The Cuttie Kitty Is A Vampire

The Cuttie Kitty Is A Vampire
Taera, Vampire Tampan




Part 1


Trriiiiiiriiiing......


Suara Alarm yang terpasang jam 9 berbunyi.


(Goncang.. Goncang...) "Hoi. Alarm nya bunyi noh.. Mau tidur sampai kapan?? Bener-bener cewek *****!"


Mayang berguling dengan malas. Taera yang kesal menggoncangkan tubuh Mayang lagi.


Tapi, nampaknya usaha nya tak membuahkan hasil. Mayang tetap tak bangun, malahan menarik selimutnya kembali.


Taera mengerutkan dahi dan mencoba berfikir sejenak. Setelah mendapat ide, Ia menunjukkan senyum yang nakal.


Taera berbaring dan menggeliat yang membuat kasur Mayang sedikit bergoyang, Ia menghadap kearah Mayang dan mendekatkan wajahnya. Meniup bagian telinga Mayang dengan lembut. Hembusan Nafas Taera membuat Mayang sedikit merasa geli.


"Bangun Mayang...." Bisik Taera.


Merasakan ada hawa orang lain disampingnya, Mayang terbangun dengan kaget. Ia melihat sesosok Pria yang tampan berbadan Indah dan bermata hijau teduh berbaring disampingnya.


Mayang tak sempat menanyakan dari mana asal pria tampan itu dan langsung melayangkan tamparan keras ke arah sang pria.


Tamparan keras dilanjutkan dengan tendangan yang sama kuatnya diberikan Mayang dengan spontan dan tepat sasaran.


Taera meringis kesakitan dan mencoba untuk bangun.


"Sakiiiit wooi! Kenapa gue malah kena hajar??"


Taera memegang pinggang nya yang kesakitan. Tampak pipinya yang ditampar menimbulkan bekas merah padam. Sementara Mayang masih memasang kuda-kuda yang dipelajarinya saat masih aktif taekwondo.


Bulu kuduk Taera agak berdiri. Ia mengingat kembali waktu-waktu yang Ia lewati selama 1500 tahun ini. Dulu juga pernah beberapa kali, Ia bertemu dengan perempuan yang memancarkan aura kuat nan menakutkan seperti Mayang.


Dengan gemetar, Taera berkata tanpa Ia sadari.


"Penyihir." Ucap Taera dengan jelas sembari menatap ke arah Mayang.


"Haaaaah???"


Suara Mayang terdengar berat.


Mayang mengepalkan tangannya dan turun dari tempat tidurnya dengan suara kaki yang meninggalkan dentuman langkah.


Merasa tubuhnya terancam lagi, Taera melompat dan kembali pada tubuh kucing nya semula. Dengan memasang wajah imut nan lucu, Taera melihat kearah Mayang dalam bentuk kucing.


"Meooooong..."


Mayang terdiam membisu. Mata nya menatap Taera si kucing dengan tajam.


"Meooong... Meoong..."


Taera kucing memberanikan diri untuk mendekati Mayang. Mayang yang terus memperhatikan kucing itu, langsung teringat flash back beberapa waktu yang lalu.


12 jam yang lalu, dirinya membawa pulang kucing yang dipungutnya untuk diobati lukanya. Kemudian, Kucing itu diberikan makanan dan dibiarkan tidur dikamarnya. Mayang pun teringat kembali, bahwa sang kucing yang bisa berbicara layaknya manusia itu adalah jelmaan vampire (atau apalah katanya itu). Kini sedang berdiri kembali dihadapannya.


Kucing itu memegang kakinya yang terluka dengan wajah memelas.


Setelah agak tenang, Mayang mengendurkan pertahanan kuda-kudanya. Dan mengambil segelas air putih lalu meminumnya.


Sambil mengusap air minum dibibirnya, Mayang kembali menatap Taera Kucing dengan serius.


"Jadi, Kamu bisa berubah menjadi manusia juga?" Tanya Mayang sedikit penasaran.


"Yaps bisa banget!"


Dengan bangga dan menunjukkan senyum angkuhnya, Taera kembali berubah ke bentuk pria tampan. Sinar kemerlap terpancar dari wajahnya dan tubuhnya yang sixpact.


Gulp.


Mayang menelan ludah kekaguman. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah dan berpaling dari Taera.


"Aku ga minta kamu menunjukkan perubahan manusia mu itu!"


Mendengar ucapan tegas dari Mayang, Taera kembali ke bentuk kucing dengan raut sedih. Aura disekitarnya tiba-tiba menjadi gelap seperti langit yang mendung. Telinga kucing nya tertunduk lesu. Dan lukanya masih terlihat dalam. Mayang pun merasa bersalah karena kata-kata ketusnya itu.


