The Power Of My Husband

The Power Of My Husband
Rencana Tahap Pertama



Hari selanjutnya. Aku memutuskan untuk pergi menemui Nadia. Aku menemui Nadia di Rumahnya pada pukul 08:00 pagi. Kami sudah membuat janji untuk bertemu hari itu..


-Tok Tok Tok-


"Nadia. Ini aku, Regina."


Kreketttt... Suara pintu terbuka.


"Hay!" Sapa Nadia.


"Hay juga!" Balasku.


"Pagi sekali? masuklah kedalam." Kata Nadia sambil menariku masuk ke dalam Rumahnya.


"Aku sudah mempersiapkan semua yang mungkin akan kau butuhkan. Aku mencarinya semalaman loh.." Nadia tersenyum padaku.


"Emmmpp yaa. Aku tau, memang Sahabatku ini adalah Sahabat yang paling bisa aku andalkan!" Kataku membalas senyum Nadia.


"Ayo ke Kamarku" Nadia menarik-narik tanganku lagi.


"Tarraaaa!!!! lihat!" Nadia menunjukan sesuatu.


"Apa ini?. Statistik? Laptop? Buku-buku? sampai ada Diagram Garis juga?. Kamu mau mengajariku les matematika?" Kataku mulai meledek.


"Dasar bodoh! tentu saja bukan!, ini itu buku yang kau butuhkan, buku ini berjudul (Jantung Detak Hidupku). Bagus loh.. Semua informasi tentang gaya hidup, kebiasaan, kesehatan, tips, dan juga trik mencegah Penyakit Jantung terrangkum lengkap di buku ini." Nadia menunjukan buku itu padaku.


"Lalu Laptop ini, akan kita gunakan untuk mencari informasi soal seorang psykiater, dokter, informasi tentang Rumah Sakit terbaik, tentang reccomendasi Konsultan ahli jantung, dll. Aku juga sudah menginstal Aplikasi tentang siapa saja orang yang paling pantas dan yang terbaik menurut kita, untuk kita sewa nantinya sebagai seorang konsultan / psykiater Ayahmu." Lanjutnya.


"Psykiater? hah! untuk apa? memangnya Ayahku gila?" Tanyaku.


"Bukan gila juga Reeegiiinaaaa!. Tapi, yang aku tau. Kondisi psykis seseorang juga dapat mempengaruhi daya tahan tubuh serta mempengaruhi sitem kinerja organ dalam manusia. Pikiran buruk akan memancing hal-hal buruk masuk ke tubuh kita. Itu penting, harus di perhatikan. Dan yang aku tau, jika kita terlalu berlebihan memikirkan sesuatu maka kinerja otak kita akan terkuras, terpaksa, memanas, dan dapat menyebabkan tubuh kita semakin melemah, sehingga seseorang akan kehilangan sebagian besar daya hidupnya." Jelas Nadia.


"Kau pasti sedang mengada-ada. Kau pasti hanya mengungkapkan pendapatmu saja. Bukan karna kau memang tau tentang hal itu. Iyaaa Kaaa...nn" Mataku Memandang sinis sembari sedikit meledek Nadia.


"Ehhehehe tau saja kamu!" Kata Nadia.


"Tuhh kan!!" Kataku.


"Iya intinya kita butuh Psykiater untuk mengontrol mood atau fikiran Ayahmu supaya dia tidak mudah tertekan dan tidak mudah stres" Kata Nadia.


"Hemm.. Cukup meyakinkan sihh. Kau benar!. Oke. jadiii.. selanjutnya apa lagi? Statistik, Diagramnya untuk apa?" Tanyaku.


"Itu untuk mengetahui apakah kesehatan Ayahmu mulai membaik atau tidak kita hanya perlu membuat si Konsultan, Psykiater, Dokter, dll melakukan laporan setiap 24jm sekali supaya kita tau sejauh mana kesehatan Ayahmu berkembang." Jelas Nadia Lagi..


"Ohh gitu toh.." Kataku sambil melongo.


"Dasar pea!, ya sudah ayo kita mulai sekarang! terserah mau mulai dari mana dulu" Nadia memberikan satu buku kosong dan satu pulpen bertinta padaku.


"Emm kayaknya yang paling penting deh, kita cari Rumah Sakitnya dulu.. Kamu baca buku, aku akan mencarinya di Internet dan menulisnya dalam buku lalu ku merangkumnya." Kataku.


