
Mentari semakin menampakan diri, hawa panas udara jakarta di malam hari, kini berganti semakin terasa hangat dengan sedikit goresan sinar mentari pagi dari balik jendela Ruangan...
Ketiga Insan yang sedang sama-sama tenggelam dalam dasar samudra kasih sayang, kini mulai terbangun dan sadar akan indahnya pemandangan dari atas permukaan...
Aku dan Ayahku terbangun dari dalam mimpi indah kami, Adam juga sudah sadarkan diri dari tidur malam yang panjang..
Kami semua sama-sama terbangun dengan hati kami yang penuh dengan kebahagiaan, tidur bersama seseorang yang kami sayang! hal apa yang lebih menyenangkan?.
"Huuahhhmmm, Ternyata sudah pagi.." Suara Ayah membangunkanku dari tidur.
"Uuhhmmm..." Aku menyipitkan mata dan melihat ke arah Ayahku, aku mengerjap sedikit.
"Hey! bangun anak manja! ini sudah siang" Suara Ayah sedikit terdengar nyaring di telinga, dia menaruh foto ibuku di saku jaznya lalu dia menepuk-nepuk bahuku dan menggoyang-goyangkannya dengan lembut serta sangat hati-hati.
"Emmmmhh, aku masih ingin tidur!" Aku semakin mendekatkan diriku ketubuh Ayahku dan melingkarkan tanganku di pinggangnya.
"Ampun deh! manja banget sih? Aisyah! bangun!" Ayah melepas tanganku dan kembali menepuk-nepuk pipiku sedikit kasar.
"Auuhhcchh! Sakit!" Seruku sampil mengelus pipiku yang sedikit memerah.
"Sudah pagi! cepat kamu ke Ruangan Adam, cek kondisinya!" Seru Ayahku, sambil menarik tanganku supaya cepat bangun, berdiri, lalu bergegas menemui Adam.
"Ah! malas sekali!" Aku menghentakan kakiku ke lantai lalu berdiri dari tempat duduk.
Aku langsung meninggalkan Ayahku di Ruangan itu dan bergegas menuju Ruangan Adam, dengan mataku yang masih memerah, ragaku yang baru setengah sadar, dan masih merasa sangat mengantuk.
-Dia bilang tidak mau kesana, tapi kenapa dia cepat sekali perginya ya? ah! pasti sebenernya Aisyah sudah rindu dengan suaminya! xixixixixix (tertawa kecil) sudah ada sedikit kemajuan ternyata..-Dalam hati Ayah.
Aku sampai di depan pintu Ruangan Adam.
-Ahh! mengantuk sekali! Ayahku semalam tidur jam 1, dan aku tidur jam 4 karna tidak puas memandang wajah ibuku, tapi sebagai gantinya! sekarang aku merasa lelah sekali..- Dalam hatiku.
Aku berdiri didepan pintu lalu menempelkan pipiku di pintu itu, mataku terasa berat dan sedikit demi sedikit mulai menutup kembali..
tubuhku mulai terasa lemas dan tanganku juga terasa sangat malas untuk ku gerakan..
-Ahhh! males bangetttt... Gini aja lahh posisinya.. Ngantuk!- Dalam hatiku.
Ahh! rasanya nikmat sekali.. Meskipun kakiku masih gemetara karna harus berdiri dan menahan bobot tubuhku yang tidak ringan lagi, rasanya ini lebih baik..
Aku tidak memperdulikan kursi panjang yang ada di dekat Ruangan itu, saat itu aku sudah terlanjur gagal fokus dan.. Haha! aku sudah terlalu "PW" dengan posisiku ini! #PosisiWeanak
Saat kenikmatan itu sedang berlangsung beberapa menit saja, tiba-tiba..
-Krekeettt-
Suara pintu Ruangan itu semakin terbuka dari dalam sedikit demi sedikit..
Akupun langsung membuka mataku, menahan pintu itu supaya tidak terbuka sebelum aku sempat menarik tubuhku yang tadi masih menggantung dan menempel di pintu.
"Ehhhhhhh!!!!! Bentar woy! bentar!!!" Teriakku.
"Oh! iya mbak!" Suara Perawat perempuan dari dalam Ruangan.
-Sial! lagi seru-serunya, juga!- Dalam hatiku.
Setelah sudah selesai dengan urusanku, akupun langsung melepas pintu itu dan membiarkannya terbuka.
"Udah mbak?" Tanya Perawat.
"Udah kok udah!" Kataku sambil mengusap-usap wajahku yang masih terlihat cerumut sekali.
Perawat itupun bergegas pergi dari Ruangan, setelah Perawat itu pergi akupun langsung masuk kedalam dengan mataku yang masih saja terasa berat.
"Adam! aku masuk yaa!" Kataku, sambil melangkahkan sepasang kakiku untuk masuk lalu merebahkan tubuhku di atas sofa di dalam Ruangan..
