The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
10. Masa lalu 10



"Terserah daddy saja" kata Aileen pasrah


"Hehe, sayang hari ini kamu mulai home schooling. Sekitar pukul 13.00 siang tutornya akan datang. Sekarang baru pukul 07.15 pagi.


Daddy mau mandi dulu. Kau juga, setelah itu keruang makan ya" kata Edward lembut sambil berdiri, dan sebelum meninggalkan kamar anaknya, ia meninggalkan sebuah ciuman di dahi anaknya sebagai tanda sayangnya.


"Baiklah daddy" jawab Aileen sambil tersenyum dengan manis


Sepeninggal Edward, Aileen langsung pergi kekamar mandi, dan langsung mandi.


~dua puluh menit kemudian~


Aileen telah selesai mandi dan menggunakan pakaian, dan keluar dari walk in closet dengan celana jeans panjang dan kaos oblong.


Walau sekarang usianya baru berumur delapan tahun, akan tetapi, tingginya sudah mencapai 148 cm.


Aileen pergi ke halaman belakang ketempat sebuah danau besar. Mansion Edward ini berada dihutan dan dekat dengan sebuah gunung.


Tempat di area sekitar sudah dipasangi sistem keamanan tinggi. Jadi, orang-orang yang melewati tempat itu akan terus berputar-putar ketempat yang sama, makanya tidak sedikit orang yang tersesat dan mati dimakan hewan buas peliharaan Edward.


Aileen menyusuri disekitar danau tersebut dengan berjalan kaki.


Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya. Ia menyusuri danau dengan pandangan kosong.


Saat sedang menyusuri danau, ia mendengar suara seseorang yang sedang merintih kesakitan. Karena penasaran, ia mendekat kesebuah pohon.


Saat sampai didekat pohon, ia melihat seorang pria yang sedang terluka cukup parah. Karena sedikit kasihan, akhirnya ia mengeluarkan peralatan medis dari ruang dimensinya, dan langsung mengobati pria itu.


Awalnya pria itu kaget dengan adanya seorang gadis kecil yang tiba-tiba berada didekatnya dengan peralatan medis. Awalnya ia waspada pada Aileen, tapi Aileen tidak peduli dan langsung berjongkok dan langsung mengobati pria itu dengan cekatan.


Setelah mengobati pria itu, alat-alat medis itu tiba-tiba menghilang dengan sendirinya. Pria itu sangat terkejut dengan hal itu.


Aileen duduk disebelah pria tersebut. Kebetulan mereka sedikit jauh dari mansion Edward. Walaupun mansion Edward berada didekat danau, tapi Aileen sudah menyusuri danau cukup jauh.


Jadi sekarang ia sedang tidak berada diarea kekuasaan Edward. Ia bersandar dipohon dibelakangnya dengan tenang dan mengacuhkan pria disebelahnya.


Entah apa yang terjadi padanya, tiba-tiba saja wajahnya sedah memerah. Dari sekian banyak wanita yang dilihatnya, muda ataupun tua, baru kali ini ia melihat seorang gadis yang tidak terpesona melihat pesonanya yang sangat kuat.


Dan entah mengapa ia yang katanya tidak tertarik dengan wanita, malah merasa malu berada didekat gadis kecil itu.


Bukan berarti ia belok. Hanya saja, ia tidak suka dengan wanita karena ia berpikir mereka hanya suka dengan ketampanan, kekayaan, dan kekuasaannya.


Tetapi setelah melihat Aileen, entah kenapa pemikirannya tentang semua perempuan yang sama, hilang begitu saja setelah melihat gadis kecil didepannya yang tidak terpesona padanya.


Back to story


"Terima kasih sudah menolongku" ucap pria itu sambil menunduk malu


"Hm" hanya gumaman yang didengar oleh pria itu


Canggung. Itulah yang dirasakan pria itu, sedangkan Aileen, ia hanya cuek.


"Siapa namamu gadis kecil?" tanya pria itu mencoba menghilangkan kecanggungan yang dirasakannya.


"Tidak baik bertanya tapi tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu" ucap Aileen masih memejamkan matanya sambil bersandar dipohon. Sebenarnya Aileen sudah mengirim pesan pada Edward bahwa ia sedang berada dihalaman belakang agar Edward tidak perlu khawatir.


"Ehh, namaku Brandon Dray" katanya sambil menatap Aileen


"Aileen" ucap Aileen sambil membuka matanya dan menatap kearah Brandon dengan wajah datar


Sedang yang ditatap langsung memalingkan wajahnya yang sudah merah agar tidak dilihat Aileen


Maaf aku cuma up satu chapter hari ini. Ideku rada macet.


Jangan lupa like, coment, dan vote


See you