The Power Of My Husband

The Power Of My Husband
Perasaan Yang Terhubung



Setelah begitu lama aku berbincang-bincang dengan Nadia di dalam Caffe.


Akhirnya akupun memutuskan untuk pergi pulang ke Rumah, dan Ayah masih belum mengabariku tentang kondisi Adam saat itu..


Namun, dari jarak kami yang jauh ini..


Hatiku justru terasa sangat dekat dengannya, aku tiba-tiba merasa merindukan Adam dan ingin segera bertemu secepatnya.


Aku pulang dari Caffe menuju sebuah Halte untuk menunggu Taxy online pesananku, aku tidak pernah menggunakan mobilku sendiri..


Karna, aku memang lebih nyaman jika menggunakan Taxy online seperti biasa.


Hari itu, udara terasa sangat dingin meskipun sudah begitu siang dan terlihat cukup terik.


Kulihat, satu demi satu rintikan hujan mulai terlihat terjun dari atas langit membasahi seluruh daratan di Bumi.


Percikan air itu, menyebar kesudut-sudut kota Jakarta dengan sedikit cukup deras dari pada biasanya.


Petir menggelegar, suaranya bersaut-sautan dengan suara angin yang juga tak kalah kencang menerjang awan.


Cuaca yang sangat buruk, seakan tengah menandakan sebuah tragedi besar sedang terjadi.


Aku hanya bergumam, sembari menutupi tubuhku dengan tas yang aku gendong waktu itu.


-Di-dingin sekali...-Dalam hatiku.


Terjangan air hujan membasahi seluruh tubuh, dari berbagai arah seakan tengah mengeroyokiku tanpa henti.


Petir menyambar menyalakan cahaya yang putih kekuningan..


Sangat mengerikan! tatkala Tuhan tengah marah dengan dosa penduduk Bumi yang terlalu banyak, ia seakan tengah menunjukan sebuah kekuatan yang maha dahsyat melalui Alam semesta sebagai perantaranya.


"Ya Tuhan, aku tidak pernah mengalami cuaca yang sedahsyat ini sebelumnya.. Apa, engkau sedang marah padaku karna aku selalu saja membantah apa katamu?"Ucapku, berdo'a dan bergumam tiada henti penuh ketakutan.


Aku tak sadar, bahwa dosa yang telah aku angkut selama ini karna sudah mendzolimi suamiku sendiri adalah dosa yang paling besar bagi seorang istri.


Cahayaku seakan memudar, kehilangan lentera yang selalu menemaniku di tengah kegelapan malam yang menakutkan.


Adam masih berjuang demi aku, dan aku masih berjuang demi diriku sendiri.


Cahaya Adam yang ia bawa untukku kini sedang redup di telan waktu yang seakan ingin memisahkan kami dari hubungan palsu ini selamanya.


(Dug... Dug... Dug...)


Detak jantungku berdeguk kencang..


Ku tengok arah samping kanan dan kiri, Taxy online itu masih belum muncul juga di hadapanku.


Hatiku terasa bergetar tak menentu, ikatan itu telah menyampaikan perasaan Adam padaku.


Nafas berhembus semakin memburu, angin dan hujan terus menerpa semakin deras, jari jemari semakin terasa membeku seperti es.


Aku seakan tengah merasakan, dinginnya sebuah unjung kematian yang sedang di rasakan Adam kala itu.


"Ya Tuhan, perasaan was-was apa ini? kenapa hatiku tak bisa tenang memikirkan laki-laki itu setiap waktu?"


Aku hanya menyangka, bahwa perasaanku saat itu bukanlah sebuah firasat yang sangat berarti bagiku.


Mungkin, aku masih menduga bahwa yang aku rasakan saat itu hanyalah perasaan biasa.


-Ah.. Pasti aku terlalu memikirkan dia, maka dari itu aku semakin di buat tidak nyaman seperti ini..


Akan lebih baik lagi, jika kami benar-benar berpisah suatu hari nanti-Dalam hatiku.


Keangkuhan itu telah menutupi mata dan hatiku dari sebuah kenyataan.


Dia yang mencintaiku, dia yang menanggung rasa sakit itu..


Memang itu adalah hal yang biasa di rasakan, bagi mereka yang benar-benar mencintai sesuatu tanpa mau tau balasan seperti apa yang akan mereka dapatkan.


Tapi, kadar kelayakanku untuk di cintai orang seperti itu sangatlah tipis, bahkan mungkin sangat-sangat tidak layak sama sekali.


Kehawatiran itu pecah, sesaat setelah kedatangan sang Dokter keluar dari Ruangan, membuat semua mata tertuju padanya.


