The Power Of My Husband

The Power Of My Husband
Di Balik Ruangan Super VIP 5 Star!



Melihat aku yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya, membuat Adam merasa cukup puas dan sedikit merasa bersalah.


Kejailannya itu yang sudah di rencanakan dengan Ayahku sejak awal, benar-benar berjalan dengan sangat sempurna dan tanpa halangan apapun.


Seketika itupun, Adam terdiam memikirkan hal manis yang baru saja dia lakukan padaku.


Tangannya terlihat meraih sebuah tombol di dekat tubuhnya, yang ada di samping tempat tidur.


Yang mana, tombol itu berguna untuk mematikan beberapa lampu yang menyala di sepanjang Ruangan Adam.


Ruangan Adam itu memang cukup terbilang sangat canggih dan juga kekinian.


Ruangan Super VIP 5 Star itu di sediakan oleh Para Petinggi, sang Dokter dan juga para Perawat karna melihat setatus pekerjaan dan juga pengaruh Ayahku yang sudah terkenal dimana-mana.


Rumah Sakit terdekat bernama Rumah Sakit Clenison Amonela S. adalah anak dari salah satu Rumah Sakit terbaik seKota Jakarta, yang bernama Rumah Sakit Amonela Soeharto.


Sedangkan Ayahku! apa hubungan dia dengan kedua Rumah sakit itu?


Dia merupakan seorang pria kaya raya dermawan.. Penyandang dana terbesar di kedua Rumah Sakit itu, selama beberapa tahun terakhir.


Adam mematika lampu Ruangan, di depannya terlihat ada sebuah Sofa yang panjang bertengger dekat dengan dinding selatan, sedangkan di samping kanannya(dilihat dari arah utara / tempat adam duduk di Tempat Tidurnya)terdapat meja yang sama yang juga terdapat di samping Tempat Tidur Adam.


Tepat di atas sofa, dengan ketinggian kurang lebih 1 Meter, terdapat sebuah TV layar lebar yang menempel pada dinding beserta dengan alat Scanner yang berguna ketika Adam ingin menggunakan TV itu, menyalakannya, bermain internet, melakukan Video Call, atau melakukan aktifitas positif yang lain.


Ketika Adam hendak menggunakannya, maka ia hanya perlu melambaikan tangan atau melakukan Hand Code (tertera pada gambar / banner kecil yang ada di sebelah TV)supaya dapat terbaca oleh alat scenner dan di kelola di dalam sistem alat canggih itu dengan sempurna.


Di samping kanan Ruangan itu (Barat) terdapat Ruangan kecil lainnya yang dapat di gunakan oleh pihak keluarga pasien, sebagai tempat untuk beristirahat ketika sedang menemani atau sekedar menjenguk pasien.


Hal itu, tentu dapat membuat pasien semakin nyaman tinggal di dalam Ruangan tanpa terganggu dengan suasana gaduh, yang di tumbulkan akibat kehadiran anggota keluarga yang lain, di tempat itu.


Di sebelah kiri Ruangan itu (timur) terdapat satu Kamar Mandi khusus yang hanya boleh di gunakan oleh Pasien.


Sedangkan kamar mandi yang lainnya terdapat pada bagian dalam Ruangan kecil di sebelah kanan Ruangan itu.


Sedangkan untuk view serta fasilitas nyaman lainnya terdapat pada bagian belakang Tempat Tidur (Utara), dimana disitu terdapat sebuah Jendela besar / kaca yang di jamin ketebalan, kejernihan, serta keamanan yang telah di uji oleh beberapa ahli ternama seperti Thomas Jonnt Elivier, Veraldo Covario, dan Swotts Einstein.


Kaca yang tinggi akan kualitas, serta tinggi eksistensinya itupun. Sudah di akui dunia sebagai 1 dari 10 jenis kaca / jendela paling aman di dunia.


Kaca / Jendela itupun terhubung dengan dunia luar, cahaya matahari yang terang akan menyinari Ruangan dari arah kaca itu berasal.


Dan di bagian samping kanan dan juga samping kiri kaca itu terdapat sebuah tirai yang di lapisi oleh 3 jenis kain ksusus, yakni kain berlubang motif berwarna Putih, kain semi padat motif berwarna Hijau muda, dan kain tebal polos berwarna Hijau tua.


Jadi, pasien bisa dengan mudah mengatur seberapa terang dan ingin seberapa gelap Ruangan itu, tanpa cahaya yang keluar dari luar jendela / kaca.


