THE LIVVY

THE LIVVY
BAB 3 (4)



"HWAAAAA!!!" kaget Vio, Nea dan Lizza disambut senyum nakal si kembar.


"Se... sejak kapan kalian disini? Tunggu! Bukannya tadi kalian lari entah kemana setelah meninggalkanku?" tanya Vio takut.


"Hmm... sejak kapan ya Kayla?" tanya Reva pada adiknya. "Kupikir sejak... 'MANA MUNGKIN BAIK-BAIK SAJA, DASAR BODOH!!!!' itu?" jawab Kayla menirukan Vio.


Vio tersenyum kecut, "Artinya kalian mendengar semuanya?" tanya Vio lelah.


"Iya! Kami dengar semua," jawab mereka cepat. "Vio... maafkan kami, karena kami kepalamu jadi berdarah," kata Reva dan Kayla sambil menunduk sedih. "Sudahlah, tidak papa. Kalian juga bukannya sengaja kan?" balas Vio hangat. "Hmm, Terimakasih. Sayang Vio!"


Vio sama sekali tidak marah pada si kembar, dia tau kalau Reva dan Kayla tidak akan melakukannya jika mereka sadar. Tiba-tiba Vio teringat sesuatu, bagaimana Reva dan Kayla bisa kesini dan dia menanyakannya pada mereka.


"Hmm, aku tidak tau detailnya. Yang aku ingat, aku dan Kayla tercebur ke danau. Kami tidak tau kenapa kami bisa ada disana," ucap Reva.


"Aku ingat! Kalau tidak salah, setelah kami memukulmu kami berlari ke hutan dan tanpa sadar kami terjatuh didanau dalam hutan. Setelahnya kami bisa mengendalikan diri kami lagi," timpal Kayla mengaggetkan Reva dan Vio.


"Tuggu Kayla, kok kamu bisa ingat? Aku nggak punya ingatan apapun saat itu lo!" seru Reva. Kayla hanya menggelengkan kepalanya, "Aku juga nggak tau kenapa bisa ingat."


Setelah berdebat cukup panjang, Vio mengajak semuanya kembali ke topik.


"Sudahlah, yang lebih penting lagi ayo kita pecahkan kode ini," kata Vio disusul anggukan Nea dan Lizza. Tak seperti ketiga temannya itu, Reva dan Kayla hanya duduk kebingungan. Bukan bingung karena mereka tidak tau jawabannya, tapi mereka justru bingung karena hal lain. Karena lelah duduk, Reva yang bosan menggandeng tangan adiknya dan berbisik sesuatu. Kayla mengangguk dan tersenyum manis lalu mengajak Trio Viline pergi.


Trio Viline tidak tau akan diajak kemana, tapi mereka tetap mengikuti si kembar dengan tanda tanya di kepala mereka. Mereka masuk ke hutan dan sedikit mendaki, dan akhirnya sampai ke tebing tempat Lizza dan Nea jatuh tadi.


"Kenapa kita kesini?" tanya Lizza kebingungan.


"Kok tanya kenapa, bukannya kalian ingin mencari sesuatu disini?" jawab Reva santai.


"Kami? Apa yang mau kami cari?" tanya Vio tambah bingung.


"EHHHHH??!!!" jerit Trio Viline bersamaan.


"Kalian bisa mecahin kode itu? Gimana caranya?" tanya Vio bersemangat.


"Woah, tenang! Itukan kode yang mudah, bahkan anak SD bisa menyelesaikannya. Ya kan Kayla?" tanya Reva pada adik kembarnya. "Iya, sejak kami mendengar tentang kode itu di cerita kalian tadi, kami sudah bisa menebak jawabannya," balas Kayla.


Trio Viline hanya bisa tercengang kaget. Vio dan Lizza tidak menyangka kalau si kembar punya bakat seperti itu mengingat mereka dikenal sebagai pembuat onar. Tetapi yang paling kaget disini adalah Nea, "Bahkan USK yang menghabiskan waktu hingga satu minggu belum bisa menyelesaikannya. Padahal mereka adalah Unit yang terlatih, namun mereka dikalahkan dengan mudah oleh murid kelas 2 SMA," pikirnya.


"Beritau kami kenapa bisa tebing jawabannya!" seru Lizza.


"Fufufu, kalau kalian sangat ingin tau. Memohonlah seakan kalian bertemu dewi. Aku ingin melihat ketua kelas dan wakilnya melakukannya," jawab Reva jahil.


"Reva, jangan begitu!" marah Kayla.


"Tidak apa-apa Kayla, aku akan melakukannya," ujar Vio menenangkan Kayla."Wahai Dewiku yang cantik tiada tara, tolong berilah belas kasihmu pada hambamu yang bodoh ini," ucap Vio terpaksa.


"Kecerdasan hamba sangat tidak bisa dibandingkan dengan dirimu, ya Dewiku. Mohon bantulah kami dengan kecerdasan yang engkau miliki itu," kata Lizza sambil membungkukkan badannya. Wajahnya tersenyum cerah dan memelas namun didalam hatinya dia sibuk mengutuk si kembar. Melihatnya, si kembar tertawa sangat keras dan Nea berusaha menahan tawanya.


"Hahaha.. Baiklah... Baiklah, akan kami jelaskan," Reva masih tidak bisa berhenti tertawa, jadi dia menyuruh Kayla berbicara duluan.


"Seperti yang kalian tau, ada tiga petunjuk untuk jawabannya," terang Kayla.


"Tiga? Bukannya hanya dua?" tanya Lizza. "Tidak, itu ada tiga. Tapi kalian tidak mempedulikan petunjuk pertama, jadi kalian hanya tau dua."


"Tiga petunjuk itu antara lain. Pertama nama Viqueilan Dangela, kedua sandi morse di mata dan ketiga kode dibaju." Kayla berhenti bicara dan penjelasan dilanjutkan Reva yang sudah mulai tenang kembali.


[ Nah, halo pembaca sekalian. Sebelum lanjut ke chapter selanjutnya, coba deh tuliskan jawaban kalian sendiri di kolom komentar. Cha_nyann mau tau nih, ada gak ya yang berhasil menjawab teka-teki Cha_nyann tanpa melihat chapter selanjutnya dan tentu saja tanpa spoiler. Kan udah dikasih 3 clue tuh sama Reva dan Kayla. Jadi cobalah jawab dengan benar oke?! ]