The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
28



Sesaat sebelum sampai di depan gerbang, Xuan memakai topeng.


Sedang Xiao Yue menggunakan tudungnya. Mereka berjalan hingga tiba di depan gerbang.


Didepan gerbang, mereka harus membayar untuk masuk ke kota sebanyak 100 koin perak untuk dua orang.


1 koin emas\= 1000 koin perak


1 koin emas\= 10.000 koin perunggu


1 koin perak\= 100 koin perunggu


1 batang emas\= 1000 koin emas


Memasuki kota, mereka menjadi pusat perhatian karena terlihat misterius.


Mereka mencari rumah makan untuk makan siang. Matahari sudah berada tepat diatas kepala.


Mereka pergi ke rumah makan paling besar di kota itu. Mereka masih saja menjadi pusat perhatian.


Aura yang dikeluarkan mereka berdua sangat mengerikan, terutama anak kecil yang digendong oleh seorang pria misterius.


Tiba-tiba, datang seorang pelayan wanita dengan sedikit gemetar dan menunduk.


"Selamat datang, tuan dan nona, dirumah makan kami, anda ingin du-" ucap pelayan itu menunduk tapi terpotong


"VIP" ucap Xuan dengan dingin


"B-baik, mari saya antar" ucap pelayan itu semakin takut


Xiao Yue hanya sibuk memperhatikan sekitar dengan tatapan dingin.


Saat tiba diruang VIP, mereka masuk dan tidak lama masuk beberapa pelayan membawa makanan paling mahal di tempat itu.


Penjelasan aja, disitu, yang pilih ruang VIP akan disajikan makanan paling mahal dan enak disitu.


Hanya Xuan saja yang makan makanan ditempat itu, Xiao Yue mengeluarkan buah-buahan dari dimensi yang sudah dikupas dan dipotong.


Ia juga menyediakan untuk Xuan. Xuan tahu kalau Xiao Yue tidak cocok dengan makanan ini.


Dan Xuan memaklumi nya. Karena ia diberi tahu oleh Xiao Chen.


Setelah selesai makan, mereka kembali melanjutkan jalan-jalan mereka.


Saat di pertengahan jalan, Xiao Yue tidak sengaja melihat sepasang anak kembar yang sedang memakan roti keras yang sudah kotor.


Sepasang kembar laki-laki tersebut terlihat seperti gelandangan, orang yang berlalu lalang tidak ada yang membantu mereka, dan bahkan hanya menatap jijik mereka berdua.


Xiao Yue yang melihat itu, kembali mengingat masa lalunya.


Dulu, ia pernah menolong seorang anak laki-laki dan merawatnya selama setahun setelah ia pergi dari tempat 'ayahnya'.


Mereka seumuran, tapi setelah setahun itu, tiba-tiba ia menghilang dan ia mendapat kabar kalau anak laki-laki tersebut ternyata adalah tuan muda keluarga besar yang melarikan diri.


Tapi, setelah mengetahui hal tersebut, ia sudah tidak mau bertemu anak laki-laki tersebut.


Anak laki-laki tersebut selalu berusaha untuk bertemu dengannya, tapi selalu ditolak.


Dan setelah itu, mereka putus kontak. Mengingat hal itu, membuat Xiao Yue menghela napas.


Ia kemudian menarik tudungnya hingga terpampanglah rambut hitam berkilau selembut sutra.


Sebagian wajahnya yang tertutupi topeng, menambah kesan misteriusnya.


Netranya yang berwarna emas, menandakan ia berasal dari kalangan kerajaan.


Tapi, tidak ada yang menyadarinya. Ia turun dari gendongan Xuan menuju kearah dua bocah kembar itu. Hatinya tergerak ingin menolong mereka.


Saat sampai didepan dua bocah kembar itu, ia mengambil roti keras tersebut dengan kasar.


Kedua bocah itu tersentak, kemudian mendongak keatas.


Mereka melihat seorang gadis kecil yang mengambil roti mereka.


Mereka kemudian berdiri. Usia mereka sekitar tujuh tahun.


