The Power Of My Husband

The Power Of My Husband
Pertahanan Mutlak



Saat Sekertaris Ken, membawa Adam turun menuju Ruangannya dan melewati sebuah lorong panjang di penuhi orang-orang yang berlalu lalang.


Semua orang terlihat sangat panik dan ketakutan..


Tidak ada satupun dari mereka yang berhenti untuk berfikir, bahwa pria yang sedang di gendong Sekertaris Ken itu bukanlah mayat, melainkan sang pajuang yang masihlah hidup.


Darah yang memenuhi tubuh Adam, dengan wajah penuh lembam, dan membengkak itupun benar-benar membuat semua buluk kuduk merinding melihatnya.


Sekertaris Ken, berlarian kesana-kemari mencari bantuan.


Hingga, seorang suster yang kenal dengan Sekertaris Ken itupun, segera siap tanggap menolong Adam secepat mungkin..


Adam kembali di bawa ke Ruang UGD VIP yang sudah di siapkan Ayahku.. Lengkap dengan Dokter yang sangat kompeten.


Ruangan tersebut sudah sangat lengkap, segala fasilitas medis sudah tersedia dengan sempurna.


Ruangan tersebut sudah sengaja di siapkan, yang mana sudah langsung dapat di gunakan khusus ketika Adam tengah berada pada masa yang sangat-sangat kritis.


****


(Tap... Tap... Tap...)Suara langkah kaki, tengah mendekati seorang pria paruh baya berjas hitam berwajah kaku.


"Anda datang kerumah saya secara tiba-tiba seperti ini, pastilah ada hal yang teramat penting yang ingin anda sampaikan. Iya, kan?"Tanya Sekertaris Ken, yang sedang duduk membelakangi tamu, di sebuah sofa di salah satu sudut Rumahnya.


Dia langsung menutup buku bacaan yang sedang dia baca, meletakannya di meja, dan berdiri memutar tubuhnya menghadap tamu terhormat itu..


"Selamat datang di gubuk kecil saya, Bapak Regian yang terhormat!"Sapa sinis Sekertaris Ken, sembari menundukankan tubuhnya di depan Ayahku.


Perlakuan yang sangat dingin itu, semakin kental terasa setelah perseteruannya dengan Ayah saat di Taman waktu itu..


Rupanya, Sekertaris Ken masih tidak merelakan kejadian waktu itu dan dia sekarang justru sedang berusaha untuk terus mengungkitnya.


"Apa itu caramu memperlakukan tamu kehormatanmu, dengan bersikap dingin seperti itu?"Kata Ayahku, sembari menghampiri Sekertaris Ken dan duduk di sebuah Sofa, di bagian depannya.


"Hahaha(tertawa kecil)seperti biasa, anda selalu peka dengan keadaan.."


"Maafkan, atas ketidak sopanan saya.."Sambung Sekertaris Ken.


Ayahku tidak bergeming..


"Mau saya buatkan apa?"Tanya Sekertaris Ken.


"Tidak, tidak perlu merepotkanku! aku disini hanya ingin menjawab semua pertanyaanmu waktu itu"


Sekertaris Ken mulai tertarik dengan kedatangan Ayahku keRumahnya..


Dia langsung bergegas duduk kembali, dan mencoba mendengarkan apa yang akan Ayah sampaikan dengan cermat.


"Apa itu?"Tanya Sekertaris Ken.


Tanpa basa-basi, Ayahpun langsung menjawabnya dengan cepat.


"Aku ingin kamu membantu Adam untuk menyelesaikan urusannya dengan Nadia.."


Sekertaris Ken terlihat sangat muak mendengar kata-kata Adam keluar dari mulut Ayah.


Lagipula, permintaannya itu sangat tidak masuk akal.


Mana mungkin Seorang Sekertaris Ken, yang bersikap sangat keras dan over protektif itu, mau menuruti perkataan Ayah begitu saja.


Namun, Ayah juga tau akan hal itu dan diapun mencoba untuk memberikan jalan yang lain.


"Aku tau kau tidak akan mudah menuruti permintaanku itu.. Tapi, aku punya sebuah cara agar kau sendiri yang akan menentukan apakah Adam benar-benar layak atau tidak"Sambung Ayah.


Sekertaris Ken hanya terkekeh.


-Cih! sebuah penawaran, ya?-Dalam hati Sekertaris Ken.


Sepertinya, hal itu sama sekali tidak dapat membuatnya kembali tertarik dengan pembicaraan mereka.


Sekertaris Ken terlihat hanya mengabaikannya..


Namun, Ayah tidak mau tinggal diam.


Dia tau betul sikap Sekertaris Ken itu seperti apa, dan bagaimana cara membuatnya kembali menarik kata-katanya.


"Bunuh Adam!"Seru Ayah, dengan sorot mata yang tajam.


