
"Ukhh... aku benar-benar minta maaf."
"Kak Tika, ada yang aneh disini. Padahal si Hazella ini bisa membunuh Viqi begitu, tapi tidak dengan Vio. Aku yakin alasannya bukan hanya karena Vio itu adik Kak Tika. Ini hanya tebakanku, tapi apakah rantai yang melilit kakimu sudah terlepas?" tanya Lizza.
Hazella menatap Lizza sebentar lalu mengalihkan perhatiannya ke jendela kapal. Dia diam dan sedikit ragu untuk bicara. Setelah beberapa saat Hazella membuka mulutnya, "Kamu benar... rantai itu... sudah lepas. Tidak, lebih tepatnya rantai itu sudah dilepas paksa."
"Apa maksudmu?" tanya Tikara tegang.
"Sebenarnya yang akan kukatakan sekarang adalah rahasia besar. Mungkin saja kalian akan lebih dalam bahaya jika mendengarnya. Apa tidak masalah?" tanyanya dengan mata sendu.
"Situasi kami sekarang juga sudah bahaya, jadi ceritakan saja. Aku yakin Vio lebih memilih dalam bahaya karena pengetahuan daripada dalam bahaya karena ketidaktauan," jawab Nea datar.
Hazella menangguk, "Beberapa tahun lalu ada sebuah organisasi hitam yang disebut Novichok. Novichok menculik anak-anak dari berbagai usia untuk dijadikan Livvy. Singkat cerita, semua Livvy di pasangkan sebuah bom di jantung mereka. Profesor bisa dengan mudah membunuh para Livvy sesuka hatinya. Namun, ada beberapa Livvy yang bisa membebaskan diri dari bom itu. Tentu saja jumlah anak yang tidak bisa membebaskan diri jauh lebih banyak, aku adalah salah satu dari anak-anak itu."
"... Sampai beberapa saat yang lalu, bom itu masih terpasang dijantungku,"
"Beberapa saat yang lalu? Berarti sekarang sudah nggak?" tanya Lizza.
"Iya, saat pertarungan terakhir kita tadi. Meski hanya sebentar, kemampuan Violet terbangkit. Karena itu, bom di jantungku dilepas paksa entah bagaimana caranya. Waktuku sekarang tidak banyak, dalam waktu kurang dari 1 jam... jantungku akan meledak," ucap Hazella sambil menahan air matanya.
"A... apa tidak ada cara untuk melepas bom itu?" cemas Tikara.
"Tidak ada. Sama sekali tidak ada. Kalau ada, sudah dari dulu aku melepasnya. Sekarang kalian tau, waktuku tidak banyak lagi. Dalam waktu yang tersisa ini, aku akan menceritakan semua hal penting yang kutahu pada kalian," balas Hazella serius.
"Kenapa? Bukankah memberi tau kami tidak ada untungnya bagimu?" timpal Nea.
"Mungkin saja kamu benar, tapi aku merasa jika aku tidak melakukannya maka aku akan benar-benar kehilangan semua hal yang penting bagiku," jawabnya tersenyum sedih.
"Hmm... Aku bisa memahami hal-hal yang Bu Tika dan kamu katakan tadi. Tapi sejak kita ada di kuil tadi, ada satu hal yang mengangguku," kata Nea dengan tenang.
"Eh? Apa aku belum mengatakan sesuatu? Kukira hal-hal penting sudah kukatakan semua," bingung Hazella.
"Ah, maafkan aku. Ternyata aku belum bilang soal itu ya," kaget Hazella.
"Livvy adalah sebutan yang diberikan oleh orang-orang pada mereka yang memiliki kemampuan supranatural. Sekitar 400 tahun yang lalu, muncul seorang anak dengan kemampuan regenerasi super cepat. Anak itu disebut sebagai Livvy pertama dan ibu para Livvy. Awalnya orang-orang memuja-mujanya karena kemampuan tak biasanya, namun semakin berjalannya waktu orang-orang jadi takut dan curiga pada anak itu."
"Alasannya karena bahkan setelah 20 tahun berlalu, anak itu sama sekali tidak tumbuh sejak usianya 15 tahun. Anak itu juga tidak mati walau dibunuh seperti apapun. Kalian mungkin sudah bisa menebaknya, kemampuan anak itu bukanlah regenerasi namun keabadian," jelasnya.
"Abadi? Apa itu mungkin?" tanya Tikara terkejut.
"Tidak ada yang tidak mungkin bukan? Bukankah hal-hal aneh yang selama ini kalian lihat itu fakta?" kata Hazella sambil mengangkat satu alisnya.
"Ekhm... singkat cerita. Anak itu sudah hidup terlalu lama, sangat lama sampai orang-orang yang dia kenal saat itu sudah meninggal semua. 'Apa kalian pikir keabadian itu menyenangkan?'itu adalah pertanyaan yang selalu dia tanyakan. Dia juga menjawabnya sendiri, keabadian itu hanya menyenangkan di awalnya. Setelah lewat 100 tahun, kamu akan mulai bosan dan kesepian karena tidak punya orang yang bisa menemanimu dalam waktu lama."
"Setelah 400 tahun mengembara keliling dunia, dia memutuskan sesuatu yang besar."
"Apa itu?" tanya Lizza penasaran.
"Kalau orang-orang tidak bisa hidup lama dan menemaniku, maka aku tinggal menciptakan saja orang sepertiku," jawab Hazella menirukan anak itu.
"Akhirnya anak itu... tidak, wanita itu memulai eksperimennya. Pertama dia mencoba membuat anak dengan cara normal. Namun anak wanita itu sama sekali tidak memiliki kemampuan super seperti dirinya. Eksperimen kedua adalah cloning. Dia mencoba membuat clon dirinya sendiri. Tapi itu juga gagal, semua clonnya berumur pendek. Berkebalikan dengan dirinya," terang Hazella.
"Dan eksperimen ketiga... dia..."
"Dia??!!! Jangan bicara nanggung gitu!" kesal Lizza, Tikara dan Nea.
"Dia mencoba memasukkan gen-nya kedalam tubuh manusia hidup. Setelah berbagai penelitian, anak-anak berumur 5-10 tahun memiliki kemungkinan bertahan hidup lebih bagus dari yang lain. Untuk eksperimen itu, dia dan organisasi dibawah kepemimpinannya menculik puluhan anak untuk dijadikan subjek eksperimen. Nama organisasi itu adalah Novichok, dan... waktu mereka memulai penculikan massal itu adalah... 10 tahun yang lalu."
"Tunggu! 10 tahun lalu katamu?! Jangan bilang itu adalah kejadian itu?" kaget Tikara.
"Kejadian apa Kak Tika?" tanya Lizza bingung.