
"Paman, kenapa kau ada disini?" tanya Aileen dengan datar
"Aku, juga tidak tahu" jawab Brandon dengan sedikit bingung
"Hm?" Aileen menaikkan sebelah alisnya pertanda bingung.
Aileen menggunakan kekuatan membaca masa lalu seseorang dengan menatap mata dari orang tersebut.
Dan ternyata, pria didepannya bukan pemilik asli tubuh itu, dengan kata lain, jiwa yang berada ditubuhnya, berbeda dari pemilik aslinya.
Pemilik sebenarnya sudah meninggal karena kecelakaan mobil. Dan sekarang tubuhnya ditempati oleh seorang pria dari masa lampau.
Dan juga sebenarnya, pemilik asli tubuh itu ternyata seorang pebisnis yang cukup sukses dikota C. Sekarang Aileen ada dikota A.
Pria dari masa lalu itu adalah seorang pemimpin kelompok organisasi pembunuh bayaran, dan juga dirumorkan seorang pangeran idiot.
Dia sering dibully karena selalu memakai topeng semenjak berumur lima tahun. Mereka mengira bahwa wajahnya jelek makanya ia memakai topeng.
Dan juga pria ini sebenarnya adalah anak dari seorang kaisar. Ibunya adalah seorang permaisuri, tetapi ibunya meninggal sejak ia berumur lima tahun.
Ia juga menggunakan topeng karena permintaan terakhir dari ibunya. Ibunya juga menyegel kekuatan anaknya, agar dimasa depan, anaknya tidak akan diburu karena memiliki kekuatan yang hebat.
Disaat terakhir ibunya, sang ibu mengatakan bahwa segel tersebut akan hancur, jika ia sudah bertemu dengan orang yang akan menjadi tuannya.
Tetapi, tuannya berada ditempat lain. Dan tidak berada didunia ini. Jadi, jika ia ingin bertemu tuannya, ia harus menjadi kuat.
Nama anak laki-laki itu adalah Lou Yu Chen.
Walaupun tanpa kekuatan atau QI dan hanya bisa menggunakan kekuatan fisiknya saja.
Itulah yang dilihat Aileen. Entah kenapa Aileen merasa kasihan dengan pria itu. Ia langsung menangis.
Brandon yang melihat gadis itu menangis, merasa bahwa jantungnya serasa disayat dengan pisau. Ia lalu membawaAileen kedekapannya dan mencoba untuk menenangkannya.
Aileen memeluk Brandon dengan erat. Setelah cukup lama, Brandon merasa bahwa Aileen sudah berhenti menangis, ia melihat Aileen yang sudah tertidur dengan damai. Walau masih terlihat bekas ia menangis, dan matanya yang sembab.
Tidak menghiraukan lukanya yang sakit, ia menggendong Aileen dan membawanya keluar dari situ.
Brandon melihat sebuah mansion yang besar d mewah disana, dan membawa Aileen ketempat yang diyakini rumah Aileen.
Saat ia akan membawa Aileen kedalam, sang kepala pelayan melihat bahwa nona mudanya tertidur di gendongan seorang pria asing yang terluka, tiba-tiba merasa sangat takut.
Kenapa? Karena Edward tidak suka kalau ada yang menyentuh Aileen, walau hanya ujung rambutnya saja.
Bahkan para pelayan tidak ada yang berani menyentuh Aileen barang sedikit pun. Karena mereka takut mengalami kejadian buruk yang sama seperti seorang pelayan yang pernah menyentuh Aileen.
Dulu, saat Aileen baru beberapa bulan di mansion itu, Edward mengangkat beberapa pelayan, untuk melayani Aileen.
Dan seorang pelayan yang berdandan layaknya p*****r tidak tahu bahwa ia akan menjadi pelayan seorang anak kecil.
Karena Edward hanya bilang akan menjadi pelayan dirumah. Dan saat itu Edward sedang dikantor, dan saat ia mengajak Aileen, Aileen bilang kalau dia ingin dirumah saja.
Dan saat sedang di ruang gaming, Aileen yang kehabisan camilan ingin mengambilnya didapur. Sebenarnya ia bisa saja tinggal menghubungi kepala pelayan.
Tapi tidak ia lakukan, karena katanya 'aku masih punya tangan dan kaki yang diberikan Tuhan untuk digunakan'.
