
“Tunggu saja profesor gila! Aku pasti akan membalas semua yang kamu lakukan pada kami ribuan kali lipat nanti,” ujar Vio yang terbakar amarah.
Setelah beberapa menit sejak kegaduhan dimulai, dua orang anak berusia 8 dan 10 tahun memasuki Lab tempat Vio berada dan berjalan ke arahnya. Kedua mata anak itu memiliki simbol yang sama dengan mata Vio, saat itu mereka sama sekali tidak bertingkah seperti anak-anak, bahkan tidak seperti manusia.
Seorang anak mengubah tangannya menjadi pedang tajam dan membebaskan Vio dari rantai yang mengikatnya. Lalu kedua anak itu membungkukkan badannya 45° dan menempelkan tangan kanan mereka di dada selayaknya seorang servant pada lady mereka.
“Mohon maafkan kami karena telah gagal melaksanakan perintah anda, master. Profesor Carla gagal kami musnahkan dan berhasil melarikan diri dari tempat ini. Master dapat menghukum kami sesuai kegagalan yang kami lakukan,” kata seorang anak.
“Lupakan saja, tidak perlu melakukan itu,” balas Vio dingin.
Vio berjalan mendekati mayat kedua sahabatnya dan memerintahkan Doll-nya untuk membebaskan tubuh mereka. Setelah tubuh itu terlepas dari rantai, kedua Doll itu di perintah untuk mengumpulkan dan menempelkan bagian yang terlepas. Anak yang satu lagi memiliki kemampuan untuk menyatukan segala hal, dengan kemampuannya tubuh Nea dan Lizza kembali menyatu seolah tidak pernah terlepas.
Vio merentangkan kedua tangannya dan menyentuh kepala kedua sahabatnya dengan masing-masing tangan. Sebuah cahaya keluar dari tangan Vio dan membuat berbagai perubahan di tubuh dua gadis itu. Tubuh yang pucat karena kekurangan darah perlahan mulai kembali normal dan seluruh goresan ditubuh mereka menghilang.
Mereka bukannya menjadi sembuh atau semacamnya, kemampuan Vio tidak bisa menyembuhkan seseorang. Yang dia lakukan adalah mengubah mayat kedua temannya menjadi boneka. Namun boneka yang dibentuk oleh “Doll Manipulation” bukanlah boneka sembarangan. Hanya namanya saja boneka, nyatanya Living Doll ( tubuh yang jadi boneka karena kemampuan Vio ) terlihat mirip seperti halnya tubuh manusia. Meskipun begitu, yang Vio lakukan hanyalah tahap awal dari pembuatan Living Doll yang sebenarnya.
“Semua Doll, berkumpulah di ruangan ini!” seru Vio pada semua Dollnya.
Dalam waktu singkat, semua anak-anak yang menjadi Livvy memasuki ruangan Lab satu demi satu. Vio memerintahkan mereka untuk berkumpul di satu titik dan saling berpegangan tangan. Lalu Vio membatalkan ‘Doll Manipulation’ pada diri mereka sehingga mereka kembali normal dan pingsan.
Setelah memastikan tak ada satu anakpun yang terluka di antara 30 anak itu, Vio kembali fokus pada apa yang ada di hadapannya.
“Berkat Nea dulu, aku jadi tau beberapa cara penggunaan kemampuanku dan resiko penggunaannya. Diantara semua itu... pembuatan Living Doll adalah salah satu yang paling beresiko. Tapi jika itu untuk kalian, maka resiko seberat apapun akan ku tanggung.”
Mata Vio menatap tubuh sahabatnya dengan sangat tersiksa dan terluka. Dia tau bahwa menangis tidak akan menyelesaikan masalah apapun, namun dia tidak bisa menahan air matanya saat menatap kedua sahabatnya.
“Maafkan aku... ini semua karena aku terlalu naif. Kalau dari awal kita menyerang Novichock dengan seluruh kemampuan kita, kalian tidak perlu jadi seperti ini. Berusaha tidak membunuh siapapun disaat musuh akan membunuh kita tanpa pandang bulu adalah kesalahan terbesarku sebagai pemimpin,” ucap Vio sedih.
“Aku berjanji, meski akan membutuhkan banyak waktu... Bagaimanapun caranya, aku pasti akan memulangkan ‘kalian yang sebenarnya’ pada keluarga kalian,” lanjutnya sambil menyeka air matanya.
Vio lalu menutup matanya sambil merentangkan tangannya. Dia menggumamkan sesuatu yang sulit dimengerti orang biasa.
“Rekonstruksi tubuh selesai, tahap awal pembuatan Living Doll selesai. Memulai tahap selanjutnya, memasukkan kekuatan pengguna pada Living Doll...”
“Menciptakan Living Doll punya cara yang mirip dengan pembuatan AI. Setelah memasukkan data-data dasar dalam AI, data tinggal dikembangkan dengan berbagai proses dan selanjutnya tinggal membiarkan AI tumbuh dan berpikir sendiri berdasarkan data dasar yang telah diberikan,” pikir Vio tenang.
Aura merah gelap yang memancar dari tubuh Vio mulai memasuki tubuh Nea dan Lizza. Saat aura dan kekuatan Vio terserap di tubuh orang lain,Vio akan kehilangan kekuatan itu secara permanen dan kekuatan tersebut dapat berfungsi sendiri tanpa perintah dari Vio.
Kekuatan yang masuk ke tubuh Nea dan Lizza adalah 80% dari kekuatan Vio yang asli. Meski terengah-engah dan sulit untuk menjaga kesadarannya, Vio tetap harus melanjutkan proses tersebut hingga Nea dan Lizza menjadi Living Doll sepenuhnya.