Untuk itu, pasien hanya perlu menarik kedua tirai itu secara berlawanan menuju bagian tengah jendela / kaca tersebut.


Di sebelah kanan Adam, terdapat infus dan perlengkapan serta peralatan medis lainnya yang akan di butuhkan ketika petugas hendak melakukan pengecekan tubuh ataupun hal yang lainnya.


Tepat di samping kanan tubuh Adam terdapat beberapa tombol yang dapat di gunakan untuk beberapa hal lainnya, seperti memanggil Dokter, memanggil Suster / Perawat, memanggil Petugas Medis GD (Gawat Darurat), menyalakan lampu Ruangan, ataupun hal penting lainnya.


Baju yang biasa di pakai Adam juga merupakan Baju khusus yang biasa di berikan pada Pasien berfasilitas Super VIP 5 Star, Baju itupun sangat di perhatikan keseterilannya dan kualitas bahannya.


Bunga yang cantik dan aroma Ruangan yang wangi serta terpasangnya beberapa Camera Pemantau (CCTV) itupun tak luput hadir menghiasi Ruangan Spesial miliknya.


Pintu keluar? terdapat di sebelah pojok tenggara dekat dengan pintu kamar mandi khusus.


Pintu keluar itu juga memiliki sensor khusus dimana lampu di atas pintu itu akan berkedip beberapa kali, jika ada seseorang yang mencoba masuk melalui pintu itu / sekedar menyentuh pintu itu sedikit saja.


Soal keamanan pintu? pintu Ruangan bersertivikat THE BEST VIP OF ROOM itupun di lengkapi dengan BXDT Code bertipe 7845B4678D.


Apa itu BXDT Code? yakni Code khusus yang bisa mengatur sebuah pintu supaya dapat tertutup, terbuka, terkunci, serta mengatur seberapa kuat pintu itu menahan dorongan dari arah yang berlawanan (Kunci ganda super ketat), pasien hanya perlu mengatakan buka pintu! atau tutup pintu! kunci ganda! atau yang lainnya, sesuai kehendak si Pasien.


Setelah Adam mematikan beberapa lampu Ruangan itu, Adampun meraih Tellphone genggamnya yang terdapat pada saku bajunya dengan menggunakan tangan kirinya.


Dia menekan beberapa tombol di Tellphone genggamnya, menyambungkan koneksinya ke nomor mertua kesayangannya, lalu mentelfonnya.


"Apa berhasil?"Pertanyaan itu mengawali pembicaraan mereka dengan cepat setelah Tellephone itu sudah saling terhubung.


"Iyaa..."


"Yesss!!!" Suara bahagia terdengar dari dalam Tellephone.


"Tapi, Aisyah mungkin marah padaku, Yah."


"Tidak apa-apa, ciuman itu sudah awal yang bagus. Ayah harap, suatu saat kalian bisa melakukan hal yang lebih"


Wajah Adam memerah ruah, dia teringat saat sebelumnya dia merencanakan hal itu dengan Ayah mertuanya saat Ayah mertuanya itu menemuinya tadi, sebelum Aku dateng menyerobot masuk ke dalam Ruangan tanpa kesopanan.


"Emang sesusah itu, Dam? cerita aja nggak apa-apa! mau memulai dari manapun juga boleh!"


"Adam malu, soalnya Adam--"


Dia terdiam beberapa saat, ragu untuk mengatakannya? itu adalah hal yang dia rasakan saat itu.


"Ayah tau apa yang kamu inginkan!"


"Hahaha, jadi begitu ya? kamu ingin lebih dekat dengan Aisyah!" Lanjutnya.


Ayah sangat faham dengan segala situasi yang terjadi di sekitarnya, dia adalah orang yang paling peka di dunia.


Dia tau, apa yang harus di lakukan sebagai seorang pendukung tokoh utama yang baik, dan dia juga ahli dalam menilai serta melihat situasi macam apa, yang sedang terjadi di hadapannya itu.


"Ayah punya ide!"


"Itu juga yang sedang aku fikirkan.. Aku selalu memperhatikan Aisyah selama ini. Jadi, aku sangat tau apa yang harus aku lakukan supaya dia mau kucium dengan mudah!"


"Menggertak?" Tanya Ayah.


"Ya!"


Selain penakut.. Aku adalah seseorang yang paling tidak bisa menerima gertakan yang terlalu keras sedikit saja, aku juga orang yang tidak suka mendengarkan atau memperhatikan orang lain di sekitarku.


