The Power Of My Husband

The Power Of My Husband
So! Bakso Kuah..



#Di Tempat Lain


Aku tengah menanti Taxi pesananku datang menghampiriku di tepi jalan sembari melamun menatap langit yang terlihat terang.


-Thin! Thinnn!-


Suara klakson mobil menghentikan lamunanku.


Akupun segera mengecek kedepan jendela mobil, melongok sopir dari arah jendela.


"Atas nama mbak Regina ya?" Tanya si Sopir Taxi.


"Iya pak betul! sekali.."


"Ya udah, silahkan masuk mbak"


Aku langsung berjalan mengarah ke pintu belakang, membukanya lalu masuk ke dalam mobil.


"Pak, tolong anterin saya ke tempat tujuan sesuai Aplikasi ya!"


"Baik mbak!"


Aku tadinya sudah duduk di kursi sebelah kiri, tapi aku memutuskan untuk beralih duduk persis di belakang Supir, sambil menyenderkan siku kesamping kanan jendela yang sudah tertutup rapat, aku melihat kearah luar mobil.


Semua orang sedang beraktifitas seperti biasa, para pengemis tengah bekerja keras menapakan kaki mereka di sepanjang jalanan kota, tak kalah hebat! pada pedagang kaki lima yang tak jarang mengelilingi jalanan kota dengan dagangan mereka yang sangat khas.


-Ahh..! Bakso Kuah, pasti sangat lezat jika dinikmati di cuaca yang panas seperti ini, di tambah lagi jika aku menyeruput ES Teh Manis yang dingin dan segar di sela-sela waktu makanku itu.


Ah..! Andai aku tadi mengajak Nadia pergi denganku.. Pasti aku sudah mengajaknya mampir kesana untuk menikmati kelezatan Bakso Kuah yang terlihat sangat mantap- Dalam hatiku, sambil meneguk air liurku yang semakin bercucuran di dalam mulut membayangkan kelezatan salah satu makanan kesukaanku.


Aku membayangkannya dengan sangat serius, Bakso Kuah lezat itu seakan sudah memanggil-manggil namaku sedari tadi.


Tapi, perutku ini sudah terisi penuh oleh secangkir Coffe Latte dan sepiring Chicken Geprek Pedas, serta segelas Es Teh Limun sejuk yang tak kalah nikmatnya.


"Perutku sudah terisi penuh, tapi godaan ini masih saja menggangguku setiap waktu, aku benar-benar tidak dapat menahannya lagi!"


"Pak! Pak! Saya berhenti disini saja pak, nanti tetap saya bayar sesuai Aplikasi!" Kataku menepuk-nepuk pundak Supir Taxi, sambil mataku tak henti-hentinya memandang salah satu Gerobak Bakso Kuah yang telah menarik perhatianku.


"Tapi Mbak!, ini baru setengah jalan!"


"Udah, nggak apa-apa! saya sampe sini aja.. Nih uangnya!" Aku mengambil uangku di saku baju, menyodorkan uang ke arah Supir, dan diapun menerimanya dengan wajah agak membengong.


Aku membuka pintu Mobil dan bergegas menuju pedagang kaki lima yang ada di samping Trotoar.


"Mbakk! Mbakk! ini kembaliannya kelebihan!" Kata Supir Taxi sambil melambai kepadaku.


Aku menoleh padanya sambil berlari kecil di depan Supir Taxi itu.


"Udah ambil aja!" Aku segera memalingkan pandanganku dari Supir Taxi itu.


"Makasih Mbak!" Seru Supir Taxi.


Akupun sampai di tempat tujuanku..


"Wahh! aromanya lezat sekali Bang? saya pesan satu mangkok Bakso sekalian Es Teh Manisnya ya!" Aku segera duduk di tempat duduk dekat Gerobak Bakso.


"Mbak suka banget yah sama Bakso? kayanya semangat banget beli Baksonya!" Kata Tukang Bakso, sambil kedua tangan terampilnya meracik Bakso untukku.


