu. Mama telepon aja lagi nanti.
Tiba-tiba Mimpi merasakan kepalanya pusing, pandangannya mengabur, seketika kesadarannya pun menghilang.
...****************...
tbc