The Secret, You And I

The Secret, You And I
Bab 16



Saat pergantian pelajaran pertama dan kedua, beberapa perwakilan OSIS masuk ke kelas IPS yang itu adalah kelas Mimpi. Mereka mulai bergerak untuk merazia semua yang ada di dalam kelas guna untuk mencari pelaku pembuat grafiti, menggeledah keseluruhan yang dimiliki oleh penghuni kelas, tanpa terkecuali Mimpi. Seisi kelas digiring untuk keluar kelas terlebih dahulu sementara pejabat OSIS membuka satu per satu tas mereka. Fokus mereka adalah menemukan barang mencurigakan yang berhubungan dengan kejadian pagi tadi.


Kalau gue pelakunya, tentu saja gue gak bakal sembarangan meninggalkan barang bukti sedikit pun. Cuma orang bodoh aja sih yang membiarkan anak OSIS menangkap mereka.


Akhirnya selesai acara penggeledahan yang mereka laksanakan. Dan itu hanyalah sia-sia belaka.


...****************...


Ketika istirahat pertama tiba, Mimpi bergegas melewati jalan setapak sepi di belakang kantin menuju ruangan rahasianya. Namun, dia tidak menemukan kunci yang biasanya diletakkan pada pot di ujung nomor dua terakhir. Mimpi sampai berjongkok untuk mencari keberadaan untuk menemukan kunci tersebut. Di bawah pot batu pun kuncinya tidak ada. Menghilang!


Dia pernah kehilangan kunci itu, membuat ia harus menyelipkan kalikedua ke ruangan wakil kepala sekolah untuk menduplikat lagi. Setelah periode kehilangan kunci, dia memutuskan untuk tidak membawa benda kecil mungil itu dan memilih untuk menyembunyikannya di pot batu yang ada di sana. Toh tidak ada yang tahu bahwa dia menyembunyikan benda itu di sana. Bahkan tidak ada seorang pun yang akan mengambilnya. Kalaupun mengambil, mereka tidakakan tahu kunci itu milik ruangan mana. Koridor ini setidaknya punya lima gudang bekas kelas yang sudah tidak terpakai.


Mimpi semakin panik saja karena tidak menemukan benda kecil yang dicarinya. Dipegangnya handed pintu, sekali lagi mencoba membuka dan pintu tetap terkunci. Sekuat apa pun ia mencoba memutar bahkan mendorongnya, pintu itu tidak bisa terbuka.


Seseorang pasti mencuri benda itu! Tapi, siapa?


“Jangan-jangan pelakunya... Bangun, cowok badboy itu!” Mimpi bergumam sendiri di depan pintu gudang. Namun, pikirannya dia tepis segera. Tidak mungkin. Mereka sudah memegang janu atau untuk tidak bertemu atau bersinggungan lagi setelah si badboy itu dijemput Pak Burhan keluar waktu itu.


Tapi hanya Bangun yang paling mungkin melakukannya!


Sepanjang perjalanan kembali ke kelas, Mimpi berpikir untuk melabrak si badboy. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengirim pesan melalui akun Instagram lelaki itu.


Akun lambe-lambean sekolahan selalu memention akun cowok itu. Mimpi pun tidka perlu bersusah payah untuk menemukannya.


Mimpi


Lo melanggar rules!


Mimpi


Lo kan yang ambil kunci ruangan gue?!


Ngaku lo!


Woi!


Saking kesalnya, dia meneriaki cowok itu.


Ketika msaih tidak mendapatkan balasan juga, Mimpi semakin kesal. Konsentrasinya pecah saat jam pelajaran berlangsung. Ia memikirkan kunci ruangan itu, apakah dia harus menduplikat lagi, atau melabrak si badboy, atau menunggu hingga penjelasan yang ada di badboy?


**


Bangun tidak memberikan tanggapan apa pun. Sebenarnya Mimpi tidak ingin bersinggungan lagi dengan sosok cowok terpopuler yang sering muncul di akun lambe sekolah. Dia tidak pernah peduli dan tak tertarik dengan kehidupan cowok itu. Walaupun Bangun tidak melanggar perjanjian di antara mereka berdua.


Seriusan cuma dia yang tahu kunci ruangan gue! Gak mungkin ada orang lain yang tahu selain dia!


Sepanjang perjalanan menuju kelas Bangun, dia menarik dan menghembuskan napasnya dalam-dalam untuk meredakan emosoinya. Namun nyatanya, kekesalan itu tidak bisa hilang begitu saja.


...****************...


ngantuk jadi dikit dulu.


thax udah baca. ❣️👌