The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
02 . Masa lalu 2



Setelah acara berpelukan, lantas Aileen pamit untuk kekamarnya. Ia masih merasa gelisah. Ia jadi takut terjadi sesuatu terhadap keluarganya.


Tapi, ia lebih memilih berdoa dan meminta kepada Tuhan untuk menjaga keluarga kecilnya.


Walaupun ia bukan anak kandung Dave dan Tania, ia sangat menyayangi mereka. Sebenarnya ia sudah tahu bahwa ia bukan anak kandung dari Dave dan Tania, karena melihat perbedaan dirinya dan kedua adiknya.


Setelah berdoa, ia langsung menutup mata dan masuk kemimpi.


~ pkl 12.06 ~


"Aarrghh"


"BERHENTI! KUMOHON LEPASKAN SUAMIKU"


Keributan diluar sontak membangunkan Aileen yang sedang tertidur nyenyak.


"Apa yang terjadi?" gumam Aileen


Aileen langsung keluar dari kamar dan pergi ke ruang tengah untuk melihat apa yang terjadi.


Tapi betapa kagetnya Aileen melihat kedua orang tuanya tergeletak bersimbah darah. Bahkan tubuh kedua adiknya sudah tidak utuh.


"AYAH, BUNDA KENAPA? BUNDA SADAR BUN!!! AYAH AYAH KENAPA YAH??!!!!"


Aileen memeluk kedua orang tuanya dan menangis dengan putus asa.


"SIAPA KALIAN??!!!!" teriak Aileen kaget


Aileen baru sadar ternyata ada orang lain selain dirinya disitu. Lima pria berbadan kekar yang menggunakan jas hitam dan membawa senjata api.


"Jaga dia" kata seorang pria yang terlihat berbeda dari yang lain.


Aileen baru menyadari bahwa ada seorang pria lagi yang sedang duduk disofa didekatnya. Setengah wajah pria tersebut tertutup sebuah masker berwarna hitam.


Jika dilihat dari penampilannya, dapat dipastikan bahwa ia adalah bos dari pria-pria berbadan kekar itu. Sepertinya mereka adalah para bodyguard dari pria yang sedang duduk disofa


Aileen ditahan oleh dua orang bodyguard pria itu. Aileen meronta dan meminta di lepaskan. Saat ia terlepas ia langsung berlari dan memeluk kedua orang tuanya.


"Bunda bangun hiks..hiks... ayah bangun hiks jangan tinggalkan Aileen sendiri" kata Aileen sambil menangis dan mencoba menyadarkan orang tuanya


"A-aileen.. Janji jadi anak uhuk.. yang kuat ya uhuk uhuk.. jangan pernah membalas dendam ya, uhuk.. Janji sama ayah uhuk" jawab Dave terbata sambil batuk darah dan tak sadarkan diri akibat kehabisan banyak darah


"Aileen janji hiks.. Tapi jangan tinggalkan Aileen sendiri hiks.." jawab Aileen sambil menangis


Tiba-tiba setelah mengatakan hal tersebut, Aileen mendengar dua suara tembakan di belakangnya, tapi tak dipedulikan olehnya.


Ia masih betah memeluk kedua orang tuanya.


Dorr


Dor


Ia berharap semua ini hanya mimpi buruknya dan saat ia terbangun, ibunya akan memeluknya dan mengucapkan kata kata lembut menenangkannya.


Tapi sayang, semua ini adalah kenyataan. Kenyataan pahit yang terjadi didepan matanya sendiri.


"Tahan dia. Jangan dia lepas lagi. Jika tidak kalian akan seperti mereka" kata pria tadi sambil menunjuk dua jasad bodyguard yang menahan Aileen tapi berhasil kabur.


Dua bodyguard lagi langsung menahan Aileen. Aileen mencoba meronta, tapi sayang kedua bodyguard tersebut masih sayang nyawa, jadi mereka tidak dibiarkan lepas.


Aileen ingin pingsan saja, tapi ia tidak bisa pingsan.


Didepan matanya sendiri, kepala ayahnya dan ibunya dipenggal begitu saja. Aileen jadi lebih menggila.


Setelah sampai dihadapan Aileen, ia lantas berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Aileen dan tangannya yang bebas mengelus lembut pipi Aileen.


Tapi Aileen dengan sigap menatap penuh marah dan benci pada pria didepannya. Ia bahkan menatap langsung mata biru milik pria itu.


Tapi Aileen hanya melihat kelembutan dan kehangatan didalam mata itu.


Jiwanya seakan terhanyut dalam kelembutan dan kehangatan itu.


"Maaf" kata pria itu


Itu adalah kata terakhir yang Aileen dengar dari pria itu sebelum kegelapan menghampirinya.


Melihat Aileen yang pingsan, dengan sigap pria tersebut menggendong Aileen seperti koala.


Mereka keluar dari rumah tersebut dan langsung pergi dari tempat kejadian. Baru tiga puluh meter, tiba-tiba rumah tersebut meledak membuat beberapa tempat disekitarnya terkena dampak ledakan tersebut.


Pria yang menggendong Aileen masih setia menatap intens wajah cantik dan imut Aileen.


Ia mengelus lembut surai gadis kecil yang berada dipangkuanya. Sesekali ia mengecup lembut surai Aileen.


"Maaf" bisik pria itu dengan nada sedih ditelinga Aileen dengan suara sedih.


Ia merasa bahagia dan juga merasa sedih disaat bersamaan.


Senang Aileen hanya akan menjadi miliknya dan sedih melihat gadis kecilnya menangis karena ulahnya.


Tapi apa boleh buat, ia hanya tidak ingin gadis kecilnya direbut darinya. Banyak orang mungkin penasaran bagaimana sampai pria tersebut bertemu dengan Aileen.


Flash back


4 bulan sebelumnya


Terlihat disebuah taman, dibawah sebuah pohon yang rindang, duduk seorang pria tampan yang sedang termenung. Entah apa yang dipikirkan oleh pria tersebut. Wajahnya terlihat datar.


Tapi tak lama kemudian, datang seorang gadis kecil sekitar enam sampai tujuh tahun dan duduk disebelahnya.


Gadis itu terlihat bosan. Pria itu hanya melirik singkat gadis tersebut.


"Paman, apa kau pernah membunuh?" tanya gadis kecil itu pada pria tersebut


"Hah?!" kaget pria itu


"Bau darahnya masih tercium" jawab gadis kecil itu dengan santai


"Kau benar-benar gadis kecil yang menarik" kata pria tersebut memandang gadis itu dengan menyeringai


"Siapa namamu, little girl?" tanya pria itu penasaran


"Aileen. Aileen Freya Jovanka. Nama paman siapa?"


"Edward. Edward Frey Bram" jawab pria itu atau Edward


──── ◉ ────


Maaf telat update nya


Ini masih masa lalunya Aileen. beberapa part kedepan masih masa lalunya. Supaya boleh ngerti alurnya nanti.


Jangan lupa like, coment, vote😊