
Setelah selesai, Xiao Chen membaringkan anaknya ditempat tidur kembali.
Ia juga ikut berbaring dan memeluk tubuh mungil putrinya.
Xiao Chen menatap wajah putrinya. Ia membelai dengan lembut wajah kecil itu.
Wajah yang sangat persis dengan wajahnya. Putrinya hanya mewarisi pipi dan mata bulat istrinya.
Sedangkan dari dirinya, hampir semua. Ia ternyata sangat dominan.
Xiao Chen tersenyum dan ikut masuk kedalam alam mimpi.
Mentari mulai memancarkan cahayanya, burung-burung berkicau dengan merdu di pagi hari.
Tetapi, hal itu tidak membuat dua manusia beda bentuk terganggu sedikit pun.
"Uh" lenguh bayi perempuan tersebut
Xiao Yue dengan perlahan membuka matanya. Yang dilihatnya membuat dirinya hampir jantungan.
Didepannya adalah sebuah pahatan dewa. Xiao Yue kembali menatap langit-langit kamar itu. Sederhana tapi nyaman.
Xiao Yue sangat menyukainya. Ia tersenyum kecil, ternyata impiannya terwujud sedikit demi sedikit.
Grrr
Xiao Yue merasa lapar. Dia kembali menghadap kearah ayahnya dengan usaha besar.
Xiao Yue mengangkat sebelah tangannya yang bebas dan mencoba menampar ayahnya.
Tapi hal tersebut tidak membuat orang ditampar merasa kesakitan.
Tapi tetap membuka matanya, Xiao Chen rasanya ingin membunuh orang yang berani membangunkannya.
Akan tetapi, saat melihat pelakunya adalah putrinya, ia mengurungkan niat tersebut.
Ia menyangga kepalanya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang tangan Xiao Yue yang bersiap untuk kembali menampar dirinya.
Walaupun tidak sakit, tapi yang akan memerah adalah tangan putrinya.
"Ada apa, Yue'er?" tanya Xiao Chen dengan suara serak khas orang baru bangun tidur
"Mm mm" ucap Xiao Yue
Xiao Chen mengerutkan keningnya bingung. Sungguh, ia tidak tahu apa maksud anaknya.
"Apa kau memerlukan sesuatu, Yue'er?" tanyanya
Xiao Yue menganggukan kepalanya. Ia berusaha menepuk perutnya beberapa kali, ia berharap ayahnya mengerti.
"Apa Yue'er lapar, hm?" tanya Xiao Chen lembut
Xiao Yue kembali mengangguk. Xiao Chen memerintah Li untuk menyiapkan makanan untuk putrinya dan dirinya.
Tidak lupa menyuruh Li untuk menyiapkan tempat pemandian untuk dirinya.
Xiao Chen kembali melihat Xiao Yue. Xiao Chen sesekali mencubit pipi Xiao Yue dan membiarkan anaknya memainkan rambut panjangnya.
Rasa sedih Xiao Chen mulai terobati dengan sikap Xiao Yue yang lucu, walaupun selalu berwajah dingin seperti dirinya.
"Tuan, tempat pemandiannya sudah siap" ucap Li yang datang tiba-tiba
Xiao Yue tidak peduli, ia sibuk memainkan rambut panjang dan lembut milik ayahnya.
Xiao Chen hanya mengangguk sebagai jawaban. Kemudian ia bangun dari tempat tidur dan membawa Xiao Yue untuk ikut membersihkan diri bersamanya.
Xiao Yue yang tiba-tiba digendong, hanya diam dan terus memainkan rambut ayahnya.
Saat sampai di kamar mandi, Xiao Chen memandikan Xiao Yue dan setelah selesai memandikannya, ia kemudian membersihkan dirinya sendiri.
Xiao Chen keluar dari kamar mandi hanya dengan sebuah kain yang melilit area privasinya.
Sedang Xiao Yue digendong ayahnya dengan hanya sebuah kain yang melilit tubuhnya, kecuali kepalanya.
Xiao Yue dibaringkan di tempat tidur dan dipakaikan pakaian oleh ayahnya.
Setelah selesai, giliran Xiao Chen yang memakai pakaiannya sendiri.
Xiao Chen tidak menggunakan pelayan di paviliunnya. Karena mereka dihutan.
Kediamannya tidaklah besar, akan tetapi inilah yang di inginkan oleh istrinya.
