THE LIVVY

THE LIVVY
BAB 5 (9)



"Kejadian apa Kak Tika?" tanya Lizza bingung.


"Kamu mungkin tidak tau karena itu sudah lama dan kasus itu dipendam oleh kepolisian dengan alasan menjaga mental anak-anak. Tapi 10 tahun yang lalu ada sebuah kasus penculikan massal seperti yang dibilang Hazella. Polisi dan badan lainnya tidak bisa menemukan anak-anak itu biar bagaimanapun mencarinya. Namun ½ tahun kemudian, sebagian dari anak-anak yang hilang itu ditemukan di jalan sepi mendadak dalam keadaan pingsan. Anak-anak itu kehilangan ingatan mereka tentang segalanya kecuali nama mereka. Kasus misterius itu ditutup sebagai kasus 'Percobaan obat-obatan ingatan' oleh pihak pemerintah," kata Nea panjang lebar.


"Nea benar, Vio juga salah satu korban dari kasus itu. Sejak itu, seluruh orang di rumah Silvero jadi overprotective ke Vio," timpal Tikara. "Lizza... kamu juga korban dari kasus itu dan karena kasus itulah, keluarga Silvero dan Gracesia menjadi cukup akrab," lanjutnya.


"Ke... kenapa aku tidak pernah diberitau hal sepenting itu?" kata Lizza shock.


"Tentu saja, kasus itu adalah rahasia besar. Seperti yang kukatakan tadi, kasus itu dipendam dan dirahasiakan demi menjaga mental anak-anak yang jadi korban," jawab Nea.


"Aku lanjutkan ya. Anak-anak yang diculik Novichok di pisah menjadi beberapa bagian. Bagian A di minumkan darah wanita itu, yah sebut saja profesor. Bagian B di donorkan dan di masukkan cairan tubuh profesor. Bagian C diminumkan obat-obatan yang dicampur darah profesor. Bagian B langsung tewas saat itu juga karena tidak kuat menanggung beban gen profesor yang terlalu kuat. Bagian A menjadi cacar karena overdosis gen profesor, namun mereka berhasil bertahan hidup dengan kemampuan unik."


"Terakhir, bagian C adalah hasil yang paling sempurna, mereka mampu bertahan hidup dengan normal dan memiliki kemampuan khusus juga. Obat-obatan dan campuran darah yang disuntikkan ke tubuh mereka secara berkala itu disebut Livv-Vaction ( Livv-V ). Namun hasil luar biasa itu disebut kegagalan oleh profesor. Alasannya karena profesor ingin menciptakan manusia abadi selain dirinya, dan tak ada satupun dari para Livvy itu yang memiliki kemampuan keabadian."


Hazella berhenti sejenak dan berjalan ke arah kasur tempat Vio terbaring. Wajah Vio memucat dan terlihat kesakitan. Pandangan yang ada di matanya begitu kesakitan melihat kondisi Vio seperti itu. "Meskipun aku yang membuatnya begitu, tapi apa-apaan perasaan ini," pikir Hazella. Hazella menarik selimut di kasurnya dan menyelimutkannya ke Vio yang sudah terpendam selimut juga. Lalu dia duduk disebelah Vio dan melanjutkan ceritanya.


"Profesor marah besar. Namun setelah pikirannya lebih tenang, ia berpikir bahwa melanjutkan ini tidak buruk juga. Ini juga sebagian cara untuk menghabiskan waktunya yang panjang dan segera melanjutkan percobaan itu. Anak-anak yang masih hidup ditanamkan bom dijantung mereka untuk mencegah mereka melarikan diri."


"Namun ada subjek yang lepas kendali dan berhasil melepaskan bom itu seperti yang kukatakan sebelumnya. Subjek-subjek itu menggila dan membuat subjek lain ikut menggila. Karena hal itu, Novichok hancur ½ tahun sejak mereka mulai. Banyak anak yang mati karena insiden itu, dan anak-anak yang berhasil bertahan hidup harus kubunuh dengan tanganku sendiri agar mereka tidak merugikan profesor kelak. Itulah yang disebut pembersihan sisa percobaan," ucap Hazella dengan tatapan sendu.


DEG!!!


Seluruh tubuh Hazella bergetar seolah sedang dialiri listrik kejut. Jantungnya berdetak lebih cepat dari pada biasanya. Keringat bercucuran dengan deras. Hazella tau betul bahwa waktunya benar-benar tinggal sedikit lagi.


"Sial, dalam beberapa menit nyawaku akan berakhir ya," pikirnya.


"Waktuku mau habis. Asal usul Livvy sudah kuterangkan. Kalau begitu, pertanyaanmu yang tersisa adalah kemampuan Vio dan Lizza ya. Semua yang disebut Livvy itu pasti memiliki kemampuan khusus. Kalian saja yang melupakannya karena insiden itu," rintih Hazella.


"Kemampuan Vio, Livvy yang terkenal jenius dan paling cerdas namun memiliki kemampuan tak terlalu kuat adalah mengendalikan hewan kecil. Anak itu bisa mengendalikan mereka dengan batas waktu 20 menit," ujar Hazella menahan sakit.


"UHUKKK!!!" Hazella mulai batuk darah. Matanya mengabur dan hampir tidak bisa melihat 3 orang didepannya. Tikara dan Lizza panik tidak tau harus berbuat apa. Tapi Nea justru terlihat tenang-tenang saja dan menatap Hazella dengan tatapan dingin.


"Aku... sudah mengatakan poin-poin pentingnya. Sisanya... terserah... pada kalian," kata Hazella terpatah-patah.


"Terimakasih atas informasinya. Kamu sudah bisa mati dengan tenang," balas Nea dingin.


"NEA!" jerit Lizza marah.


"Kau... benar. Penjahat sepertiku... tidak boleh... mengharapkan... happy ending... bukan?" ucapnya sambil tersenyum pahit. "Meski begitu... aku mohon... tolong... jaga adik perempuanku... untukku."


"Kamu tidak perlu meminta, kami pasti akan menjaga seluruh teman sekelas kami sampai selamat ke rumah masing-masing," jawab Nea santai namun serius.


"Benar! Vio dan aku adalah ketua dan wakil ketua kelas, lalu Nea adalah agen kepolisian. Kami pasti akan menjaga keselamatan seluruh murid di kelas kami," jawab Lizza super serius.


"Jangan lupakan aku, akukan wali kelas mereka. Semua muridku pasti akan kujaga," jawab Tikara dengan senyuman diwajahnya walau menahan air mata.


Mendengar jawaban tanpa keraguan dari mereka bertiga, Hazella tersenyum lega. "Sepertinya menyerahkan sisanya pada mereka adalah jawaban yang tepat. Kalau sudah begini, aku benar-benar tidak punya penyesalan lagi."


PIIIIIIIIIPPPPPPPP


Suara nyaring terdengar dari dalam tubuh Hazella. Jantung Hazella meledak disaat yang bersamaan dengan suara tersebut. Tubuhnya terjatuh dan ditahan oleh Tikara. Meski Hazella sudah banyak menyakiti Tikara, fakta bahwa Hazella pernah berteman akrab dengannya dulu sudah cukup untuk membuatnya menangis. Lizza memalingkan wajahnya dan mengaitkan tangannya. Sedangkan Nea berjalan ke jendela dan menatap ke langit yang sudah cerah.


"Akhirnya, cerita yang sebenarnya akan dimulai," gumam Nea pelan.


[ Uhum... jadi di bab 6 nanti, kita akan mulai flashback masa lalu Vio. Kalian pasti penasarankan, apa yang terjadi pada Vio 10 tahun yang lalu~]