
~ dua jam kemudian~
"Daddy, sakit HUAAAAAAA" pada akhirnya tangisan Aileen pecah setelah ditahan selama dua jam lamanya
Edward yang mendengar tangisan anaknya langsung kaget dan terguling kebelakang hingga pada akhirnya jatuh dari kasur
Brukk
"Shh" ia hanya bisa meringis kesakitan saat jatuh
Ia kemudian bangkit dan naik lagi kekasur, membaringkan dirinya kembali dan memeluk anaknya.
Aileen memeluk Edward dengan erat dan ganti menggigit pipi ayahnya saking kesalnya karena sekarang sudah pasti pipinya memerah.
Edward rasanya ingin tertawa dengan apa yang dilakukan Aileen, tapi ia menahannya dan membiarkan Aileen menggigit pipinya.
Setelah lima belas menit, barulah Aileen melepaskan gigitannya.
Ia juga melihat pipi ayahnya memerah. Dan ia sangat puas melihat hal itu.
Sekarang impas. Itulah yang dipikirkan olehnya.
Edward yang melihat anaknya sudah tidak menggigitnya lagi, menatap wajah cantik anaknya dan mengecup pipi anaknya yang sudah merah karena ulahnya.
"Daddy, ayo segera bersiap, hari ini adalah hari istimewa. Apa daddy lupa?" tanya Aileen dengan wajah menggemaskan
"Daddy tidak lupa. Ini adalah hari kelulusanmu, bagaimana bisa daddy lupa, kau lulus S3 kan?" tanya Edward
"Iya" jawab Aileen
"Baiklah daddy siap-siap dulu, baby duluan saja" kata Edward dan
Cup
Ia mengecup bibir mungil dan imut milik Aileen. Setelah itu, ia pergi membersihkan dirinya.
Setelah kepergian Edward, Aileen langsung ke kamarnya dan saat membuka pintu kamarnya, didalam terlihat Brandon yang sudah menyiapkan pakaian Aileen.
"Nona cantik, pakaian anda sudah saya siapkan" ucap Brandon dengan senyum ramah nya
"Terima kasih paman. Juga tidak perlu seformal itu padaku. Aku sudah menganggapmu seperti pamanku sendiri" ucap Aileen dengan senyum
"Baiklah kalau begitu. Dan juga selamat atas kelulusannya, Nak" kata Brandon
"Terima kasih, paman"
Setelah itu, Brandon keluar dari kamar Aileen dan Aileen langsung membersihkan dirinya sendiri.
Ia menggunakan celana jeans putih dan tank top yang tertutupi hoodie berwarna hitam bertuliskan 'LEADER' juga sepatu berwarna abu-abu.
Rambut peraknya hanya dibiarkan terurai. Ia menggunakan anting leader Darkness miliknya. Dengan rambut terurai, ia bisa menyembunyikan anting tersebut.
Setelah mengecek penampilannya, ia keluar dari kamarnya dan menuju kamar ayahnya.
Dan dengan ketidak sopanan, ia langsung masuk kedalam kamar tersebut.
Saat masuk ia melihat ayahnya yang sudah rapi, tapi tidak dengan pakaian formalnya melainkan dengan pakaian yang santai.
Hanya dengan kemeja berwarna dark blue dan celana jeans hitam dan sepatu dengan warna yang senada dengan kemeja miliknya. Sangat tampan.
"Daddy, kenapa kau tidak kelihatan tua dan malah terlihat seperti seorang pemuda? Padahal kan umur daddy hampir kepala empat?" tanya Aileen
Ia sungguh merasa aneh dengan ayahnya. Sudah tiga puluh empat tahun, akan tetapi terlihat seperti seorang pemuda yang baru berumur dua puluh tahun.
Edward hanya bisa bersabar mendengar pertanyaan anaknya ini. Bukannya senang kalau ayahnya awet muda, ini, malah dipertanyakan dan dianggap aneh.
Banyak orang yang ingin awet muda, dan bahkan mereka melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya, tapi Aileen tidak seperti mereka.
Ia memiliki pola berpikir yang beda dengan orang lain. Ia selalu sulit ditebak, akan tetapi ia selalu membuat orang sangat terkejut dengan otaknya yang sangat jenius itu.Benar-benar Iblis jenius.
Back to story
"Daddy juga tidak tahu kenapa. Ya sudah ayo berangkat. Nanti baby mengomel kalau kita telat" kata Edward dan langsung membawa Aileen ke gendongannya
Walaupun Aileen sudah mulai dewasa, ia akan tetap menganggap Aileen, putrinya adalah bayi kecilnya.
