
Seperti dugaannya, kakaknya mengurusnya dengan baik, jadi ia tidak perlu khawatir.
Xiao Yue terdiam. Ia merasa akan ada sesuatu yang menarik dalam waktu beberapa bulan.
Dan dirinya teringat dengan janjinya pada sang ayah, kalau ia akan membuka rahasianya.
Ia terdiam, kemudian beranjak pergi ke arah padang rumput luas yang berada dibelakang air terjun.
Ia duduk di dahan sebuah pohon besar yang berada di tengah-tengah padang rumput itu.
Xiao Yue menutup matanya menikmati terpaan angin yang lembut.
Dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan Handphone dan Earphone.
Ia memutar beberapa lagu kesukaannya. Lagu yang sering dinyanyikan oleh daddynya jika ia belum bisa tidur.
'YOU ARE MY SUNSHINE, DONT WATCH ME CRY, A MILLION DREAMS, LOVE THE WAY YOU LIE, dan masih banyak lagi.
Ia tidur dengan nyenyak. Karena lagu yang sedang didengarnya, di cover oleh daddynya.
Dia hanya akan tertidur dengan lagu yang dinyanyikan oleh daddynya.
Lama tertidur, tidak terasa sudah sembilan jam ia tertidur. Ia kemudian bangun dan keluar dari ruang dimensi.
Xiao Yue terduduk ditempat tidurnya. Ia harus mengumpulkan nyawanya terlebih dulu.
Saat sudah terkumpul, ia bangkit dan langsung pergi untuk mandi.
Setelah selesai, ia pergi keperpustakaan di ruang kerja ayahnya.
Ia hanya membaca buku asal karena bosan. Sampai waktunya makan siang.
"Nona waktunya makan siang" ucap Xuan sambil membungkuk
Xiao Yue hanya mengangguk dengan wajah dingin. Dan Xuan tidak mempermasalahkan itu.
Ia sudah tahu betul sifat junjungannya, karena sejak kecil, ia selalu memperhatikan junjungannya.
Xiao Yue pergi keruang makan. Dan saat tiba disana, terlihat kedua anak kembar tersebut sudah duduk diam.
Xiao Yue duduk ditempatnya dan di susul oleh Xuan. Mereka makan dengan tenang.
Selesai makan, mereka pergi ke gazebo yang berada dibelakang kediaman itu.
Kedua anak kembar itu menatap Xiao Yue. Xiao Yue kemudian mengeluarkan sepuluh buku tebal yang masing-masing memiliki ilmu tersendiri.
Xiao Yue memberikan buku itu pada kedua anak kembar dan diterima dengan senang.
"Pelajari" ucapan dingin dengan suara imut itu mengalun dengan lembut
"Nama" kata Xiao Yue
Kedua anak kembar itu saling menatap satu sama lain, kemudian mengangguk secara bersamaan.
"Perkenalkan nama hamba Lanzi dan ini kembaran hamba, Lanze, umur kami tujuh tahun" ucap Lanzi
Xiao Yue hanya mengangguk mengerti. Ia beranjak dan pergi ke kediamannya.
Ia ingin tidur. Walau sebenarnya, ia hanya ingin mengalihkan perhatiannya dari firasat yang tidak tahu apakah benar akan terjadi atau tidak.
Ia merasa, kalau firasat nya tentang sesuatu yang akan terjadi dalam beberapa bulan, akan terjadi.
Jadi, ia lebih memilih tidur untuk menenangkan pikirannya.
Skip
Ia pergi untuk memberaihkan diri. Sesudahnya, ia pergi keruang makan dan makan dengan yang lain.
Lalu kembali kekamarnya. Hari sudah mulai larut, tapi Xiao Yue tidak bisa tidur.
Karena itu, ia memutuskan untuk pergi ke hutan. Ia berjalan menelusuri hutan itu dengan damai.
Sampai ia menemukan sebuah gua yang terlihat menyeramkan.
Entah bagaimana sampai ia bisa pergi ke gua itu, yang ia tahu dulu tidak ada gua di sekitar sini.
Karena waktu masih beberapa bulan, dia dibawah berkeliling hutan oleh ayahnya, tapi tidak ada gua.
Rasa penasaran yang tinggi membuatnya masuk kedalam gua itu.
Saat di dalam gua itu, ia merasakan dua kekuatan besar saling bentrok, mengakibatkan kekuatan yang dimilikinya ikut merespon kekuatan itu.
Sontak hal itu membuat Xiao Yue bingung. Tapi dua kekuatan itu seperti membawa sesuatu yang nyaman untuknya, membuatnya betah untuk terus berada di tempat itu.
Xiao Yue masuk lebih dalam ke gua yang semakin gelap.
Saat sudah jauh kedalam, ia merasa kalau ia seperti berada disebuah ruangan besar seperti ballroom.
Ia mengeluarkan kekuatan api nya untuk menerangi tempat itu.
Xiao Yue memperhatikan sekelilingnya. Sampai netra emasnya berhenti ditengah ruangan itu.
Dia mendekat kearah tengah ruangan yang terdapat dua peti mati yang terbuat dari Kristal bening.
Saat sampai diantara kedua peti itu, Xiao Yue melihat kedua peti itu ditempati oleh dua orang pria tampan yang terlihat sedang tidur.
Tapi, yang menarik perhatiannya adalah kedua pria itu terlihat mirip dengan wajah ditubuh aslinya.
Pakaian mereka berdua berbeda, yang disebelah kiri berwarna hitam dan yang disebelah kanan berwarna putih.
Xiao Yue melihat kalau diantara kedua peti itu ada sebuah altar kecil, yang ditengahnya ada lubang seukuran kelereng dan dibawahnya ada bentuk pola tetesan air berwarna merah, yang lebih mirip tetesan darah.
Xiao Yue mencoba meneteskan darahnya, tapi tidak ada reaksi apapun.
Ia terdiam bingung, hingga tiba-tiba muncul sebuah lampu di atas kepalanya.
Ia menjentikan jarinya kemudian muncul sebuah botol kecil yang berisikan cairan merah, darah.
Itu adalah sampel darah dari tubuh aslinya. Itu untuk percobaan yang sedang direncanakan olehnya.
Sesaat, tidak terjadi apapun. Tapi, tidak lama, ke tiga dunia seperti diguncang oleh sesuatu hingga membuat kerusakan dimana pun.
Bulan yang awalnya terang, menjadi gelap seperti ditutupi oleh sesuatu.
Suara gemuruh memekakkan telinga terdengar. Seluruh spirit beast mengaum bagaikan singa.
Di tempat Xiao Yue, dua kekuatan yang berlawanan itu seperti burung yang dilepas dari sangkar, keluar dengan aura mengintimidasi.
Tapi sayang, aura intimidasi itu tidak membuat Xiao Yue takut.
Justru membawa rasa akrab pada dirinya. Ia rasa, ia seperti pernah merasakan aura itu.
____________________________________________________________
Hai, Maaf kalo up nya malam😁
Jangan lupa like dan comment
See you😉