"Hehe (tertawa kecil)"


"Nih mbak, Baksonya udah jadi.." Tukang Bakso itu meletakan sepiring penuh Bakso Kuah dan segelas Es Teh manis segar di meja makanku.


"Wah....!!!! Makasih.......!!!!" Kataku dengan wajah sumpringah, kegirangan.


Aku memakan Bakso Kuah itu dengan lahap, Hemm rasanya sangat nikmat sekali!.


Kuah yang bening dan bertabur Bawang Goreng serta potongan Bawang Teropong yang tercium sangat harum menghiasi sepanjang sudut mangkuk Bakso.


Mie berwarna putih dan kuning yang Khas, begitu panjang bila diseruput dengan mulut menghasilkan suara yang lembut dan menggugah selera.


Rasa yang Pedas karna campuran Sambal dan Saus Tomat yang kekinian, serta sedikit rasa Asam manis gurih yang timbul setelah ku teteskan beberapa kali Cuka asam dan sedikit lebih banyak Kecap manis yang terlihat sangat sedap ke dalam mangkuk Bakso Kuah.


-Hemm!! benar-benar perpaduan sempurna! ini merupakan percampuran aneka rasa yang sedap!- Dalam Hatiku.


"Ssuuuh-huhhhffftt!! Pedasnyaa...!"


Keringatku sampai bercucuran kemana-mana.


Wah ini adalah waktu yang tepat untuk menikmati sajian penuh nikmat lainnya!


-Taraa!!! Es Teh Manis Spesialnya siap di sedot dengan ganasnya! kikkikkikkikkik (tertawa kecil)- Dalam hatiku.


Segarnya...! Tuhan! rasa manis yang sangat pas ini seakan tengah menari-nari di dalam lidahku.


Cuaca yang sangat terik di siang hari telah terkalahkan dengan dinginnya bongkahan Es di dalam gelas.


"Wahh... Segarnya! rasa dingin ini meluncur di tenggorokanku dengan sangat lancar jaya! hahaha!"


"Idih idih..! semangat banget sih mbak? enak ya Bakso bikinan saya?" Tanya Tukang bakso itu sembari duduk di kursi yang ada di depanku.


"Hehe (tertawa kecil) tau aja si abang!"


"Iya dong! jelas saya tau.. Bakso ini kan spesial banget mbak! coba liat tuh, baca! (Bakso Spesial Bang Rendy) Behh..!! pokoknya di jamin nikmat deh!"


"Hehe iya bang, pokoknya mantul!" Aku mengarahkan kedua jempolku padanya!


"Emang ya bang! mataku ini nggak pernah bisa di bohongin lagi! tau aja nih kalo ada yang enak kaya gini, beneran deh!" Lanjutku.


"haha iya dong, semua orang juga bilang gitu kok mbak! Bakso Kuah Bang Rendy emang juaranya deh! kalo soal bikin orang-orang penasaran sekaligus ketagihan sama rasanya!"


"Cita rasa otentik ya Bang? haha"


"Cita rasa tiada duanya!!"


"Hehe tenang aja, nanti juga semakin menyesuaikan diri.. Kalo kita udah akrab pasti kita ngga sungkan-sungkan buat menggil nama temen kita pake nama yang lain juga kok" Kataku.


"Hm.. Gitu ya mbak?"


"Iya!"


"Oh ya, ini beneran usaha punya kamu sendiri?" Tanyaku penasaran.


"Iya bener, udah dari dulu mbak.. Emang kenapa?"


"Nggak apa-apa sih.. Cuma saya kan sering lewat daerah sini! tapi saya baru liat ada yang jualan Bakso Kuah di sekitar sini"


"Heran ya mbak?"


Aku menganggugkan kepalaku.


"Ya, wajar saja sih.. Tadinya juga jualannya ngga di sini mbak, tadinya sih di terminal ujung jalan.. Tapi, karna beberapa hal saya jadi terpaksa pindah mbak!"


