The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
01. Masa lalu



Disebuah taman, terlihat tiga orang anak kecil yang saling kejar-kejaran. Wajah mereka tampak sangat ceria. Tapi, tiba-tiba...


Brukk


"Huaaa kakak sakit hiks... hiks sakit hiks" sang anak bungsu terjatuh saat sedang mengejar kedua kakaknya.


Kedua anak lainnya langsung berlari kearah adik bungsu mereka dan menenangkannya.


"Jangan menangis, laki-laki tidak boleh cengeng, ya?"


Bujuk sang anak sulung kepada sang bungsu


Tiba-tiba dari arah belakang mereka, muncul sepasang suami istri yang tidak lain, dan tidak bukan adalah orang tua mereka.


Sang ibu lantas menggendong anak laki-laki tersebut dan mencoba menghiburnya. Sang ayah menyuruh anak-anaknya yang lain masuk kedalam rumah.


"Ayo Aileen, Dea, masuk kerumah. Ini sudaj sore. Pergi bersihkan diri kalian, dan kita akan makan malam" kata sang ayah kepada Aileen dan Dea.


"Ayo dek, kita bersihkan diri dulu" ajak Aileen


"Ayo kak" kata Dea


Kedua gadis itu langsung masuk kedalam rumah dan pergi kekamar masing-masing dan membersihkan diri.


~ malam harinya ~


Terlihat seorang gadis kecil yang sedang terlelap dibaluti selimut berwarna abu-abu. Ia tertidur sangat nyenyak. Tapi sayang tidurnya harus terganggu.


Tok tok tok


"KAK AILEEN WAKTUNYA MAKAN MALAM" teriak seorang anak laki-laki.


"IYA, TUNGGU SEBENTAR JORDAN" balas Aileen pada Jordan sang adik.


Setelah itu, Aileen langsung berdiri dan pergi membasuh wajahnya dan menyikat gigi. Setelah itu ia bersama adiknya Jordan pergi keruang makan.


Setelah semua anggota keluarga tiba diruang makan, mereka segera menyantap makanan dengan dipenuhi canda dan tawa. Benar-benar keluarga idaman.


Aileen hanya memperhatikan mereka dan sesekali ikut ambil dalam canda dan tawa keluarga itu.


Walaupun tertutupi senyuman, tapi bagi seorang ibu, tentu saja mereka akan tahu apa yang dirasakan anak mereka, walau itu bukan anak kandung mereka. Karena itu adalah insting seorang ibu.


"Aileen, kenapa wajahmu terlihat gelisa? Apa ada masalah sayang" tanya Tania, ibu Aileen


"Ehh?"


Sang ayah dan adik yang sedang bercanda berhenti, dan menatap sepasang ibu dan anak itu.


"Katakan saja Aileen, jangan dipendam. Bunda siap mendengar jawaban Aileen. Hal apa yang sampai membuat putri cantik bunda gelisa" kata ibunya Aileen sambil mengelus surai panjang Aileen dengan lembut. Benar-benar ibu idaman.


"Entahlah bunda. Aileen merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Tapi Aileen tidak tahu apa itu" jawab Aileen dengan tertunduk


"Sayang, tidak perlu dipikirkan" kata Tania lembut sambil tersenyum menatap anak sulungnya dan langsung memeluknya


Sontak mendengar perkataan ibunya, Aileen mengangkat kepalanya dan kembali tersenyum. Walaupun jauh didalam lubuk hatinya ia masih gelisa, tapi berkat kata-kata menenangkan sang ibu, itu membuatnya sedikit lega.


Ia langsung membalas pelukan hangat ibunya. Melihat Tania dan Aileen berpelukan, Dea, Jordan, dan ayah mereka yang bernama Dave, sontak berdiri dan memeluk Aileen dan Tania.


Akhirnya mereka semua saling berpelukan. Pelukan hangat keluarga kecilnya membuat Aileen tiba-tiba menangis.


Tangisannya mengagetkan mereka karena Aileen yang tiba-tiba langsung menangis. Karena terakhir Aileen menangis adalah pada saat berumur empat tahun. Dan sekarang Aileen sudah berumur tujuh tahun.


Yang artinya sudah tiga tahun Aileen tidak pernah menangis. Tapi, entah kenapa ia menangis sekarang.


Ia mengeratkan pelukannya pada keluarganya itu.


"Aku menyayangi kalian" kata Aileen sambil tersenyum


"Kami juga menyayangimu" jawab mereka serempak membuat hati Aileen sangat tersentuh.


──── ◉ ────


Terima kasih telah membaca cerita ini😊


Jangan lupa like, komen, dan vote kalian