
MALAM HARI
Setelah selesai makan malam, anak-anak diwajibkan kembali kekamar dan istirahat. Lima gadis itu terlihat asik mengobrol tentang perjalanan mereka. Si kembar juga mengomentari gaya rambut baru Nea dan memujinya. Beberapa waktu berlalu, gadis-gadis itu terlalu lelah untuk melanjutkan obrolan mereka lalu memilih untuk tidur.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00, Vio terbangun dari tidurnya. Dia tidak bisa menahan diri untuk buang air kecil. "Uhh, harusnya aku tadi ke toilet sebelum tidur," pikirnya. Menyadari salah satu temannya ada yang terbangun, Nea membuka matanya dan menanyakan Vio ingin kemana. Setelah dijawab, Nea menawarkan diri untuk menemaninya.
"Terima kasih, aku takut pergi sendirian," ucap Vio pelan.
"Tidak masalah, aku juga ingin jalan-jalan sebentar," jawabnya tersenyum.
Vio dan Nea pergi ke toilet. Letak toilet ada di depan, dekat ruang tamu. Jadi mau tidak mau, Vio harus melihat lukisan itu lagi. Seperti tadi, mata wanita dalam lukisan selalu melirik Vio tak peduli dari mana dia melihatnya.
"Ne... Nea, apa cuma perasaanku aja atau mata wanita lukisan itu selalu melirikku?" cicit Vio ketakutan. Nea hanya melirik sedikit ke lukisan lalu menghembuskan nafas panjang.
"Dengar Vio! Didalam dunia 3D yang kita tempati, bayangan dan cahaya pada permukaan harus bergeser sesuai dengan sudut pandang kita, dan lukisan ini tidak berkorelasi dengan permukaan 2D seperti lukisan lainnya. Fenomena optik ini dapat dijelaskan secara ilmiah oleh University of Ohio yang menunjukkan bahwa gambar mungkin tampak persis sama, tak peduli dilihat dari sudut pandang manapun. Paham?" terang Nea.
Vio terkejut dengan penjelasan Nea. "Kenapa lagi?" tanya Nea. "Ah tidak, hanya saja... aku nggak nyangka kalau kamu pintar," ujar Vio jujur. Nea kesal dengan kata-kata Vio dan menjitak kening Vio. "Aduh! Kenapa sih?" marah Vio.
"Kamu duluan yang main ejek, sudah sana. Katanya mau ke toilet," balas Nea santai.
"Aku tau, tungguin lo... Jangan ninggal," kata Vio. "Iya aku tau, pergi sana,"
Disaat Vio didalam toilet, Nea kembali menatap lukisan itu lagi. Karena dia mengamati cukup lama, Nea menemukan sesuatu yang janggal disana, tepatnya dibagian bajunya. Walau samar-samar terdapat sebuah perpaduan angka dan huruf.
658GLI(23)
"Sebuah kode? Apa artinya itu? Kupikir, semua ini lebih rumit dari yang kubayangkan,"
"KYAAAAAAA!!! KEBAKARAN!!!!!"
Sebuah teriakan mengagetkannya, Vio juga langsung keluar dan menghampiri Nea. "Ada apa? Kebakaran?" tanya Vio panik.
"Aku tidak tau, ayo pergi lihat,"
Mereka berdua langsung berlari menuju asal teriakan. Kobaran api melahap habis bagian teras belakang dan dapur didekatnya. Anak-anak dengan panik berlarian keluar untuk menyelamatkan diri. Beberapa berinisiatif mengambil ember dan mencoba memadamkan apinya.
"Aku juga... tidak tau, saat aku ingin mengambil air. Sebuah... api mendadak muncul, disana ada... ada...," kata gadis itu terbata-bata.
"Ada apa? Jelaskan dengan benar!" marah Vio.
"Tenang Vio! Dia masih shock, tunggu sebentar," kata Nea menenangkan. "Disana ada apa? Tolong beritau kami," pintanya.
"Disana ada... seorang perempuan, dia tertawa... Aku takut, perempuan itu tertawa seperti sedang mengejek kita. Aku tidak tau siapa dia, dia hilang ditengah kobaran api. Di... dia juga mengatakan sesuatu," terang gadis itu ketakutan.
"Perempuan? Seperti apa dia dan apa yang dikatakannya?" tanya Nea.
"Aku tidak tau, aku hanya melihat sekilas. Rambut pirang dan... dan... perut...perutnya,"
"Perutnya?"
"Perutnya tidak ada, itu bolong dan ada bercak darah dibajunya. Dia pasti bukan manusia. Percayalah padaku, aku tidak bohong. Bu Tika tidak percaya padaku dan menganggap yang kulihat adalah siswanya... lalu dia.. menerjang masuk untuk menyelamatkannya," ucap gadis itu.
"APA?! Kak Tika masuk kesana? Itukan berbahaya, aku harus menyelamatkannya," kaget Vio, dia bergegas masuk ke dalam kobaran api itu. Nea menahan tangannya lalu menampar Vio cukup keras. PLAAK
"TENANGLAH!!! JERNIHKAN PIKIRANMU!!!"
"Vio, aku tahu kamu tidak bodoh. Hanya saja pikiranmu sedikit rusak karena panik. Pikirkan dengan tenang, apakah kakakmu sebodoh itu sampai masuk begitu saja tanpa persiapan dan mencari mati?" marah Nea.
Vio tersadar, dia sempat lupa kalau kakaknya tidak akan melakukan hal sebodoh itu. Dia meminta maaf dan berterima kasih pada Nea. "Sudahlah, yang lebih penting lagi. Tadi kamu bilang perempuan itu mengatakan sesuatukan? Apa itu?" tanya Nea.
"Kalau tidak salah... sesuatu seperti 'Heureux de vous revoir' begitu,"
Nea bingung dengan kalimat itu, tetapi Vio justru terkejut. Nea menyadari Vio tau sesuatu dan menanyakannya. "Kalimat itu, aku tau artinya," jawab Vio serius.
"Apa artinya?"
"Artinya 'Senang bertemu denganmu lagi' dalam bahasa Prancis. Kenapa dia mengatakan itu? Siapa orang yang dia temui?" balas Vio.
"Senang bertemu denganmu lagi? Ini aneh, semua ini semakin rumit," gumam Nea. "Kamu! Pergilah keluar, disana akan aman. Kami akan disini sebentar lagi," kata Nea, dia menyuruh gadis itu keluar melihat kondisinya. Gadis itu mengangguk dengan cepat dan berlari keluar. Tanpa Vio dan Nea sadari, sebuah seringai terlukis di wajah gadis itu.