The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
07. Masa lalu 7



Mereka berdua telah sampai di ruang makan. Edward duduk ditempat kepala, sedangkan Aileen ingin duduk disebelah kanan Edward, tapi Edward tidak melepaskan pelukannya.


Ia malah mengeratkan pelukannya. Setiap Aileen mencoba turun dari gendongan Edward, bukannya diturunkan, malah dieratkan. Aileen menyerah.


Akhirnya Edward duduk sambil memangku Aileen. Ia makan dan juga menyuapi Aileen. Aileen hanya pasrah. Dia anaknya mah, penurut sama orang tua.


Saat sedang makan, tiba-tiba terdengar suara beberapa orang yang masuk kedalam mansion itu.


Edward dan Aileen terus makan dan tidak memedulikan suara berisik yang dihasilkan oleh beberapa orang itu.


Tak lama berselang, suara orang-orang itu semakin dekat. Dan kini tibalah enam orang pria tampan dengan setelan jas mahal didepan ruang makan dengan wajah bodoh mereka.


Karena dihadapan mereka, ada dua orang yang sedang makan. Tapi yang membuat mereka memperlihatkan wajah bodoh mereka, adalah karena melihat sahabat mereka sedang makan dengan seorang gadis kecil dipangkuannya.


Mereka melihat sahabat mereka tersenyum lembut saat memandang gadis kecil itu. Ia bahkan menyuapinya dengan telaten.


Mereka berenam mendekat kearah meja tersebut dan memperhatikan bahwa gadis kecil itu memiliki warna rambut dan mata yang sama dengan sahabat mereka, yaitu Edward.


"Ed, sia--" saat akan bertanya, suaranya terpotong oleh suara Edward


"Nanti. Makan" jawab Edward dingin dan singkat


Walaupun singkat, tapi para sahabatnya mengerti apa yang dimaksud. Edward akan menjelaskannya nanti setelah selesai makan, dan ia meminta(baca:MEMERINTAH) mereka untuk makan bersama.


Akhirnya mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan, mereka pergi ke halaman belakang mansion, dan duduk disebuah gazebo(bener nggak sih?) dengan Aileen tetap di pangkuan Edward.


Awalnya Aileen berusaha turun dari gendongan Edward, tapi setelah di berikan ipad dan earphone, ia langsung diam sambil bermain game di ipad.


Saat sudah duduk, keenam sahabat Edward langsung bertanya padanya.


"Ed, siapa gadis kecil ini?" tanya seorang pria dengan kacamata. Walau berkacamata, tapi itu tidak mengurangi kadar ketampanannya.


"Anakku" jawab Edward dingin dan singkat


"APAA??!!!" kaget keenam orang tersebut


"Diam" ucap Edward dengan datar


"Kau, tidak sedang bercanda kan Ed?" tanya seorang pria lagi


"Tidak" kata Edward dingin dan menyelipkan rambut perak Aileen dengan lembut, yang menutupi setengah wajahnya.


Dan sekarang wajah cantik dan imutnya terlihat dengan jelas.


Melihat pipi chubby milik Aileen, mereka berenam ingin mencoba menyentuhnya. Tapi sangat disayangkan, sayang ayah langsung saja menatap tajam mereka.


Tatapannya yang tajam menusuk seperti mengisyaratkan bahwa 'jangan menyentuhnya jika kalian masih ingin melihat dunia'.


Hal itu membuat keenam orang tersebut mengurungkan niat untuk menyentuh Aileen.


Setelah dua puluh menit keheningan melanda mereka terdengar suara seorang gadis kecil yang sangat merdu menyadarkan mereka dari lamunan masing-masing.


"Daddy, ngantuk" kata Aileen datar sambil melepaskan earphone dan mematikan ipadnya.


Edward sedikit terkejut mendengar nada datar Aileen.


Padahal saat dikamar ia berbicara dengan lembut, tapi sekarang nadanya sangat datar.


Satu hal yang dapat disimpulkan oleh Edward. Aileen hanya bersikap lembut dengan orang yang dikenal dekat dengannya.


Dan hal itu membuat Edward tersenyum lembut. Saat dimata Aileen, itu daddynya sedang tersenyum lembut.


Beda lagi dengan yang dilihat oleh sahabatnya. Senyumnya terlihat seperti seringaian yang sangat menakutkan.


Seringaian yang sudah siap mengambil nyawa orang lain dengan cara sadisnya.


──── ◉ ────


Jangan lupa like, coment, dan vote


See you😊