The Cuttie Kitty Is A Vampire

The Cuttie Kitty Is A Vampire
Sebelum Fajar



Hening


Sunyi


Hening lagi


Sunyi lagi


Mayang terus memperhatikan Taera yang duduk diam tanpa melakukan apapun. Dia tidak tampak tersenyum. Juga tidak terlihat sedang marah. Hanya diam sembari duduk manis menaruh kedua tangannya didagunya.


Mayang kemudian mengingat kembali momment ketika Taera merubah ekspresi di raut wajahnya.


Sedikit flash back---


Saat Taera mencoba menerka ulang kejadian yang terjadi dengan dirinya semalam, Ia dapat menyimpulkan siapa orang yang melakukan hal itu dengan tubuhnya.


"Taeza?!"


Menyuarakan nama yang asing ditelinga Mayang, Mayang menatap Taera yang memberi tatapan dingin. Mengepalkan tangannya dalam diam.


Mayang berdiri dihadapan Taera. Berharap Ia akan berbagi cerita dengan nya.


"Taera." Panggilan Mayang padanya terdengar seperti bunyi lonceng yang menyadarkan nya.


Taera hanya diam memperhatikan Mayang. Lalu berpaling saat pandangan matanya melihat ke arah bekas gigitannya di pangkal leher Mayang.


"Taera!"


Dengan kesal, Mayang menepuk pipi Taera dengan kedua tangannya sampai menimbulkan bekas kemerahan.


Saat Taera kembali fokus melihat kearahnya, Mayang melembutkan sentuhan tangannya dipipi Taera.


Mayang tampak lebih serius sekarang. Pandangannya melihat Taera dengan lurus.


"Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu tiba-tiba diam seperti itu? Apa karna kamu merasa bersalah lagi? Kalo seperti waktu itu, kamu tiba-tiba menghilang, kumohon jangan lakukan itu! Aku benar-benar akan marah."


Sedikit berpikir dan terdiam.


Lalu, Taera menghela nafas.


Kemudian, melihat ke arah Mayang lagi.


"Dasar cewek bawel. Harusnya Aku yang marah juga, kan?"


Taera tampak diam sebentar, lalu melanjutkan ucapannya lagi.


"Kamu... Kenapa selalu ngelakuin hal dengan ceroboh dan ga dipikirin dulu?"


Taera yang melembutkan dan menghaluskan nada suaranya, berbicara dengan sangat sopan pada Mayang.


Mayang melepaskan tangannya dengan reflek, namun Taera balik memegangnya.


Taera yang masih memegangi tangan Mayang, meletakkan kepalanya di pangkal leher Mayang yang digigit oleh nya waktu itu.


Lalu mengecup nya.


"Aku memang bodoh. Ayah ku bahkan sangat kecewa."


"Ukh.." Mayang terdengar merintih saat Taera kembali menjilati bekas gigitannya.


Sepertinya, luka yang ditimbulkannya bersisa agak perih.


"Maafkan Aku, Mayang. Tapi, terimakasih sudah membuatku agak baikan."


Mayang merasa senang dengan perkataan Taera itu. Taera yang membenamkan wajahnya dipundak Mayang membisikkan suatu, tapi sangkin pelan suaranya, membuat Mayang gagal mendengar perkataan Taera.


Tak mau melewati mommentnya bersa Taera, Mayang menepuk kepala Taera dan mengelus rambutnya yang halus bergelombang.


...🥀🥀🥀...


"Yah, Halo?"


Seorang pria berkemaja putih lengkap dengan setelah jas nya, mengangkat telpon sembari bersandar di kursi panjang seorang diri.


"Ada apa?"


Ia menikmati kopi hitamnya sambil ditemani sepuntung rokok. Menghisapnya dengan nikmat dan santai.


"Apa?" Tiba-tiba ekspresinya berubah dan tatapannya menjadi dingin.


Dengan ekspresi serius, pria itu pun berbicara dengan intonasi berat.


Bersamaan dengan perginya pria itu, dilengan jasnya, ada sebuah tanda ESP.


Pria itu menuju ke suatu gedung di dalam distrik keamanan wilayah.


Penjelasan tentang kondisi dunia saat ini.


Dahulu tentang asal muasal para monster dan esper yang terbentuk saat ini adalah akibat dari suatu penelitian besar oleh para ilmuwan.


Semula, para ilmuwan berasumsi untuk membuat manusia super (esper) yang disingkat sebagai ESP (Empowered Subconscious Projection). Dengan harapan, manusia yang kuat secara fisik maupun mental dalam perkembangan teknologi dimasa depan.


Akhirnya setelah memakan waktu yang lama, manusia buatan pertama pun lahir. Sampel manusia buatan yang diciptakan dari persilangan antara manusia dan hewan awalny berjalan dengan baik sesuai yang diinginkan para ilmuwan, namun semakin bertambahnya usia manusia buatan itu ke tahap pendewasaan saat umur mereka mencapai 10 tahun, kondisi psikis mereka semakin mengalami gangguan.


