
--- Potongan episode sebelumnya ---
"Bau darah."
Taera memalingkan wajah nya dari Mayang dan masih menatap arah perginya sang pria.
Mayang menatap dengan penasaran maksud dari kata-kata Taera. Berharap ada lanjutan dari kata-katanya itu.
Sambil mencoba menjelas kan pada Mayang, kilauan hijau di mata Taera, menatap Mayang dengan serius.
"Pria itu. Tercium bau aroma darah yang pekat."
...🥀🥀🥀...
Mayang mengikuti Taera yang masuk ke sebuah ruangan. Tanpa memberi salam, Taera membuka pintu ruangan itu dengan tangan kucing nya. Di dalam ruangan, Ariel terlihat sibuk dengan pekerjaannya.
"Hoi, kertas laporanku."
Taera menjulurkan tangan kucingnya pada Mayang. Taera yang seperti biasa tak suka berlama-lama berada di ruangan kakaknya itu, langsung melompat dan berputar di depan kakaknya yang tengah sibuk.
Dengan kesal, Ariel langsung memegang tengkuk Taera kucing dengan satu tangannya. Taera agak mendumel karena diperlakukan seperti kucing betulan oleh kakaknya itu.
Masih berada ditangan kakaknya, Taera berucap.
"Kak, Aku sudah bawa laporan ku."
Ariel langsung melepaskan Taera tanpa banyak cakap.
"Taruh di atas mejaku."
Ariel membalas Taera dengan dingin.
"Kak, kali ini siapa korban dari woman killer?"
Entah ada angin apa, Taera penasaran dengan berita tentang woman killer yang didengarnya lewat sirine barusan.
Ariel menatap Taera dengan ragu. Ariel tak percaya bahwa adiknya itu akan menanyakan tentang permasalahan yang terjadi di kantornya.
Meskipun, Taera adalah putra sulung keluarga mereka, Ia tak pernah sekalipun berhubungan dengan urusan keluarganya maupun urusan pekerjaan. Kalaupun Taera berada dalam kejadian yang membuatnya terluka seperti tempo hari, Taera hanya akan menutupi sebisanya agar terhindar dari masalah yang membuatnya repot untuk menuliskan laporannya.
Ariel menaruh telponnya. Sepertinya Ia telah selesai menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan insiden woman killer ini.
Ariel duduk dengan anggun di atas kursinya. Menatap Taera dengan mata nya yang berwarna oranye cerah itu.
Ariel memperlihatkan foto-foto korban yang semuanya adalah wanita. Dari bagian leher belakang mereka ditemukan bekas luka gigitan yang dalam.
"Ini sudah korban ke 4 dari woman killer. Ny. Xy umur 27 tahun. Dia ditemukan telah tewas kehabisan darah di apartemennya."
Taera masih dalam bentuk kucingnya melompat ke atas meja kakaknya dan memperhatikan wanita-wanita korban woman killer.
Ariel menambahkan.
"Kesemuanya memiliki kesamaan: single, tinggal sendiri, pekerja. Hampir semua dari mereka ditemukan di hari mereka tidak masuk kerja."
"Hmm. Jadi, psycho kali ini mengincar wanita-wanita karir yang masih single yah? Seleranya vulg#r sekali." Taera berbicara dengan enteng sambil memandangi foto-foto itu.
Taera melirik ke arah Mayang yang diam di ujung ruangan.
"Ngapain jauh-jauh gituh?" Tanya Taera heran.
Ariel agak terkejut dan baru menyadari bahwa yang memberikan laporan Taera ke mejanya tadi adalah Mayang.
Ariel menyandarkan badannya untuk merilekskan tubuhnya.
"Apa kamu bisa menghilangkan aura keberadaan mu tiba-tiba?" Tanya Ariel
Ariel menatap Mayang dengan kagum. Agak malu, Mayang mendekati Ariel dengan ragu.
"Ah. Itu karena Aku takjub melihat mu saat bekerja dan Aku tak menyangka jika BH entertainment adalah tempat divisi penanganan kasus seperti ini?"
Ariel dan Taera kucing memperhatikan Mayang dalam dilema. Rasanya tak adil jika mereka merahasiakannya dari Mayang. Sedangkan, Mayang sudah menjadi Ibu inang yang menyediakan tempat tinggal untuk Taera.
"Maukah Kamu tinggal sebentar sambil kuceritakan asal-usul perusahaan Kami?"
Ariel berbisik pelan di telinga Mayang.
