The Cuttie Kitty Is A Vampire

The Cuttie Kitty Is A Vampire
Nata dan Nara



Dipusat perbelanjaan, Taera dan Mayang melihat sebuah berita di tv.


"Berita hari ini. Dini hari, di rumah sakit XY beberapa dokter, perawat, dan bahkan Pasien menghilang secara misterius saat sedang melakukan operasi. Satu-satunya saksi Nn. A, perawat yang berada dalam penanganan kasus yang sama menyatakan dirinya tak masuk kerja hari itu sehingga tak tau apa yang terjadi. Sampai sekarang, penyelidikan masih berlangsung."


...🥀🥀🥀...


"Wah. Deket banget itu."


Mayang menganga kaget melihat berita yang baru di lihatnya di tv.


"Maaf mbak. Total belanjaannya.. " cashier pun menyadarkan Mayang yang masih terfokus melihat ke layar tv.


"Disuruh bayar tuh."


Taera dengan santai nya memakan snack yang baru dibelinya tadi. Mayang yang tersadar kembali melihat ke arah cashier wanita dan Taera yang berdiri menunggu Mayang.


"Lho kok udah dimakan? Emangnya udah di bayar??" Tanya Mayang sambil mengeluarkan dompetnya.


"Udah di hitung kan sama mbak kasir nya."


Taera tersenyum ke arah Cashier. Senyuman Taera memikat hati cashier wanita dan orang-orang di sekitarnya.


Mayang yang melihat itu merasa agak cemburu. Ia dengan cepat memberikan uangnya pada sang cashier dan berbalik pergi.


Taera masih mengikuti Mayang yang ber jalan dengan cepat meninggalkan Taera.


"Dari tadi kayaknya mood nya jelek banget?" Taera terus memperhatikan Mayang yang memalingkan wajahnya dari dirinya.


"Iyah! Kesel banget beneran! Udah ga bisa tidur! Tiba-tiba dapet mimpi yang mirip banget kayak kenyataan. Dan tau-tau paginya ketemu orang yang mirip banget sama yang di mimpi." Gerutu Mayang.


"Hmm. Mimpi yah."


Taera memegang dagunya seraya berfikir.


"Kalo mimpi si emang dia ahlinya."


"Siapa?"


Mayang tampak bingung.


"Males jelasin."


Taera tersenyum tipis. Masih memegang kantong belanjaan yang berisi makanan nya, Taera tampak berseri.


"Ah. Gue jelasin tapi dengan syarat pulang ke rumah bikinin nasi goreng seafood sambalado."


"Beneran cuma mau itu?"


"Iyaps. Tadi gue lihat di iklan. Ada yang masak nasi goreng. Kayaknya enak banget. Jadi pengen."


"Haaa. Aku heran. Biasanya ngeliat vampire di cerita dongeng atau di film-film, ga ada vampire yang serakus ini?"


Tanpa sadar, Mayang mengatakan isi hati dan pikirannya yang selama ini dipendamnya.


Mayang terhentak saat Taera berhenti berjalan mengikutinya dari belakang dan terdiam tiba-tiba.


"Ada apa? Apa Ia dia tersinggung?" pikir Mayang.


Beberapa kali Mayang memanggil Taera, Tapi Ia hanya diam mematung, tak memberikan respon apapun.


"Kayaknya gue.. pergi duluan deh."


Taera segera pergi dari tempat Mayang berdiri dan menghilang dengan cepat bagaikan hembusan angin.


"Uuh.. Kenapa dia sering datang dan menghilang begitu aja?"


Mayang menghela nafas panjang sambil menunduk melihat barang belanjaannya yang nambah.


Sebenarnya ini sangat membingungkan untuk Mayang. Alasan kenapa Taera tidak terlihat sepucat vampire pada umumnya. Dan alasan kenapa Ia sangat anti berhubungan dengan keluarga dan pekerjaannya.


Mayang berfikir lagi dalam diam nya.


Tapi, untuk saat ini Ia pun tak mengetahui apapun. Mayang menghernyitkan dahinya.


Hari semakin sore. Ia langsung menggas mobilnya, tak butuh beberapa lama untuk Mayang agar sampai di rumahnya, lalu Ia membuka sepatu nya dan menukarnya dengan alas kaki rumah.


"Astaga!"


Mayang dikejutkan kembali dengan keberadaan Taera yang sudah ada dirumah lebih dulu darinya.


Taera terlihat tertidur di sofa nya. Taera yang berada di sofanya terlihat sangat lelap. Jantung Mayang berdebar dengan kencang.