Fisik para manusia buatan semakin kuat tapi mereka kesulitan mengontrol imun tubuh akibat impuls saraf mereka yang melebihi manusia normal.


Beberapa perkembangan uji coba dan perbaikan dilakukan kembali. Berbagai percobaan sampel manusia buatan dilakukan dan mengalami kegagalan yang membuat 5 manusia buatan itu mengalami malfungsi organ tubuh mereka.


Kelima sampel manusia buatan yang berasal dari persilangan antara manusia dan hewan membuat mereka kembali pada instingnya sebagai hewan.


Mereka tak terkendali. Menyerang, meraung, bahkan memangsa manusia dengan menghisap habis darah korbannya.


Merasa tak ada harapan, Para peneliti dan ilmuwan pun menyerah untuk melakukan perbaikan lebih lanjut.


5 manusia buatan yang gagal itu pun diasingkan disebuah pulau dan dirantai disebuah jeruji kurungan.


Beberapa tahun setelahnya, ilmuwan baru yang memperkenalkan dirinya di badan penelitian menyatakan untuk melanjutkan kembali studi tentang para manusia buatan.


Ia menciptakan manusia yang memiliki kemampuan khusus dari energi-energi yang mengalir dari dalam bumi, seperti Air, api, cahaya, alam, dan angin.


Sebuah percobaan dilakukannya dan kemudian berhasil dengan sangat memukau sehingga peneliti pun memberikan apresiasi besar pada sang ilmuwan.


Bahkan Ia mampu membuat seorang manusia buatan yang berasal dari kromosom serigala yang kemudian disuntik kan pada bayi manusia.


Berpuluh-puluh tahun kemudian setelah mereka melewati ketenangan dan kedamaian, hal yang tak diduga terjadi. Para manusia buatan generasi pertama menyerang kota. Mereka sudah berkembang biak menjadi satuan negara.


Beberapa ciri khas dari para manusia itu adalah kulit putih pucat, tampang rupawan, dan kekuatan besar yang mampu mengalahkan lawan dengan mudah. Semua dari mereka masih sangat menyukai darah sebagai santapannya. Kegilaan bermandikan darah adalah hal yang digemari mereka.


Satuan unit dibentuk. Dan menamai nya dengan departemen pembasmian vampire.


Alhasil, pertempuran besar-besaran antara kaum vampire dan esper terjadi. Kelebihan dari kaum vampire adalah regenerasi tubuh yang tinggi. Hal ini sangat menyulitkan bagi para satuan esper.


Setelah kalah dalam penyerangan vampire pertama, para esper meneliti tentang senjata yang dapat membunuh vampire. Dan karena senjata itu menggunakan bahan yang sangat langka, mereka hanya mampu membuat 7 senjata.


7 esper berbakat pun terpilih. Dengan ketujuh pemegang senjata itu mereka dapat melumpuhkan para vampire dengan negosiasi damai antar kedua belah pihak.


Persyaratan dan kontrak dibuat untuk menciptakan keuntungan bersama. Sehingga mereka tak lagi kehilangan sanak keluarga mereka.


Tapi, untuk mewujudnya kedamaian manusia biasa, mereka membuat kembali tatanan negara baru dimana manusia biasa tak mengenal dan tahu tentang para esper. Mereka hanya tahu esper sebagai badan khusus pemerintahan dan kesatuan militer negara.


Badan khusus itu dibuat dengan tujuan penertiban dan keamanan.


Ada 3 divisi khusus dalam penanganan vampire dan esper bermasalah.


Divisi Pertama. Divisi Penanganan dan Keamanan vampire bermasalah


Divisi Kedua. Divisi penanganan dan Keamanan Esper bermasalah


Divisi Ketiga. Hunter.


Seperti namanya. Mereka bertugas untuk melaksanakan wewenang terkait dengan keamanan kota. Mereka akan menyelidiki dan menertibkan dulu para esper dan vampire bermasalah, lalu membuat kesepakatan untuk bekerjasama.


Adapun, hunter adalah satuan polisi yang sudah diberi wewenang untuk mengeksekusi vampire yang terbukti bersalah atau vampire yang berpotensi menyerang.


Pria yang dilihat diawal tadi memasuki ruangan dengan kartu tanda ijin masuk nya. Ia kemudian dihampiri oleh seorang pria yang berpakaian sama dengan nya.


"Pak. Saya yang menelpon barusan."


"Yah. Saya sudah dengar kabar singkatnya."


Tak ingin berlama-lama, pria itu masuk ke sebuah ruangan. Berdiri di hadapan layar monitor yang sangat besar.


Setelah memberi penghormatan pada seorang aparatur yang berpangkat tinggi, pria itu berkata dengan lugas.


"Saya. Kepala divisi Hunter. Raphael. Telah menghadap untuk mendengar perintah."


_C.A.S.T_


Raphael