The Power Of My Husband

The Power Of My Husband
Ibu



• FLASH BACK OFF


• AKU ADALAH AISYAH


Ayahku mulai menghela nafasnya (huhhhffttt)


Kenyataan pahit itu, terasa sangat menyakitkan..


Hidupku yang penuh tanda tanya, telah terjawab untuk sementara.. Rasanya, seperti aku ingin berteriak sekencang mungkin, tapi tubuhku sudah terlanjur mati rasa. Ketakutanku akan masalalu, mulai menghantuiku sepanjang waktu.


-Tuhann.. Maafkan aku, karna kesalahanku di masalalu keluargaku harus merasakaan penderitaan yang seperti ini- Dalam hatiku.


Aku mulai mengerti seperti apa penderitaan Ayahku selama ini, di hantui rasa bersalah yang tidak pernah ada ujungnya, di hantui rasa takut karna pernah kehilangan sesuatu yang sangat berharga.. Aku sungguh dapat merasakan rasa sakitnya..


"Maaf Ayah, karna akulah semuanya jadi seperti ini, karna akulah Ibu jadi sangat membenciku" Aku menangis dengan hatiku yang terasa semakin berkecambuk.


"Tidak! ini bukan salahmu, kamu masih kecil saat itu.. Akulah yang sudah bersalah" Ayahku menepis kata-kataku.


"Andai aku bisa lebih berhati-hati saat itu, mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi! akulah yang bersalah! akulah pembunuhnya!" Imbuhnya..


Tangisan kami berdua mulai menggema di udara, kami sama-sama merasakan rasa sakit di hati..


Aku merasa bersalah karna tidak pernah mengerti perasaan Ibuku, Ayah merasa bersalah atas kejadian kecelakaan yang telah menewaskan putranya itu..


Kami berdua merasakan apa yang Ibuku rasakan saat itu.


"Maafkan Aisyah telah membenci Ibu.." Aku memeluk Ayah dan menangis di pelukannya.


"Aisyah janji, Aisyah tidak akan pernah marah lagi.. Meskipun Aisyah di panggil dengan nama Aisyah" Imbuhku.


"Ayah juga janji akan tetap menjaga Aisyah selamanya, Ayah tidak akan mengulangi kesalahan Ayah lagi" Sambung Ayah.


Aku masih saja kepikiran dengan kejadian itu, saat aku di siksa oleh ibuku, di pukuli dan di jambak, hingga pernah di kunci seharian di lemari yang hanya di beri sedikit lubang supaya aku tetap dapat bernafas..


-Mungkin itu hukuman untukku karna aku sudah nakal- Dalam hatiku


"Ini..." Ayah memberikan sesuatu kepadaku yang di ambil dari saku Jasnya.


"Apa ini ayah?" Aku menerima kotak kecil berwarna merah maroon itu dari tangan Ayah.


"Sesuatu yang tadi Ayah ceritakan sebelumnya"


Akupun langsung membuka kotak kecil itu, kotak kuno seukuran 6x6 Cm pun mampu membuat hatiku begitu berdebar-debar karna terlalu bersemangat untuk mengetahui isinya..


"Sebuah surat?" Seruku.


"Apa Ayah pernah membacanya?" Tanyaku.


"Tidak!, Ayah belum pernah membukanya apa lagi membacanya"


Ku buka surat kecil itu perlahan-lahan.


♥Aisyah, putri Ibu♥


Aku membacanya di depan Ayah..


♥Maafkan Ibu sudah membuatmu menderita. Maafkan Ibu sudah melibatkanmu dan menyalahkanmu atas apa yang telah menimpa Ana..


Ibu sangat terpukul karna harus kehilangan kakakmu, sehingga Ibu begitu depresi dan..................nn..


Maafkan Ibu.........


Maafkan Ibu harus meninggalkan kalian berdua, Ibu tidak pernah membenci kalian atau menyalahkan kalian.. Ibu hanya........


Ibu hanya tidak bisa menerima kenyataan yang terlalu pahit ini..


Aisyah, Jaga Ayahmu.. Ibu sangat menyayanginya.


Jangan buat hatinya terasa hampa, jangan tinggalkan dia seperti Ibu meninggalkan kalian..


Jangan buat Ayahmu kecewa, dia adalah Ayah yang hebat.


Aisyah.... Jangan menangis atau merasa bersalah atas semua yang terjadi, jangan buat Ibu semakin merasa bersalah pada kalian..


Ibu ingin tenang disini bersama Ana..


♥Ibu sayang kalian♥


"Ayah!.. Ibu menyisipkan sesuatu di sini"Seruku. Setelah aku selesai membaca surat itu, ku lihat di balik surat itu terdapat kertas lain yang di lipat dengan sangat rapi dan apik.


"Coba Ayah lihat!" Ayah segera merebut kertas Itu dari tanganku.


