The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
12. Masa lalu 12



Mengingat kejadian tragis itu membuat Jhon merinding ketakutan. Ia dengan segera mendekati pria itu.


"Tuan, bagaimana nona muda bisa bersama dengan anda?" tanya Jhon sopan


"Ah, tadi dia menolongku. Dan kami berbincang sebentar. Tidak lama setelahnya, ia menangis dengan tiba-tiba.


Jadi, karena tertidur setelah menangis, jadi saya membawanya" jawab Brandon dengan dingin


Untung saja Edward belum lama pergi kekantor. Jadi, aman.


"Dimana kamarnya?" tanya Brandon pada Jhon dengan dingin


"Mari, biar saya antarkan" ucap Jhon sambil menunjukkan letak dari kamar Aileen.


Setelah sampai dikamar Aileen, Brandon meletakkan Aileen dikasur dan menyelimutinya. Tidak lupa sebelum keluar kamar, ia mencium lembut kening Aileen dengan sayang.


Saat ia keluar, bertepatan dengan Edward yang pulang karena ia mau memastikan keadaan Aileen.


Saat lift terbuka, Edward bertatap muka dengan Brandon. Aura yang dikeluarkan mereka saat saling tatap, membawa aura permusuhan.


"Anda siapa?" tanya Edward tidak suka saat melihat Brandon


"Brandon. Dan anda?" tanya Brandon dengan dingin


"Saya pemilik tempat ini. Bagaimana anda bisa ditempat saya?" tanya Edward dengan wajah datar


"Saya hanya mengantar Aileen pulang" jawab Brandon santai


Mendengar hal tersebut, Edward merasa sangat marah dan tidak suka karena ada yang menyentuh Aileen.


Ia akan segera melampiaskan amarah nya pada Brandon. Tapi sayang, tiba-tiba saja suara Aileen terdengar oleh mereka.


"Daddy" panggil Aileen dengan suara serak sambil mengucek matanya


"Ya sayang, ada apa? Kenapa tidak tidur hm?" tanya Edward lembut sambil mengelus surai yang sangat mirip dengan miliknya


"Daddy, boleh tidak kalau paman itu, menjadi pengasuhku?" tanya Aileen dengan wajah polos


Jujur Edward sangat marah mendengar apa yang terucap dari anaknya itu. Tapi ia tidak bisa menunjukan kemarahannya didepan putrinya.


Jadi dengan sangat tidak rela dan tidak suka, ia bertanya pendapat dari pria didepannya ini. Ia berharap pria itu akan menolaknya.


"Jadi, apa anda mau menjadi pengasuh anak saya?" tanya Edward sambil menggertakkan giginya dan memejamkan matanya demi menahan kemarahannya.


Ia juga berdoa didalam hati agar pria itu tidak akan mau. Tapi, ternyata doanya belum bisa terkabul.


"Saya mau" jawab Brandon menatap Aileen sambil tersenyum


Yang dipikirkan Brandon adalah bagaimana cara agar ia bisa bersama dengan Aileen terus. Tapi sekarang, sepertinya ia tidak perlu melakukan hal-hal yang aneh.


Karena kesempatan langsung datang saat itu juga. Sebenarnya, ia tidak masalah menjadi kalau menjadi pelayan atau babu ditempat itu, asalkan ia bisa bersama dengan Aileen.


Sedangkan disisi Edward, ia rasanya ingin segera mencabik-cabik pria yang ada dihadapannya. Ia rasa bahwa waktu dengannya akan terbagi.


Ia mulai berpikir hal yang aneh-aneh, tapi dengan cepat ia menepis hal-hal itu. Ia berjanji akan berusaha agar lebih meminimalkan waktu dikantornya dan mengerjakan berkas-berkasnya dirumah.


Agar kasih sayang anaknya tidak akan terbagi dengan orang baru. Ia tahu kalau orang yang sudah dekat dengan anaknya, pasti anaknya akan menampilkan sifat aslinya.


Jadi, ia akan membuat anaknya lebih dekat dengannya. Walaupun sudah sangat dekat dengannya. Benar-benar ayah yang over protective dan over possessive.


Hai semuanya, author mungkin nggak jadi hiatus😆


Jangan lupa like, coment, dan vote


See you😊