
HARI KE-18
Akhirnya hari ini tiba juga. Seperti perkiraan mereka, anak-anak di Lab ini sudah mulai mengeluarkan kemampuan mereka masing-masing. Para profesor juga sudah tidak berpura-pura jadi dokter, akibatnya anak-anak jadi lebih tertekan.
Awalnya kemampuan milik Vio dan Lizza tidak terlihat. Namun kemampuan Nea bisa memberi tau kami. Nea bisa melihat Aura seseorang dan jika Nea lebih fokus lagi, Nea juga bisa melihat kemampuan seseorang.
Kemampuan asli Vio, Nea dan Lizza terlalu berbahaya. Kalau para profesor tau, kami bisa di kurung dan di isolasi. Itu tidak boleh terjadi.
“Nea! Lizza! Dengarkan Vio! Kalian taukan apa yang akan terjadi kalau kemampuan asli kita ketauan... pokoknya dengan cara apapun kita tidak boleh membiarkan para profesor tau kemampuan asli kita,” bisik Vio.
“Benar... kita harus membatasi menggunakan kemampuan kita. Itu bisa jadi kartu AS kalau dipakai di saat-saat terakhir,” bisik Nea.
“Kalau begitu, aku akan membatasi kemampuanku hanya menghapus ingatan selama 1 jam. Itu harusnya tidak telalu bahaya,” bisik Lizza.
“Aku akan batasi jadi hanya bisa lihat Aura. Kalau Vio?”
“Vio akan batasi jadi hanya bisa mengendalikan hewan-hewan kecil selama beberapa menit,” jawab Vio pelan.
Kami setuju untuk membatasi kemampuan kami agar kemampuan asli kami tidak terlihat. Dengan begini kami bisa lebih leluasa dalam bergerak dan mencari informasi agar bisa kabur dari sini. Namun ternyata melakukan itu jauh lebih sulit dari yang kami kira.
HARI KE-72
Dua bulan sudah berlalu sejak kami diculik. Selama waktu itu kami terus-terusan menghadapi pemeriksaan untuk mengetahui kemampuan kami. Berbagai ujian sampai memaksa kami bertarung telah dilakukan.
Entah bagaimana, Vio dan yang lain bisa tetap membatasi kemampuan kami sampai akhir pemeriksaan. Hanya demi hal itu kami menderita luka-luka karena kemampuan kami yang tidak bisa digunakan untuk bertarung. Vio terkejut Nea dan Lizza bisa tetap gigih dan tidak mengeluarkan kemampuan asli mereka sedikitpun. Seperti yang diharapkan dari sahabat Vio.
“Hari ini adalah hasil akhir pemeriksaan. Akan kubacakan satu-satu kemampuan dan level setiap anak. Jangan mengharapkan perlakuan istimewa jika kemampuan kalian rendah,” seru seorang profesor pada 33 anak.
“........... Violet Silvero, mengendalikan hewan kecil selama 20 menit, E Rank. Jeannea Bluonna, melihat aura, E Rank. Halizza Gracesia, menghapus ingatan sesaat, E Rank. Sekian, mulai hari ini kamar kalian akan terpisah sesuai rank masing-masing.”
Ada 7 tingkatan rank dalam pengelompokan kemampuan ini. Terendah adalah rank F dan tertinggi adalah S. Hampir semua anak berpikir kalau pengguna kemampuan rank S akan hidup enak, namun Vio dan yang lain tau. Yang akan dihadapi pengguna rank S adalah penjara isolasi.
“Vio! Rencana kita bisa dimulai bukan?” tanya Lizza dikuping Vio.
Vio tersenyum licik dan mengangguk. “Meski akan butuh waktu agak lama, tapi kita pasti bisa kabur dari sini.”
Namun siapa sangka, rencana sempurna yang Vio pikirkan akan hancur berantakan dan menyebabkan kematian banyak orang hanya karena seorang pengkhianat.
HARI KE-166
Saat awal bulan ketiga, sepertinya prof Carla mengamuk entah kenapa dan kegiatan lab dihentikan sementara. Tapi itu tidak lama, beberapa hari setelahnya kegiatan kembali dilakukan.
Secara mendadak kami semua dibius dan ditanamkan bom serta alat pelacak di dalam jantung mereka. Ini benar-benar menambah masalah pada rencana melarikan diri Vio.
Meski begitu, dengan beberapa perubahan Vio dapat menyempurnakan rencana ini. Sekarang Vio, Lizza dan Nea sudah berhasil mengajak anak-anak lain agar mau bergabung dalam rencana melarikan diri yang sudah kami persiapkan.
Sudah 5 bulan lebih berlalu sejak kami diculik, akhirnya hari pelaksaan rencana tiba juga. Ini benar-benar bikin deg-deg-an. Kami pasti bisa melarikan diri hari ini bersama semuanya. Ayah... Bunda... Kakak... Lirv... aku akan pulang sebentar lagi.
“Vio! Kami semua sudah siap,” ucap Nea didepan anak-anak lain.
“Perintahkan saja kami apapun bos!” seru Lizza dengan senyum lebarnya.
Anak-anak lain menatapku dengan tatapan percaya dan penuh keyakinan, sejujurnya ditatap seperti itu membuatku lebih gugup dari biasanya. Dan karena sudah ditatap seperti itu, berarti Vio tidak boleh menghancurkan harapan mereka bukan?
Rencana Vio tidak terlalu memusingkan, cukup simpel hingga bisa di pahami anak-anak. Inti dari rencana ini adalah melumpuhkan para ilmuwan gila itu, melarikan diri dan pergi ke tempat yang bisa melindungi kami.
Pertama-tama Vio memerintahkan seorang anak laki-laki yang kemampuannya adalah paralyze untuk melumpuhkan semua anak sekaligus dengan bomnya. Dengan begitu meski hanya sementara, bomnya tidak akan berfungsi.
Lalu seorang gadis kecil yang bisa teleport benda-benda kecil untuk mengeluarkan bomnya sebanyak yang dia bisa. Beberapa anak yang punya kemampuan menonaktifkan bom mereka sendiri adalah pengecualian, seperti yang bisa menghentikan jantungnya sementara, regenerasi super cepat, dll.
Setelah memastikan semua anak sudah terlepas dari bom, semua anak bekerja sama dengan kemampuannya masing-masing untuk melumpuhkan para ilmuwan-ilmuwan itu. Tapi sebelumnya Vio dan yang lain juga sudah menonaktifkan jebakan dan sistem keamanan terlebih dulu.
Selanjutnya dengan kemampuan Lizza, Lizza akan menghapus ingatan orang-orang itu selama sekitar 2 tahun sejak Novichock dibentuk. Beruntung selain kami bertiga, tidak ada anak dengan kemampuan rank S. Jadi rencana tidak bertambah sulit demi menyelamatkan mereka.
Awalnya semua berjalan sesuai rencana Vio, kami juga sudah sampai di atap gedung dan bersiap untuk melarikan diri. Tapi ternyata seseorang dari 33 anak itu adalah Prof Carla itu sendiri...
Dengan kemampuannya, Prof Carla bisa mengatur usia tubuhnya juga. Vio sama sekali tidak sadar kalau tindakan kami dari hari pertama sudah di awasi olehnya.
Sial!!!