"Okee.."


Aku dan Nadia memulai misi pencarian Rumah sakit terbaik di sekitar kami. Dan aku, menemukan beberapa reccomendasi dari beberapa orang di situs resmi Www.Reccomendasi RS Ahli Jantung Terbaik.Com. Mereka menyarankan beberapa Rumah Sakit sekaligus Dokter ahli jantung terbaik seindonesia.


"Ehh liat deh Nad, Ada yang mereccomendasikan Rumah Sakit terbaik nihh. Dan kelihatannya orang-orang di situs ini sangat mengapresiasi kinerja para perawat serta dokter di sana. Aku juga sudah melihat reccomendasi-reccomendasi lainnya dari berbagai macam situs yang berbeda-beda. Dan hasilnya tetap sama. Kelima Rumah Sakit ini sangat terkenal akan kinerja dan dedikasi mereka dalam menangani pasien dengan kasus Penyakit Jantung. Apa lagi yang satu ini. Lihatlah!" Aku menujukan Laptopku dan hasil rangkumanku pada Nadia.


"Rumah Sakit terbaik seIndonesia serta Dokter terbaik pemilik Sertifikat (Dokter Ahli Penyakit Jantung Terbaik seAsia) Dokter Rudi Rahardian. Dari Rumah Sakit Siaga Medical." Nadia membacanya dengan teliti dan serius.


"Benarkah?. coba ku lihat! Ohh benar, dia adalah dokter yang sama yang ada di reccomendasi itu. Wahh! beruntung sekali kita!" Kataku begitu kegirangan.


"Sepertinya Tuhan meridhoiku untuk bisa segera berpisah dari Adam. Wahh! terimakasih ya Allah!" Lanjutku semakin kegirangan.


"Yaa! sepertinya memang begitu. ya sudah kita langsung hubungi saja pemilik buku ini. Kebetulan, saat aku membukanya. Di bagian belakang buku ini terdapat nomor kusus konsultan, kita bisa bertanya-tanya seputar Penyakit Jantung secara langsung dan bertanya apakah beliau bersedia untuk datang keRumahmu sebagai Dokter sekaligus konsultan Ayahmu secara rutin. Dia ini kan Dokter yang terkenal dan juga hebat. Jadi, kemungkinan besar kita juga bisa bertanya apakah dia mempunyai seorang kenalan yang bisa kita ajak bekerja sama dalam rencana kita ini." Nadia semakin bersemangat.


"Aku juga berfikir begitu. Jadi, kita bisa mengorek informasi sekaligus mendapatkan apa yang kita butuhkan. Dengan begitu kita tidak perlu repot-repot mencari informasi kesana-kemari karna kita sudah mendapatkan kunci untamanya. Tapi, tetap ada hal harus kita pastikan terlebih dahulu." Kataku.


"Apa itu?" Tanya Nadia


"Kita harus memastikan apakah Nomor konsultan itu masih berfungsi atau tidak, mengingat buku itu sudah cukup usang. sepertinya kamu membeli buku itu saat buku itu baru di temukan setelah hilang beberapa waktu, karna yang aku lihat dari buku ini. Hanya sampul depan dan belakngnya saja yang sedikit rusak dan terlihat usang, sedangkan bagian dalamnya masih terlihat baru dan masih memiliki wangi tinta seperti baru saja di buka." Lanjutku.


"Kau benar, mungkin buku ini tertimbun buku lain sedari dulu dan baru di temukan oleh Penjual buku-buku saat dia hendak membersihkannya. Aku lihat, si Penjual juga hampir membuangnya ke tong tempat buku-buku lama yang tidak terjual di pasaran. Tapi, karna judulnya menarik dan warna buku serta sampulnya juga menarik, ya sudah aku ambil saja itu."


