The Power Of My Husband

The Power Of My Husband
Aku Menyayangimu



Sementara itu di Ruangan lain..


-Tok Tok Tok-


Suara pintu Ruangan di ketok..


"Aku masuk!" Clarissa membuka pintu, dia datang menemui Adam setelah dia selesai dengan urusannya dengan aku dan juga Ayahku tadi..


"Ku bilang aku tidak akan menemuimu dulu sebelum pulang, aku terpaksa berbohong!" Kata Clarissa sambil terus melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam Ruangan...


"Tutup pintunya!, aku tidak mau orang lain sampai tau kamu masih ada di sini!" Seru Adam.


"Iyaa, Aku tutup!" Clarissa menutup pintu itu, setelah tadi dia sempat membukanya dan membiarkannya tetap terbuka lebar..


"Sudah kan!"


"Huhhfftt.." Adam menghela nafasnya.


"Khawatir ya, Aisyah akan tau aku di sini menemuimu diam-diam?" Tanya Clarissa.


"Tidak juga!" Bantah Adam


"Aku hanya tidak ingin Aisyah menilaimu sebagai seorang pembohong"Lanjutnya.


"Unncchhh, So sweet.. Mas Adam perhatian sekaliii..." Clarissa bersikap manja di depan Adam.


Clarissa mendekati Adam yang sedang berbaring di atas ranjang, dia mendekatkan bibirnya di telinga adam sambil menyembunyikan kedua tangannya di balik tubuhnya, dia mengucapkan sesuatu dengan elok dan sangat manis..


"Dasar.. Pe..na..kut.."


Adampun seketika itu hanya terpaku dengan apa yang Clarissa lakukan barusan.


"Ohh! Kamu mulai berani meledekku sekarang!" Adam berbalik meraih tangan Clarissa lalu menariknya supaya semakin dekat dengan dirinya.


Clarissapun jatuh di pelukan Adam.


"Mas Adam..!" Clarissa melingkarkan tangannya di pinggang Adam.


"Auuhhhcchh! Sakit!" Adam mengerang kesakitan.


"Oh! maaf, apa aku sudah menyentuh luka itu?"


"Hmm, sedikit.." Kata Adam sambil cengengesan.


"Ih, kamu ini!" Clarissa menarik kepalanya dan melepas pelukannya dari tubuh Adam lalu duduk di kursi yang ada tepat di belakang tubuhnya, kursi itu memang sudah ada di situ sedari tadi.


"Kenapa di lepas pelukannya?, emang kamu nggak kangen sama Mas Adam?" Tanya Adam sambil menyodorkan kedua tangannya, bermaksud meminta Clarissa untuk memeluknya kembali.


"Iihh! nggak mau ah, ntar kalo ada yang liat gimana? yang ada aku di kira pelakor, lagi!" Seru Clarissa dengan wajahnya yang terlihat cemberut dan dahinya terlihat mengkerut.


"Hahaha, kamu ini! ada-ada saja.. Ya sudah terserah kamu saja lah!"


"Oh ya! gimana kabar keluarga di Rumah?" Tanya Adam.


"Mereka baik-baik aja, kok Mas Adam nanyanya yang ngga penting kaya gitu sih?" Wajahnya semakin terlihat Cemberut dan sangat-sangat terlihat imut.


"Kamu kalo lagi ngambek kaya gitu, makin keliatan imut deh" Goda Adam.


"Ya udah, Mas Adam nanya kabar kamu deh.. Kabar kamu gimana manis? kok sampe di kejar-kejar Debt Collector kaya gitu sih? Untung waktu itu Mas Adam lewat! coba kalo engga, bisa bahaya banget deh tuh!!" Kata Adam dengan nada sedikit lebih serius.


"Yaaa, Maaf.. Gara-gara Rissa punya banyak hutang sama mereka, trus Rissa ngga bisa banyar semua hutang-hutang Rissa, Rissa jadi di kejar-kerja mereka sampe Rissa di ancam mau di bunuh juga sama mereka"


Clarissa terlihat sangat takut, lalu dia mendekat kembali dengan adam, memegang tangannya lalu menggoyang-goyang tangan kiri Adam dengan lembut.


"Mass.., Tolongin Rissa lagi dong..." Bujuk Clarissa di depan Adam.


"Iyaa! iya! nanti mas coba tolongin kamu"


"Yey!!!" Teriak Clarissa dengan penuh semangat.


"Eittssss! tapi ada satu syarat!"


Clarissapun menghentikan sorak semangatnya itu, dan menatap Adam dengan sinis..


"Gitu banget! sama yang tersayang aja, pake syarat-syarat segala!.."


"Mau nggak?" Tanya Adam, dengan sedikit kesombongan di matanya.


"Kalo ngga mau, ya udah!" Lanjutnya.


"Ih! iya deh iya!, apa Syaratnya?" Jawab Clarissa masih dengan wajahnya yang setengah cemberut.


"Kamu tidak boleh memberitahu Aisyah soal hubungan kita ini, dan kamu harus bersedia untuk membantu Mas Adam untuk mendapatkan hati Aisyah sepenuhnya!"


"Ihh! Aisyah lagi! Aisyah lagi! kenapa sih Mas Adam bisa sampe se ngotot itu pengen naklukin hati Aisyah? apa istimewanya coba?"


"Udah, kamu ikutin aja permainan Mas Adam.. Waktu Mas Adam ngga banyak loh! inget itu!"


Wajah Clarissa yang tadinya terlihat Cemberutpun langsung berubah menjadi sangat ceria di depan Adam..


"Aaauuuhhcchhhh!" Wajah Adam meringis kesakitan.


"Oh! maaf Mas, sakit ya?" Clarissa langsung berdiri dan mengelus-elus tangan Adam dengan wajahnya yang terlihat polos.