Saat sedang mengambil camilan dan minuman, tidak sengaja, ia menumpahkan minuman itu disebelah pelayan yang dandanannya kayak j****g itu.
Dan itu mengotori sebagian dari pakaian pelayan itu. Kita panggil saja Nina.
Nina sangat marah dan langsung menampar Aileen. Aileen hanya diam. Nina juga menjambak rambut Aileen dengan kuat. Untung rambut Aileen tidak rontok.
Pelayan baru yang lain juga hanya menyaksikan pertunjukan tersebut. Jika ditanya dimana para pelayan lama, mereka sedang membersihkan halaman belakang atas perintah Aileen.
"Kau anak s****n!! Beraninya kau mengotori pakaianku!!! Rasakan ini s****n!!!" marahnya sambil menampar pipi Aileen dengan kuat.
Ia tidak menampilkan ekspresi apapun selain ekspresi datar.
Tidak lama kemudian, datang Edward dari arah depan.
'Let's play the game' gumam Aileen sambil menyeringai
"Hiks... Hiks sa.. kit hiks...lepaska hiks" Aileen mulai memerankan aktingnya dengan sangat baik
Edward yang mendengar suara anaknya yang menangis merasa sangat marah. Ia berpikir siapa yang dengan beraninya menyakiti harta paling berharganya.
Ia lantas pergi kearah asal dari suara anaknya itu. Dan betapa terkejutnya ia melihat hartanya yang paling berharga terluka.
Ia langsung berlari kearah Aileen dan langsung memeluknya dan mencoba menenangkannya. Jantungnya seperti ditusuk berulang kali mendengar tangisan anaknya.
Semua pelayan baru termasuk Nina kaget saat sang majikan datang. Dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah saat sang majikan memeluk gadis kecil itu.
Merasa Aileen sudah tertidur dengan tergesa Edward menggendongnya dan langsung membawanya kekamarnya sendiri, dan langsung mengobati sang putri tercinta dengan sangat hati-hati.
Setelah selesai, ia langsung mencium kening Aileen dengan sayang dan pergi kelantai bawah dengan aura membunuh yang sangat kental.
Ia lalu menelpon tangan kanannya dan menyuruhnya kemansionnya sekarang. Tidak sampai lima menit, Jeremi, tangan kanannya datang.
Edward menyuruh semua pelayan untuk kesebuah ruangan. Ia menyuruh semuanya berbaris sejejer.
"Jhon" panggil Edward pada kepala pelayan dengan surang menusuk
"Y-ya tuan m-m-muda" jawab Jhon dengan terbata-bata
"Kemana saja kau? Kenapa 'anakku' sampai terluka"
tanya Edward dengan suara yang sangat dingin
Semua yang ada disitu langsung merinding mendengar suara Edward yang menusuk itu.
"Saya dan p-pelayan lama ada dihalaman belakang untuk membersihkan halaman belakang atas perintah nona muda, tuan" jawabnya berusaha tenang
"Dan kau, beraninya kau menyentuh hartaku yang berharga!!!!!!!!" tunjuk Edward dengan sangat marah pada Nina
Nina sangat ketakutan sampai terduduk dilantai karena kakinya tidak bisa menopang dirinya.
Ia merasa bahwa ia telah melakukan kesalahan yang sangat fatal yang bisa langsung merenggut nyawanya saat itu juga.
Ia merasa sangat menyesal. Andai waktu bisa diputar, tapi nasi sudah menjadi bubur. Tidak bisa diapa-apakan.
"M-maafkan sa-saya t-tuan. Saya tid-" ucapannya terpotong dengan suara Edward
"Jeremi, bawa p*****r s****n ini keruang hitam. Lakukan hal sepadan" ucap Edward sambil beranjak dan pergi dari tempat itu kekamarnya.
"Baik, tuan muda" ucap Jeremi patuh
Ia menyeret Nina keruang hitam dan mulai 'bermain' dengan Nina. Ia menyiksa Nina dengan sangat sadis.
Setelah menyiksanya, ia memberikan obat Afrosididak pada Nina dan mengikatnya lalu membawanya pada beberapa orang yang berada disel tahanan Edward.
Dan ia di ******* selama lima jam. Setelahnya ia dibawa ke hutan tempat peliharaan Edward, dan dilempar disana dengan kasar. Dan ia mati karena dimakan oleh peliharaan milik Edward.
Kalau mau kasih saran dan kritik dipersilahkan
Jangan lupa like, coment, dan vote
See you😊