
Edward membuka kotak tersebut. Dan isinya adalah sepasang kalung Yin dan Yang.
Aileen menatap ayahnya dengan pandangan bingung.
"Ini adalah sepasang kalung yang saling terhubung. Satu untuk baby, dan satunya untuk daddy. Sini biar daddy pakaikan" jelas Edward sambil tersenyum dengan cerah dan beranjak kearah anaknya.
Ia memakaikan kalung berwarna putih, lalu Aileen juga memakaikan kalung berwarna hitam pada Edward.
Setelah itu diam sejenak untuk berpikir. Ia merasa ada yang sedikit aneh.
"Daddy, apa kalung kita tidak tertukar? Bukannya Yin untuk perempuan dan Yang untuk laki-laki?" tanya Aileen yang baru menyadarinya
"Memang apa yang baby jelaskan tadi tidak salah, tapi daddy memiliki pemahaman daddy sendiri" ucapnya sambil mengusap surai Aileen dengan sayang
"Sini baby" Edward menepuk pahanya agar Aileen duduk di pangkuan nya
Aileen yang mengerti langsung mendekati sang ayah dan duduk dipangkuan ayahnya dan menghadap ayahnya.
"Bagi daddy, Vanka adalah cahaya yang dikirim oleh Tuhan untuk menerangi hidup gelap daddy. Dan daddy adalah kegelapan yang harus diterangi oleh cahaya.
Karena cahaya dan kegelapan saling membutuhkan satu sama lain. Sama halnya dengan manusia sebagai makhluk sosial. Apa Vanka paham, sayang?"
jelas Edward panjang lebar
"Vanka paham daddy. Vanka sayang daddy" ucap Aileen dan memeluk Edward dengan erat
Ia sangat menyayangi ayahnya. Baginya, sang ayah adalah penyelamatnya. Ia berjanji akan selalu bersama dengan ayahnya.
Tapi, apakah janji itu akan bertahan atau di ingkari suatu hari nanti?
Who knows?
Kita bisa melihatnya nanti.
Tidak lama makanan pun datang. Aileen memesan steak, salat sayur, dan es teh manis. Sedangkan Edward memesan steak dan lemon tea.
Setelah selesai makan, mereka pulang ke mansion.
Saat sampai, Edward melihat anaknya yang sudah tertidur akhirnya menggendong sang anak kekamar anaknya.
Saat ia keluar dari lift, bertepatan juga dengan Brandon yang akan turun ke lantai bawah.
"Biar aku saja yang menggendongnya. Kau beristirahatlah" kata Brandon dan mengambil Aileen dari gendongan Edward
Edward juga sekarang tidak masalah jika Brandon menggendong Aileen. Dan hanya ia dan Brandon yang boleh menyentuh Aileen.
Setelah memberikan Aileen pada Brandon, tak lupa ia mendaratkan kecupan di kedua pipi, dahi, hidung dan yang terakhir dia mengecup bibir anaknya.
"Good night, baby. Tidurlah dengan nyenyak" kata Edward dengan sayang
Setelah itu, Brandon membawa Aileen kekamarnya dan membaringkannya dikasur setelah melepas sepatu dan aksesoris lainnya.
Ia kemudian mengecup kening Aileen dan pergi dari kamar Aileen.
Skip
Bulan berganti bulan. Tak terasa, besok adalah hari ulang tahun Edward yang ke-35 tahun.
Aileen sudah menyiapkan kejutan besar untuk ayahnya.
Bahkan mungkin kejutannya bisa menggemparkan dunia dengan kejutan spesial untuk sang ayah tersayang dan tercinta.
Ia berencana tengah malam untuk memberi kejutan untuk ayahnya. Ia yakin pasti ayahnya akan senang.
Saat ini, sudah pukul 23.56 malam. Aileen sudah siap dengan hadiah kecil di saku jaketnya dan hadiah utama akan diberikan besok.
Tadi, ia berpura-pura sudah tertidur agar rencananya berjalan lancar.
Ia tiba di pintu kamar ayahnya dan langsung masuk, tapi ia tak melihat ayahnya. Ia akhrinya memutuskan pergi Rooftop. Entah kenapa hatinya berkata untuk kesana.
Jadi ia memilih ke Rofftop. Dan benar saja kalau disana, dari jauh ia melihat kalau Edward sedang berbincang dengan Brandon.
Ia sudah memegang hadiahnya ditangan. Ia sudah akan mendekat, tapi ia tak sengaja mendengar sesuatu yang berhubungan dengannya yang keluar dari mulut Edward.
Berkat pendengarannya yang tajam, ia bisa mendengarkan apa yang dikatakan Edward katakan.
"Hey, Brandon. Aku.. ingin mengatakan sesuatu padamu. Tapi, bisakah kau merahasiakannya dari Vanka. Apapun yang terjadi jangan mengatakannya.
Berjanjilah padaku. Jika sudah saatnya, aku berjanji akan jujur padanya. Sekarang, jiwa dan ragaku belum siap jika harus kehilangan dirinya" kata Edward sambil menatap lurus kedepan
"Apa itu? Kenapa harus merahasiakan ini darinya? Dan kenapa kau mengatakan ini padaku? Apa yang sebenarnya kau sembunyikan dari Aileen?" tanya Brandon berturut turut
"Cukup dengarkan, rahasiakan, dan jangan memotong ceritaku. Jika kau mau berbicara, setelah selesai baru kau bisa bicara. Ingat jangan memotong" kata Edward
Ia mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Aileen dan bagaimana Aileen membawa sebuah perubahan yang sangat besar didalam hidupnya.
