
Dengan serius, Butler itu menunduk memberi hormat.
"Hanya itu, Tuan Muda. Mohon untuk selalu waspada dan berhati-hati."
Setelah selesai mengatakannya, Butler itu tiba-tiba menghilang.
...🥀🥀🥀...
Taera mengerutkan keningnya, melihat kaca yang pecah oleh Butlernya itu.
"Cewek penyihir pasti bakalan ngamuk lagi kalau ngeliat ini."
Taera duduk berpikir dan merebahkan bahu nya di sofa dengan malas.
Ia berpikir dengan keras hal apa yang harus dilakukannya sebelum Mayang pulang.
"Andaikan Aku penyihir." Pinta Taera dengan kecewa.
Kemudian, Taera dikejutkan dengan hape nya yang berbunyi.
"AH!"
Sepintas idenya muncul dan aura nya berubah menjadi aura keberuntungan.
-----one hours later------
"Jadi... mana laporan mu atas kejadian yang lalu?"
Kini, di hadapan Taera telah berdiri seorang cewek cantik bertubuh s*ksi dan bermata Oranye cerah yang menatap Taera dengan sinis.
C.A.S.T
Ariel, Kakak Tiri Taera.
Taera berusaha tersenyum sambil menyembunyikan rasa takutnya terhadap cewek didepannya sekarang.
"Kak. Aku janji akan menyelesaikan laporanku. Tapi keadaan ku saat ini tak memungkinkan untuk melakukannya dengan cepat." Ucap Taera dengan sopan.
"Oh yah. Tadi di chat, Kamu bilang kondisimu sedang sekarat? Dan butuh pertolonganku secepatnya? Tapi, Aku tak lihat kamu dalam kondisi gawat nan darurat tuh."
Ariel dengan raut kesal bertanya dan memperhatikan Taera dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Taera berusaha tak mengalihkan pandangan nya dari Ariel.
Dia memegang teguh pendiriannya bahwa 'orang yang benar tak akan takut salah'.
Dengan suara yang tertahan, Taera menunjuk kaca kamar yang pecah oleh butler nya beberapa saat yang lalu.
"Kaca kamar teman ku pecah oleh Ahjusshi. Dan Aku ingin kaca itu kembali seperti semula sebelum teman ku datang. Setelah itu, Aku berjanji menyerahkan laporan ku sesegera mungkin."
Meski takut, Taera memperlihatkan keteguhan di hatinya.
Masih memicingkan mata dalam keraguan, Ariel menyetujui pemintaan Taera.
Dengan membaca mantra, lingkaran sihir berwarna kehijauan terbentuk.
"SIHIR PEMULIHAN! Crate!"
Serpihan-serpihan kaca mulai terbentuk bersama warna kehijauan yang timbul dari lingkaran sihir.
-PATS!-
Kaca pun tebentuk seperti semula seselesainya Ariel melafadz-kan mantranya.
Taera melihat kaca yang telah kembali utuh seperti sedia kala.
Menghela nafas dan lega, Ia bersyukur karena kakaknya datang pas sekali disaat dia membutuhkannya.
Usai lingkaran sihirnya menghilang, Ariel menerima telpon yang masuk.
"Yah Aku mengerti. Sebentar. Aku akan kesana sekarang."
Taera memperhatikan kakaknya yang berbicara lewat telpon dalam diam.
Ariel tampak dalam kesulitan saat berada ditelpon.
Sekilas tentang informasi Kakak perempuan Taera. Ariel dan Taera memiliki hubungan darah dengan kakak tirinya yang beda Ibu. Ayah Taera adalah Vampir darah murni yang menikah lagi dengan wanita pilihannya. Istrinya saat ini adalah manusia. Ia membawa putrinya yang berumur lebih tua dari Taera saat kebangkitan kembali Taera 15 tahun yang lalu. Dan Entah sejak kapan, kakaknya itu dapat menggunakan sihir.
Ariel tampak lelah saat menutup telponnya.
Taera datang menghampiri.
"Kalau sibuk, padahal Kau tak harus datang, kak."
"Siapa orang yang memohon Aku datang dengan secepatnya? Dan berdalih bahwa dia sedang sekarat?" Ariel bertanya dengan geram.
Taera merasa dia telah melakukan perbuatan yang menyusahkan kakak nya. Dari hati yang terdalam, Taera merasa bersalah. Ia tahu bahwa kakaknya adalah orang yang sbuk.
