The Leader Of The Last Adventure

The Leader Of The Last Adventure
21



Sungguh, karyawan itu sangat menyesali perbuatannya itu.


Ia rasa, kalau ia hidup tidak akan lama lagi. Karena ia tahu, tidak, semua karyawan tahu kalau Edward jika marah akan sangat menakutkan.


Bahkan lebih menakutkan dari seorang iblis.


Sedangkan penyebab terjadinya semua itu, hanya diam dalam gendongan ayahnya.


Sebenarnya ia sedang menyusun rencana agar bisa pergi dari kekangan ayahnya.


Jujur, ia sangat menyayangi ayahnya. Hanya saja, saat ia ingin memaafkan ayahnya, setiap akan tidur malam ia akan teringat kejadian pembunuhan keluarga angkatnya.


Itulah yang membuatnya ingin menjaga jarak dari ayahnya untuk menenangkan dirinya.


Dan cara satu-satunya adalah, dengan pergi kedimensi lain. Karena ia tahu, ayahnya memiliki mata dan telinga diseluruh penjuru dunia.


Jadi pindah kedimensi yang berbeda untuk menenangkan diri adalah satu-satunya cara.


Walaupun ia memiliki orang yang dipercaya, tapi ia yakin diantara mereka, pasti ada orang utusan ayahnya yang overprotective dan over possessive itu.


Back to story


Aileen hanya diam dengan pandangan datar. Ia masih menyusun rencana rumit, karena yang akan ia hadapi adalah seorang yang paling berbahaya no.1 menurut Aileen.


Aileen kemudian menatap wajah Edward dengan pandangan rumit. Ia jujur sangat gugup, apakah rencananya akan berhasil?


Kalimat itulah yang membuat ia menjadi ragu dengan rencananya itu.


Karena rencananya ini adalah jalan terakhir untuknya, jika ketahuan, maka katakan selamat tinggal pada kebebasan.


Ia melakukan rencananya hari ini karena ia mendapat telepati dari kakaknya El atau lebih tepatnya professor El. (eps 18)


Kakaknya itu mengatakan bahwa pembuatan alat ciptaannya sudah mencapai 95%. Dan itu hanya butuh sentuhan terakhir dari Aileen.


(Aileen sudah memasang chip di tubuh El agar mereka bisa memberi informasi satu sama lain, bahkan chip itu juga sudah Aileen kaitkan dengan jiwa El. Walaupun mereka berbeda dimensi, mereka masih tetap bisa saling berkomunikasi)


Aileen yang mendengar itu menjadi bahagia dan sedih.


Bahagia karena ia bisa hidup bebas untuk menenangkan diri dan berkelana, ia juga sedih akan berpisah dengan orang-orang yang disayanginya.


Tapi ia mencoba menegarkan dirinya sendiri. Ia hanya ingin merasakan kebebasan.


Walaupun ia tahu, suatu saat nanti pasti ia akan kembali ke tanggung jawabnya.


Jadi ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk hidup bebas itu.


Back to story


Edward yang merasakan seseorang menatapnya, lantas menatap gadis yang sedang berada digendongannya itu yang sedang menatapnya.


Edward yang melihat tatapan rumit putrinya pun bergegas untuk menyelasaikan masalah itu.


"Jeremi" panggil Edward pada tangan kanannya


"Baik, tuan" ucap Jeremi yang mengerti maksud tuannya itu


Ia kemudian menyuruh bodyguard untuk membawa karyawan tersebut keruang bawah tanah.


Setelah itu ia bergegas keruangan CEO. Setelah masuk keruangannya, ia kemudian mendudukkan anaknya disofa.


Ia berjongkok didepan anaknya dan memegang tangan anaknya yang masih diam.


Ia kemudian bertanya pada anaknya itu.


"Vanka kenapa, hm? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Edward


Aileen kemudian tersadar dari lamunannya dan melihat bahwa ia ada diruangan ayahnya.


Ia kemudian menatap ayahnya yang sedang berjongkok didepannya.


