
Muncul dua orang pria tampan yang berdiri berdampingan.
Salah satu dari mereka, berjalan kearah Xiao Yue. Ia berjongkok mensejajarkan tinggi mereka.
Ia menatap Xiao Yue dengan pandangan bingung. Pria yang satunya lagi berjalan mendekat dan berdiri di samping pria sebelumnya.
"Aileen" nada lirih itu keluar dari mulut pria yang sedang berjongkok didepannya
Xiao Yue menaikkan alisnya bingung. Bagaimana pria didepannya tahu nama aslinya? Itu yang sedang dipikirkan oleh Xiao Yue.
"Sayang, kenapa kau berada ditubuh orang lain? Dimana tubuh aslimu? Kenapa kau ada disini? Dan bukan didunia modern?" pertanyan bertubi itu membuat Xiao Yue bertambah bingung
Pasalnya yang tahu, hanya ia dan 'ayah' barunya yang mulai paham.
Ia bingung ingin menjawab dengan apa. Karena tidak mungkin ia mengatakan kalau 'aku hanya bosan' atau 'aku sedang tidak ingin bertemu daddyku'.
"Keinginanku" dan hanya itu yang bisa ia katakan
"Oh. Panggil aku papa. Ini ayah kandungmu, Aileen" ucap pria didepannya dengan berderai air mata
Xiao Yue (Aileen) merasa sesak didadanya melihat pria itu mengeluarkan air mata.
Ia berdiri didepan pria tersebut, kemudian mengusap air matanya dengan lembut.
Hal itu membuat pria yang sedang menangis tersentak kemudian ia langsung memeluk tubuh mungil didepannya.
Pria yang sedang disamping pria itu ikut tersenyum. Ia mengelus kepala Xiao Yue dengan lembut.
"Aku kakak papamu. Ayo kita cari tubuh aslimu. Kalau lambat, tubuhmu akan diketahui keberadaannya oleh anak buah professor muda itu" ucap pamannya, Arga Nathan Waston dan pria yang memeluk Xiao Yue (Aileen) adalah ayah kandungnya, Daileen Christian Waston
Xiao Yue mengangguk, ternyata firasatnya tidak salah. Tapi mau bagaimana lagi, pasti lama kelamaan ia akan ketahuan juga.
Ia tidak menyangka, kalau pamannya itu bisa melihat masa lalu dirinya.
Ia seharusnya tidak menganggap sepele peringatan kakaknya itu.
Daileen melepaskan pelukannya, kemudian menggendong putrinya, kemudian mereka pergi ke kediaman Xiao Yue.
Saat sampai di kediaman ayahnya, Xiao Yue mendengar keributan dari dalam.
Dan saat mereka masuk, pemandangan didepan mereka membuat mereka bingung.
Keadaan kediaman yang kacau seperti habis di terpa badai besar.
Saat masuk lebih dalam, terlihat tiga orang lelaki yang sedang mondar mandir didepan paviliun nya.
Rambut acak acakan, pakaian kusut, wajah panik. Semua bercampur aduk.
Xiao Yue turun dari gendongan papa nya. Ia berjalan kearah ketiga pria itu.
"Paman" panggil Xiao Yue
Ketiga pria tadi langsung menatap ke asal suara, takut jika itu hanya sebuah khalayan semata.
Tapi, yang berada didepan mereka membuat mereka bisa menghela napas lega.
Xuan langsung berlari dan memeluk nona mudanya itu dengan erat, seakan takut jika dilepaskan akan kembali pergi dan menghilang.
Sedangkan kedua bocah kembar itu hanya menatap mereka berdua dengan lega. Xiao Yue melepas pelukan penjaganya itu.
"Anda dari mana saja? Kenapa anda keluar malam? Apakah anda kedinginan? Ap-" pertanyaan bertubi itu langsung dibekap dengan tangan Xiao Yue
"Bosan" dingin, singkat, padat dan jelas
Walaupun nada dan perkataannya seperti itu, tapi matanya seolah berkata aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir.
Dan Xuan tahu itu. Nona mudanya sangat mudah bosan.
Ia kembali memeluk nona mudanya, dan tanpa sengaja kedua netranya menangkap dua sosok di belakang junjungan nya.
Xuan kemudian menggendong Xiao Yue. Ia menatap lekat kearah dua sosok pria tampan dibelakang nona mudanya.
Ia menatap waspada mereka, dan Xiao Yue yang menyadari itu langsung menggerakkan tangannya seolah ingin menggapai kedua pria itu.
Xuan yang merasakan pergerakan nona mudanya itu, tahu kalau dua orang didepannya bukan orang jahat.
Terbukti benar, karena nona mudanya itu sangat cerdas karena ia bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk.
Xuan berjalan mendekat kearah kedua pria didepannya sambil mengendong Xiao Yue.
Xiao Yue merentangkan tangannya kearah sang paman dan sontak hal itu disambut dengan hangat.
Hari mulai subuh, Xiao Yue sudah tidak bisa menahan kantuknya.
Hingga ia tertidur di gendongan pamannya. Daileen diantar ke kamar milik Xiao Yue.
Sedang Arga dan Xiao Yue tidur di ayunan gantung yang berada diatas kolam ikan.
Xiao Yue dan pamannya tidur disitu, karena kebiasaan Arga, sehingga ia ingin keponakannya bisa beradaptasi dengan mudah di alam bebas.
Keesokan paginya, mereka semua sarapan bersama, kemudian berkumpul di gazebo dengan camilan yang selalu harus ada pada Xiao Yue.
Mereka duduk dengan keadaan canggung [-Daileen, Arga, dan Xiao Yue (Aileen)].
"Paman, siang ke sekte" Xuan sedikit tersentak dengan suara dingin itu
Ia menatap orang yang berbicara tadi, kemudian mengangguk pertanda setuju.
Karena suasana sedikit aneh, Xiao Yue langsung kembali ke kamarnya di ikuti Daileen dan Arga, yang awalnya mereka berdua di halangi Xuan, tapi di perbolehkan oleh Xiao Yue.
____________________________________________________________
Hai guys😀
Aku balik lagi😁
Maaf kalau cuma pendek, besok atau senin lanjutannya ☺
Btw, makasih yang masih setia menunggu😊
Jangan lupa like dan comment
See you☺