The Secret, You And I

The Secret, You And I
Bab 20



Bab 20


Di ruang kelas, terlihat Bangun yang duduk dengan lemah, letih dan lesu. Malas melakukan apa pun. Tak ada semangat menghiasi hari-harinya seperti hari biasanya yang selalu ceria dan jahil di mana pun dia berada. Jam istirahat pun tiba, terlihat hanya beberapa orang yang berada dalam kelas itu, termasuk dengan dirinya. Bangun mengambil ponsel yang ada di dalam sakunya dan membuka aplikasi Instagram. Dia menggulirkan ke atas ke bawah dengan malas. Tidak dapat dipungkiri, hidupnya akhir-akhir ini memang tidak semenarik biasanya, bahkan bisa dikatakan menyedihkan. Baru saja diputusi sang pacar, emm... sang mantan, Mila, lalu berita sangat cepat menyebar ke seluruh siswa dan siswi di sekolah. Dua hal yang sangat mengesalkan, memang. Dulu dia menembak Mila hanya untuk balas dendam pada sang kakak, Surya. Karena Surya sendiri sudah merebut kebebasan adiknya dengan cara bisa dikatakan tidak pantas. Bangun tahu kalau Surya sudah sangat lama menyukai Mila, apalagi saat Bangun diam-diam membuka aplikasi chatting dan membaca pesan yang tertulis di sana. Surya yang berniat untuk mengajak Mila menjadi pasangan night party yang di adakan oleh pihak sekolahnya. Bangun tidak menyia-nyiakan waktunya. Ia pun bergerak cepat dalam merebut Mila duluan.


Akhirnya, Bangun dan Mila berangkat ke party itu bersama. Dengan bangganya, ia memamerkan cewek itu di hadapan seluruh warga sekolah, terutama di hadapan sang kakak, Surya. Bangun waktu itu memang masih kelas sepuluh, Mila satu tingkat di atas dirinya, sedangkan sang kakak dua tingkat di atas dirinya. Sang kakak bertepatan waktu itu sambil menunggu pengumuman kelulusan kelas dua belas. Pasangan baru itu pun menjadi topik hangat di SMA Tunas Jaya. Bangun dan Mila, saking serasinya dengan jas dan gaun bernuansa hitam dan ungu pada malam itu, berhasil menyabet mahkota raja dan ratu night party.


Meskipun awalnya hanya untuk balas dendam, nyatanya ia kini melanjutkan hubungan dengan Mila sampai mereka naik kelas, bahkan setelah Surya pergi jauh dari negara ini. Bangun menemukan sesuatu dari Mila yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Menurutnya, Mila memang pantas jadi seorang yang paling diidolakan di SMA Tunas Jaya. Dia bukan sekadar cantik saja, prestasinya yang dimilikinya pun patut diacungkan jempol. Seimbang! Menurut Bangun lagi, cewek itu memang patut untuk sombong atas apa yang dia miliki. Bangun akhirnya benar-benar takluk dengan pesona Mila. Ia tidak dapat menghindar, menolak pesona yang dimiliki cewek berparas cantik dan pintar itu.


Hingga momen berpisah dengan Mila beberapa saat lalu benar-benar membuatnya hancur lebur, berantakan.


Pengakuan Mila saat putus kembali menggema di kepalanya. Benarkah cewek itu hanya mempermainkan dirinya saja selama ini? Setelah Bangun benar-benar jatuh hati kepadanya?!


Bangun mencoba untuk membuang pikiran-pikiran yang menggema di kepalanya saat ini. Dengan sedikit mengumpatkan kata-kata kasar. Kehilangan Mila dalam hidupnya membuatnya patah hati. Sesuatu yang mulanya dia anggap tak akan pernah dia rasakan.


Saat jarinya masih menggulir di laman Instagram miliknya, ia berhenti di postingan milik Mimpi. Sejak permintaan pertemanannya diterima oleh cewek itu, entah mengapa Bangun jadi sering mampir ke akun cewek aneh itu.


Tak seperti Instagram teman-temannya, isi Instagram Mimpi adalah buku, buku, dan hanya buku. Bangun berjengit saat melihat foto unggahan baru Mimpi. Mimpi mengunggah buku itu bersama properti tambahan. Dengan senang hati ia memberikan apresiasi dengan dua ketukan cepat untuk setiap unggahan yang dimiliki oleh Mimpi.


Bangun memperhatikan lagi foto di layar ponselnya. Buku bersampul coklat berjudul Persuasion. Dan tertulis caption di bawahnya yang berhasil membuat Bangun bergidik, lalu tertawa.


