
Penjelasan sedikit
• Dunia atas
• Dunia tengah
• Dunia bawah
Dunia atas menggunakan Qi
Dunia tengah Mana
Dunia bawah energi Internal (kekuatan fisik) halu
Tingkat kultivasi (menggunakan Qi)
• Prajurit (1-9)
• Jendral (1-9)
• Raja (1-9) (Xiao Chen Yu)
• Kaisar (1-9)
• Bumi (1-8)
• Langit (1-8) (Xiao Yue/Aileen)
• Dewa/Dewi (1-5) (belum pernah ada manusia yang sampai, kecuali asli dewa/dewi)
• Abadi
Tingkat Kekuatan Mana (batin/mental) halu lagi😅
• Merah
• Orange
• Kuning
• Hijau
• Biru
• Cyan
• Ungu
• Hitam
• Putih
• Transparan (tapi nggak ada yang tahu. Mereka menganggap Transparan adalah sampah)
Tingkat energi Internal (kekuatan fisik) ngehalu aku kelewatan
• 1-3 (sampah)
• 4-8 (biasa)
• 9-18 (hampir jenius)
•19-35 (jenius) (itupun kalau mereka sampai pada tingkat itu di usia dibawah 20 tahun)
• 36-65 (itu tingkat untuk para kaisar dunia bawah)
• 66-75 (para orang yang sudah berumur ratusan tahun)
•76-100 (sudah di lewati Xiao Chen Yu, tapi tidak ada yang tahu kecuali Xiao Yue, Li, penjaga bayangan terpercaya nya, dan Kesatria khususnya)
Element
• Merah (api)
• Biru (air)
• Abu-abu (angin)
• Hijau (tumbuhan)
• Coklat (tanah)
• Ungu (petir)
• Hitam (kegelapan)
• Putih (cahaya)
• Combination (gabungan seluruh element, element diatas belum semuanya😁)
Element hitam bisa di gabungkan dengan element lain, begitu juga element cahaya. Jadi, kekuatannya akan bergantung diantara kedua element itu.
Dunia atas hanya memiliki satu benua, 3 kekaisaran, dan 6 kerajaan. (Nanti akan dijelaskan seiring berjalannya waktu)
Dunia tengah memiliki dua benua, 4 kekaisaran, dan 4 kerajaan. (Nanti penjelasannya)
Dunia bawah memiliki tiga benua, 6 kekaisaran, dan 3 kerajaan.
Nanti akan dijelaskan seiring berjalannya waktu
_________________________
Lanjut cerita☺
Setelah piknik singkat itu, mereka kembali ke kediaman milik Xiao Chen.
Hari sudah mulai senja, kini Xiao Yue dan Xiao Chen sedang duduk menunggu waktu makan malam.
Xiao Chen duduk dengan memangku anaknya. Ia ingin bertanya pada anaknya tentang 'siapa dia sebenarnya' tapi ia urungkan.
Anaknya saja masih belajar berbicara. Maka dari itu, ia akan menunggu anaknya saja yang mengakuinya.
Xiao Yue yang duduk dipangkuan ayahnya hanya menampilkan wajah dingin.
Ia tidak tahu ingin melakukan apa. Tapi netranya tidak sengaja melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.
Sebuah buku tua dan juga pola yang menarik menurutnya.
Xiao Yue kemudian duduk dengan tegak dan mengangkat tangannya untuk menggapai buku itu.
Dan Xiao Chen hanya menahan tubuh Xiao Yue agar tidak jatuh. Dia sudah tahu apa yang diinginkan anaknya.
Tapi, ia sama sekali tidak membantu anaknya. Ia hanya memperhatikan usahanya.
Xiao Yue bergerak menggapai, tapi apalah daya. Ayahnya menahannya.
Dia membalikan tubuhnya menghadap sang ayah, kemudian berdiri di pangkuan ayahnya.
Sekarang Xiao Yue menempelkan dahinya ke dahi ayahnya.
Xiao Yue menatap wajah Xiao Chen kemudian dia menggigit hidung mancung ayahnya.
Xiao Chen hampir tertawa kencang, anaknya mencoba menggigitnya.
Tapi sayang, giginya belum tumbuh. Jadi usaha Xiao Yue hanya sia-sia.
Xiao Chen membawa Xiao Yue duduk di meja kerjanya dan menatapnya.
"Kau ingin buku ini?" tanya Xiao Chen sambil mengambil buku yang dinginkan anaknya
Ia kemudian memberikannya di pangkuan anaknya, sedangkan kedua tangannya menahan pinggang Xiao Yue.
Xiao Yue menerima buku itu dengan senyumannya yang manis.
Bahkan Xiao Chen terpesona hingga wajahnya bersemu merah. Xiao Yue membuka buku tersebut.
Buku tersebut adalah buku sejarah tentang peperangan yang terjadi antara dua kubu, Putih dan Hitam.
Halaman 1
Dahulu kala, terjadi sebuah perang besar antara dua kubu besar. Awalnya tidak ada masalah diantara kedua kubu tersebut. Tapi, entah ada masalah apa hingga secara tiba-tiba kubu Hitam menyerang kubu Putih.
Perang tersebut membawa dampak yang sangat besar di tiga benua yang berisikan manusia. Tapi, setelah perang tersebut kedua kubu menghilang secara tiba-tiba.