Sekarang, Xiao Chen duduk dan di depannya sudah terhidang beberapa macam makan.
Untuk orang dewasa dan juga susu untuk Xiao Yue. Li ikut makan bersama, karena ia sudah seperti saudara bagi Xiao Chen.
Xiao Chen makan dengan tangan kanan dan tangan kiri menggendong Xiao Yue.
Sesekali ia membantu memberi susu pada Xiao Yue yang sedikit kesulitan.
Selesai makan, Xiao Chen pergi keruang kerjanya. Dan Xiao Yue di titipkan pada Xuan.
Xuan adalah salah satu penjaga bayangan kepercayaan milik Xiao Chen.
Xiao Yue POV
Aku hanya seorang bayi untuk sekarang. Aku merasa sedikit bebas dari pekerjaanku dulu.
Biasanya saat pagi menjelang siang seperti ini, aku sedang mengerjakan berkas-berkas perusahaanku.
Aku sangat suka dengan dunia baruku, walaupun masih belum terima kalau sekarang aku hanya seorang bayi.
Demi makanan, rasanya sangat menyiksa diriku. Aku tidak bisa secara bebas menggerakkan tubuhku.
Keseharianku hanya bangun, makan, mengganggu ayahku, dan tidur.
Dan hal itu terjadi setiap hari. Aku benar-benar bosan.
Aku juga selalu tidur dengan ayahku. Aku pernah berpikir, kenapa ayahku yang selalu merawatku dan tidak menyuruh pelayan?
Bukannya aku tidak suka, hanya saja apa dia tidak lelah? Aku tahu pasti ia lelah, tapi kenapa ia masih memikirkan diriku?
Setidaknya pikirkan dirinya sendiri. Jika ia sakit, memangnya aku yang merawatnya? Walaupun ada, sudah pasti orang itu takut dengan ayah.
Ayahku yang sekarang jika dilihat, sebenarnya adalah tipe orang yang setia, dingin, dan hangat pada keluarga kecilnya.
Ia tidak menunjukan kebaikan dan kehangatannya pada orang lain, dan hanya pada orang tersayangnya.
Hidup disini sangat menyenangkan. Disini, aku masih bisa menghirup udara bersih.
Beda dengan duniaku yang dulu. Sulit untuk dapat menghirup udara bersih yang masih terjaga.
Xiao Yue POV End
Bulan berganti bulan, tidak terasa kini Xiao Yue (Aileen) menetap di dunia barunya.
Sudah delapan bulan, dan sekarang ia sudah bisa merangkak dengan sangat lancar.
Dan kini, ia mulai mencoba berjalan. Walau terkadang dia baru saja berdiri, tidak sampai menggerakkan kakinya ia kembali terduduk.
Tapi hal itu tidak membuat semangat Xiao Yue runtuh, dan malah hal itu seperti menjadi penyemangat untuk dirinya.
Xiao Chen sekaligus ayah dari Xiao Yue terkejut. Ia semakin yakin, kalau anaknya bukan orang sembarangan.
Tidak mungkin seorang bayi, yang bahkan belum genap satu tahun untuk memiliki mental orang dewasa.
Bahkan, saat pertama kali dirinya menggendong anaknya, anaknya yang baru beberapa hari lahir saja bisa menampilkan wajah yang lebih dingin darinya.
Auranya saja, setara atau bahkan lebih dari seorang kaisar.
Xiao Chen tidak tahu siapa yang sekarang mengendalikan tubuh putrinya.
Tapi yang pasti, ia akan tetap menerimanya. Xiao Chen berpikir untuk bertanya jika anaknya sudah bisa berbicara saja.
Hari berganti, seperti biasa, Xiao Yue setelah bangun akan mandi bersama ayahnya.
Walaupun ia sudah berusia remaja, tapi sifatnya(Aileen) masihlah polos.
Walaupun ia adalah seorang psikopat, ia tidak mengerti sama sekali tentang hal-hal yang berbau dewasa.
Bahkan ia tidak terlalu peduli. Edward, Brandon, dan El tidak pernah mengajarkan atau berniat membuat Aileen mengenal hal yang berbau kata 'pasangan'.
Kata itu seperti sesuatu yang tabu menurut mereka untuk diketahui oleh Aileen.
__________________________________________________
Dibutuhkan saran dan kritik dari kakak-kakak sekalian.
Jangan lupa like dan comment
See you😊