“When pain is over, the remembrance of it often becomes a pleasure.” - Persuasion, Jane Austen.


“Hah... ini cewek nyindir gue apa gimana, sih?” Bangun bergumam sendiri setelah membaca postingan itu.


Maklum saja, orang patah hati biasanya hatinya masih rentan dengan kata-kata sindiran yang melow dan mudah saja tersinggung. Tujuan kalimat itu bukan bernada sindiran tetapi untuk pencerahan. Kalau dipikir-pikir, Bangun merasa aneh juga dengan cewek ini. Si cewek berpenampilan aneh yang poninya selalu membuat Bangun ingin tergelak saat melihatnya.


Bangun pun menggerakkan jari jemarinya untuk menggulir layarnya lagi. Perasaannya mulai menghangat setelah membaca postingan Mimpi.


Tapi seketika perasaan hangat itu buyar, saat dirinya melihat postingan di akun lambe milik sekolahnya, yang tertulis:


“BREAKING NEWS! Ketua OSIS kita, Nanda. Dia dan Mila berangkat ke sekolah bareng! Seorang mata-mata berhasil mengabadikan foto mereka dan melihat mereka ciuman di taman belakang. SWIPE FOR WATCH!”


Tak disadari, Bangun menggebrak mejanya dengan kasar, “Sialan!”


Teman sekelasnya melirik ke arahnya. Mereka berbisik-bisik satu sama lain. Mungkin mereka sudah membaca akun itu.


Di unggahan itu, slide pertama, tampak Mila yang keluar dari mobil Nanda. Foto yang terbilang biasa saja. Mila bida berangkat atau pulang sekolah dengan siapa saja. Dan di slide kedua, Mila dan Nanda berciuman. Memang wajah Mila dan Nanda tak tampak karena tertutup dengan stiker besar, Bangun jelas mengetahuinya bahwa itu mereka. Itu berhasil membuat Bangun murka melihatnya.


Seketika perasaan terbakar. Api panas membara membakar seluruh tubuhnya saat ini. Bangun beranjak keluar kelas. Tangannya mengepal menahan semua geraman dan amarah. Apakah Bangun saat ini dibakar cemburu atau murka karena Nanda melakukan hal itu kepada Mila? Ataukah murni karena marah. Kenapa Mila secepat itu berhubungan dengan cowok lain setelah putus dan berhasil mencampakkan dirinya? Di antara banyaknya cowok di SMA, mengapa harus si Ketua OSIS itu? Mengapa harus Nanda?


Berjalan penuh dengan kekesalan, tak membuatnya menyadari dirinya telah berada di depan kelas Nanda saat ini. Bangun mendorong pintu kelas Nanda yang masih setengah terbuka dengan kasar. Mata merahnya menahan semua amarah yang ingin diluapkannya. Setelah selesai memindai seluruh ruangan kelas, mata Bangun tertuju tepat pada sosok Nanda yang sedang duduk tertawa. Tanpa basa-basi, Bangun mendekatinya dan hantaman tinju yang dilayangkan oleh Bangun tepat mengenai pipi kiri Nanda.


Seketika cewek-cewek yang berada di kelas menjerit, berteriak kencang. Cowok-cowok di kelas itu juga berusaha memisahkan Bangun yang ingin memukuli Nanda lagi. Bahkan Pandu, Alan, dan Joye datang ke kelas Nanda setelah diberi tahu para saksi mata. Mereka mencegah Bangun melakukan hal yang jauh lebih parah dari ini. Tak bisa diam begitu saja setelah dilerai, Bangun memberontak, tapi Pandu dan Joye berhasil memegang tangan Bangun dan menahannya ke dinding.


“Gak usah ikut campur, kalian semua!” hardik Bangun kesal kepada teman-temannya.


Bangun menepis tangan-tangan mereka dan mendaratkan pandangan yang menusuk tajam kepada siapa pun yang telah berhasil menghalangi perbuatannya kali ini. Meskipun, sejurus kemudian tatapan Bangun kembali menatap Nanda yang sudah meringis kesakitan memegangi wajahnya.


“Itu pelajaran buat lo! Seharusnya dari dulu lo tahu kalau lo sedang berhadapan sama siapa!” Lalu Bangun keluar dari kelas Nanda.


Sepanjang koridor menuju kelasnya sendiri Bangun menjelma menjadi angin tornado yang bisa meluluhlantakkan siapa pun yang menjadi penghalang jalannya.


...****************...


Selamat membaca gratiz ❣️


Jan lupa tinggalkan jejak.


thanks