The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
19



Saat malam tiba, Aileen hanya duduk menatap langit malam dari balkon kamarnya. Bulan dan bintang menerangi malam yang gelap dan sunyi.


Kini, didalam pikiran Aileen, ia sedang menyusun sebuah rencana untuk pergi dari pulau itu.


Ia tidak bisa hanya berdiam diri disitu. Pasti saat ini El sedang menunggunya.


Aileen itu sebenarnya tinggal dengan El di laboratorium. Di laboratorium sudah tersedia tempat untuk tinggal disana.


Ia dan El tinggal bersama selama setahun, bahkan yang mengurus semua kebutuhan Aileen adalah El.


Ia khawatir El akan panik mencari dirinya. Dan ia juga masih mempunyai pekerjaan diperusahaan dan mafianya.


Ia masih bingung bagaimana keluar dari sini. Ia tahu pasti ayahnya sudah menjaga ketat pulau ini, dilihat dari banyaknya cctv, bodyguard, dan alat keamanan tingkat tinggi.


Walaupun itu mudah bagi Aileen, tapi tidak hanya itu. Ia tahu pasti kalau ayahnya tahu kelemahannya dan pasti bisa saja ia menggunakannya.


Tapi ia berusaha berpikir positif. Ia berniat, pada tengah malam ia akan kabur dari sana.


Skip


Tengah malam pun tiba. Aileen sudah siap dengan segala keperluannya untuk kabur. Tapi, jujur ia ragu. Ia takut nantinya, jika ia gagal dan ketahuan, sudah pasti katakan selamat tinggal pada kesempatan kedua.


Tapi, ia mencoba berpikir positif dan sebelum menjalankan rencananya, ia berdoa terlebih dahulu.


Kalau pun gagal, ia akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak ketahuan, karena jujur ia sangat gugup dan takut saat ini.


Karena, jika yang dihadapinya adalah mafia atau penjahat, ia tidak masalah. Tapi ini beda lagi masalahnya.


Yang akan dihadapi olehnya adalah sang ayah. Orang yang menjaga dirinya selama bertahun tahun.


Sudah pasti, ia tahu kelemahan yang dimilikinya.


Back to story


Setelah berdoa, Aileen mulai keluar dari kamarnya dengan hati-hati.


Ia selalu bersikap waspada dengan daerah sekitar dirinya.


Dan saat merasa aman, ia kemudian kembali berjalan dengan mengendap endap.


Beberapa saat kemudian


Kini Aileen hanya bisa menahan tangis sambil berjongkok dan memeluk lututnya sendiri.


Ia berpikir, kenapa nasibnya sangat sial, ia tidak menyangka kalau ayahnya akan melakukan ini padanya.


Beberapa saat yang lalu


Aileen sudah melewati ruang keamanan yang berada ditingkat tinggi. Dan tersisa satu tingkat keamanan lagi.


Akan tetapi, saat mengintip lewat ventilasi atas, ia hanya bisa mematung ditempat.


Back to story


Aileen saat ini bingung dengan apa yang harus dilakukannya.


Ia tidak tahu mau bilang apa lagi.


Diawahnya, lebih tepatnya didalam ruangan tersebut terlihat puluhan wanita yang menggunakan pakaian terbuka.


Dan yang lebih buruk lagi, beberapa dari wanita itu adalah wanita-wanita genit yang mengejarnya dan berusaha mendekati dirinya yang sedang berpakaian laki-laki saat dirinya masih bersama sang ayah.


Flash Back on


Waktu itu, Aileen pergi kekota dengan ayahnya. Tapi, ayahnya saat itu pergi meeting dan ia berjalan kearah taman dipusat kota.


Saat sedang duduk menikmati pemandangan sekitar, ia tak sengaja melihat sekitar lima belas wanita dengan pakaian ketat dan terbuka terlihat mendekat kepadanya.


Awalnya ia hanya mengacuhkan mereka. Karena mungkin mereka hanya akan lewat.


Tapi tak disangka, ternyata beberapa dari mereka duduk dibangku disebelahnya, dan ada juga yang berdiri.


Tapi, jika dilihat dari depan, ia seperti sedang di kelilingi oleh mereka.


Ia saat itu hampir pingsan karena jijik, tapi untung pengasuhnya, Brandon, datang tepat pada waktunya dan akhirnya mereka berdua langsung pergi.


Flash Back off


Dan entah bagaimana ayahnya malah mempekerjakan mereka semua.


Ingin rasanya ia mengumpati ayah tersayangnya itu. Akan tetapi, ia juga takut kualat.


Dan sekarang, satu-satunya cara adalah dengan menggunakan gas bius.


Lalu, ia pun langsung melemparnya kebawah dan menunggu semuanya pingsan.


Dirasa semuanya pingsan, ia kemudian melemparkan bom asap untuk menyamarkan dirinya.


Ia turun kebawah dan langsung menyabotase pintu keamanan tersebut dan langsung keluar.


Dan pemandangan didepannya membuat ia rasanya ingin pingsan.


Demi apa, di hadapannya ada lautan lepas. Ia tahu ia dikurung disebuah pulau.


Tapi ia tak menyangka kalau tidak ada satu pun alat transportasi laut yang terlihat.


Bahkan ia tidak tahu harus kearah mana. Rasanya ia mau tenggelam saja.


Akan tetapi...


"Hai, baby" panggil seseorang


Deg


Ia sangat terkejut mendengar suara itu. Suara ayahnya.


Ia memutar kepalanya dengan patah patah. Dan di hadapannya, terlihat ayahnya, Brandon, dan puluhan bodyguard berdiri.


Ia menghela napas dengan dengan kasar dan membuangnya dengan kasar juga.


"Mau kemana malam-malam begini, nak?" tanya Edward sambil mendekat kearah anaknya


"Nope" kata Aileen


Saat tiba didepan Aileen, Edward langsung menggendongnya dan kembali masuk kedalam mansion.


Ia memutuskan akan tidur dengan anaknya. Ia tidak mau kejadian ini terulang lagi.


Ia juga menyuruh salah satu bodyguardnya untuk memperketat keamanan dipulau itu.


Sedangkan Aileen yang mendengar itu hanya bisa menghela napas pasrah.


Ia hanya bisa menyandarkan kepalanya didada bidang Edward dan segera tertidur karena kelelahan.


Edward yang melihat itu hanya menyeringai. Bahkan anak buahnya langsung merinding dan pucat.


Tetapi, jika dilihat dari sisi Aileen, ia pasti akan menjawab kalau ayahnya sedang tersenyum lembut.


Tapi bagi orang lain, mereka seperti melihat iblis sesungguhnya.


Back to story


Edward kemudian merebahkan Aileen di kasurnya


"Mine" gumamnya


Dan ikut terlelap disamping Aileen sambil memeluk perut Aileen dan menyembunyikan kepalanya disana.


Maaf baru di up


Jangan lupa like dan coment


See you