Aku mengerti kenapa sikap Ayah barusan sedikit kasar.. Sama sepertiku, sepertinya dia juga menginginkan sesuatu yang ada di balik kertas itu..


"Apa itu Ayah?" Tanyaku.


Ayah sama sekali tidak bergeming, dia membuka kertas itu dengan sangat cepat lalu berdiam diri sembari menatap sedih kertas itu..


"Ayah! kenapa Ayah menangis? Apa itu? coba tunjukan juga padaku!!!" Aku berdiri dari tempat duduk, lalu menggoyang-goyangkan bahunya dengan kasar, Ayah tetap tidak bergeming, matanya terlihat muram.. Kemudian, tiba-tiba saja dia mulai menangis kembali..


"Aku tidak akan menangis... Aku tidak akan menangiss....." Katanya sambil mengusap air matanya yang tidak mau berhenti mengalir..


"Aku akan tersenyum untukmu, aku janji aku tidak akan menangis lagi di depanmu! aku janji! aku janji!"


-Aku harap itu bukanlah sesuatu yang buruk- Dalam Hatiku


Aku ingin segera tahu apa isi kertas itu! tapi Ayah seakan belum puas memandangnya dengan pilu..


"Ayah! biarkan aku melihatnya!" Aku langsung merebut kertas itu dari tangan Ayahku..


Hal yang sama terjadi padaku, aku tak dapat berkata-kata dan hanya mampu menatap isinya dengan mata yang kosong dan Air mata yang terus bercucuran..


-Ibu... Akhirnya aku dapat kembali melihat wajahmu- Dalam Hatiku



Mayang Haryantika Anisya


Lahir : Yogjakarta, 14-10-1973


Putri Bapak : Mahardi Suryonoto Diningrat


Putri Ibu : Mayang Sutriati Wahidah


Wafat : (Segera)


Itu adalah catatan dan foto terakhir yang Ibu tinggalkan sebelum dia mengakhiri nyawanya sendiri..


-Dia sudah merencanakan ini sebelum ajal menjemputnya- Dalam hatiku.


***Apa kalian mengerti rasa sakit yang aku rasakan saat ini? apa setelah ini kalian fikir aku akan dapat berkata-kata atau melakukan sesuatu apapun yang mungkin bisa aku lakukan?. Tubuhku semakin mati rasa..***


Aku kembali memeluk Ayah, aku merebahkan kepalaku di bahunya..


"Ibu sangat cantik"


"Maaf Ayah sudah menyingkirkan segalanya sehingga kamu tidak dapat mengingat-ingat wajahnya itu.. Maaf Ayah terlalu keras padamu"


"Tidak apa-apa Ayah, lihatlah.. Sekarang Ibu sendiri yang telah membuat kita terus mengingatnya"


Kami berdua akhirnya terus menatap wajah Ibu di foto itu bersama-sama..


*Aisyah, 17/09/1997


~Mungkin, Cara yang paling terbaik untuk memaafkan kesalahan seseorang yang sudah lama telat tiada adalah dengan cara mengikhlaskannya, mengingatnya selalu.. Supaya dia yang telah meninggalkan kita dari dunia yang fana, tidak lantas juga meninggalkan kita dari dasar hati kita yang abadi~


.


.


.


.


.


Hii Guys!! Gimana ceritanya? Seru nggak? hehe jangan lupa dukung terus karya Author ini yaa♥


karna tanpa dukungan dari kalian, Author jadi males nihh ngUPnya, hehe;) bukan ngemis yaa, tapi faktanya gitu.. :(


.


Jangan lupa juga buat tinggalkan Like, tinggalkan kritik dan saran, serta kesan kalian terhadap cerita ini yaaa♥


.


Terimakasih sudah mampir;)


Author zeyenk kalian, wkwk♥


.


.


Oh! ya, pict di atas hanya Visualisasi Semata, Copyright By Google & FB..


.


Pict di ambil dari Pict Artis senior indonesia karna..


.


Kalian sudah mengerti betul akting, karakter, dan watak si Artis biasannya itu seperti apa.


Agar mempermudah kalian dalam berimajinasi / membayangkannya, mengingat kalian sudah menghafalnya dengan baik..


Saya mencari ilustrasi / visualisasinya yang menurut saya paling sesuai dengan tokoh fiksi di dalam novel ini..


pengunggahan Visualisasi akan di lakukan secara bertahap, mengingat ada beberapa tokoh di dalam novel ini yang masih sulit di cari di dunia nyata, seperti tokoh Adam..


Kalian boleh memberi saran / Reccomendasi juga loh soal tokohnya... Barang kali ada yang kalian suka, kalian bisa langsung chat saya di dalam grup / langsung memberikan saran kalian melalui kolom komentar di bawah ini..


#Terimakasih..