Ia menceritakan semuanya sampai ia membunuh keluarganya dan saat ia berpura-pura menjadi penyelamat Aileen.
Ia bahkan mengatakan tujuan ia membunuh kedua orang tua Aileen. Jujur, ia tak mau melakukannya. Tapi, karena sudah terlanjur emosi karena mereka mencoba memisahkan Aileen darinya,
Karena orang tua Aileen mulai curiga bahwa anaknya selalu diikuti oleh orang yang tidak dikenal, maka dari itu mereka pergi keluar negeri dan tinggal di Belanda.
Edward yang merasa takut bahwa ia akan kehilangan cahayanya, ia berakhir mencarinya dan akhirnya menemukannya di Belanda.
Dan entah dorongan dari mana, ia berakhir memilih melenyapkan keluarga Aileen dan merebut Aileen.
Ia juga mengungkapkan semuanya pada Brandon. Sedangkan Brandon sangat shock dengan yang diceritakan oleh Edward.
Edward juga dengan jujur berkata kalau ia sangat menyayangi anaknya lebih dari apapun bahkan nyawanya tidak sebanding dengan anaknya.
Aileen yang mendengar semua itu hanya bisa diam mematung dibalik dinding yang menghalanginya.
Ia menangis dalam diam, dan saat akan beranjak, ia tak sengaja menjatuhkan barang yang ada dibelakangnya. Dan dengan segera berjalan menjauh.
Dugh
Edward dan Brandon yang mendengar itu kaget, mereka saling berpandangan sejenak dan langsung kedekat situ.
Saat sampai, mereka melihat Aileen yang berjalan sambil menunduk. Jika diperhatikan dengan teliti, bahunya terlihat bergetar yang menandakan,
kalau ia sedang menangis. Edward yang melihat itu menjadi sangat panik, ia berpikir, apakah anaknya mendengar semua yang dikatakannya?
"Baby" lirih Edward yang masih bisa didengar Aileen
Ia berhenti dan tanpa berbalik, ia bertanya pada Edward.
"Apa semua itu benar?" tanya Aileen dengan nada sangat pelan yang masih bisa didengar oleh Edward
"Sayang, deng-" ucapan Edward terpotong dengan suara Aileen
"Saya bertanya. Apa semua yang anda katakan itu benar, tuan Edward Frey Bram yang terhormat?" tanya Aileen dengan nada yang sangat dingin
Deg
"M-maaf" ucap Edward dengan terbata, dan hanya kata itu yang bisa diucapkan olehnya.
Ia bagai disambar petir mendengar anaknya tidak memanggilnya dengan sebutan 'daddy' dan malah memanggilnya dengan sebutan yang terdengar mereka tidak dekat.
"Jadi, semua itu benar?" tanya Aileen lirih dengan tangan yang sudah mengepal erat
"B-baby, dengarkan p-pen" dan lagi-lagi, ucapan Edward terpotong melihat Aileen yang mengangkat tangannya memberi sinyal untuk tidak melanjutkan penjelasannya
"Saya tidak butuh penjelasan, tuan Edward. Dan terima kasih sudah merawat saya. Kalau begitu saya permisi" ucap Aileen dingin dan berbalik kearah Edward dan Brandon lalu membungkukkan badannya
Saat ia mengangkat kepalanya, terlihat wajahnya yang terlihat sangat menyedihkan dengan wajah yang berlinang air mata.
Setelah itu ia berbalik dan berlari dengan sangat cepat dengan rasa sakit.
Deg
Edward dan Brandon yang melihat itu bagai ditusuk ribuan pisau di jantung.
Edward meneteskan air matanya dan memanggil nama Vanka sambil mencoba mengejar anaknya, akan tetapi ditahan oleh Brandon.
Edward mencoba memberontak dan berteriak memanggil nama anaknya yang sudah menghilang dari arah pandangannya.
"Ed, tenang! Jangan gegabah. Biarkan Aileen sendiri, ia perlu waktu untuk menerima kenyataan. Aku akan pergi mengikutinya, kau tenangkan dirimu dulu" ucap Brandon
Setelah melihat Edward tenang, ia menelpon Jeremi untuk membantunya menenangkan Edward, setelah Jeremi sampai, Brandon langsung menyerahkan Edward pada Jeremi dan mengejar Aileen.
Disisi Aileen
Aileen berjalan sendirian ditengah gelapnya malam dan berakhir kehujanan ditengah jalan.
Walaupun kehujanan, ia justru merasa bahwa hujan pun tahu apa yang dirasakannya saat ini. Dengan bantuan hujan, ia bisa melampiaskan perasaannya.
Aileen berteriak sekencang mungkin untuk meres emosinya.
Setelah puas, ia masuk kedalam ruang dimensi nya.
Saat didalam, ia langsung membersihkan diri dan beristirahat.
Maaf banget karena telat lagi
Jangan lupa like, coment, dan vote
See you