"Loh! emang kenapa?"


"Itu karena saya merasa risih"


"Risih?"


"Iyaa.. Disana ada seseorang yang sangat menganggu saya! hobbynya cuma mondar-mandir di depan saya sambil sesekali menggandeng tangan saya, bermanja-manja di depan pelanggan saya!" Tubuhnya menggeliat.


"Hihh... Gatal sekali rasanya!"


"Oh.. Maka dari itu, kamu mencoba kabur dari dia?"


"Iya mbak!"


"Hahaha..." Aku tertawa tebahak-bahak.


Percakapan kami berjalan sangat menyenangkan, pembahasan yang sedikit tidak penting, namun terkesan sangat menarik itupun sedikit mengisi relung hatiku yang tengah tegang menghadapi rencana-rencanaku untuk membebaskan diriku dari belenggu Adam, sialan itu!.


"Bang! makasih ya udah nemenin aku makan.. Fikiran aku jadi jernih lagi nih"


"Hemm.. Makasih sama saya! apa makasih sama Baksonya?"


"Haha, ya sama kamu lah!"


"Eh... Gitu toh? ya udah kalo emak happy saya juga happy" Dia tersenyum padaku.


"Kapan-kapan mau kesini lagi nggak? makan Bakso lagi.. Lain kali saya kasih Free deh!"


"Yakin nih?"


"Iyaa, yakin!"


"Oke deh!, Kapan-kapan aku kesini lagi buat nikmatin Bakso Kuah buatan kamu.." Aku tersenyum padanya.


Wajahnya terlihat sangat memerah, dia langsung memalingkan wajah dan mencoba untuk menyentuh benda-benda lain di sekitar meja.


"Duhh.. Kayanya mejanya kotor, saya bersihin dulu deh.." Dia beranjak bangun dari tempat duduk, mengambil lap yang ada di Gerobak Bakso lalu mengelap meja yang(sebenarnya masih bersih) di depanku.


"Mejanya bersih kok, kenapa di lap?"


"Enggak, ini mejanya kotor kok.. Mbak aja yang nggak liat!"


"Ah masa sih?" Aku melihat-lihat sekitar meja.


"Nggak kotor kok!" Lanjutku.


"I-iya! kan udah saya bersihin tadi!"


Wajah Tukang Bakso itu semakin memerah, seperti dia tengah salah tingkah di depanku.


"Oh ya! nama kamu Rendy ya?"


"Loh kok tau?" Wajahnya terlihat bingung.


"Lah! kan keliatan di gerobak yang kamu baca tadi!"


"hehehe (tertawa kecil) iya ya! saya lupa!"


"Boleh aku panggil kamu Rendy aja? yaa, tujuannya biar lebih akrab aja sih.."


"Boleh kok mbak! boleh"


"Oke deh, Makasih Rendy!"


Dari kejauhan..


"Mas Rendy!" Seseorang memanggil namanya..


#Singkat Cerita


Aku melanjutkan perjalananku menuju ke Rumah Sakit.


Aku berjalan menjauh dari mereka..


"Makasih ya! bye! bye!" kataku dengan melambaikan tangan menuju Taxi yang sudah ku pesan tadi.


"Iya Mbak!" Rendy melambaikan tangannya.


Aku melanjutkan perjalananku ke Rumah Sakit dengan hati dan perutku yang terisi Full.


Waktu yang ku habiskan kali ini sangat berharga bagiku, dan di saat-saat yang menyenangkan inilah.. Pasti aku akan teringat dengan sosok yang tidak asing lagi bagiku, Nadia!


-Next time! harus kesini lagi sama Nadia! aku nggak sabar liat exspresi dia waktu dia makan Bakso di tempat ini, apa lagi yang jualan ganteng! Bwaahh!! aku udah nggak sabar mau tunjukin foto Rendy ke Nadia!- Dalam hatiku.