"Dok, gimana keadaan Adam?"Tanya Ayah dan Sekertaris Ken, bebarengan.


"Alhamdulilah, operasinya berjalan dengan lancar tulang rusuk dan tulang hidung yang retak, serta kerusakan di daerah perut pasien sudah di atasi oleh pihak medis dengan sangat cepat"


"Syukurlah, kalian membawanya dengan cepat ketempat ini.. Luka di perut pasien sangat parah, kemungkinan untuk sembuh secara total akan sangat lama!"Sambung Dokter.


"Terus Dok, sekarang Adam sudah bisa di jenguk apa belum?"Tanya Ayahku.


"Untuk saat ini, pasien masih belum bisa di jenguk.. Masih banyak hal yang harus kami lakukan untuk merawat pasien sebaik mungkin"


"Karna, ini bukanlan sebuah kasus yang sangat ringan, dan saya ingin berbicara kepada keluarga pasien yang bisa menangani pasien secara langsung, apakah ada?"Sambung Dokter.


"Saya Ayah mertuanya, Dok"


"Baiklah, mari ikut ke Ruangan saya.." Kata Dokter, sembari mempersilahkan Ayah untuk mengikutinya menuju Ruangan Dokter.


Sesampainya di Ruangan itu, Dokterpun langsung mempersilahkan Ayah kembali untuk duduk di kursi tepat di bagian depannya.


"Ada hal yang sangat penting apa ya Dok, sampai-sampai anda tidak mau mengatakannya di depan Sekertaris saya tadi.."Tanya Ayah, dengan nada penasaran.


"Itu.. Soal, penyakit lain yang pasien derita selama ini.."


"Penyakit lain?"Ayah terlihat sangat terkejut.


"Iyaa, penyakit yang sudah di derita pasien selama beberapa waktu terakhir. Lebih tepatnya saya tidak dapat pastikan sejak kapan, tapi sepertinya sudah cukup lama"Kata Dokter.


Ayah sama sekali tidak mengerti maksud Dokter itu apa..


Penyakit apa? sejak kapan apanya? dan memangnya kenapa? Adam bahkan tidak pernah menceritakan apapun soal penyakit apa yang dia derita selama ini.


"Maaf Dok, saya sama sekali tidak mengerti apa maksud Dokter.."


"Pasien, mengalami Amnesia Retrograde"Ucap Dokter.


Amnesia Retrograde adalah sebuah kondisi dimana si penderita penyakit ini akan mengalami lupa ingatan, dimana mereka cenderung tidak dapat mengingat informasi atau kejadian di masa lalu.


Gangguan ini, bisa di mulai dengan hilangnya ingatan yang baru terbentuk, kemudian berlanjut dengan kehilangan ingatan yang lebih lama, seperti ingatan masa kecil.


"Lalu, kira-kira apa penyebabnya Dok?"Tanya Ayah.


"Menurut hasil pemeriksaan kami..."Dokter menjelaskan kembali.


Penyebab lupa ingatan atau amnesia yang pertama adalah cedera di bagian kepala. Cedera kepala memang kerap kali membuat seseorang kehilangan ingatan.


Benturan yang cukup serius di bagian kepala dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit amnesia jangka panjang maupun jangka pendek.


Cedera akhibat sebuah kecelakaan, pukulan benda terlalu keras, dll yang dapat melukai otak (pusat memori otak) dan menyebabkan kehilangan sebagian ingatan.


"Meskipun begitu, ingatan dapat kembali secara bertahap dari waktu ke waktu"Sambung Dokter.


"Bagaimana cara menangani pasien dengan penyakit seperti itu dok? saya tidak tau menau tentang penyakit ini.."


"Jadi begini..."


Selama kita tau, apa penyebab utama pasien pengalami penyakit ini dan sejak kapan pasien mengalaminya.


Maka, pasien akan sangat mudah untuk kami tangani nantinya.


Jika saja, pasien pernah mengalami suatu Depresi atau gangguan mental yang lain yang dapat mempengaruhi hidupnya.


Maka, kita dapat langsung memberikan sebuah penanganan berupa Obat antidepresan ataupun yang lainnya.


Dengan cara seperti ini, biasanya ingatan seseorang akan dapat segera pulih setelah kondisi psycologisnya juga sudah mulai kembali normal.


"Lupa ingatan akan membaik, memburuk, atau bahkan menetap seumur hidup. Kondisi ini merupakan hal yang sangat serius, yang mungkin dapat menimbulkan sebuah keterbatasan.."Sambung Dokter.