Aku menapakkan kedua tanganku, menaruhnya di samping kepalaku, memiringkan tubuhku menghadap ke Sofa dan membelakangi Adam..
"Pah, itu siapa?" Tanya seorang wanita.
"nggak tau mah!!" Jawab seorang lelaki.
"Oh! itu pasti selingkuhan papah lagi ya!" Teriak wanita itu.
-Hah? siapa sih? brisik sekali!- Dalam hatiku.
Aku mengabaikan mereka berdua..
"Papah jawab! kenapa diam saja!!!! papah selingkuh lagi ya dari mama?" Suara itu semakin keras.
"Engga mah! sumpah! papah ngga selingkuh sama wanita itu, papah juga ngga tau dia siapa!" Kata lelaki itu..
Mendengar suara lelaki itu yang sangat berbeda dari suara Adampun membuatku begitu kaget dan membuatku langsung membuka mata dan berdiri dari posisiku tadi.
"Lohh!! Kok bukan Adam? Adamnya mana?!" Tanyaku sambil melotot, kebingungan melihat orang-orang di Ruangan itu yang ternyata bukan Adam yang ada di dalamnya.
"Loh kok kalian!"
"Loh! Mbak siapa sih sebenernya? mbak selingkuhan suami saya ya?" Tanya Wanita itu.
Suaminya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kedua tangannya yang juga kompak bergerak melambai-lambai mengisharatkan bahwa tuduhan istrinya itu salah.
"Hoh! engga kok! kalian yang justru siapa? Adamnya mana?" Tanyaku.
"Adam? Siapa Adam? ini ruangan suami saya.. Pasien sebelumnya mungkin sudah di pindahkan sekitar 2jam yang lalu keRuangan lain, Kamu pelakor ya! kamu pasti selingkuhan suami saya! Oh! ngaku kamu pelakor sialan!!!" Tuduhan wanita itu semakin menjadi-jadi, dia menabok dan memukul-mukul tubuh suaminya seraya berteriak aku ini pelakor, dan suaminya itu tukang selingkuh.
Wajahku benar-benar tidak dapat di tafsirkan dengan mudah saat itu, aku melongo melihat mereka berdua sambil bertanya-tanya sebenarnya Ruangan siapa ini!.
-Sial!, pasti Adam udah di pindahin ke Ruangan lain, kenapa nggak ada perawat yang datang dan membicarakan dulu hal ini denganku?, Sial!- Dalam hatiku.
Akupun menutup kedua telingaku karna tidak tahan dengan kebisingan yang ada di Ruangan itu, Wajahku saat itu sangat memerah karna merasa sangat malu, Akupun akhirnya memutuskan untuk mengabaikan orang tidak penting itu dan segera pergi dari Ruangan.
-Duhh, kalo ngga cepat-cepat pergi! bisa berabeh nih urusan!!- Dalam hatiku.
Aku menuju Ruang Recepsionis untuk menanyakan dimana Adam di pindahkan.
"Mbak, Saya mau nanya.. Ruangan Pasien atas nama Adam Prasetyo di mana ya mbak? Soalnya saya tadi ke Ruangan ICU kata pasien yang di sana, Adam udah di pindahin sekitar 1 atau 2 jam yang lalu" Tanyaku.
"Ohh... Pasien atas nama Adam sudah di pindahkan dari Ruangan ICU tadi pagi-pagi sekali karena kondisi pasien sudah semakin membaik dan kebetulan saat itu, ada pasien yang baru yang lebih membutuhkan Ruangan tersebut.. Jadii......"
"Oh ya saya faham, trus dimana dia sekarang mbak?" Tanyaku menyerobot Pembicaraan Petugas itu.
"Pasien saat ini ada di Ruangan Mawar Nomor 4, di lantai 2 ya mbak"
"Oke Mbak, makasih banyak ya!"
Aku bergegas menaiki eskalator untuk menuju lantai atas.
-Awas ya kamu Adam! udah bikin malu aku saja kamu!!!- Dalam hatiku.
Sesampainya di depan Ruangan, aku kembali menyrobot masuk tanpa permisi.
Saatku buka pintu itu, ku lihat ada dua orang yang ada di dalam sana, mereka tak terlihat begitu jelas karna kondisi Ruangan yang gelap dan cahaya yang terlalu terang menerjang mereka dari arah belakang, tubuh mereka.
Aku kembali menyipitkan mata sembari tanganku menutupi sedikit wajahku karna merasa sangat silau, aku mencoba meraih dinding di dekat pintu dan mencari tombol untuk menyalakan lampunya.
Akhirnya aku menemukan tombol itu dan tak lama kemudian Lampu Ruangan itupun menyala, aku membalikan tubuhku dan melepas tanganku dari pandanganku yang sudah semakin jelas.
"Kalian!!!" Seruku.