The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
22



Aileen menjadi bimbang dengan apa yang akan dilakukannya.


Saat Aileen sedang berpikir keras, tiba-tiba saja wajahnya terasa terbakar.


"AAKKKKHHH" teriak Aileen merasa kesakitan diwajahnya


Lima belas menit rasa sakit itu membuat Aileen terlihat sangat pucat.


Rasanya Aileen ingin menggila. Jujur jika ia diberi pilihan antara menahan rasa sakit itu atau berendam didalam danau kehidupan,


maka ia akan lebih memilih untuk berendam didanau kehidupan.


Walaupun sangat menyakitkan saat berendam di danau kehidupan.


Setelah satu jam, rasa sakit itu mulai mereda. Aileen merasa sangat lega.


Ia kemudian pergi kedalam mansion untuk melihat apa yang terjadi pada wajahnya.


Dan alangkah terkejut dirinya kala mendapati sebuah tato diantara keningnya.


Tato itu terlihat kontras dan sesuai dengan wajah Aileen.


Ia berpikir, kenapa hanya sebuah tato kecil tersebut bisa membuat seluruh wajahnya sangat sakit?


Itulah yang menjadi tanda tanya dikepala Aileen. Tapi ia lebih memilih acuh saja.


Ia kemudian masuk kedalam ruang kerja yang dibuat sama persis dengan ruang kerja Edward.


Banyak tempat yang ia buat di dalam dimensi ini, yang meyerupai tempat Edward.


Back to story


Aileen masuk kedalam ruang kerjanya itu, dan mulai menelusuri ruang itu.


Ia berjalan kearah sisi rak buku yang tingginya mencapai 2,5 meter. Ia mulai menelusuri semua buku.


Saat sedang menelusuri rak buku, netra birunya dengan tidak sengaja melihat sebuah buku yang menarik perhatiannya.


Aileen lantas mendekati buku tersebut dan mengambilnya untuk dibaca.


Setelah mengambilnya, ia membolak balikkan buku itu untuk mencari judulnya.


Buku itu berwarna abu-abu dan disampul depannya terlihat sebuah tulisan yang sangat kecil yang berkata "ALBUM".


Aileen merasa kalau ia sepertinya pernah melihat buku tersebut disuatu tempat.


Ia mencoba menggali otaknya dan dalam tiga detik, ia mengingat sebuah memori indah.


Itu adalah foto album dirinya dan sang ayah tercinta.


Kenangan yang sangat manis.


Ia mulai membuka lembaran pertama. Disana ada foto dirinya dan sang ayah yang sedang berenang di kolam renang.


Disebelahnya ada foto dirinya dan sang ayah yang sedang mengaduk adonan kue dengan wajah yang sudah bermandikan tepung.


Ia tertawa kecil melihat foto itu. Ia kemudian mulai membuka lembaran-lembaran lainnya yang berisi kenangan bersama ayahnya.


Saat sampai pada lembaran ke empat belas, di kirinya terdapat foto saat ia berdiri didepan sebuah lemari kaca yang berisi medal, piagam, piala dan berbagai pengahargaan yang dirinya capai.


Itu adalah foto yang diambil sebulan sebelum ulang tahun Edward dan sehari setelah dirinya lulus S3.


Aileen meneteskan air matanya mengingat hal itu. Saat itu yang memotret dirinya adalah Edward, ayahnya.


Ia mengusap foto itu, dan kemudian ia menciumnya.


Aileen beralih membuka lembaran selanjutnya dan saat membukanya ia tidak sengaja langsung membuka dua bagian.


Ia melihat sepertinya foto itu hanya sampai halaman lima belas.


Ia kemudian membuka halaman lima belas tersebut. Dirinya hanya mendapati sebuah foto yang dihias khusus.


Deg


"I-ini" ujar Aileen terbata


Foto itu adalah foto dua hari sebelum ulang tahun Edward, sang ayah.


Flash back


"Daddy, ayo piknik" rengek Aileen pada Edward


"Hmm? Piknik kemana?" tanya Edward dengan lembut


"Hm, apa paman Brandon punya saran?" tanya Aileen


"Bagaimana kalau di danau belakang mansion?" saran Brandon


"Boleh saja" ucap Edward menyetujui


Mereka bertiga akhirnya pergi kebelakang mansion yang terdapat danau dan duduk dibawah sebuah pohon yang beralaskan tikar dan bermacam makanan.


Mereka menikmati waktu piknik mereka dengan canda dan tawa.


Saat akan menjelang malam, mereka tidak beranjak dari tempat itu, katanya ingin melihat bulan.


Drrt


Drrt


Deringan HP tersebut membuat atensi mereka teralihkan pada Brandon.


"Tunggu sebentar" ucap Brandon sambil berlalu pergi


Selepas kepergian Brandon, kini hanya ada Edward dan Aileen yang duduk dipangkuan ayahnya.


Edward mengelus lembut surai perak anaknya sambil sesekali mencium dan menghirup aroma rambut anaknya.


"Baby" panggil Edward


"Ya, daddy" jawab Aileen


"Jangan tinggalkan daddy, ya" ucap Edward dengan nada lirih


"Daddy, kenapa daddy selalu berucap seperti itu? Memangnya Aileen akan kemana?" tanya Aileen lembut


Aileen membalikkan badannya mengahadap pada sang ayah.


Ia menangkup wajah ayahnya yang tertunduk dan mengangkat kepala ayahnya agar mau menatapnya.


Kedua netra berwarna biru tersebut beradu tatap cukup lama.


Edward yang melihat wajah lembut putrinya tersenyum hangat.


"Vanka tidak akan kemana-mana, jadi daddy jangan khawatir" ucap Aileen lalu memeluk Edward erat


"Daddy akan pegang ucapanmu baby. Kalaupun kau mencoba menjauh ataupun kabur dari sisi daddy,


maka pegang ucapan daddy, daddy akan mencarimu sampai keujung dunia ini, dan dunia lain.


Setelah itu daddy akan menangkapmu dan mengikatmu dan merantaimu lalu mengurungmu agar tetap bersama daddy. Ingat baik-baik itu baby" ucap Edward dengan lembut namun tegas dan dingin


Aileen hanya bisa menganggukkan kepalanya, karena daddynya tidak pernah menarik ucapannya.


Edward mencium dahi, kedua mata, pipi, hidung, d terakhir mengecup sekilas bibir anaknya.


Ia kemudian menyatukan dahi mereka dan ia menggesekkan hidungnya ke hidung putrinya.


Dan setelah itu Aileen tertawa karena geli. Tak jauh dari mereka, terlihat Brandon mengabadikan moment tersebut.


Ia memotret foto tersebut dan memberikannya pada Edward.


Flash back off


Aileen menatap sedih foto itu. Ia akan mengingkari janjinya yang ia buat.


Ia kemudian menguatkan hatinya, ia yakin ayahnya adalah orang yang kuat pasti ia akan baik-baik saja.


Jangan lupa like dan comment


See you😘