Mereka ingin mengambil roti itu, tapi roti itu hilang secara tiba-tiba.


Lalu mucul dua bekal makanan berbau harum hingga menarik perhatian orang disekitar.



Mereka menatap kotak makanan itu, lalu kepada gadis kecil tersebut.


"Untuk kalian" ucap Xiao Yue dingin


Tapi kedua bocah kembar itu tahu, kalau sebenarnya gadis itu baik. Mereka merasa terharu. Baru pertama kali ada yang menolong mereka.


Hanya saja, tertutupi dengan sifatnya yang dingin. Xuan yang melihat itu tersenyum kecil. Junjungan nya sangat baik.


Xiao Yue melepaskan tangannya dari kedua tangan bocah itu.


Ia berbalik menatap Xuan. Kemudian duduk disebelah anak kembar tersebut tanpa jijik.


Xuan hanya berdiri di samping Xiao Yue dengan aura dingin, dan memberi penghalang, sehingga tidak ada yang bisa melihat mereka.


Orang disekitar tidak ada yang bisa melihat mereka, tapi mereka bisa melihat orang diluar.


Kedua bocah itu makan dengan lahap, dan Xiao Yue tidur dengan posisi duduk disebelah mereka.


Xuan yang melihat itu, tersenyum lembut. Ia mengangkat tubuh Xiao Yue dan meletakkan diatas pangkuan nya.


Kedua bocah itu sudah selesai makan. Mereka ingin berterima kasih, tapi melihat orang yang menolong mereka tidur, mereka hanya diam dan menatap wajah gadis kecil yang ditutupi oleh topeng setengah wajah.


Mereka hanya menunggu hingga gadis tersebut bangun dari tidur nyenyak nya.


Tidak lama kemudian, Xiao Yue terlihat membuka matanya.


Ia melirik kedua anak kembar yang menatapnya. Ia berdiri dan berjalan tanpa mengucapkan apapun.


Xuan hanya mengikuti dari belakang. Saat sedang berjalan, kedua kembar itu terus mengikutinya.


Xiao Yue hanya membiarkan saja. Ia berjalan kearah sebuah penginapan mewah.


Mumpung tidak ada ayahnya, bisa bebas seperti ini sangat sulit.


Jika ada kesempatan, jangan di sia-siakan. Xuan sudah memesan tiga kamar.


Saat akan memasuki penginapan, kedua kembar tersebut hanya diam diluar.


Xiao Yue yang melihat itu, menghela napas. Ia menggerakkan tangannya sedikit.


Kedua kembar yang awalnya terlihat seperti gelandangan, sekarang terlihat seperti anak bangasawan terpandang.


Orang-orang yang melihat perubahan itu tercengang. Mereka hanya bisa menampilkan wajah bodoh.


Xiao Yue hanya mengacuhkan orang sekitar. Ia melambaikan tangannya mengajak kedua anak kembar tersebut.


Kedua anak kembar itu berjalan mendekat kearah Xiao Yue.


Saat sampai didepan Xiao Yue, terlihat perbedaan tinggi mereka.


Xiao Yue yang baru berusia dua tahu, hanya sampai didada bocah kembar itu.


Dan tingginya itu, sebenarnya seperti anak empat tahun. Hanya saja pertumbuhan nya terbilang lebih cepat.


Mereka pergi kekamar masing-masing. Xuan dan Xiao Yue sendiri, sedang kedua anak kembar itu sekamar.


Tempat tidur muat untuk kembar, karena mereka memilih kamar yang paling mahal.


Sebelum masuk kekamar masing-masing, Xiao Yue memberikan cincin ruang tingkat tinggi masing-masing untuk Xuan, dan si kembar.


Ia sudah memasukkan barang-barang, berbagai macam barang untuk mengurangi kelebihan barang untuk didalam ruang dimensinya.


Karena ia berniat membuat laboratorium besar diruang dimensinya.


__________________________________________________


Maap kalau upnya malam, tugas sekolah menggunung😅


Jangan lupa saran dan kritikan kakak-kakak diperlukan.


See you ☺