The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
03. Masa lalu 3



Masih flashback


.


.


.


"Lalu, apa yang paman lakukan disini?" tanya Aileen dengan santai


"Aku juga tidak tahu. Dan jangan panggil aku paman, aku baru dua puluh tujuh tahun, little girl" jawab Edward tenang dan lembut


Mungkin jika ada orang yang mendengar Edward berbicara lembut, mereka pasti akan kaget setengah mati. Karena siapa yang tidak kenal Edward.


Sang pengusaha yang sudah sukses di usia mudanya. Kaya, tampan, mapan, terkenal, siapa juga yang tidak suka.


Tapi sayangnya, karena sifatnya yang dingin, datar, kaku, cuek, irit bicara, dan tidak suka ada wanita didekatnya, membuatnya hanya bisa dijadikan khayalan para wanita.


Back to story


Ggrrr


Ggrr


Edward hanya bisa mengangkat sebelah alisnya dan menahan tawanya. Sedangkan Aileen hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal karena merasa tidak enak.


"Kau lapar little girl?" tanya Edward lembut sambil tersenyum kecil


"Ya. Bisa dibilang begitu" jawab Aileen sambil tersenyum manis pada Edward.


Edward yang melihat senyum itu tiba-tiba membeku. Tubuhnya seolah menjadi kaku sesaat. Ia seperti terhanyut dalam senyum malaikat kecil itu.


Ia merasa bahwa ia melihat secercah cahaya harapan untuk merubah hidupnya yang penuh dengan kegelapan untuk menjadi terang dan berwarna.


Ia secara tidak sadar tersenyum tulus dan reflek mengelus surai gadis kecil di hadapannya.


Ia sekarang sudah jatuh. Jatuh dalam pesona gadis kecil di hadapannya.


"Baiklah, ayo pergi makan. Aku yang traktir, little girl" ajak Edward sambil berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Aileen dan disambut oleh Aileen


"Baiklah, tapi jangan panggil aku little girl. Aku bukan anak kecil lagi" kata Aileen sambil menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya. Dan hal itu berhasil membuat Edward geram. Entah kenapa ia tidak suka jika Aileen menunjukan senyumnya didepan banyak orang.


Ia merasa bahwa hanya ia yang boleh menikmati senyum itu.


"Baiklah, aku tidak akan memanggilmu little girl. Tapi kau juga tidak boleh memanggilku dengan sebutan paman. Bagaimana?" kata sekaligus tanya Edward


"Panggil saja Daddy. Kan warna rambut dan mata kita sama" jawab Edward tenang


"Hah? Lalu aku akan bilang apa jika orang tuaku tahu, bahwa aku memanggil seorang pria muda dengan panggilan Daddy?" tanya Aileen bingung


"Bilang saja aku ayah kandungmu" jawab Edward tenang dan terlihat tidak peduli jika reputasinya akan buruk.


"Emm, apa itu tidak akan merusak reputasimu, paman?" tanya Aileen sambil mengernyitkan alisnya


"Tidak akan, dan tidak peduli" jawab Edward acuh


"Baiklah"


Setelah itu, mereka pergi ke restoran. Dan menghabiskan waktu bersama.


Jika ditanya mana keluarga Aileen, maka jawabannya adalah mereka sedang keluar kota, dan saat mengajak Aileen, ia berkata bahwa ia ingin dirumah saja.


Sebenarnya tidak diizinkan, tapi karena Aileen kepala batu, jadi ia diizinkan. Tapi dengan syarat harus ada yang menjadi pengasuh Aileen.


Dan kebetulan teman dari Dave ada yang sedang butuh pekerjaan kecil untuk menghilangkan kebosanan.


Padahal ia adalah orang kaya. Tapi karena bosan jadi ia meminta bantuan pada teman baiknya atau sahabatnya, Dave, untuk membantunya menghilangkan kebosanannya.


Jadi, Dave meminta Jackson, untuk menjaga putri sulungnya. Karena mereka akan keluar kota dalam empat hari. Awalnya Jackson tidak mau, tapi setelah melihat Aileen dia langsung terhipnotis dengan keimutan Aileen.


Padahal saat Aileen bertemu dengan Jackson ia hanya berwajah datar. Jadi Jackson langsung menyetujuinya. Padahal orang-orang tahu bahwa Jackson tidak suka anak-anak. Mungkin sekarang Aileen jadi pengecualian.


Back to story


Sebenarnya bagaimana Aileen bisa lepas dari si Jackson adalah karena ia memasukkan obat tidur dalam jus yang ia buatkan untuk Jackson. Dan Jackson akan bangun saat hari sudah malam.


Darimana Aileen mendapatkan obat itu? dari mana lagi jika bukan dari ruang dimensinya. Ia mendapatkan ruang dimensi itu sejak berumur lima tahun.


──── ◉ ────


Maaf lagi karena telat updatenya


Aku habis ide.


Jadi jangan lupa dukung aku supaya tetap semangat buat ceritanya.


Jangan lupa like, coment, vote😊


See you