The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
33



Xiao Chen menatap bingung sekaligus tidak suka kearah pria yang menggendong putrinya.


Mungkin jika diperhatikan dengan mata spesial, pasti akan terlihat sengatan listrik yang saling melawan satu sama lain.


Mereka berdua sepertinya melupakan umur, mereka seperti dua anak kecil yang sedang memperebutkan sebuah permen.


Tidak ada yang mau mengalah sama sekali. Dan akhirnya, Xiao Yue harus turun tangan.


Dan kini, mereka berada di sebuah ruangan yang sudah dipasang barrier sihir.


Suasana ditempat itu, sedikit menegangkan. Keheningan melanda semua orang.


Sampai pada akhirnya keheningan itu hilang karena suara Xiao Yue.


"Baiklah, sesuai janjiku pada ayah, aku akan mengatakan kebenarannya, jadi jangan ada yang menyela, cukup dengar" ucap Xiao Yue datar


"Aku bukan jiwa putrimu, namaku Aileen Freya Jovanka. Umurku lima belas tahun, dan aku dari dunia lain" singkat, padat, dan jelas


Xiao Chen terdiam cukup lama, hingga Xuan membuka mulutnya.


"Lalu, kenapa nona Aileen bisa berada di dunia ini? Maksudku apakah anda meninggal atau ada yang lain?" tanya Xuan


Xiao Yue terdiam, ia bingung ingin bilang apa. Jujur ia sudah mulai melupakan kekecewaannya terhadap daddy nya.


Dan bukan hanya itu, sebenarnya ia juga ingin mencari kebebasan, karena daddy nya itu sangat mengekang dirinya, yah walaupun ia tidak mempermasalahkan itu, hanya saja daddynya sudah sedikit keterlaluan dalam mengekangnya.


Maka dari itu ia melanjutkan pembuatan alat gila itu. Dan tak disangkanya ia malah menggunakan nya.


Mereka masih diam menunggu jawaban dari Aileen. Ia terlihat membuka mulutnya, tapi tidak ada satu kata yang keluar.


(Mulai sekarang kembali menggunakan nama Aileen, maaf kalau ribet)


Aileen menghela napas gusar. Tapi lebih baik jujur, dari pada memendamnya sendiri, toh mereka adalah keluarganya.


"Aku awalnya hanya ingin menenangkan diri, dan menjaga jarak dari ayah angkatku, dan malah aku jadi sekalian bebas untuk sekarang mungkin(?)" ucapnya sedikit bingung dengan kalimat terkhirnya


"Menenangkan diri? Jaga jarak? Bebas untuk sementara? Apa maksudmu, sayang?" tanya Xiao Chen dengan lembut


Aileen menatap Xiao Chen dengan pandangan rumit. Melihat senyum lembut Xiao Chen, Aileen berlari dan langsung masuk kedalam pelukan Xiao Chen dan disambut dengan hangat.


"Mau siapa pun dirimu, yang ayah tahu kamu tetaplah putri kecil kesayangan ayah. Jadi, apa maksud perkataanmu, hm?"


Aileen duduk dipangkuan Xiao Chen sambil menghadap semuanya. Ia kemudian menatap papa nya.


"Papa" panggil Aileen


"Ya, baby girl" jawab Daileen dengan penuh kelembutan


Daileen yang mendengar tentang orang yang mengasuh Aileen, menjadi sedih karena sebagai orang tua kandungnya, ia merasa tidak berguna.


Aileen yang melihat papa nya sedih, langsung berteleport ke pangkuan papa nya dan langsung memeluknya.


Ia merasa bersalah, seharusnya ia tidak mengatakan hal yang sepertinya sensitif di telinga papa nya walau ia tidak tahu kata mana yang salah.


Daileen perlahan menjadi tenang, kemudian ia membawa Aileen ke pangkuannya.


"Iya, papa kenal dengan Dave dan Tania. Ada apa dengan mereka? Apa mereka memperlakukanmu dengan tidak baik?" tanya Daileen khawatir


Aileen menunduk, ia takut jika papa nya sedih dengan apa yang dia katakan, karena terlihat jelas kalau sepertinya papa nya dan ayah angkatnya, Dave, terlihat dekat.


"Pa, ayah Dave dan bunda Tania hiks..hiks s-sudah meninggal" ucap Aileen di iringi isak tangis


Daileen terkejut mendengar hal itu, apa yang terjadi pada mereka berdua? itulah yang sedang dipikirkannya.


Terlebih mendengar tangisan putrinya, menyayat hatinya. Ia kemudian bertanya setelah merasa putrinya tenang.


"Baby, apa yang terjadi?" tanya Daileen


Mendengar pertanyaan itu membuat Aileen kembali menangis dengan keras, sedang mereka semua gelagapan dalam menenangkannya.


"Daddy" lirih Aileen sebelum tertidur di gendongan Arga


Arga sempat mendengar lirihan Aileen membuat ia bisa menyimpulkan sesuatu.


"Hal ini akan kita bahas nanti malam saja, aku sudah menyimpulkan sesuatu" suara dingin itu keluar dari mulut Arga


Mereka semua pergi dari ruang itu, Daileen dan rombongan di antar ke kediaman yang disediakan untuk tamu.


Sedangkan sebelum keluar dari ruang itu, Daileen, Arga, dan Xiao Chen, sempat beradu argument tentang dengan siapa Aileen akan tidur.


Kini, Aileen tidur di antara dua bocah kembar, Lanzi dan Lanze.


Aileen tidak tidur dengan Papanya atau pamannya atau ayahnya.


Karena perdebatan mereka bertiga membuatnya terbangun, ia menjadi stress dan memilih tidur dengan dua bocah kembar yang sudah dianggap kakaknya.


...•───────────────────•...


Jangan lupa like, comment, dan rate 5


See you☺