
Keesokan paginya
Terlihat seorang pria dewasa dan seorang gadis kecil yang masih tertidur dengan pulas.
Sang gadis kecil tiba-tiba membuka matanya. Tak lama kemudian ia menangis tiba-tiba membuat sang pria dewasa langsung terbangun.
"Hei, little girl kau kenapa menagis, hmm? Apa ada?" tanya pria itu sambil duduk bersandar dan membawa sang gadis kecil kedalam pelukannya
"Hiks.. hiks paman? Kenapa hiks.. kau disini? Dan Aileen hiks.. dimana? Lalu ayah hiks.. hiks bunda sama hiks.. adik-adik aku dimana?" tanya Aileen sambil menangis dan mengucek matanya
"Tadi malam, paman melihat kau tidak sadarkan diri di gendongan seorang pria dan dibelakangnya terdapat beberapa bodyguard.
Karena hal itu aku langsung menghajar mereka dan membawamu pergi denganku. Baru beberapa meter berjalan, tiba-tiba rumahmu meledak" jawab Edward
{Maaf sayang karena daddy berbohong. Tapi daddy tak punya pilihan lain} batin Edward merasa bersalah
"Jadi hiks.. hiks itu bukan mimpi hiks.. Keluargaku hiks.. hiks... HUAAAAAAA PAMAN hiks.. hiks" Aileen menangis sejadi-jadinya
Ia langsung saja memeluk Edward dengan erat dan menyembunyikan kepalanya diceruk leher Edward. Edward membalas pelukan Aileen tak kalah erat.
Ia merapatkan tubuhnya dengan tubuh Aileen.
Ia sesekali mencium lembut kepala Aileen.
Edward merasa senang dan sakit secara bersamaan. Senang Aileen memeluknya dengan erat, dan sedih Aileen menangis karena keegoisannya. Hatinya serasa tersayat berulang kali.
Setelah merasa bahwa Aileen sudah sedikit tenang, ia melepaskan pelukannya tapi tidak memindahkan Aileen dari pangkuannya.
Ia menghapus sisa air mata dari gadis kecil itu, dan merapikan rambut panjang berwarna perak yang menutupi wajah cantik gadis itu.
"Jangan menangis lagi. Kamu tidak sendirian, baby girl. Mulai sekarang kau adalah putri dari EDWARD FREY BRAM. Jadi mulai saat ini jangan panggil aku paman. Tapi, daddy. Mengerti, Vanka?" kata sekaligus tanya Edward dengan tegas
"Vanka?" tanya Aileen bingung
"Itu nama panggilan sayang daddy untukmu, baby girl" jawab Edward sambil mencubit pipi chubby milik Aileen
"Ohh, oke daddy" jawab Aileen sambil tersenyum ceria
Padahal jauh didalam lubuk hatinya ia masih merasa sedih saat tahu bahwa keluarganya meninggal adalah kenyataan dan bukan mimpi semata.
"Baiklah, sekarang Vanka pergi mandi ya, pakaian Vanka sudah ada di walk in closet disebelah sana. Daddy keluar dulu sebentar" kata Edward lembut sambil menunjukkan tempatnya
"Baiklah" jawab Aileen
Cup
"Morning daddy" kata Aileen sambil tersenyum dan langsung berdiri dan berjalan kekamar mandi tanpa dosa. Seperti tidak terjadi apa-apa.
(Biasanya diluar negri mencium bibir orang lain bisa saja sebagai bentuk rasa sayangnya pada orang tersebut. Jadi jangan berpikir bahwa Aileen jatuh cinta pada Edward)
Ia langsung tersenyum bodoh. Dan demi apapun senyumannya sangat menawan.
Ia merasa ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuknya. Hatinya terasa berbunga-bunga.
~lima belas menit kemudian~
Setelah selesai mandi, Aileen menggunakan kaos hitam kebesaran dengan tulisan 'Cute Psyco' ditengahnya dan celana jeans panjang berwarna hitam.
Setelah itu, ia mencari Edward yang sudah tidak berada di kamarnya. Akhirnya ia menemukan Edward berada di balkon.
Edward sedang duduk di kursi balkon kamar yang menghadap kearah hutan. Ia terlihat melamun. Entah apa yang dipikirkan olehnya.
Aileen berjalan mendekatinya dan menatap kearah yang dipandang Edward. Hening.
Selama lima menit Edward tidak sadar bahwa Aileen sedang berada disampingnya, sampai akhirnya suara Aileen menyadarkannya dari lamunannya.
"Daddy?" tanya Aileen
"Ehh? Vanka? Ada apa, baby girl?" tanya Edward sambil membawa Aileen kepangkuannya
"Daddy, kenapa melamun? Apa yang sedang daddy pikirkan? Kenapa wajah daddy terlihat murung?" tanya Aileen bertubi-tubi pada Edward
"Daddy tidak apa-apa, daddy hanya sedikit pusing. Jadi jangan khawatir" ucap Edward tersenyum lembut sambil mengelus surai dari anaknya
"Siapa yang khawatir? Vankakan cuma tanya, bukan khawatirin daddy?" tanya sekaligus jawab Aileen dengan wajah polos
{Hadeh, menghancurkan suasana saja. Kupikir dia khawatir sungguhan. Padahal aku sudah sangat berharap akan hal itu} batin Edward kecewa
"Hm? Kenapa wajah daddy terlihat sedih? Apa Vanka punya salah?" tanya Aileen panik sendiri melihat Edward sedih
"Tidak kok, daddy tidak sedih. Juga Vanka tidak punya salah sama daddy" jawab Edward
"Ohh, Vanka kira daddy sedih karena Vanka" kata Aileen polos
{Imutnya putri kecilku} batin Edward merasa gemas melihat wajah polos Aileen
(Terserah kalian mau panggil Aileen atau Vanka)
──── ◉ ────
Jangan lupa like, coment, vote
See you😊