Dengan menyilangkan kedua tangannya, Mayang kembali berkata.


"Yah udah. Terserah kamu mau muncul dengan wujud apa! Asalkan jangan sampai warga yang lain tahu bahwa Aku yang SINGLE ini memasukkan pria kedalam rumah! Mengerti??"


"Deal!"


Taera menjawab langsung tanpa pikir panjang dan menyetujui permintaan Mayang dengan anggukan dan seringai yang lebar. Auranya kembali berseri.


Part 2


Dengan suasana hati yang gabut, Mayang duduk dan memutarkan lehernya yang pegal.


Mayang tak melirik dan mengabaikan dengan acuh Laerry yang mencoba menggodanya. Laerry adalah cowok Keturunan Indonesia - Australia. Agak aneh jika ada cewek yang menolaknya.


Gagal menarik perhatian Mayang, Learry mencoba mendekati Mayang dan menaruh tangannya pada pundak Mayang, mencoba memberi kesan perhatian pada Mayang.


"Sayang... Jangan cemberut gitu dong. Daripada galau mulu mikirin pacar yang selingkuh, mending main sama oppa (*sebutan untuk Abang dalam bahasa Korea).


Mayang menghela nafas kesal.


"Krakk"


Mayang memeletikkan jari Tangan Learry sampai menimbulkan bunyi yang linu bagi siapapun yang mendengarnya.


"Aaww. Sakit. Sakit.. Gue kan cuma berusaha menghibur." Rintih Learry.


Mayang yang sejak pagi sudah gabut, menyeruput kopinya dalam diam. Learry terlihat kecewa sambil memperhatikan Mayang dengan pandangan yang dalam.


"Padahal kata orang, kalau cewek lagi patah hati, obat mujarab nya dengan cinta kasih dan sayang kan? Ko lu ga si?" Tanya Learry dengan bingung.


"Kata siapa? Sok tau. Gue mah ga tuh. Malahan jijik ngedenger lu tiba-tiba ngomong manis kek om-om gituh."


"Whaat? Om-om??" Laerry bergedik kaget.


Dengan menghernyitkan alisnya, Laerry berkata dengan lirih.


"Yah makanya gue tanya. Ko rayuan ga pernah mempan ngelunakkin hati cewek queen ice ini? Sedangkan, cowok yang selingkuh itu bisa-bisa nya nyampakkin lu?"


Mendengar Learry yang tampak bingung dan kecewa, Mayang tersenyum masam.


"Dia perayu ulung atau mungkin gue cewek yang terlalu bodoh, yang bisa percaya omongannya."


Tatapan Mayang terlihat kosong. Senyumnya terasa menusuk. Tak berkomentar apa-apa lagi, Learry memberikan tumpukan file yang dipegangnya.


"Kali ini juga, tolong yah.. Miss Editor."


Learry mengedipkan matanya dan beranjak pergi.


----Sementara itu, Taera-----


Setelah Mayang pergi kerja, kamarnya menjadi sangat hening. Taera merasa sangat bosan dan menggeliat dalam bentuk kucingnya.


Taera mencoba membaca kumpulan buku yang ada di atas tempat tidur Mayang.


"Cewek ko gini amat yah? Berantakan! Pantes aja dia ditinggal sendiri!"


Taera memandang buku-buku dan baju yang berserakan dengan ilfil.


---Kkkkkakk kkkkkaaakk----


Seekor gagak tiba-tiba menukik memasuki kamar Mayang melalui jendela yang terkunci. Kaca jendela pecah olehnya dan meninggalkan serpihan-serpihan yang berserakan di lantai.


"Tuan Muda."


Gagak itu kemudian berubah wujud menjadi seorang pria dewasa umur paruh baya yang memakai tuxedo putih dengan kumis tipisnya yang rapih dan wajahnya yang tentunya ganteng.


"Ada apa?"


Dengan suara yang berat, Taera mentup buku yang sedang dibacanya.


"Ayah Anda sudah kembali, Tuan Muda. Beliau berpesan, Kondisi di rumah sedang tidak aman, karena itu, Beliau meminta Anda untuk bersembunyi."


"Oke."


Taera menjawab enteng permintaan dari butlernya itu.


"...."


Sang Butler masih berdiri mematung.


"Apa lagi?"


Dengan serius, Butler itu menunduk memberi hormat.


"Hanya itu, Tuan Muda. Mohon untuk selalu waspada dan berhati-hati."


Setelah selesai mengatakannya, Butler itu tiba-tiba menghilang.


...🥀🥀🥀...


C.A.S.T


Learry