Mayang mengangguk pelan.
BH entertainment yang Ia tahu sebelumnya adalah agency yang terbentuk untuk dunia hiburan seperti Aktor, Aktris, penyanyi, dancer, dsb.
Ariel lalu menceritakan bahwa sebenarnya banyak dari Aktor maupun aktris mereka adalah seorang vampire campuran yang berada dalam pengawasan anggota keluarga Vampire darah Murni.
"Ada 3 jenis Vampire yang ada di sekitar kita. Yang pertama, vampire darah murni, mereka adalah vampire yang telah hidup beribu tahun lama nya dan melewati hibernasi yang cukup lama dalam kurun waktu tertentu. Yang kedua, adalah vampire darah campuran essensial, biasanya lahir setelah mati lalu dibangkitkan kembali dengan darah vampire murni. Dan yang Ketiga, adalah vampire darah campuran genetik. Yang lahir dari setengah manusia dan setengah vampire." Lanjut Ariel menjelaskan.
Mayang melirik ke arah Ariel.
"Uhm. Penyihir juga ada?" Tanya Mayang.
"Yah. Ada."
Mata Ariel terpejam, seakan memikirkan sesuatu. Bulu mata nya yang panjang perlahan membuka.
"Ada beberapa rahasia yang tidak bisa diceritakan pada semua manusia biasa. Ini kami lakukan untuk menjaga keseimbangan hidup antara Manusia dan para Esper (kami menamai ini sebagai bagian kehidupan yang memiliki kekuatan melebihi manusia normal)."
"Esper?" Mayang tampak bingung.
"Vampire, Magician, Werewolf, Roh, Demon, Angel."
Taera kucing duduk disamping Mayang dengan indahnya. Nampaknya Taera sudah bosan hanya diam sendiri dan mendengarkan para wanita bercerita.
"Semua itu ada disekeliling manusia. Kami menamainya dengan sebutan Esper. Bakat khusus atau mungkin biasa kalian sebut dengan Manusia super?" Tambah Taera.
"Jadi, bagaimana manusia biasa menghadapi kasus seperti ini? Itu diakibatkan oleh vampire kan?" Tanya Mayang
"Manusia biasa tak akan mampu melihat bekas gigitan tak kasat mata seperti itu. Mereka hanya akan berfikir bahwa ini kasus yang tak saling berhubungan, mengingat korban nya adalah wanita random dan tidak ditemukan alat apapun yang memungkin kan korban untuk tewas." Jawab Taera.
Melihat Mayang tampak khawatir, Ariel melanjutkan.
"Karena itulah, asosiasi vampire darah murni, bekerja sama untuk menjaga stabilitas antara esper dan Manusia. Perusahaan ini juga terbentuk karena itu."
Mayang mengangguk paham.
"Oh yah kak, tadi di eskalator, kami bertemu lelaki pesolek yang tercium bau darah." ucap Taera menyela pembicaraan.
"Lelaki apa?"
"Coba lihat cctv nya." Taera menunjuk ke arah tv.
Ariel langsung menyalakan tv wireless nya.
Laki-laki tersebut muncul di layar. Ariel terbangun dari duduknya karena terkejut.
"Apa yang dia lakukan disini??" Tanya Ariel terperanjat.
Agak menoleh ke arah Ariel, Taera pun bertanya.
"Dia laki-laki yang ku maksud barusan. Melihat dia memperhatikan ke arah cctv dengan tenang, bertanda kalau dia cukup bodoh atau percaya diri bahwa dia tidak akan tertangkap oleh kalian."
Ariel menciptakan sihir pemanggil, tiba-tiba tiga cangkir kopi susu berada di depan mereka.
Taera melihat lingkaran sihir Ariel dengan sedikit cemburu.
Setelah menyeruput kopinya, Ariel melihat kembali rekaman cctv yang tertangkap.
"Dia... Dulu pekerja di BH entertainment ini. Tapi setahun yang lalu, dirinya ditemukan tewas di hotelnya dan mayatnya menghilang saat upacara pemakaman."
Mendengar ucapan Ariel membuat Taera pun memberitahu kecurigaaannya kembali.
"Aku mencium aroma darah yang sangat kuat mengelilingi tubuhnya."
Ariel memegang dagunya seraya berfikir.
Merasa berhutang atas kejadian kaca pecah tempo hari, Taera pun menyerahkan kartu nama yang diberikan pria itu pada Mayang beberapa saat yang lalu.
...🥀🥀🥀...