Sekertaris Ken mulai memperhatikan.


"Jika dia memang tidak layak bagimu. Maka, bunuh saja dia!"Sambung Ayah.


Pernyataan tersebut benar-benar membuat Sekertaris Ken sangat terkejut, dan kembali tertarik dengan hal tersebut.


Ayah menbaringkan tubuhnya di sofa, merentangkan kedua siku tangannya untuk bersandar di sofa, santai berduduk layaknya seorang bos di depan bawahannya.


Dia bersikap setenang mungkin, supaya wibawanya di depan Sekertaris sensitif itu tidak jatuh berkeping-keping.


Ayah kembali menatap mata Sekertaris Ken, penuh percaya diri.


"Bawa di pergi, dan bunuh dia!"Kata Ayah.


Sekertaris Ken hanya memasang wajah datar.


Dia sangat pintar, pastilah dia sudah pandai dalam membaca teka-teki itu dengan sangat mudah.


"Aku akan mencari tempat yang cocok untuk itu"Jawab Sekertaris Ken.


"Dan aku akan menyiapkan seorang Dokter terbaik serta Ruangan terbaik untuk mengantisipasi akan hal itu"Kata Ayah.


Pembicaraan singkat, padat, dan kurang jelas itupun hanya berhenti disitu saja.


Ayahpun segera beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan Sekertaris Ken sendirian di sudut Rumahnya.


-Jadi, anda ingin saya membuktikan siapa Adam yang sesungguhnya dengan cara saya sendiri?


Anda sangat menarik bagi saya, tidak sia-sia saya menganggap anda sebagai Tuan saya, dan mengabdikan seluruh hidup saya hanya demi kebahagiaan keluarga anda-Dalam hati Sekertaris Ken.


Rupanya, yang Ayah maksud dari hal ini adalah..


Dia ingin Sekertaris Ken membuktikan jati diri Adam yang sesungguhnya dengan cara yang dia inginkan.


Dan Sekertaris Ken sangat memahami akan hal itu..


Diapun memilih untuk menemui Adam dan mengajaknya untuk bertarung satu lawan satu, dalam keadaan tubuh Adam yang belum sembuh secara total.


Dia berencana untuk menghakiminya, membawanya ke sebuah ujung tanduk sang Dewa Kematian.


Dan membuka kedok yang sesungguhnya, dari manusia yang bernama Adam tersebut.


Dia meyakini, bahwa manusia adalah mahluk yang paling lemah dan juga sombong.


Mereka mempunyai tiga jenis wajah, yang masing-masing sangat berbeda satu sama lain.


Wajah yang pertama, yakni wajah yang sering mereka tunjukan di depan Dunia.


Wajah yang kedua, yakni wajah yang sering mereka tunjukan ketika mereka sedang berada di depan teman terdekat, keluarga, saudara, ataupun para sahabat.


Wajah yang ketiga, yakni wajah yang sering mereka tunjukan ketika mereka sedang sendirian.


Dan wajah yang ketiga inilah..


Wajah yang paling jujur di antara wajah-wajah yang lainnya.


Sekertaris Ken ingin segera mengetahui seperti apa wajah itu, dengan cara menyudutkan Adam dalam situasi yang darurat.


Ketika nyawa seseorang sedang berada di ujung tanduk atau dalam bahaya. Maka, mereka akan cenderung melakukan hal-hal yang sangat exstrime, demi untuk mempertahankan diri sendiri termasuk mengorbankan orang lain.


Hal itu sering di sebut dengan "Pertahanan Mutlak Manusia"...


Tetapi jika seseorang itu memiliki hati yang sangat tulus lagi jujur, dia mencintai sesuatu dengan apa adanya dan dengan kesungguhan yang luar biasa.


Maka, dia tidak akan pernah ragu untuk terus bangkit dari keterpurukan dan menerima dengan lapang dada undangan kematiannya sendiri.


Sekalipun, itu adalah hal yang akan terasa sangat menyakitkan baginya.


Dia mengorbankan segalanya demi apa yang dia impi-impikan selama ini, dengan harapan sepenuh hati.


Dan maju tanpa peduli dengan takdir pilu, yang menghadangnya di ujung perjalanannya.


****


Setelah pertarungan itu selesai dengan damai.


Adam di rawat sebaik mungkin, dan di perhatikan sedetail mungkin.


Mengingat, luka yang ada di sekujur tubuhnya bukanlah luka yang biasa.


Sekertaris Ken, telah membuatnya berada dalam bahaya dan membuatnya hancur seperti sebuah debu yang di letakan di atas telapak tangan, lalu di tiupnya.


Tulang rusuk yang retak, dan bekas tusukan yang semakin memarah karena hantaman yang terlalu keras itu.


Telah membuat Adam, semakin sekarat.