***Halaman* 2
Walaupun perang tersebut tidak terjadi di antara tiga dunia dan juga terbilang sangat jauh, hanya saja ada dampak di tiga dunia tersebut. Tragedi itu bagaikan mimpi buruk bagi penghuni tiga dunia tersebut.
Banyak orang kuat yang ingin menggali informasi, apa sebenarnya masalah utama dibalik terjadinya tragedi tersebut. Tapi, entah mengapa sepertinya hal tersebut seperti ditutupi oleh kedua kubu tersebut.
Halaman 3
Dirumorkan juga kalau pemimpin kedua kubu tersebut menghilang setelah perang terjadi. Dan tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka berdua. Rahasia tragedi tersebut hilang bersamaan dengan kedua pemimpin tersebut.
Tapi, katanya mereka berdua hanya tertidur panjang. Dan ada saatnya mereka terbangun. Juga, yang bisa membangkitkan mereka, hanya keturunannya saja atau orang yang di ijinkan oleh mereka sebelum tertidur.
Dan sisanya hanya tentang sihir, obat, racun, dan spirit beast**.
_________0_________
Xiao Yue terdiam setelah membaca buku tersebut. Ia merasa aura yang dikeluarkan buku tersebut, terasa familiar.
Ia merasa kalau ia memiliki ikatan atau hubungan dengan tragedi tersebut.
Tapi dengan segera ia menepis pikirannya yang sudah kemana-mana.
Xiao Yue menutup buku itu dan meletakkan nya kembali dimeja.
Ia merentangkan tangannya kepada ayahnya. Xiao Chen dengan sigap membawanya kegendongannya.
Mereka keluar dari ruangan itu untuk makan malam. Li juga ikut karena ia adalah sahabat Xiao Chen.
Skip
Tahun berganti tahun. Kini, Xiao Yue sudah berumur dua tahun.
Ia sudah bisa berbicara dengan lancar. Tapi, sifat dinginnya tidak berkurang.
Tepat hari ini, ayahnya akan pergi kembali ke sekte. Ayahnya sudah mengajaknya, tapi ia tidak mau.
Kata Xiao Yue, nanti ia berkunjung jika ia tidak sibuk. Sekalian, akan jujur pada ayahnya.
Xiao Chen setuju, dengan syarat kesatrianya tetap tinggal dengannya.
Xiao Yue hanya bisa mengangguk dengan senyum terpaksa.
Ayahnya tidak hanya meninggalkan kesatrianya, bahkan ia meninggalkan Xuan.
Xuan hampir sama dengan Li. Hanya saja, Xuan bisa dibilang 'pengasuhnya' Xiao Yue.
Kini, Xiao Chen, Xiao Yue, Li, dan Xuan, berkumpul di ruang kerja Xiao Chen.
Xiao Chen berjongkok didepan putrinya. Ia menarik tengkuk Xiao Yue dengan pelan.
Menyatukan dahi mereka dan terjadilah aksi tatap-tatapan.
"Yue'er, berjanjilah pada ayah kau tidak akan terluka sekecil apapun" ucap Xiao Chen dengan nada khawatir
Xiao Yue hanya menganggukkan kepalanya dengan ekspresi dingin.
"Jika Yue'er bosan, kau bisa keluar. Tapi, HARUS ditemani Xuan dan juga kesatria lainnya, mengerti?" ucap Xiao Chen menekan kata harus dan bertanya
Lagi, Xiao Yue hanya mengangguk. Xiao Yue mengangkat jari kelingkingnya.
Xiao Chen juga melakukannya, kemudian ia mengaitkannya ke jari Xiao Yue.
Tanda bahwa mereka telah berjanji satu sama lain.
"Baiklah, ayah akan kembali sebulan lagi. Jaga dirimu baik-baik. Ayah menyayangimu" ucap Xiao Chen dan mencium pipi, hidung, mata, dan dahi anaknya lama.
Xiao Yue hanya mengecup sekilas kedua pipi Xiao Chen.
Kemudian, Xiao Chen dan Li menghilang. Tinggallah Xiao Yue dan Xuan.
"Paman" panggil Xiao Yue dingin
"Ya, nona muda" jawab Xuan menunduk sedikit
"Jalan-jalan" lagi, hanya kata-kata singkat dari Xiao Yue
Tapi tetap dimengerti Xuan. Dan Xuan tahu apa yang harus dilakukannya.
"Baik, nona muda" jawabnya menunduk hormat
Xiao Yue berbalik mengahadap Xuan. Ia kemudian merentangkan tangan meminta digendong.
Xuan dengan sigap menggendong junjungannya. Ia tahu junjungannya malas berjalan.
Mereka pergi ke paviliun di sebelah paviliun Xiao Chen.
Xiao Yue meminta pada ayahnya untuk membuat paviliun untuknya.
Sampai dipaviliunnya, Xuan dengan sigap menyiapkan perlengkapan junjungannya.
Setelah semua selesai, Xiao Yue memakai jubah hitam bertudung, tapi ia tidak menggunakan tudungnya.
Ia hanya menggunakan topeng setengah wajah, hadiah dari ayahnya.
Xuan kembali menggendong Xiao Yue. Mereka kemudian pergi dari kediaman Xiao Chen.
Mereka akan pergi ke kota Yun. kota yang berada diantara dua kerajaan.
__________________________________________________
Maaf banget baru up🙏😭 aku kebuntuhan ide. Nanti aku usahain lusa aku up lagi. Dibutuhkan saran dan kritikan kakak-kakak sekalian☺
Jangan lupa like dan comment
See you😊