“Pemasukan kekuatan... selesai, selanjutnya memasukkan data ingatan dan kepribadian pada Living Doll. Data selesai diproses... Living Doll... diaktifkan!” seru Vio. Vio ambruk dan sangat kehabisan napas. Pembuatan Living Doll benar-benar menguras energi dan kekuatannya.
Nea dan Lizza membuka mata mereka. Begitu bangun Nea sangat terkejut karena dirinya masih hidup dan menoleh kemana-mana. Lizza langsung muntah karena mengingat apa yang terjadi pada dirinya sebelumnya.
“Ku... kupikir aku sudah mati... huaaaaaa” tangis Lizza sambil memeluk Nea.
“Vio! Apa yang terjadi setelah itu? Aku yakin kami harusnya sudah mati dan bagaimana semua anak ini bisa ada disini? Dimana Prof Carla dan yang lain? Ada apa dengan rambut dan matamu?!!” tanya Nea pada Vio yang kelelahan.
“Hah... hah... hah... tenanglah, dengan kemampuanku... aku sudah mengubah tubuh kalian jadi Doll, meski bukan sebagai manusia... setidaknya kalian masih hidup bukan? Lalu... maaf tapi aku mengendalikan mereka tadi untuk menghancurkan tempat ini. Kalau Prof Carla dan yang lain sudah melarikan diri. Penampilanku tidak penting,” bohong Vio tersenyum lirih.
Nea dan Lizza hanya diam dan berusaha mencerna apa yang terjadi. Diam-diam Vio menatap Nea dan Lizza dengan tatapan yang sulit di artikan. Seperti yang sudah dijelaskan, Vio berbohong karena dia bukan menghidupkan kembali kedua sahabatnya.
“Living Doll bukanlah teknik menghidupkan kembali orang lain. Lizza dan Nea yang ‘asli’ sudah mati. Mereka yang ada dihadapanku hanyalah boneka clon yang memiliki tubuh, ingatan dan kepribadian mereka. Living Doll dapat tumbuh selayaknya manusia, selagi menunggu aku akan mengumpulkan lebih banyak kekuatan... dan mencari cara untuk menghidupkan kembali mereka berdua, entah bagaimanapun caranya,” ucap Vio dalam hatinya.
“Nea... Lizza... aku sudah tidak kuat lagi. Sisanya lakukan saja sesuai rencana,” kata Vio sebelum dia pingsan.
“VIO!!!!” panggil mereka panik.
...***...
“Vio... dia pasti sangat kelelahan. Sejujurnya aku juga begitu, saat ini giliran kita melakukan bagian kita Nea,” ucap Lizza sambil menidurkan Vio di pangkuannya.
“Ya! Aku tau!” balas Nea tegas.
Nea lalu memejamkan matanya dan mencari lokasi dalam pikirannya. Kemampuan Nea yang sebenarnya adalah Aura Manipulation. Selain bisa melihat Aura dan kemampuan seseorang, Nea juga dapat menandai aura seseorang agar dapat dilacak keberadaannya. Dan yang paling hebat adalah Nea dapat memindahkan orang ke tempat aura yang sudah tandai.
Sebelumnya Nea sudah menandai aura tupai kecil dan dengan kemampuan Vio, tupai itu dia kendalikan sehingga si tupai bergerak sampai di daerah dekat rumahnya. Tentu saja itu sulit dan berkali-kali gagal karena Vio tidak tau jalan serta karena batasan waktu juga. Namun sekarang tupai tersebut sudah bersarang di taman dekat jalan raya daerah rumah Vio.
Setelah menemukan lokasi tupai dan bersiap-siap dan mengeluarkan kekuatan dalam jumlah besar. Nea memindahkan semua anak yang ada di lokasi ini menuju ke lokasi tupai tersebut. Variasi kemampuan ini disebut Aura’s Teleport.
Seluruh anak sudah berpindah ke jalan raya dekat taman itu, karena hari sudah larut malam tidak ada orang di daerah tersebut. Sehingga kemunculan mendadak mereka tidak menimbulkan kehebohan. Nea sangat kelelahan dan jatuh terduduk setelah memindahkan orang sebanyak itu.
“Terakhir adalah giliranmu,” kata Nea ke Lizza.
“Oke... serahkan padaku!” balas Lizza dengan penuh percaya diri.
Lizza memejamkan matanya juga seperti halnya Vio dan Nea. Dia sempat mengingat perkataan Vio beberapa hari sebelumnya.
“Lizza... pastikan kamu menghapus ingatan semua orang sejak mereka diculik. Mental anak-anak dan mental kita juga pasti akan terganggu kalau melanjutkan hidup dengan membawa ingatan ini. Lebih baik untuk kita semua kalau kita tidak tau apapun sama sekali.”
Lizza telah selesai berkonsentrasi dan membuka matanya. Lalu dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan sebuah kabut putih mulai keluar. Kabut putih itu menghapus permanen ingatan semua orang termasuk dirinya. Ingatan itu hanya akan kembali jika menggunakan kemampuan Lizza.
Semua orang termasuk Nea dan Lizza tertidur begitu menghirup kabut putih itu. Walau terlihat berhasil, namun Lizza terlalu berlebihan menggunakan kemampuannya. Bukan hanya menghapus ingatan sejak mereka diculik, Lizza justru menghapus seluruh ingatan mereka selama mereka hidup.
Kelanjutan dari kisah ini telah diceritakan oleh Tikara dan Nea di masa depan. Dan ini menutup cerita flashback masa lalu Violet Silvero