
Keesokan harinya
Matahari sudah menampakkan dirinya dari ufuk timur. Disebuah mansion yang besar ditengah hutan, terlihat seorang gadis kecil yang masih tertidur dengan nyenyaknya.
Tampaknya, ia sedang bermimpi indah sampai rasanya sangat sulit untuk meninggalkan dunia mimpi itu dan memulai kehidupannya didunia nyata.
Tapi sayang, mimpi indahnya itu harus lenyap karena ia merasa ada yang mengusiknya hingga ia terbangun.
Pada saat membuka matanya, yang dilihat pertama kalinya adalah wajah seorang pria tampan yang memiliki surai dan bola mata yang sama dengannya.
Orang yang sangat ia kenali. Siapa lagi jika bukan ayahnya yang manja dan kekanakan.
Siapa yang akan percaya jika pria seperti Edward akan berubah menjadi seekor anak ayam yang selalu menempel pada induknya dimanapun dan kapanpun itu.
Kecuali jika mereka melihat dengan mata kepala sendiri.
Orang tua Edward juga tidak percaya dengan rumor itu, tapi karena adalah orang tua dari orang yang bersangkutan, maka mereka meminta untuk bertemu.
Aileen tertidur karena kelelahan. Kemarin home schooling nya dibatalkan oleh ayahnya tanpa tahu alasannya. Dan yang lebih aneh, ayahnya terus saja menempel padanya.
Bahkan pengasuhnya juga ikut-ikutan menempel padanya. Brandon sudah bekerja menjadi pengasuh dari Aileen sejak kemarin.
Brandon juga tidak mau digaji. Ia bilang tulus ingin menjaga Aileen. Ia tulus jika berada dekat terus dengan Aileen, itulah sambungannya yang dikatakan didalam hati.
Back to story
"Morning baby girl" ucap Edward dengan wajah yang ceria
"Morning too daddy" ucap Aileen dengan suara serak khas orang yang baru bagun sambil tersenyum kearah daddynya.
Cup
Aileen mengecup bibir ayahnya sebagai ucapan selamat pagi.
Senyum Edward menjadi lebih lebar. Ia sangat senang. Ia rasa bisa memulai harinya dengan semangat.
Sayangnya, senyum lebarnya harus luntur ketika mendengar suara seseorang. Ia rasa, waktu harmonis dengan anaknya terganggu karena ada nyamuk pengganggu.
"Selamat pagi nona cantik" ucap seorang pria lagi yang baru datang dan tersenyum kearah Aileen
"Pagi juga paman Brandon" ucap Aileen dengan senyum tipis
Edward yang melihat kalau Aileen tersenyum, walau tipis pada pria lain, menjadi sangat cemburu. Ia merasa bahwa Brandon sudah mendapat lampu hijau.
Ia merasa takut kalau nanti kasih sayang Aileen akan terbagi. Tapi, jika ia mau, ia bisa memecat Brandon. Tapi, ia takut kalau anaknya akan marah padanya.
Jadi, ia hanya bisa berusaha agar kasih sayang anaknya akan tetap sepenuhnya miliknya. Iya, ia harus berusaha.
"Iya Aileen ikut daddy. Bosan kalau hanya di mansion. Kapan daddy?" tanya Aileen
"Siang nanti di restaurant daddy" kata Edward
"Oh ok" jawab Aileen
"Daddy tidak kerja?" tanya Aileen menghilangkan suasana hening diantara mereka
"Kerja, tapi dirumah" ucap Edward dengan cengirannya
"Kenapa tidak dikantor?" tanya Aileen
"Haha, daddy merasa kurang enak badan. Jadi, daddy tidak kekantor" ucap Edward dengan sedikit lesu
"Ehh, daddy istirahat. Nanti Vanka yang mengerjakan berkas daddy" ucap Aileen dengan khawatir
Hehe berhasi, batin Edward dengan senang
Edward itu hanya berpura pura sakit agar tetap dirumah dan mengawasi Aileen. Ia takut jika sewaktu waktu Brandon akan mencari kesempatan untuk mendapatkan perhatian Aileen.
Dan membuat hubungannya dan Aileen menjadi jauh. Ia itu sudah terpengaruhi saat mendengar bahwa ada sebuah kejadian nyata yang terjadi antara ayah dan anaknya.
Kejadiannya terjadi sesaat setelah Brandon menjadi pengasuh dari Aileen.
Ia kembali kekantor karena disuruh oleh Aileen. Sebenarnya ia tidak rela jika meninggalkan Aileen di mansion.
Ia menjadi sedikit trauma karena kejadian Aileen yang babak belur karena ulah seorang pelayan.
Edward takut jika kejadian itu akan terulang kembali.
Tapi, ia juga tidak bisa membantah perkataan (baca: PERINTAH) Aileen.
Edward menjadi seperti seorang anak kecil yang takut terhadap kemarahan ibunya.
Dikantor, ia pergi kekantin pegawai dan makan disana. Ia tidak tahu kenapa ingin makan makanan dari kantin kantornya.
Dan saat memilih tempat duduk, ia melihat tempat di pojok.
Ia duduk dan makan disana. Di sebelahnya ada sepasang penggosip mungkin(?) yang sedang menggosipkan sesuatu.
Awalnya ia tidak memperhatikan, tapi....
Jangan lupa like, coment, dan vote
See you