Aileen hanya diam di gendongan ayahnya. Bagaimana tidak diam kalau sudah diberi ipad.
Edward tidak tahu kalau anaknya memiliki perusahaan dan mafia. Yang ia tahu, anaknya itu sering melakukan eksperimen.
Entah eksperimen berbahaya atau ringan, jika Aileen sedang di Laboratorium, Edward akan selalu disana dan menemaninya. Sekaligus mengawasi jika ada ilmuwan lain yang mencoba mendekat dan mencubit pipi chubby 'favoritnya' itu.
Ia mengklaim bahwa anaknya adalah miliknya. Hanya miliknya dan itu adalah mutlak.
Back to story
Kini Aileen dan Edward sedang menuju ke EFB University. Itu adalah Universitas yang didirikan oleh orang tua Edward. Juga Universitas itu berbeda dengan Universitas pribadi.
Universitas itu dibangun hanya untuk anak-anak yang berprestasi. Tidak sembarang orang yang bisa masuk di Univ itu.
Banyak anak yang mengikuti jalur beasiswa, salah satunya Aileen.
Disitu juga sudah tergabung dengan junior high school dan senior high school.
Bagi mereka yang memiliki banyak uang, bisa menyekolahkan anak mereka dengan syarat harus memiliki otak yang pandai dan tidak membully orang lain.
Jika melanggar akan dikeluarkan dan tidak akan diterima di tempat lain.
Back to story
Aileen dan Edward kini sudah sampai di gerbang dengan mobil sport berwarna hitam.
Dengan otomatis, gerbang tersebut terbuka dengan bantuan teknologi canggih.
Hanya dengan bantuan sebuah kamera, mereka bisa mendeteksi apa saja yang berada didalam kendaraan tersebut.
Setelah masuk kedalam, mobil mereka menjadi pusat perhatian orang orang yang ada disana.
Setelah memarkir mobil, Aileen langsung menggunakan tudung hoodie miliknya dan menyembunyikan rambut peraknya.
Edward hanya menampilkan wajah dinginnya saat akan keluar dari mobil.
Orang orang masih penasaran siapa yang berada didalam mobil tersebut.
Mereka melihat seorang pria tampan berambut perak keluar dari mobil tersebut.
Semua wanita yang melihat pria itu memerah. Tampan. Itulah yang ada didalam pikiran mereka.
Edward lantas berjalan mengitari mobilnya dan berhenti dipintu lainnya. Ia membuka pintu mobil dan keluar seseorang yang menggunakan hoodie berwarna hitam.
Jika dilihat dari bentuk tubuhnya, ia adalah seorang gadis. Banyak pria yang menatap tubuh gadis itu dengan tatapan yang penuh nafsu.
Melihat itu, dengan segera ia melingkarkan tangannya di pinggang Aileen dan menarik Aileen agar lebih dekat dengannya.
Banyak orang yang menatap benci, iri, tidak suka, dan sebagainya pada Aileen. Mereka rasa Aileen tidak cocok dengan pria pujaan mereka.
Sedangkan Aileen hanya bisa menghela napas pasrah melihat kelakuan ayahnya. Ia hanya diam dan mengikuti sang ayah pergi ke aula.
Dan acara kelulusan dimulai. Acaranya berjalan dengan lancar. Dan diakhiri oleh sepatah dua kata dari Edward sebagai perwakilan orang tuanya yang tidak hadir.
Saat ia naik keatas panggung, hampir semua wanita menatap Edward dengan genit.
Edward mengedarkan pandangannya, hingga pandangannya berhenti pada anaknya yang sedang duduk di dekat para dosen.
Ia tersenyum saat menatap Aileen. Banyak wanita yang heboh dan berpikir bahwa Edward tersenyum pada mereka.
Mereka menatap Edward dengan malu malu. Edward sedikit jijik melihat hal itu. Sedangkan Aileen sedang menahan tawanya agar tidak pecah disitu.
Kemudian Edward berpidato dengan sangat singkat, padat, dan jelas.
Saat turun panggung, Aileen langsung berpindah ketempat duduk yang berada disebelah Edward.
Ia lantas duduk dan tak lama Edward juga ikut duduk.
Setelah acaranya selesai, Aileen meminta singgah di restaurant untuk mereka makan siang.
Saat sedang menunggu pesanan, Edward mengambil sesuatu dari sakunya yang ternyata sebuah kotak kecil.
Maaf baru update🙏
Jangan lupa like, coment, dan vote
See you