"Maaf kak. Nanti Aku janji untuk membawakan langsung laporanku ke kantormu."
Ariel agak menunduk dan menampakkan ekspresi serius seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Besok."
Ariel menatap serius wajah Taera.
"Ha?" Tanya Taera. Ia bingung dengan perkataan Ariel yang terlalu singkat
Menghela nafas kembali, Ariel menjetikkan jarinya pada kening Taera seperti memperlakukannya bak Anak Kecil.
"Besok kumpulkan langsung laporan mu."
Dengan anggukkan yang pasti, Taera meng-iyakan tugas yang diberikan olehnya.
"Oke kak. Sekali lagi thanks yah. Aku benar-benar terbantu."
Sesaat sebelum Ariel pergi, Pintu kamar pun terbuka.
Taera dan juga Ariel menoleh memperhatikan Mayang yang tengah berdiri mematung membuka pintu kamarnya. Dengan instingnya, Mayang menutup kembali pintu kamar dan pergi. Namun, melihat tak ada yang mengejarnya, Mayang kembali ke kamarnya dan sedikit perasaan sebal dan bimbang.
"Kamu memasukkan wanita ke rumahku?" Tanya Mayang.
Taera melirik Ariel dengan bingung.
"Yah?"
"Dia siapa?"
Mayang benar-benar terlihat kesal melihat ada orang asing dan sama sekali tak dikenalnya telah berada di dalam kamar nya.
Ariel menjadi tertarik dan pemasaran dengan hubungan antara adiknya dan cewek yang memandangnya dengan kesal.
Ariel menunjukkan tingkah yang berbeda 180 derajat dari sebelumnya. Ia menempel pada lengan Taera. Tangannya membelai pipi Taera dengan lembut. Ariel menyentuh bibir Taera menggunakan jarinya.
"Siapanya, ya sayang?" ucap Ariel dengan manja disertai senyum jahil untuk mengusili adiknya. (Kakak-adik sama aja 😅)
Taera hanya diam geli melihat tingkah kakaknya. Ia tampak sudah biasa dengan kelakuan kakaknya itu.
Namun, tidak dengan Mayang. Berbeda dengan Taera yang tenang, Mayang menjadi risih melihat tindakan Ariel yang agresif menempelkan bagian se*#i nya pada Taera.
Dengan kesal, Mayang mencoba menamparkan serangan yang kuat lagi pada Taera. Taera terhentak tapi tak bergerak dari tempatnya berdiri.
Ariel yang melihat seseorang yang hendak menampar adiknya, menangkis tangan Mayang dengan cepat.
Meskipun dari luar terlihat cuek, Ariel adalah tipe kakak yang sayang adik. Ia tak rela ada cewek yang menampar adik nya selain dirinya.
Taera melirik Mayang yang sejak tadi menampilkan ekspresi serius, lalu melepaskan tangan Ariel dari Mayang.
"Kak hentikan. Tadi kan kau sibuk?"
Taera menghela nafas, merasa letih sedang menyerangnya tiba-tiba karena harus menghadapi percakapan antara dua orang yang berselisih paham.
"Dia kakak ku. Datang untuk menagih laporan ku kemaren." Jelas Ariel.
Karena ucapan Taera, Ariel teringat kembali dengan pekerjaannya. Agak kecewa, Ariel akhirnya menunda isengnya untuk momment selanjutnya.
Mendengar penjelasan dari Taera, Mayang mengendurkan ekspresinya dengan santai. Sementara Ariel hanya tersenyum melihat Adiknya yang memasang raut gelisah.
"Aku juga ingin tahu apa hubunganmu dengan adikku?"
Ariel tersenyum cerah menanyakan rasa penasaran nya sejak melihat Mayang.
Mayang berfikir dan teringat dengan kucing yang dipungutmya.
"Peliharaan dan majikan?" Ucap Mayang dengan polos.
Hal itu membuat Ariel tertawa puas. Ia merasa terhibur. Ariel mencium pipi Mayang sembari berpamitan. Mayang tersipu dengan kagum saat melihat kecantikan Ariel dari dekat.
"Kamu perempuan yang menarik. Kapan-kapan kita ngobrol berdua yah." Ajak Ariel
Ariel menciptakan lingkaran sihir yang lebih besar. Seketika sinar putih muncul dari bawah pijakannya.
"TELEPORT."
Dengan tersenyum ke arah Mayang, Ariel menghilang bersamaan dengan lingkaran sihir putih kebiruan yang Ia ciptakan.
...🥀🥀🥀...