"Tidak kok, dad. Daddy, Vanka lapar. Mana makanannya?" rengek Aileen karena lapar


"Jadi dari tadi kamu melamun karena memikirkan makanan? Hehe" tanya dan kekeh Edward


"Hm" Aileen hanya bergumam dengan menggembungkan pipinya dan memanyunkan bibirnya


Edward yang merasa gemas pun menggigit gemas pipi chubby kesukaannya itu.


Sedangkan sang empu hanya diam dan tidak mau mengganggu kesenangan daddynya untuk terakhir sebelum ia pergi untuk waktu yang cukup lama.


Aileen yang mengerti langsung duduk di pangkuan ayahnya dan memeluk ayahnya dengan erat.


Sedangkan Edward mengelus surai putih milik Aileen dan sesekali mencium pucuk kepalanya.


Entah mengapa, ia memiliki firasat buruk tentang anaknya itu.


Ia terlihat lebih manja padanya sejak pagi. Seperti mereka menghabiskan hari terakhir saja.


Memikirkan hal itu membuat ia sedikit was-was.


Tak lama kemudian ia menatap anaknya yang masih memeluknya dengan erat.


Selang beberapa menit, datanglah Jeremi membawa makanan untuk mereka berdua.



Setelah itu mereka berdua makan.


Selang lima belas menit kemudian, Edward beranjak dari sofa.


"Vanka sayang, daddy pergi meeting dulu. Nanti selesai meeting, baru kita ke Lab, ya?" Pamit Edward


"Ok daddy" kata Aileen dengan senyum manis


"Ya sudah, daddy pergi dulu" ucap Edward lalu mencium dahi, hidung, pipi, dan terakhir mengecup sekilas bibir anaknya


Saat sampai diluar ruangannya, Edward memiliki firasat buruk tentang anaknya.


"Jeremi" panggil Edward


"Ya tuan" jawab Jeremi


"Perketat penjagaan wilayah perusahaan. Aku memiliki firasat buruk yang berhubungan dengan anakku.


Kalau perlu, gunakan beberapa anggota elit Black mafia. Jangan sampai ada kesalahan sekecil apapun itu, jika tidak kau akan tahu akibatnya" ucap Edward dengan nada dan wajah yang sangat dingin dan aura yang tidak bersahabat


"B-baik tuan" jawab Jeremi dengan sedikit terbata karena ketakutan


Setelah mengatakan itu, mereka berdua pergi keruang meeting.


Disisi Aileen


Selepas kepergian Edward, Aileen kembali menghubungi El untuk mengatakan rencananya.


Setelah mengatakan rencananya, tiba-tiba saja Aileen tertarik keruang dimensi miliknya yang sudah tidak ia kunjungi setelah menyegel kekuatannya.


Ia kemudian melihat mansion besar yang ia bangun dan juga banyak bangunan besar yang bisa disebut gudang harta, makanan ringan, persenjataan, kendaraan, obata-obatan dan racun, mall, dan masih banyak lagi.


Semua itu ia bangun hanya karena iseng. Tapi sepertinya sekarang berguna juga untuk bekal.


Ia menuju sebuah hutan yang sangat lebat. Ia terus menulusuri hutan sampai keinti hutan itu.


Saat sampai di inti hutan, ia melihat sebuah air terjun dan danau yang sangat indah.


Ia kemudian masuk kedalam danau tanpa melepas pakaiannya.


Ia menyenderkan punggungnya di sebuah batu dan menutup matanya untuk beristirahat sebentar.


Ia tidak takut jika ia berlama-lama diruang dimensinya.


Karena perbedaan waktu dunia nyata dan ruang dimensinya berbeda.


Lima menit didunia nyata, sama dengan satu hari diruang dimensi.


Setelah dua jam kemudian, ia keluar dari danau dan pergi ke mansionnya untuk mengganti pakaiannya yang basah.


Ia menggunakan hot pants dan kaos hitam polos. Ia menggerai rambut perak miliknya karena masih basah.


Aileen kemudian duduk di taman yang sama persis dengan taman saat pertama kali ia bertemu dengan Edward.


Ia duduk termenung disana. Ia tidak tahu apa keputusannya ini sudah benar atau salah.


Oh iya, aku bakalan up antara hari sabtu sama minggu


Jangan lupa like dan coment


See you