"Hemm jadi begitu Nad.. Kita sebenarnya bisa saja melihat tahun pembuatan buku ini atau tahun penerbitan buku. Tapi, seperti yang aku bilang tadi.. Sampulnya Rusak! sudah sebagian besar tidak dapat di baca, dan hanya terlihat sedikit judulnya saja. Nomor Konsultasi itu saja bisa terselamatkan berkat tulisannya yang terdapat di bagian belakang buku, setelah kita membukanya sebanyak satu lembar. Dan yang kedua. jika benar nomor usang ini tidak benar-benar berfungsi dengan semestinya. Maka, kamu tau apa akan kita hadapi nantinya!. Harapan kita satu-satunya supaya rencana kita berjalan dengan cepat dan mudah itu sangat tidak mungkin. Waktu yang kita habiskan akan semakin bertambah. Kecuali, nomor ini nomor yang benar, seseorang yang akan menjawab telfon kita adalah seseorang yang tepat, seseorang yang punya apa saja hal-hal yang kita butuhkan nantinya." Kataku dengan Hati yang tak berhenti berdetak kencang.


"Huhhhfffttt, tenang! Bismillah saja. Semoga nomor ini benar-benar bisa kita andalkan" Harap Nadia.


"Ia Nad, Aku juga berharap begitu" Kataku juga Penuh Harap.


Kamipun memutuskan untuk menghubungi langsung nomor tersebut. Hatiku cemas, takut apa yang kami harapkan sia-sia. Padahal, bagi kami. Itu adalah jalan pintas tercepat untuk rencana kami selanjutnya.


-Tuuutttt Tuuttt Tuuuttt-


"Ehh Ehh tersambung Nad!! tersambung!"...


-Kreseeekkk Kreeseekkk Kreseekk-


"Yaa, Hallo Selamat Pagi. Ada yang bisa kami bantu?." Seseorang menjawab telfon.


Aku gembira tidak terkira! aku langsung Berdiri di atas kasur dan meloncat-loncat kegirangan. Begitu pula dengan Nadia, Dia menggoyang-goyang tubuhnya sambil berteriak..


"Yyesss!!! Akhirnya! Ada harapan juga! yey kita berhasil Regina! kita berhasil!"...


"Hallo.. Hallo.. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya seseorang itu.


Tanpa basa-basi dan berfikir panjang, aku dan Nadia bertanya keberadaan Dr. Rudi dan Rumah Sakit Siaga Medical. Dan ternyata yang menjawab kami adalah Dr. Rudi sendiri, dia tidak sedang sibuk pada waktu itu. Sehingga dia bisa langsung menjawab telfon kami dengan cepat tanpa perlu adanya perantara ataupun janji telfon terlebih dahulu. Dan setelag cukup lama berbincang-bincang kamipun memberanikan diri untuk dan membuat janji untuk bertemu dengan DR. Rudi di sebuah Caffe besok pagi. Aku senang, aku akan segera bebas dari Adam si Lelaki tidak berguna itu. Aku tidak sabar menanti hari esok yang indah itu akan tiba.


-Akhirnya aku bisa tidur sedikit lebih tenang sekarang- Dalam hatiku


Akupun kembali keRumah pukul 11:00 Pagi. sudah setidaknya Tiga jam aku berada di Rumah Nadia, dan aku rasa sudah cukup pencarian kami kali ini.


"Ya sudah, tinggal menunggu besok pagi saja. Terima kasih sudah membantuku Nad, Aku pulang dulu" Aku berpamitan dengan Nadia. Aku dan Nadia sudah di luar Rumahnya saat itu. Aku memutuskan untuk pulang tepat setelah kami selesai membicarakan rencana kami dengan DR. Rudi tadi.


"Iyaa sama-sama, Hati-hati di jalan yaa." Tangan Nadia melambai padaku.


"Yaaa! Okee." Jawabku.


Aku pulang ke Rumah, aku ingin segera masuk kedalam Kamar lalu merebahkan tubuhku di atas Kasur sambil membayangkan kehidupanku sebelum Adam datang kekehidupanku. Sesampainya aku di depan Rumah. Aku kaget, sepanjang perjalanan dari Pintu Masuk menuju Kamarku terdapat tetesan Darah yang terlihat masih sangat segar. Aku mengikuti tetesan itu hingga aku sampai di depan pintu Kamar. Ku lihat noda Darah itu semakin banyak di pintu Kamar dan di bagian dalam Kamar. Aku terheran-heran, kenapa ada banyak Darah di dalam Kamarku ini. Dan ku lihat Darah itu mengarah ke suatu tempat.


-Kenapa noda Darah itu mengarah ke Ruang Ganti? siapa yang ada di dalam sana? dan apa yang sedang dia lakukan?- Dalam hatiku


Dan saat aku membuka pintu Ruangan Ganti itu untuk memastikannya....


-BERSAMBUNG-