"Tapi! bagaimana caranya agar dia mau untuk tetap tinggal di Ruangan ini untuk beberapa waktu?"


"Ayah harus membantuku untuk itu! Aisyah itu sangat polos dan agak cuek, tapi kecuekan itu tidak berlaku pada Ayah!"


Aku sangat menyayangi Ayahku melebihi apapun, sebenci apapun aku mengatakannya.


Namun, dia tetaplah Ayahku dan merupakan satu-satunya orang yang paling aku sayangi selain Alexas di dunia ini.


"Ayah harus melakukan sesuatu, agar Aisyah mau menuruti semua permintaan Ayah!"


"Jantung, ya..?"


Adam tersenyum.. Dia segera menekan tombol di samping tangan kirinya untuk memanggil beberapa perawat untuk datang keRuangan itu dengan membawa perlengkapan mandi, dan meletakannya di atas meja di dekat sofa.


"Ayah mengerti apa maksud kamu!"


Adam kembali tersenyum..


Saat itulah, waktu yang pas untuk menanti Aku datang menemui dirinya.


Mereka menanti dengan sabar kedatanganku itu, Dan...! Jeng Jeng Jeng...!


Akupun datang dengan wajah yang polos, lugu, dan juga cantik.


Dari sanalah, rencana licik itu berakar.


****


"Halo..! Halo..!"


"Oh iya! maaf yah, Adam sedikit melamun tadi!"


"Kamu masih memikirkan Aisyah?"


"Yah... Aku memang sedikit merindukannya yah!"


"Hahaha, Ayah punya hadiah spesial untukmu!"





"Wahh! Ayah mengirimkan foto Aisyah yang terbaru yah!"Adam terlihat sangat senang, terutama saat dia melihat gambar yang di kirim Ayah barusan melalui Tellphone genggamnya.


"Itu hadiah untukmu!"


Setelah hari pernikahan itu dan setelah Tellphone genggamnya di reset di toko terdekat, memang Adam kehilangan beberapa Photoku dan file lainnya, dia tidak memasang Memory Card di Tellphone genggamnya dan menyimpan semua filenya di dalam sana, hal itu membuatnya sedikit menyesal.


"Ahh.. Padahal aku sudah punya banyak foto waktu itu!"


"Ayah!" Lanjutnya.


"Aku sedikit kasar pada Aisyah hari ini, apakah dia akan memaafkan kejailanku itu!" Ucapnya penuh sesal.


"Masih juga kamu memfikirkan hal seremeh itu? Kamu itu tidak boleh lembek sama Aisyah!" Kata Ayah.


"Sudah, nanti Ayah hubungi lagi ya! jika sekarang kalian sudah selesai dengan urusan kalian itu! berarti, pasti sebentar lagi Aisyah akan menemui Ayah seperti biasa! Sudah dulu ya!" Lanjutnya.


"Ta-tapi yah!!"


Ayah menutup Tellphonenya.


Adampun langsung meletakan Baskom / perlekapan mandi yang tadi ke meja di sebelah kirinya.


Tellphone genggamnya kembali dia simpan ke saku Baju yang sudah aku simpan di bagian atas Tempat Tidurnya (Tempat Adam menyandarkan punggungnya / tubuhnya),


Dia mencoba memakain kembali bajunya tanpa menyelesaikan pekerjaannya (membersihkan tubuhnya) itu.


-Aku tidak ingin membersihkan bekas tangan Aisyah di tubuhku ini! untuk saat ini, rasanya sudah cukup..- Dalam hatinya.


Saat ia mulai lalai dalam perasaan senangnya itu, tiba-tiba diapun teringat akan sesuatu.


-Oh ya! soal penyakitku! kenapa penyakit itu tidak kunjung menyerangku saat aku sedang menyakiti Aisyah! apa, karena aku tidak benar-benar ingin menyakitinya?- Dalam hatinya.


Adam terus memikirnya sepanjang waktu.


Sedangkan aku? apa aku masih ada di luar Ruangan itu saat Adam menelphone Ayahku?


aku sudah lebih dulu pergi meninggalkan pintu itu dan menuju Ruangan Dokter untuk mengecek keadaan Ayah, sama seperti yang Ayah perkirakan sebelumnya.


Begitupun dengan Adam, dia sudah terlebih dahulu memperhatikan isyarat lampu yang ada di bagian atas Pintu Ruangan itu, sebelum dia memutuskan untuk menTellphone Ayahku.