"Lho? Eh??"


"Hangat. Apa tubuh vampire itu sehangat ini?" Tanya Mayang dalam kebingungan.


"Itu karena dia sedang mengalami yang namanya fase menuju hibernasi bagi seorang vampire."


Suara dari seorang gadis muda muncul di samping Mayang. Mayang melompat kaget. Merasa de javu, Ia berusaha menunjukkan ekspresi tenang. Mengingat sudah tak asing baginya melihat orang-orang yang baru dikenal nya berada di kamarnya.


"Siapa kamu? Kenapa bisa ada disini?"


"Aku? Aku adik dari kakak Taera. Nata."


"Adik??"


"Dan dia Nara..."


Gadis itu menunjuk ke arah pojok ruangan sambil tersenyum. Di balik bayangan ruangan yang gelap. Seorang laki-laki muda muncul dengan aura yang dingin dan menunjukkan kesan yang tak bersahabat.


"Ah. Halo. Nama ku Mayang."


Senyuman ramah Mayang di acuhkan oleh kedua adik dari Taera. Mayang berusaha memaklumi tuan muda dan nona muda ini.


"Boleh aku tahu, apa yang dimaksud dengan Taera yang hampir menuju hibernasi itu?" Tanya Mayang dengan sopan.


Gadis muda yang lebih mudah berkomunikasi dengan Mayang menghela nafas.


"Yah jadi kayak namanya aja. Saat kami, kaum vampire mulai memasuki fase hibernasi, kami akan tertidur dalam waktu yang berbeda rentangnya, ini terjadi saat kondisi tubuh kami mulai mengalami masalah." Jelas Nata pada Mayang.


Mayang masih mencoba memahami perkataan Nata. Ia kemudian melihat Taera yang tertidur.


"Tubuh Taera sedang mengalami masalah?"


Mayang memperhatikan Nata. Terlihat raut kekhawatiran di wajahnya. Nata memainkan rambut nya yang bergelombang dengan jarinya.


"Yah begitulah." Nata menjawab singkat.


"Apa karena Taera hanya memakan makanan Manusia?? Jadi, tubuhnya menjadi sakit??"


Mayang bertanya dengan penasaran. Ia sudah curiga beberapa saat ini saat mengamati Taera.


Nara yang tampak kesal dengan Mayang yang berada terlalu dekat dengan Nata, melebarkan tangannya, berada di depan nata untuk memberikan jarak diantara keduanya.


Matanya berwarna semerah permata Ruby yang berkilauan, memperhatikan Mayang dalam diam.


Nata yang menutup wajah nya mulai dari hidung dan mulut, melihat Mayang dengan tatapan lembut.


"Kamu tidak lupa kan, meskipun kami terlihat seperti ini, Kami adalah kaum vampire?" Tanya Nata.


Mayang mengangguk.


"Aku tak tau bagaimana cara kak Taera menahannya, tapi bau darah mu sangat manis dan segar."


Nata berusaha menyembunyikan senyumnya yang mengintimidasi. Nara hanya mengangguk mendengar perkataan Nata. Sepertinya Nara bukannya membenci Mayang, tapi memang dia adalah tipe yang sangat menjaga gerak-geriknya dari manusia yang ada di hadapannya bahkan baru dikenalnya.


"Ah. Tapi tak perlu khawatir. Kami ini kaum vampire murni yang agung. Kami tak menerima semua darah dari manusia rendahan."


Nata menyadari kalau perkataannya mengusik Mayang.


"Bukan berarti kamu itu manusia rendahan yah. Hehe."


Wajah nata terlihat ramah dengan senyuman. Tapi Mata nya yang melihat Mayang dengan sinis agak menganggu Mayang.


"Oh iyah. Pertanyaan mu nanti langsung aja ditanyain sama kak Taera nya sendiri yah. Kalau aku yang jelasin lebih banyak dari ini, aku bisa dimarahin sama kakak."


Selesai mengatakan itu, Keduanya berubah menjadi dua ekor kupu-kupu berwarna hitam.


Mayang menjadi terdiam begitu melihat mereka pergi. Mood nya terlihat sangat down ketika mengingat Taera yang ada kemungkinan meninggalkannya lagi.


"Tidak bisa kah.. kamu tinggal disini lebih lama?" Mayang menyuarakan isi hati nya di samping Taera yang tertidur. Berharap jika itu bisa menjadi doa untuk mereka.


...🥀🥀🥀...


_C.A.S.T_


Nata



Nara