"Ahahah, enggak kok! Mas Adam cuma bercanda" Ucap Adam sambil tertawa kecil.


Clarissa melangkah, berdiri telap di samping kepala Adam, mendekatkan tubuhnya, lalu menempelkan keningnya tepat di kening Adam, menatap mata Adam sambil tangan kirinya perlahan-lahan menyentuh wajah Adam, menyusurinya sedikit demi sedikit hingga sampai ke telinga Adam...


"Jangan membuatku takut!, jika kau benar-benar pergi atau merasakan sakit sedikit saja! aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri.. Walau hal itu hanya terjadi di dalam mimpiku saja!"


Adampun langsung menatap mata Clarissa, Clarissa bermain-main dengan telinga Adam, nafasnya sedikit terengah-engah dan saat itu.. Dia terlihat sangat cantik dan anggun di mata Adam.


"Matamu sangat mirip sekali dengan Ibumu.." Ucap Adam.


"Yaa, karna aku memang benar-benar anaknya!" Jawab Clarissa.


Hal itu terjadi selama beberapa detik, Adam dan Clarissa saling menatap mata satu sama lain, dengan suasana yang begitu mendukung.. Suasana yang terasa sangat sepi dan damai.


Tiba-tiba..


-Tok Tok Tok-


Suara pintu Ruangan telah di ketok dari arah luar.


Adam dan Clarissapun bergegas melepas pandangan mereka, mereka terlihat sangat panik, situasinya itu sangat tidak pas bagi mereka.


"Ah sial! apa itu Aisyah?" Tanya Adam.


"Aku akan bersembunyi! tapi di mana?" Clarissa terlihat panik, dia mencari tempat bersembunyi di manapun tapi sama sekali tidak ada tempat yang cocok untuk bersembunyi.


"Sial! sama sekali tidak ada tempat yang cocok disini!" Clarissa terus berputar-putar di seluruh Ruangan, mencari celah supaya dia bisa segera bersembunyi dari Aisyah.


"Ah bodoh!, kenapa tidak kita tanya dulu siapa yang ada di luar sana!" Adam menepuk dahinya dengan tangan kirinya.


"Siapa di luar?" Tanya Adam.


"Saya Perawat Rumah Sakit, Saya akan masuk keRuangan beberapa menit lagi untuk melakukan pengecekan rutin terhadap bapak setiap 3jam sekali" Jawab Perawat itu.


Clarissapun menghela nafasnya (Huhhhffttt!!!)


"Kukira tadi itu adalah Aisyah!" Kata Clarissa.


"Lain kali, tolong sediakan tempat supaya aku bisa segera bersembunyi ketika ada situasi yang gawat seperti ini, ya! sepertinya Ruanganmu ini cukup besar, tetapi jika sama sekali tidak ada celah untuk bersembunyi sedikit saja disini, Ruangan ini sama sekali tidak ada gunanya! Ganti saja dengan yang baru!!" Lanjutnya, dengan wajah yang terlihat kesal karna kepanikan tadi.


"iyaa! iyaa!"Kata Adam


Adampun memanggil perawat itu untuk masuk dan melakukan pengecekan pada tubuhnya..


Tubuhnya mulai terlihat membaik, rasa sakit dan lukanya memang belum hilang sepenuhnya, tapi dia sudah tidak merasa selemas tadi, dan kondisi fisiknya Adam juga sudah bisa di bilang, cukup kuat untuk melakukan aktifitas ringan lainnya seperti duduk dan menggerakan sebagian tubuhnya.


"Ya sudah, karna Perawat sudah mengecek kondisimu saat ini dan itu baik-baik saja, aku pamit pulang dulu ya Mas.." Clarissa berpamitan dengan Adam.


"Next kita ketemu lagi" Kata Adam.


"Oh ya soal Debt Collector itu, Mas Adam akan menuntutnya karna sudah melakukan hal di atas batas kewajaran penagihan hutang, Mas akan usahakan untuk menuntut mereka dan menghukum mereka seberat-beratnya.. Dan soal hutang-hutangmu yang masih harus kamu bayar itu, kamu kirim saja Nomor rekening kamu ke Nomor telfonnya Mas Adam, nanti InsyaAllah langsung Mas Adam transfer ke kamu" Imbuhnya.


"Oke deh.. Makasih ya Mas.."


"Oh ya! barang kali Mas Adam kangen lagi sama Rissa, Mas ada bisa liat foto yang udah Rissa taruh di atas kursi Mas Adam lohh...." Ucap Clarissa dengan manja..


"Hmm" Jawab Adam sambil melambaikan tangannya di depan Clarissa..


Clarissapun membalikan tubuhnya, menuju depan pintu, lalu bergegas meninggalkan Ruangan itu..


Adam yang melihat tingkah imut Clarissa itupun bergumam di dalam hati..


-Aku sangat menyayanginya, semoga dia akan selalu baik-baik saja-Dalam hatinya.


Adam mencoba meraih foto itu, foto itu di letakan Clarissa dengan posisinya yang terbalik, di bagian belakang foto itu terlihat ada tulisan tangan yang sengaja di buat Clarissa dengan menggunakan pena berwarna hitam pekat.



Clarissa Putry


Lahir : Jakarta, 01/01/1997


Putri Bapak : Ahmad Dahlan


Putri Ibu : Sofa'ati Dhena


"Untuk apa dia menuliskan biodatanya sendiri di belakang fotonya ini?, dia pikir aku ini pikun?" Kata Adam.


"Tapi akui, dia itu sangat mirip sekali dengan Ibuku..." Imbuhnya..


Adam meletakan foto itu di atas dadanya, lalu memeluknya dengan kedua tangannya..


Dia tertidur, sambil terus memeluk foto itu semalaman.